UP
    Latest News
Showing posts with label PSIS. Show all posts
Showing posts with label PSIS. Show all posts

Derby Jateng Persip vs PSIS dinodai kerusuhan suporter Alay bermuka jelek dan Berpendidikan Rendah

Derby Jateng Persip vs PSIS dinodai kerusuhan suporter Alay bermuka jelek dan Berpendidikan Rendah
orang yang paling berkuasa adalah orang yang bisa menguasai dirinya sendiri .
tak peduli seberapa tidak adilnya dunia luar orang yang punya kuasa tinggi selalu bisa mengontrol dirinya sendiri untuk dapat bertindak cerdas dan elegan .

namun itu jelas  tidak didapati pada suporter persip pekalongan dan psis.
Mudah tersulut emosi adalah ciri orang bodoh .
dan kedua suporter tersebut menunjukan hal tersebut . Merasa diri hebat jika bisa buat kerusuhan , merasa bangga dibilang suporter garis keras jika bisa melukai suporter lain itu jelas adalah ciri -ciri suporter alay bermuka jelek yang tidak mengenyam pendidikan yang cukup bak secara formal maupun informal .

orang-orang seperti inilah bibit -bibit generasi penghancur bangsa .
. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, suporter PSIS Panser Biru dan Snex terlibat saling lempar batu dengan suporter Persip Kalong Mania.
Kericuhan bermula ketika paro waktu babak pertama. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba suporter Persip Kalong Mania dan suporter PSIS Snex yang berada di tribun utara, saling lempar botol air mineral, batu serta kayu. Kerusuhan pun meluas, suporter Panser Biru dan Kalong Mania yang berada di Tribun selatan juga terlibat saling lempar batu.

Kericuhan sempat terhenti ketika babak kedua dimulai. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Di menit-menit akhir babak kedua, kedua belah pihak suporter kembali terlibat ricuh, hujan batu ke arah kedua belah pihak kembali terjadi. Karena kedua belah pihak sulit untuk kendalikan pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata ke kedua suporter yang saling lempar.

Kerusuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion, usai pertandingan, kedua kelompok suporter kembali ricuh. Pihak kepolisian terpaksa menyemrotkan water canon untuk menghalau suporter. Kapolresta Pekalongan AKBP Dhani dan Wakapolres Pekalongan Kompol Mulyawati Syam langsung turun kelapangan untuk menenangkan kedua massa.

Bahkan Wakapolresta Pekalongan Muliyawati Syam, terkena lemparan batu di kakinya hinga terluka, saat berusaha menghalau kedua belah pihak. Akibat kericuhan tersebut, belasan suporter dari kedua belah pihak mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Tidak hanya itu, tiga orang anggota Polresta Pekalongan juga terluka akibat terkena lemparan batu, saat berusaha menenangkan para suporter.

Untuk menghindari terjadi kericuhan susulan, suporter Panser Biru dan Snex mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Secara estafet suporter Panser dan Snex di kawal hingga Semarang.

Ketua Panpel Persip Muanas Budisetyono, mengatakan, sedikitnya 700 petugas keamanan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP dikerahkan untuk melakukan pengamanan. "Semua sudah terkendali, dan untuk mengindari kejadian yang tidak diinginkan, pihak kepolisian melakukan pengawalan kepada suporter Snex dan Panser selama perjalanan pulang," ujarnya.

Dia mengatakan, ada sekitar 12-13 suporter dari kedua belah pihak yang mengalami luka ditambah satu suporter dari Panser yang terjatuh dari tembok. Semua yang terluka langsung dilarikan ke tiga rumah sakit yakni RSUD Bendan, RS Budi Rahyu dan RS Kraton. "Kita sengaja membawa korban ke beberapa rumah sakit, agar penanganannya cepat," ujarnya.

Kerusuhan yang terjadi antar kedu supporter jauh dari perkiraan mengingat selama ini antara Panser Biru, Snex dan Kalong Mania tidak pernah terjadi permusuhan dan belum pernah terlibat bentrok, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Wakapolresta Pekalongan Kompol Muliyawati Syam mengatakan, tidak ada yang diamankan dari kedua belah pihak. ”Semua sudah terkendali. Suporter Snex dan Panser kita kawal menuju Semarang, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Manajer Tim PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho menyayangkan kericuhan yang tejadi antara kedua suporter. Itu mengingat dalam sejarahnya kedua suporter belum pernah terlibat bentrok dan baru kali ini terjadi kerusuhan.

Dia berharap, kerusuhan yang terjadi merupakan kerusuhan terakhir, untuk kedua belah pihak, sehingga pada pertandingan berikutnya tidak terjadi hal yang sama. ”Kami berharap kedua suporter mampu mengendalikan diri sehingga di kemudian hari tidak terjadi hal yang sama,”ujarnya.

Psis kalahkan Persitara , Panpel Pukul Official Persitara , Persitara Ngadu ke Pt Liga

Psis kalahkan Persitara , Panpel Pukul Official Persitara , Persitara Ngadu ke Pt Liga
Ofisial Persitara Jakarta Utara akan melaporkan hasil pertandingan timnya melawan tuan rumah PSIS yang berlangsung ricuh kepada Komisi Disiplin (Komdis) Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Komisaris Utama Persitara Sardanta Tarigan mengatakan ada tiga hal yang akan dilaporkan soal pertandingan Divisi Utama PT Liga Indonesia (LI) tersebut, yakni soal kepemimpinan wasit yang tidak berkualitas, tekanan yang diberikan kepada timnya, serta pemukulan oleh panpel pertandingan terhadap ofisial Persitara.

