




sumber: http://feedproxy.google.com/~r/IdeGueSihGiniKloKamu/~3/ibzNSC6IZuU/bra-dengan-bahan-baku-permen.html

Mengherankan, cheetah ini, yang naluri untuk mencari makanan, memutuskan untuk bermain dengan bayi Rusa.

Tidak menyadari bahaya, Bayi Rusa Yang Di sayang Oleh keluarga Cheetah.


Menara yang menjulang yang terbuat dari batu dan pepohonan tampak seperti Film blockbuster 3D Avatar. Tapi ini bukan efek khusus, Ini ada di kehidupan nyata dan berada di bagian selatan Hunan di Cina. Salah satu Taman Hutan Nasional dan menjadi inspirasi buat James Cameron setelah fotografer Hollywood menghabiskan waktu di sana pada 2008.

Gunung sebelumnya dikenal sebagai ‘Southern Sky Kolom’ di Cina, yang kini sudah diberi nama ‘Haleluya Avatar Mountain’

Dan dari film: pegunungan Ala James Cameron’s Dalam FIlm ‘Avatar’


Kompleks perkuburan militer Belanda terletak di tengah-tengah kota Banda Aceh, sampai saat ini masih terawat dengan baik.
Kompleks kuburan ini lebih dikenal sebagai Peucut Kerkhof dan ini membuktikan Pemerintah Aceh dan masyarakatnya tidak pernah dendam tentang masa lalu. Berikut laporan Lola Alfira, reporter radio mitra Ranesi FAS FM di Meulaboh.
Salah satu jejak dokumen sejarah yang masih tersisa di Aceh sekarang ini adalah komplek perkuburan militer Belanda. Pemerintah kota Banda Aceh telah merawat dengan baik sekitar 2200 jasad prajurit Belanda, termasuk serdadu tawanan yang dibawa dari Ambon dan Pulau Jawa, pada saat Belanda memerangi Aceh 26 Maret 1873 sampai 1942. Empat jenderal Belanda juga dikuburkan di Peucut Kerkhof, ucap Adli Abdullah, pemerhati sosial budaya Aceh.
Adli Abdullah: “Sebenarnya ada empat jendral Belanda yang meninggal di Aceh, Köhler, Van Swieten, Pel dan satu lagi saya lupa. Seperti Köhler misalnya, dia meninggal 14 April 1873, gugur di depan Mesjid Raya, kemudian oleh pasukannya dilarikan ke laut dan dibawa. Sehingga ekspedisi Belanda pertama itu gagal. Balik ke Jakarta dan dimakamkan di Tanah Abang, di Jakarta. Dikembalikan ke Aceh sebenarnya tidak ada rencana awalnya. Cuma atas inisiatif Gubernur Aceh waktu itu Muzakir Walad, karena Köhler ini meninggalnya di Aceh, apalagi karena kena penggusuran di Jakarta, karena perluasan kantor Balai Kota, makanya tulang belulangnya dimakamkan di Aceh.”
Sebelum kita memasuki halaman kuburan Peucut Kerkhof, terdapat kalimat bertuliskan “2200 Prajurit dikuburkan di sini. Angkatan Perang Kerajaan Hindia Belanda Timur (KNIL) membayar mahal atas kehadirannya di Aceh.”
Amri penjaga makam yang sudah 17 tahun bertugas merawat kompleks Peucut Kerkhof menjelaskan, di setiap batu nisan dibuat tanda untuk menjelaskan yang dikuburkan tersebut tewas karena perang atau karena sakit.
Amri: “Tanggung jawab saya cukup luar biasa. Kebersihannya. Pokoknja hari potong rumput, supaya kerkhof ini tetap bersih. Yang rusak-rusak diperbaiki yang bagus. Dicat, baik itu kuburan, pagar sekeliling kerkhof diperbaiki, sampai kantor-kantornya, perumahan karyawan di sini”.
Nama kerkhof berasal dari bahasa Belanda yang berarti halaman gereja atau kuburan. Sedangkan Peucut berasal dari nama salah seorang putera Sultan Iskandar Muda yang dihukum mati dan dikuburkan di salah satu bukit kecil di dalam komplek makam. Sehingga penggabungan nama Peucut Kerkhof dikenal sebagai situs sejarah peninggalan Belanda di areal seluas 3,25 hektar.
Sementara itu perawatan Peucut Kerkhof dibiayai oleh Stichting Peucut Fonds atau Yayasan Dana Peucut. Yayasan tersebut pada dasarnya bermaksud untuk menyelamatkan kuburan militer Belanda agar dapat disaksikan oleh generasi mendatang. Dewan pengurus yayasan khususnya mengumpulkan dana untuk perbaikan dan pemeliharaan semua aktivitas ini sesuai dengan MOU antara Pemrintah Aceh dengen Belanda. Yayasan Dana Peucut sendiri berdiri sejak 29 Januari 1976, ketua yayasan pertama bernama Letnan Jendral F. van der Veen seorang perwira di Korp Marchaussee yang pernah bertugas di Aceh, karena memang korps itu didirikan di Aceh.
Peucut Kerkhof merupakan gambaran nyata bagi masyarakat Aceh. Setiap kuburan memiliki kisahnya sendiri. Ini bukti kedahsyatan perang Aceh melawan Belanda tidak membuat situs sejarah ini terbengkalai. Karena masyarakat Aceh tidak membawa dendam sampai mati. Adli Abdullah kembali menjelaskan.
Adli Abdullah: “Bagi masyarakat Aceh musuh itu tidak dibawa sampai mati. Musuh itu ada ketika masih hidup, kalau sudah meninggal itu dianggap sudah menjadi Bani Adam. Makanya pihak-pihak Belanda pada waktu itu, tahun 1984, setuju, waktu Pak Muzakir minta supaya abu jenazah Köhler dibawa pulang ke Aceh. Itu tindakan yang spektakuler.
Bahkan setelah itu, kuburan Duta Besar Aceh yang ada di Belandapun direnovasi. Sehingga Gubernur Aceh Muzakir Walad datang ke Belanda di Middelburg.Dubes itu, Tengku Syeh Abdul Hamid yang pernah dikirim oleh Sultan Syaidil Kamil pada tahun 1601 sebagai Duta Besar Aceh di Negeri Belanda dan meninggal di Belanda. Jadi Köhler dibawa pulang ke Aceh dan kuburan Tengku Syeh Abdul Hamid pun direnovasi. Jadi bagian bukti-bukti sejarah. Makanya sejarah itu penting, itu bagian indentitas suatu bangsa.”
sumber: http://beritakorslet.wordpress.com/2010/01/29/kompleks-kuburan-belanda-sebagai-jati-diri-aceh/

