UP
    Latest News

Pocong Di Hutan Kalimantan

Pocong Di Hutan Kalimantan
Foto yang diambil oleh seorang pecinta alam saat sedang camping di hutan kalimantan...Sayang gambarnya tidak jelas, karena diambil hanya dengan menggunakan kamera hp..
Saat asik nge-camp..tiba-tiba...Pocong Dataang...!!



sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/Hi62nae0GZE/pocong-di-hutan-kalimantan.html

Rumah Misterius Peninggalan Belanda di Depok

Rumah Misterius Peninggalan Belanda di Depok



Tidak semua warga Depok, Jawa Barat, tahu tentang keberadaan sebuah rumah tua bergaya Belanda di Jalan Raya Bogor Komplek RRI RT 001/ 01 Sukmajaya, Depok.

Sekilas rumah tersebut juga tidak begitu terlihat oleh setiap warga yang melintasi daerah tersebut, lantaran tertutup dengan ilalang dan pepohonan yang tak terawat. Hanya terlihat atap rumah yang tergolong unik berbentuk limas yang memanjang ke atas.

Sejarah rumah tua tersebut hingga kini pun masih simpang siur. Berbagai sumber bahkan menyebutkan tahun yang berbeda-beda untuk pembangunan rumah tersebut. Di sebuah buku, Adolf Heuken disebutkan bahwa rumah tersebut dibangun oleh David J Smith antara tahun 1775 sampai tahun 1778 untuk mengganti sebuah pesanggrahan sederhana.




Pemiliknya adalah janda Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra, seorang wanita yang kaya raya. Setelah janda kaya raya ini meninggal pada tahun 1787, Smith mewarisi rumah beserta perabotannya dan sejumlah perkebunan luas di sekitarnya.

Akibat sebuah usaha spekulasi yang meleset, akhirnya Smith harus rela melepaskan rumah beserta tanah perkebunan guna melunasi utang-utangnya.



Namun, cerita berbeda dituturkan oleh Benny Drajat Neoch, penjaga rumah tua tersebut. Menurut Benny, rumah tersebut dibangun lebih tua lagi yaitu pada tahun 1337 yang merupakan milik Van De Grooth seorang tuan tanah perkebunan karet yang makamnya berada di Tanah Abang.

"Akhirnya semenjak Belanda kalah dari Indonesia, mereka diusir Bung Karno pulang ke negaranya, dan tanah ini sudah diambil alih oleh RRI, dan kini menjadi aset negara".

Semenjak itu, kata Benny, rumah tersebut berganti-ganti penghuni yang merupakan karyawan RRI bersama keluarganya.




"Hingga tahun 2000 sudah tidak lagi dihuni karyawan, hingga saat ini dibiarkan kosong, saya sendiri sudah terlanjur cinta dengan rumah ini, bahkan saya lebih cinta rumah ini dibandingkan istri saya, karena itu saya tinggal disini dan ikut merawat rumah ini sampai sekarang meski tidak digaji oleh RRI," tuturnya.

Benny sendiri merupakan suami dari Renny Purnama Sari yang juga karyawan RRI Bogor dan hampir pensiun.

Kondisi rumah tersebut saat ini benar-benar tak terawat. Rumah yang memiliki luas sekira 2000 meter persegi tersebut dikelilingi sampah-sampah kayu di setiap ruang, dinding yang keropos, atap yang bocor, pengap, gelap, dan terkesan angker.




Hanya sesekali anak-anak lewat bermain sepeda dan bola di depan rumah tersebut yang juga merupakan tanah lapang milik RRI.

Setidaknya hanya ada satu-satunya tetangga yang berada persis di belakang rumah tua itu, yakni Muhammad Irwan, yang tinggal bersama istri dan tiga anak yang masih kecil. Saat ditemui okezone, Irwan mengaku telah tinggal di sekitar situ sejak 1969.

Dahulu ayahnya, Fauzi, merupakan pegawai RRI bagian gudang. Hingga akhirnya Irwan menikah hingga memiliki anak, dan tinggal di samping rumah tua tersebut.