"Kami tahu sendiri soal pemukulan terhadap Rizal Afid oleh Panpel PSIS, seharusnya panpel tidak boleh seperti itu dan harusnya melerai hal tersebut," kata Sardanta Tarigan didampingi Manajer Novi Biki, usai pertandingan kedua tim di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (18/2) petang.

Pertandingan kedua tim yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah PSIS tersebut berlangsung ricuh terutama saat perpanjangan waktu selama empat menit.
Puncaknya adalah ketika pemain PSIS Morris Power mencetak gol pada menit ke-93 dengan memanfaatkan bola mental dari kiper Persitara Jakarta Utara Ariek SB sehingga pertandingan kedua tim sempat terhenti beberapa menit.

Pemain dan ofisial Persitara menilai gol itu tidak sah karena bola sudah ditangkap kipernya tetapi direbut oleh pemain PSIS. Meskipun demikian wasit Ridwan Pahala dari Bandung mengesahkan gol tersebut.

Pemain-pemain Persitara memprotes gol tersebut sehingga wasit tersebut sempat dikejar-kejar pemain tamu. Beruntung, para petugas kepolisian berhasil mengamankan wasit tersebut.
Sementara itu ofisial Persitara juga melakukan protes di luar lapangan sehingga penonton sempat melakukan lemparan menggunakan botol bekas minuman.

Petugas kepolisian sempat melerai penonton agar jangan melempar ke tengah lapangan melalui pengeras lapangan dan akhirnya pertandingan bisa dilanjutkan kembali dengan kedudukan 2-1 untuk tuan rumah.

Ketua Panpel PSIS Semarang Dedi Satria Budiman mempersilakan Persitara melaporkan hal itu. "Yang jelas tidak ada pemukulan terhadap ofisial Persitara," tegasnya.
Ia mengatakan hanya mengakui menghalangi ofisial Persitara yang ingin mendekati wasit. "Tapi kalau pemukulan seperti dikatakan mereka, tidak ada," tambahnya.(gd)

PSIS main di Divisi Utama PT Liga , Stadion langsung banjir Penonton

PSIS main di Divisi Utama PT Liga , Stadion langsung banjir Penonton
STADION Jatidiri membeludak. Jumlah penonton laga PSIS Semarang luar biasa meski belum lampaui rekor 2005.

Laga pembuka Divisi Utama (DU) 2012/2013 yang dimainkan PSIS dan PSCS Cilacap di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (27/1), sangat semarak. Bukan cuma karena permainan ke-2 tim di atas lapangan, tapi juga lantaran antusiasme suporter PSIS Panser Biru dan Snex yang memadati stadion berkapasiitas 21.000 tempat duduk itu.

Stadion Jatidiri, bahkan, sampai tak mampu menampung seluruh personel Panser Biru dan Snex. Kuota 15.000 lembar tiket yang dijual panpel PSIS ludes terjual dan jumlah penonton melebihi kapasitas stadion.

"Terus terang, kami terkejut melihat antusiasme Panser Biru dan Snex. Kami tak menyangka jumlah mereka bakal sebanyak itu," tegas Iwan Anggora, wakil ketua panpel PSIS.

Dibilang tak menyangka karena pihak panpel memperhitungkan laga itu ditayangkan live di antv. Menurut Iwan, dengan tayangan live di teve, paling banyak penonton yang hadir di stadion diestimasikan 10.000. Ternyata, massa yang hadir langsing ke stadion jauh di atas itu.

Jumlah orang yang menyaksikan langsung laga PSIS kontra PSCS di Stadion Jatidiri disebut GM PSIS Ferdinand Hindiarto memecahkan rekor jumlah penonton laga PSIS selama ini. Menurut perkiraan Ferdinand, lebih dari 21.000 suporter PSIS hadir di stadion pada laga yang dihelat Minggu (27/1) itu.

"Malah masih banyak orang yang tidak bisa masuk karena kapasitas stadion sudah penuh. Karena itu, pada pertengahan babak II kami gratiskan mereka masuk stadion. Jelas, jumlah itu jadi rekor. Padahal, PSIS hanya tampil di level DU," tukas Ferdinand.

"Tapi, jumlah itu masih kalah banyak dibandingkan ketika kami tampil di Liga Indonesia pada 2005. Saat itu, PSIS menjamu Persipura Jayapura. Penonton membeludak sampai ke pinggir lapangan. Diperkirakan 25.000 orang menjejali stadion saat itu," papar Ferdinand.

Berkaca dari pengalaman itu, Ferdinand berencana menambah kuota tiket yang dijual saat PSIS tampil sebagai tuan rumah. Meski begitu, Ferdinand berjanji tidak menaikkan harga tiket.

"Tentu akan kami evaluasi. Mungkin kami tambah jumlah tiket yang kami jual. Tapi, harga tidak perlu naik meski harga tiket pertandingan kandang PSIS termurah di Indonesia," tandas Ferdinand.
Harga tiket termahal pertandingan kandang PSIS di DU 2012/2013 adalah Rp 50.000. Itu tiket kelas VIP.