Berikut ini adalah sejumlah langkah yang sebaiknya Anda ambil saat berhadapan dengan lawan yang berpura-pura menjadi teman:
Kenali apakah rekan kerja tersebut benar-benar teman atau justru ‘musuh dalam selimut’. Coba ingat-ingat, berapa kali Anda dijadikan ‘kambing hitam’ olehnya atas sesuatu yang tidak Anda perbuat, atau berapa kali dia mencuri kredit atas hasil kerja keras Anda.
Memang tidak ada orang yang menyukai konfrontasi karena dapat membuat suasana menjadi tidak nyaman. Akan tetapi, pada kondisi tertentu hal tersebut diperlukan. Tentukan waktu untuk bertemu dengan rekan kerja yang menusuk Anda dari belakang, dan diskusikan masalah apa yang sebenarnya ada di antara Anda berdua.
Coba untuk bersikap tegas dan langsung menuju sasaran. Pastikan untuk mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan olehnya tanpa menginterupsi atau bersikap defensif. Dengan demikian, Anda diharapkan dapat menyelesaikan semua persoalan atau setidaknya menjernihkan kesalahpahaman. Akan tetapi, jika rekan kerja tersebut belum bisa diajak bicara secara baik-baik, paling tidak minta dirinya memperlakukan Anda secara adil dan hormat seperti Anda memperlakukannya.
Setelah berbicara empat mata dengan rekan kerja tersebut, jaga sikap Anda agar tetap tenang dan kalem dengan menghindari gosip. Sebaliknya, pusatkan perhatian untuk bekerja dengan lebih rajin. Jika merasa perlu menumpahkan kekesalan, pergi ke kamar mandi dan keluarkan semua energi negatif di sana dalam suasana privat.
Bicaralah dengan atasan atau supervisor Anda. Secara khusus, tanyakan apa yang mereka harapkan dari Anda sebagai karyawan, lalu ingat baik-baik hal tersebut dan wujudkan. Pastikan untuk membicarakan hal ini dengan rekan kerja yang bermasalah, sambil menegaskan bahwa itulah porsi tanggung jawab Anda. Dengan demikian, tidak akan ada lagi kebingungan mengenainya.
Pada pertemuan tim selanjutnya, bicarakan dan biarkan semua orang tahu mengenai kemajuan proyek yang Anda kerjakan. Hal ini berguna untuk menghindari kebingungan dan memperkecil risiko kesalahan dalam mengerjakan tugas apa pun, serta mencegah rekan kerja lain mencuri kredit atas usaha keras Anda.
Kolaborasikan gagasan-gagasan untuk suatu proyek sehingga memaksa Anda dan rekan kerja yang bermasalah agar mau bekerjasama sebagai sebuah tim. Usaha ini diharapkan dapat mengarah pada hubungan yang lebih kohesif, dan menghasilkan sesuatu yang dapat membuat bangga kedua belah pihak.
Semoga tips ini bermanfaat dalam menjalin persahabatan serta hubungan sosial dengan sesama, Salam
sumber: http://ruanghati.com/2010/01/29/tips-hadapi-teman-yang-jadi-musuh-dalam-selimut-pagar-makan-tanaman/