Sumber : okezone.com

Senjata Imitasi Rusia Untuk Menipu Pesawat Pembom

Senjata Imitasi Rusia Untuk Menipu Pesawat Pembom

Teknologi ini bukanlah yang terbaik dalam pertempuran, namun meskipun penampilan mereka agak lucu, pesawat tempur dan tank karet ini memiliki peran vital dalam militer Rusia.

Bahkan jika dilihat dari jarak dekat, mereka sulit dibedakan dengan yang asli, ini berarti mereka dapat secara efektif digunakan untuk membingungkan dan mengalihkan perhatian musuh. Peralatan ini dibuat oleh the Russian manufacturer Rusbal.

Perusahaan ini bekerjasama dengan kementerian pertahanan Rusia untuk memasok peralatan penuh untuk melindungi kemampuan sebenarnya dari instalasi strategis persenjataan mereka yang bisa dilihat oleh satelit pengintaian.

Beratnya sekitar 100kg, umpan yang dengan mudah dapat diangkut dan diinstal oleh tim kecil tentara dalam beberapa menit. Mereka meniru tanda-tanda panas unit pertempuran, menipu detektor infra-merah musuh. Dan mereka bahkan tetap utuh setelah mengalami kerusakan kecil tembakan peluru atau ledakan.

Permintaan dari negara-negara lainnya telah begitu banyak dan Rusbal kini menawarkan peralatan militer imitasi Barat serta Rusia. Ini bukan pertama kalinya tentara telah menggunakan umpan untuk menipu musuh-musuh mereka.

Taktik tersebut telah digunakan selama Perang Dingin dan ekstensif dalam Perang Dunia Kedua. Sekutu pergi ke tempat lain untuk menipu Nazi, menyebarkan ratusan tangki karet selama Operasi Fortitude di medan perang sekitar Dover untuk meyakinkan komando tinggi Jerman yang menginvasi Perancis akan mengambil tempat di dekat Calais bukan Normandia.

Sampai dengan 500 pangkalan udara imitasi lengkap dengan landasan pacu pesawat tempur palsu dan semua palsu di sekitar Britania untuk mengelabui angkatan udara Jerman. Ada yang sengaja dibakar untuk mencoba menipu pembom Nazi.

Diperkirakan bahwa sekitar 50 persen serangan terhadap lapangan udara Inggris oleh Jerman selama Perang Dunia Kedua memukul basis umpan palsu alias imitasi.

Sumber : http://kangboed.wordpress.com/2010/04/08/must-see-wow-persenjataan-mutakhir-rusia-dari-balon-gaaan-pict-video/

Sejarah dan Proses Pembuatan Menara Eiffel

Sejarah dan Proses Pembuatan Menara Eiffel
Sejarah dan Proses Pembuatan Menara Eiffel
Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel) merupakan sebuah menara besi yang di bangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.
Struktur ini dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis. Eiffel sebenarnya berencana membangun menara di Baecelona, untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai Kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, dan tidak cocok dengan kota itu. Setelah penolakan Rencana Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, dimana ia membangun menaranya setahun kemudian, yaitu pada tahun 1889. Menara ini diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889, dan dibuka tanggal 6 Mei. Tiga ratus pekerja menggabungkan bersama 18.083 bagian besi benam (bentuk murni dari besi
struktural), menggunakan dua setengah juta paku, dalam bentuk struktural oleh Maurice Koechelin. Resiko kecelakaan sangat besar, untuk pencakar langit modern yang tak biasa menara ini terbuka tanpa tingkat tengah kecuali dua platform. Tetapi karena Eiffel mengambil sikap hati-hati, termasuk penggunaan takal bergerak, rel bantu dan layar, dan dalam hal ini hanya satu yang meninggal.
Menara ini mendapat berbagai kritik dari masyarakat ketika di bangun, menyebutnya mengganggu mata. Surat kabar harian dipenuhi dengan surat kritik dari komunitas seni di Paris.
Eiffel memiliki izin berdiri menara selama 20 tahun, yang berarti harus dibongkar tahun 1909, ketika kepemilikannya diserahkan kepada Kota Paris. Kota telah berencana meruntuhkannya (bagian dari peraturan kontes asli untuk merancang menara yang mudah di runtuhkan) tapi setelah menara ini terbukti mendatangkan untung dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri setelah izin tersebut kadaluwarsa. Sebagai contoh, Militer menggunakannya untuk mengatur taksi Paris di garis depan selama Pertempuran Marne Pertama, dan menjadi monomen kemenangan pertempuran itu