PSIS adalah 1 dari 9 klub kontestan DU di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang pada musim 2012/2013 hijrah ke DU di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia (LI). Alasan mereka pindah tak terkait kisruh PSSI. Mereka hanya ingin berkompetisi dengan lebih baik, jelas, kompetitif, dan kondusif.(dg)

Psis vs Pscs = 1-0 , Gol Bunuh Diri berikan Awal manis Mahesa jenar

Psis vs Pscs = 1-0 , Gol Bunuh Diri berikan Awal manis Mahesa jenar
Tuan rumah PSIS Semarang sukses meraih hasil maksimal pada laga pembuka kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013. Tampil di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (27/1), PSIS menang tipis 1-0 atas PSCS Cilacap. Gol tunggal di laga derby Jawa Tengah itu disarangkan oleh striker asal Belanda, Emile Linkers.
Laga pembuka Divisi Utama 2013 ini disaksikan kurang lebih 22 ribu penonton yang sebagian besar adalah suporter tuan rumah. Jumlah penonton itu sangat luar biasa, apalagi musim lalu, PSIS berkompetisi di liga sebelah yang atmosfernya kurang begitu semarak.
Pertandingan itu diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang almarhum pelatih Persebaya Miroslav Janu, yang meninggal dunia, Kamis (24/1/2013) lalu. Selain itu, pemain kedua tim pun mengenakan pita hitam sebagai ungkapan bela sungkawa atas berpulangnya pelatih asal Rep Ceko tersebut.
Kendati tampil di hadapan puluhan ribu suporternya, para pemain PSIS justru sempat bermain tegang di awal babak pertama. Turun dengan formasi terbaiknya dengan duet Imral Usman dan Emile Linkers, permainan PSIS terlalu mudah dimatikan para pemain PSCS.
Bahkan di lapangan tengah, PSCS lebih banyak menguasai dengan melalui kolaborasi mantan pemain Pelita Jaya, Andesi Setyo Prabowo dan Owang Abong Crepin. Namun sampai babak pertama usai, kedua masih sama-sama tidak mampu mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Pelatih PSIS Firmandoyo meminta pemainnya untuk bermain lebih ofensif. Masuknya Miko Ardiyanto menggantikan Syaiful Amar membuat lapangan tengah PSIS lebih hidup.
Alhasil, memasuki menit ke-62, PSIS akhirnya mampu memecahkan kebuntuan. Sebuah tendangan keras Emile Linkers mampu dihalau kiper PSCS, Ega Rizky Pratama, setelah sebelumnya membentur kaki salah seorang pemain belakang PSCS. Gol itu langsung disambut gemuruh ribuan Snex dan Panser Biru, suporter setia PSIS.
Keunggulan itu membuat permainan PSIS makin bergairah. Beberapa tekanan berulang kali dilancarkan tim Mahesa Jenar. Tetapi sayang, sampai laga usai, kedudukan 1-0 untuk PSIS tetap tidak berubah.
Asisten pelatih PSIS, Eko Purjianto mengakui, pemainnya sempat bermain nervous di awal laga. Bahkan hampir sepanjang babak pertama, PSIS gagal memperagakan permainan sesuai instruksi pelatih.
"Baru pada babak kedua, pelatih meminta untuk bermain lebih ofensif. Itu penting karena sebagai tuan rumah kami butuh kemenangan sebagai modal untuk mengarungi kompetisi yang cukup panjang ini," tegas Eko.
Yang pasti, lanjut jebolan Primavera ini, pihaknya akan banyak mengambil pelajaran sebagai bahan evaluasi dari laga ini. Itu penting karena secara umum permainan PSIS masih jauh dari harapan.
"Jujur kami masih harus banyak berbenah. Setelah ini kami akan evaluasi lebih mendalam lagi. Ke depan tentunya kami berharap bisa tampil lebih baik lagi," tutur Eko.
Sementara Pelatih PSCS Gatot Barnowo mengaku puas, meski timnya gagal meraih angka. Menurutnya laga melawan PSIS berlangsung sangat baik, fair, dan sportif.
"Kami hanya tidak beruntung dan keberuntungan itu berpihak pada PSIS.Meski kalah saya tetap positif menilai permainan kami. Apalagi sebagian besar materi pemain saya adalah pemain muda yang butuh jam terbang lebih banyak lagi," tandasnya.
Pada laga itu wasit Fahrizal M Kahar mengeluarkan enam kartu kuning kepada Catur Adi Nugroho, Nurul Huda, Imral Usman (PSIS), Andesi Setyo Prabowo, Andri Siswanto, Rastiawan Aribowo (PSCS).

Bermain di Divisi Utama PT Liga , PSIS langsung Kebanjiran Sponsor

Bermain di Divisi Utama PT Liga , PSIS langsung Kebanjiran Sponsor
Psis resmi meninggalkan Kompetisi divisi utama pt LPIS dan gabung dengan divisi utama PT Liga .
klub dari Kota penghasil Lumpia terenak itu, dibanjiri oleh sponsor bukan di banjiri oleh air. Banyaknya sponsor ini diperkirakan PSIS akan menuai sukses dalam mengelola finansialnya musim ini.
Selain mendapatkan investor tunggal yakni Ancora Foundation, tim berjuluk ‘Mahesa Jenar’ ini juga menadpatkan dua sponsor pendamping. Dua perusahaan yang menjadi sponsor pendamping ini diantaranya Bank Jateng dan Yamaha (Mataram Sakti). Perusahaan ini telah resmi menjadi sponsor pendamping utama.
Untuk, Bank Jateng menempatkan diri sebagai sponsor terbanyak dengan menempelkan logonya di jersi (depan dan belakang bawah nomor punggung). Sedangkan Yamaha ditempatkan di atas nama pemain (belakang).
“Untuk depan jersi sebenarnya ada tiga yang memperebutkan, salan satunya dengan Sinar Sosro. Untuk Sosro kami masih mencarikan satu tempat lagi di jersi pemain,” beber GM PSIS, Ferdinand Hindiarto.
Ferdinand mengatakan, untuk sponsor aboard, pihaknya sudah mengantongi tujuh perusahaan dan instansi seperti Aguaria, UPVC, Suara Merdeka, Pemkot, STIE AKA. Untuk, produk minuman lain yakni Marimas ditempatkan di seragam panpel. Menurut Ferdinand, masih ada beberapa perusahaan yang masih nego yakni Nasmoco dan Udinus. Namun, ia tidak menyebutkan nilai sponsorship karena menghormati privasi sponsor.
“Intinya musim ini kami membidik sekitar Rp 500 juta dari sponsor pendamping,” pungkasnya.(yr)

PSIS Semarang Resmi di-Launching , Langsung Bidik Tiket Promosi ISL

PSIS Semarang Resmi di-Launching , Langsung Bidik Tiket Promosi ISL
Muda, Bertenaga, Juara. Kata-kata itulah yang menjadi spirit PSIS dalam peluncurannya di Halaman Balaikota Semarang, Kamis (17/1) petang. Mengusung 25 pemain, tim yang diarsiteki Firmandoyo mengemban misi berat yakni kembali ke kasta tertinggi yakni Indonesia Super League (ISL).
Acara yang dibalut kesederhanaan itu dihadiri ratusan Panser Biru dan Snex yang kompak menggunakan baju berwarna biru dan hitam. Beberapa diantaranya berbondong-bondong datang dengan sepeda motor sambil menyanyikan lagu penyemangat.
Terlihat juga perwakilan 25 perkumpulan sepak bola (PS). Tokoh bola diantaranya Ketua PSSI Kota Semarang Anggoro Mardi Husodo atau akrab disapa Yoyok Mardijo, mantan GM PSIS Putut Sutopo dan mantan Manajer PSIS Ganang Ismail. Serta Ketua KONI Kota Semarang Ikhwan Ubaidilah.
Jajaran Muspida Kota Semarang juga tak ingin ketinggalan menjadi saksi momen bersejarah PSIS yang akan mengarungi Divisi Utama PT Liga Indonesia (PT LI) musim 2013. Mereka berkumpul tanpa sekat di bawah tenda merah dalam acara yang hikmat tersebut.
Plt Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi yang hadir, meresmikan tim kebanggan warga Kota Semarang untuk berkompetisi. Dia berharap skuad Mahesa Jenar kembali berjaya seperti saat menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan PSSI tahun 1987 dan Juara Liga Indonesia 1999.
 Saya terus mengamati perjalanan PSIS. Mulai dari pembentukan manajemen, seleksi pemain hingga laga uji coba. Dapat dibilang tim ini hampir sempurna. Untuk melengkapinya, perlu ditambah kerja sama yang solid antar semua elemen, papar Hendi.
Dia menambahkan, PSIS adalah salah satu ikon Kota Semarang yang perlu dirawat bersama-sama. Dalam perjalananya harus ada jiwa dan rasa saling memiliki. Jikalau ada pihak-pihak yang ingin membuat PSIS tandingan, dia sangat menyayangkan. Pasalnya waktu dan persiapan sudah mepet. Hendi berharap hanya ada satu PSIS.
Adapun dalam acara launching tersebut, juga dilakukan pengumpulan dana dari seluruh tamu yang hadir. Ditotal mencapai angka Rp 100 juta rupiah. Kemudian penyerahan jersy PSIS kepada Hendi dengan nomor punggung 99 dan Komandan Kodim (Dandim) 0733/BS Semarang Letkol Kav Dicky Armunantho Mulkan dengan nomor punggung 94.
Sementara General Manager (GM) PSIS Ferdinand Hindiarto menyampaikan, cukup optimistis dengan skuad yang diusung. Perpaduan personel muda yang bersemangat dan berenergi dipadukan dengan personel senior dengan pengalaman dan jam terbang mumpuni akan membuat tim solid.
Persiapan menghadapi kick off Divisi Utama melawan PSCS Cilacap di Stadion Jatidiri, 27 Januari sudah 90 persen. Tinggal mematangkan tim dan menambah sekali lagi uji coba lagi. Target kami tidak tanggung-tanggung, ingin membawa PSIS promosi ke Indonesia Super League (ISL), tandas Ferdinand.  (ghk)

Siap hadapi divisi Utama PT Liga , Hari Ini PSIS Launching Tim di Balaikota

Siap hadapi divisi Utama PT Liga , Hari Ini PSIS Launching Tim di Balaikota
Meski belum dalam kondisi terbaik, striker anyar PSIS Emile Linkers mengaku siap tampil pada laga perdana Divisi Utama PT Liga Indonesia (PT LI), 27 Januari. Dia menginginkan skuad Mahesa Jenar meraih tiga poin saat menghadapi PSCS Cilacap di Stadion Jatidiri.
"Kondisi saya masih 70 persen. Mudah-mudahan dalam kondisi prima saat kick off. Saya tidak ingin sesumbar dapat mencetak gol. Lebih penting, PSIS dapat meraih kemenangan," ujar pemain berdarah Belanda itu.
Sebelumnya, pemain yang musim lalu menorehkan 10 gol bersama PSIM Yogyakarta, mengalami cedera otot paha kiri. Demi pemulihan, sang arsitek PSIS Firmandoyo tak menurunkannya dalam dua uji coba away ke Jatim. Yakni saat takluk 0-2 dari Deltras dan menahan imbang 0-0 saat dijamu Persebaya Surabaya.
Dengan pulihnya Linkers menjadi keuntungan tersendiri bagi tim yang berhome base di Stadion Jatidiri itu. Setidaknya, lini depan semakin tajam dengan hadirnya Linkers. Pasalnya dalam lima kali uji coba, sektor tersebut yang masih dikeluhkan.
Bila kondisi Linkers membaik, berbeda dengan dua kiper PSIS. Ghoni Yanuar belum mengikuti latihan lantaran suhu badannya meningkat. Sedangkan Ivan Febrianto harus dirawat di RS Hermina lantaran karena tipus. Kondisi tersebut memaksa Catur Adi Nugroho harus tampil sendiri saat berlatih.
Sementara itu, launching PSIS yang rencananya dilaksanakan di ruangan M Ikhsan lantai 8 Balaikota Semarang, hari ini, diubah tempatnya. Untuk mengobati keingintahuan masyarakat dan suporter, peluncuran tim akan digelar di Halaman Balaikota, pukul 18.30.
Setelah uji coba Iswandi Dai cs akan sekali lagi menggelar uji coba. Tim lokal Semarang SSS dipilih menjadi lawan latih tanding yang akan dilakukan di Stadion Jatidiri, Sabtu (19/1). Uji coba itu dimanfaatkan untuk melihat kembali mematangkan kerja sama dan team work. Beberapa pemain yang jarang tampil akan diturunkan.
"Kali ini kami memilih lawan yang levelnya berada di bawah PSIS. Tentunya bukan hasil yang menjadi fokus utama. Melainkan melihat kesiapan terakhir tim. Meski demikian, kami berharap para pemain tetap tampil all out," tambah Firmandoyo.(hf)

Ikut Divisi Utama pt Liga , PSIS dapatkan sponsor Cadangan dan Segera Launching Tim

Ikut Divisi Utama pt Liga , PSIS dapatkan sponsor Cadangan dan Segera Launching Tim
PSIS Semarang akhirnya mendapatkan sponsor pendamping untuk membantu pendanaan klub selama satu musim berkompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia musim 2013.

General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto mengaku, sponsor pendamping yang saat ini sudah deal adalah perusahaan air kemasan Aquaria. Namun Ferdinand enggan untuk membeberkan berapa nilai sponsorship yang diberikan oleh perusahaan air minum tersebut.

"Kita sudah deal dengan Aquaria, mereka memberikan dana, produk untuk keperluan sehari-hari pemain, tentunya produknya berupa minuman. Sedangkan untuk kompensasinya mereka memasang E-board di lapangan, terus mengkoordinir pedagang di stadion. Rencana pedagang akan diberikan rompi," ujarnya.

Dengan sudah adanya deal dengan sponsor tentu akan sangat membantu klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini, terutama dalam hal pendanaan. Mengingat, sampai saat ini pendanaan utama klub hanya mengandalkan, dari investor PT Setia Binanusa yang tak lain merupakan anak perusahaan dari PT Ancora yang merupakan investor PSIS musim lalu.

"Yah, kita bersyukur akhirnya ada sponsor yang berkenan untuk membantu kami," tambahnya.

Ferdinan mengaku, selain sudah deal dengan perusahaan air mineral kemasan tersebut, saat ini juga masih menunggu konfirmasi dari perusahaan-perusahaan lain yang sudah disodori proposal."Ada dua yang sudah mendekati deal, yakni Sosro dan Evalube, mudah-mudah dalam minggu ini ada kabar yang menggembirakan," ujarnya.

Ditambahkan Ferdinand, Plt Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapan Hendi, juga membantu mencarikan sponsor dan saat ini sudah ada dua perusahaan yang akan membantu."Saya belum tahu nama perusahaannya apa, tapi sudah mendapatkan konfirmasi dari pak Plt, bahwa dua perusahaan tersebut siap membantu," imbuhnya.

Diakuinya, selain dari sponsor dan investor  PSIS saat ini juga banyak mendapatkan bantuan dari para Donatur di Kota Semarang. Bantuan dari pada Donatur itu bermacam-macam mulai dari kaos panpel, hingga kebutuhan latihan."Banyak juga donatur yang tidak mau menyebut namanya, mereka membatu kesulitan kami. Disaat kami butuh perlengkapan tiba-tiba saja ada yang berkenan membantu. Saya bersyukur karena masih banyak orang yang peduli terhadap PSIS. Dan tentu ini tantangan bagi manajemen untuk membawa PSIS berprestasi," tandasnya.

Hanya saja, sambung Dosen Psikologi Unika Soegijapranata ini untuk sponsor yang di Jersy skuad PSIS hingga saat ini belum ada. Oleh sebab itu, karena sudah mepetnya waktu kompetisi untuk sponsor Jersy ditiadakan."Kita tidak mau spekulasi karena waktunya sudah cukup mepet. Akhirnya untuk seragam tim kita menggunakan salah satu produk, dan kita mendapatkan harga diskon," katanya. 

Ferdinand menyatakan, seluruh bantuan dari sponsor, dan Donatur tersebut digunakan untuk operasioanal tim, yang kuotanya hanya sekitar 10 persen. Pasalnya, untuk  kebutuhan gaji pemain, seluruhnya sudah dicukupi oleh PT Setia Binanusa selaku Investor utaman dan operasional tim sudah mencapi 90 persen.
"Dari sisi gaji sudah terpenuhi dari PT Setia Binanusa, dan operasional 90 persen sudah oke,  sehingga sponsor hanya untuk menambah kekurangan," ujarnya. 

Dengan tingginya antusias warga Semarang dan Sponsorship untuk membantu PSIS, semakin meningkatkan semangat manajemen untuk membawa PSIS Semarang ke tangga Promosi musim depan."Kita semakin tertantang untuk membawa tim ini menuju promosi ke isl," tegasnya.

Disinggung terkait persiapan Louncing tim PSIS Semarang yang bakal digelar Kamis (17/1), Ferdinand mengaku sudah siap.

"Terkait Louncing tim ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan, diantaranya, Louncing ini diprakarsasi oleh Plt Walikota, kemudian, acara ini akan kami buat sederhana, yang intinya meminta doa restu, kepada segenap stakeholder, tokoh-tokoh masyarakat dan suporter," ujarnya.

Khusus untuk suporter manajemen  hanya akan mengundang sebagian sebagai perwakilan, dan sebagai gantinya setelah louncing manajemen dengan pemain  yang akan mendatangi para suporter di beberapa titik."Kami minta maaf pada para Suporter setia PSIS, tidak bisa mengundang seluruhnya, karena keterbatasan tempat,"katanya.

RESMI : PSIS tetap berlaga di kompetisi Divisi Utama PT Liga

RESMI : PSIS tetap berlaga di kompetisi Divisi Utama PT Liga
Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Jawa Tengah menegaskan hanya mengenal dan mengakui PSIS Semarang di bawah Ketua Umum Soemarmo HS serta Ketua Harian Simon Legiman dengan General Manager Ferdinand Hindiarto. PSIS itu adalah klub yang berlaga di Divisi Utama (DU) PT Liga Indonesia (PT LI).
Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, menegaskan di luar nama- nama tersebut Pengprov PSSI Jawa Tengah tidak pernah mengenal nama dan kepengurusan lain. Artinya, kalau ada nama lain dalam manajemen lain, itu di luar struktural dan manajemen yang diakui Pengprov.
Pernyataan Johar tersebut disampaikannya menanggapi adanya pemberitaan pre-launching PSIS Semarang yang akan berlaga di DU PT Liga Prima Sportindo (PT LPIS) yang dihelat di La Luna Resto, Hotel Horison Simpanglima, Semarang, Ahad (13/1).
Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, di Semarang, Rabu (16/1), Johar bahkan mengaku tidak tahu menahu dengan acara pre-launching tersebut, termasuk siapa saja yang menggelar dan menghadirinya.
Ia mengakui jika kabar tersebut justru baru diperolehnya dari sejumlah wartawan di Semarang, yang menyimak kabar di internet . “Kami sendiri tidak pernah tahu itu PSIS yang mana,” ungkap salah satu tokoh persepakbolaan di Kota Lumpia tersebut.
Oleh karena itu, ia menegaskan, tidak ada nama lain di luar nama-nama di bawah manajemen Soemarmo, Simon Legiman, serta Ferdinand Hindiarto tersebut. Kabar mengenai terbentuknya PSIS tandingan, kata dia, juga tak akan mempengaruhi persiapan tim sesungguhnya.
“PSIS Semarang ya tim yang akan merumput di Divisi Utama PT Liga Indonesia dan akan mengawali laga pembuka dengan menjamu PSCS Cilacap pada 27 Januari nati,” kata Johar.(fh)

Mantan Libero PSIS Tutup Usia

Mantan Libero PSIS Tutup Usia
Dunia persepakbolaan Indonesia kembali berduka. Libero kenamaan PSIS musim 1982-1987, Rochadi tutup usia. Dia kembali ke pelukan Allah SWT, di Magelang Selasa (15/1) pada usianya yang ke-57. Pemain yang memperkuat skuad Mahesa Jenar dari 1982 hingga 1987 itu pingsan usai bermain tenis.
Pensiunan Pegawai BRI Magelang itu sempat dilarikan ke RS Magelang dan masuk ICU pada pukul 19.00. Namun dia enghembuskan nafas terakhir pada pukul 21.30. Diduga, pemain yang juga pernah memperkuat Tidar Sakti Magelang terkena serangan jantung usai bermain tenis.
Almarmhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, dan rencananya akan dimakamkan di Magelang, Rabu (16/1).  Semasa hidupnya, banyak kenangan yang telah diukir. Dia pernah bermain bersama Ribut Waidi dan Suradjab yang kini sudah almarhum. Kemudian Syaiful Amri, Achmad Muhariah, Budi Wahyono, kiper FX Tjahjono, Budiawan Hendratno, Yuli Setyabudi dan Sudaryanto sebagai kapten.
Nasib Rochadi serupa dengan pemain top PSIS asal IKIP Semarang Sugianto yang juga meninggal usai bermain tenis, beberapa tahun silam. Sugianto pernah menjadi rekan Rochadi selama memperkuat tim kebanggaan Warga Kota Semarang.
Di mata rekan-rekannya, Rochadi dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tekun beribadah. Meski pendiam di luar lapangan, namun lugas dan tegas saat berada di lapangan hijau. Pernah ambil bagian saat PSIS menjuarai Divisi Utama Perserikatan PSSI tahun 1987 yang saat itu berada di bawah arahan Sartono Anwar.
"Dia adalah sosok yang baik. Beberapa kali, kami pernah bermain bersama. Dalam hidupnya, dia memiliki riwayat Jantung. Pernah kambuh saat masih bekerja di BRI, namun masih dapat tertolong," tutur eks pemain PSIS Suripto yang kini menjadi Direktur BPR Sindhur Arta Mulia Kencana.(fj)

Pemain Baru PSIS , Emile Linkers dan Morris Power Kesemsem Sayur Asem dan Soto , Kalo makan jakue Muntah ,......

Pemain Baru PSIS , Emile Linkers dan Morris Power Kesemsem Sayur Asem dan Soto , Kalo makan jakue Muntah ,......
PSIS akan segera mengontrak dua pemain asingnya, yakni striker Emile Linkers asal Belanda dan bek berdarah Liberia Morris Power Bayour. Keduanya diproyeksikan untuk menambah kekuatan skuad Mahesa Jenar yang saat ini telah diisi 23 personel lokal.
Di balik tampang garang, kedua ekspatriat itu menyimpan banyak cerita selama berada di Indonesia. Mulai dari kesemsem sayur asem, mendapatkan jodoh, tidak mendapat gaji, hingga harus memasak makanan sendiri untuk menyesuaikan selera perut.
Awal mulanya, baik Morris maupun Linkers datang ke Indonesia karena ajakan teman senegaranya. Cerita di awali Morris yang telah menginjakkan kaki di bumi pertiwi sejak 2007 lalu. Saat itu, dia menerima ajakan rekannya Oliver Makor yang saat itu memperkuat Pelita Jaya.
Adapun Morris yang berposisi sebagai bek mengawali karirnya di sepak bola Indonesia dengan memperkuat PS Palembang setengah musim. Kemudian memperkuat Persibat Batang setengah musim berikutnya. Semusim berikutnya, dia berkostum Persibo Bojonegoro.
Barulah kemudian membela Pro Duta musim 2009-2010. Sebelum ke PSIS, pria bertinggi 185 dan berat 80 kilogram itu membela Persipasi selama dua musim. Kini, dia siap mengabdikan diri untuk PSIS yang mematok target promosi ke Indonesia Super League (ISL).
Dalam perjalanan karirnya, dia menikah dengan wanita cantik asal Pekalogan Leli Febriyanti. Kebahagiaan pasangan suami istri itu bertambah setelah dikaruniai seorang putri bernama Sarah Lieq Bayour. Putri pertama Morris lahir di Bekasi, 13 Maret 2011 lalu.
Selain bertemu jodoh, pemain 28 tahun itu juga menemukan makanan favoritnya di Indonesia. Dia sangat kesemsem dengan sayur asem, apalagi bila yang memasak sang istri. Menurutnya rasanya unik, ada asamnya, sedikit pedas dan segar. Dia mengatakan, di Liberia ada makanan yang hampir sama dengan sayur asem, yakni bajitebo.
"Saya bersyukur sudah punya keluarga di Indonesia. Ke depan saya ingin ikut program naturalisasi. Di PSIS saya ingin seperti Fofe Kamara, Esaiah Pello Benson dan Anthony Joma Ballah. Mereka mengantarkan PSIS meraih prestasi," ujar pemain lancar berbahasa Indonesia itu.
Ajakan Rekan
Lain halnya dengan Linkers. Striker 22 tahun itu datang ke Indonesia atas ajakan dua rekannya yakni Kristian Adelmund dan Lorenzo Rimkus pada 2011 lalu. Trio Belanda terbang ke Indonesia untuk memperkuat PSIM Yogyakarta yang tampil di Divisi Utama.
Perjalanan karirnya tak begitu mulus. Bersama PSIM striker berkepala plontos itu hanya menyumbangkan 10 gol. Dia pun sangat kecewa dengan manajemen Laskar Mataram, lantaran beberapa bulan gajinya tak dibayarkan. Usai kompetisi, mereka memutuskan kembali ke Belanda.
Selama di negeri kincir angin, dia telah dihubungi beberapa klub yang berminat meminangnya. Di antaranya Persiba Balikpapan dan Deltras Sidoarjo. Namun setelah didekati PSIS melalui General Manager PSIS Ferdinand Hindiarto, dia lebih tertarik ke Kota Lumpia.
Belum genap sepakan di Ibu Kota Provinsi Jateng, dia masih butuh adaptasi. Linkers belum cocok dengan makanan yang ada. Hal serupa pernah dialaminya saat sepekan berada di Yogyakarta. Dari beberapa makanan Indonesia, dia hanya tertarik dengan soto, selebihnya tidak.
Sakit perut pernah dialaminya saat mencoba jakue, usai latihan. Pemain yang akan menggenakan nomor punggung sembilan itu pun tak dapat mengikuti latihan dengan baik karena beberapa kali harus ke toilet. Kini, dia memutuskan untuk memakan makanan yang tak jauh berbeda dengan tempat asalnya.
Seperti spagetti, ayam-ayaman dan nasi. Bila tidak sempat membeli, dia menyempatkan waktu untuk memasaknya sendiri. Linkers juga hobi menghiasi tubuh dengan tato. Lebih dari 10 polesan tato menempel ditubuhnya yang kekar. Beberapa dia buat saat masih berada di Belanda, sebagian lagi diukir di Yogyakarta, saat membela PSIM.
"Musim lalu, saya memperkuat PSIM Yogyakarta dan PSIS adalah tim kedua di Indonesia. Meski belum tahu banyak sepak bola Indonesia, na­mun semua tahu PSIS punya legenda. Saya senang berada di sini, manajemen dan pemain sangat baik," ujar Linkers.(hen)

PSIS tuan rumah pembukaan divisi utama

PSIS tuan rumah pembukaan divisi utama
PSIS Semarang bakal menjadi tuan rumah dalam laga pembukaan kompetisi Divisi Utama pt LI , musim kompetisi 2013 yang bakal digeber mulai 27 Januari mendatang. Dalam laga pembuka tersebut PSIS, dikabarkan bakal mengadapi tim tangguh Persiku Kudus.

Penghargaan menjadi tuan rumah pembukaan kompetisi itu diberikan pada saat Manajer Meating di Solo, Jum’at (21/12). Pada Manajer Meating  tersebut juga disampaikan adanya pengunduran jadwal jadwal kick-off Divisi Utama yang semula akan digeber 13 Januari diundur pelaksanaannya menjadi 27 Januari mendatang.

Dengan ditunjuk menjadi tuan rumah tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi PSIS Semarang, dan bisa menjadi gairah baru untuk persepakbolaan Kota Semarang. Selain itu, Publik Sepak bola Indonesia akan tertuju ke PSIS dan itu bakal menjadi prestise tersendiri bagi PSIS.

General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto mengaku cukup gembira akhirnya keinginan untuk menjadi tuan rumah pembukaan Divisi Utama kompetisi level kedua yang dioperatori oleh PT Liga Indonesia tersebut. “Kami ingin menjadi tuan rumah pembukaan dan terwujud, tentu kami sangat bersyukur karena akan menjadi tonggak awal kebangkitan PSIS,” katanya.

Musim lalu PSIS Semarang juga menjadi tuan rumah pembukaan Divisi Utama Liga Premier Indonesia (LPI) dan saat itu melawan Persik Kendiri. Ferdinand mengungkapkan, dari hasil Manajer Maeting ada 37 kontestan Divisi Utama dan terbagi dalam empat grub yang dibagi perwilayah.  PSIS sediri berada di grub dua Jateng dan Jabar.

Yang masuk grub dua yaitu PSIS Semarang, Persitara Jakarta Utara, Persikad Depok, PSCS Cilacap, Persitema Temanggung, Persip Pekalongan, Persiku Kudus, Persis Solo, Persipur Purwodadi, Persikabo Bogor dan PSIM Yogyakarta.

Untuk PSIM Yogyakarta sebenarnya masuk ke Grub III Yogyakarta dan Jatim, bersama dengan 10 klub lainnya seperti Persebaya Surabaya, Mojokerto Putra, Perseba Super Bangkalan, Deltras Sidoharjo, Persid Jember, Persepas Paser, Persibo Bojonegoro, Persekam Metro Fc, PSBK Kota Blitar, dan Perseta Tulung Agung. Namun, PSIM kemudian melakukan protes dan meminta masuk ke Grub Jateng Jabar dengan alasan jarak lebih dekat yang akhirnya disetujui. 

Menurut Ferdinand pembagian grub yang disesuaikan dengan wilayah, akan sangat menguntungkan bagi klub-klub anggota, pasalnya jarak akan lebih dekat sehingga efesiensi waktu bisa dimanfaatkan dengan baik.”Kalau kompetisi lalu pembagian grubnya tidak sesuai dengan wilayah, sehingga ada yang terlalu jauh, dan ada yang cukup dekat. Kalau kali ini relatif lebih enak karena satu wilayah, dan jaraknya mudah dijangkau,” katanya.

Ferdinand menjelaskan, dari masing-masing grub akan dicari tiga klub, yang kemudian pada babak semi final akan dicari dua finalis yang akan otomatis promosi ke ISL. Sedangkan peringkat tiga dan empat akan berebut tiket ISL melalui babak play off.
“Apa yang kita harapkan adalah, kita mampu tampil maksimal sehingga target untuk bisa promosi ke ISL musim depan bisa terpenuhi,” tandasnya. (jf)