Proses Pembuatan


sumber: kaskus.us

6 Pesulap Paling Berpengaruh dalam Sejarah

6 Pesulap Paling Berpengaruh dalam Sejarah
no. 1: Jean Eugene Robert-Houdin (1805-1871)

Robert-Houdin lahir di Prancis dan membawa sebuah aliran magic baru yang disebut "salon-magic". Magic yang dibawanya adalah gabungan antara ilusi dan alat-alat berat yang canggih untuk melakukan magic trik, digabungkan dengan teknik kecepatan tangan yang brilian.
Ia termasuk magician yang revolusioner, karena pertama kali memperkenalkan kostum "jas formal" di atas panggung. Sebelumnya, magician selalu identik dengan jubah panjang khas "Merlin" dan kotak peralatan yang besar dan berat.
Salah satu show-nya yang paling terkenal adalah saat ia melakukan "bullet catch"/ menangkap peluru di Algeria, untuk membuktikan bahwa magic modern Eropa jauh lebih spektakuler dari magic primitif Afrika.

no. 2: Harry Houdini (1874-1926)
Lahir di Eirich-Weiss, Houdini lebih dikenal sebagai seorang Escapologist yang sangat brilian. Escapologist adalah kemampuan untuk meloloskan diri dari berbagai bahaya. Salah satu trik Houdini yang paling terkenal adalah "Water Chamber", yang juga dimainkan oleh Rizuki di final the Master season 3. Selain memainkan berbagai trik escapologist yang sangat gemilang, Houdini juga tampil di berbagai film drama dan komedi. Houdini diyakini sebagai pionir yang mampu membawa dunia magic ke dunia entertainment
">


no. 3: Doug Henning (1947-2001)
Doug Henning adalah magician asal Kanada yang pertama kali mengenakan kostum T-Shirt dan celana Jeans di atas panggung, meninggalkan kostum formal yang biasa dipakai magician di periode sebelumnya. Ia dikenal karena kemampuannya untuk menggabungkan magic dan seni. Di atas panggung, Henning tak hanya mempertontonkan magic, tapi juga seni tari, seni musik dan komedi. Henning meninggal tahun 2001 karena kanker
">

no. 4
:
David Copperfield
Copperfield muda mulai tampil di atas panggung pada pertengahan tahun 1970-an, dan dikenal sebagai magician yang flamboyan dan tampan. Saat magician lain masih melakukan trik menghilangkan asisten di atas panggung, Copperfield menghilangkan berbagai objek yang luar biasa besar. Salah satu yang paling terkenal adalah show-nya saat menghilangkan Patung Liberty di tahun 1976. Selain itu, ia juga menghilangkan pesawat Jet Orient, terbang di Grand Canyon, dan berjalan menembus tembok Cina. Saking hebatnya, banyak orang yang menganggap Copperfield bekerja sama dengan jin/ setan, padahal yang ia lakukan adalah memanfaatkan teknologi modern semaksimal mungkin
">


no. 5: Valentino (Val Valentino)
Dikenal juga sebagai "magician bertopeng/ masked magician". Valentino adalah seorang magician yang membongkar trik-trik luar biasa magician lain dalam sebuah acara televisi di Fox TV. Konon, Valentino saat ini masih menyembunyikan identitas aslinya, untuk menghindari para magician yang marah dan kecewa. Namun, hal-hal yang dilakukan Valentino di televisi dipercaya mampu meningkatkan apresiasi dan ketertarikan masyarakat awam pada dunia magic. Valentino selalu mengatakan, bahwa ia membuka trik magic untuk "mendorong" magician lain mencari trik baru yang benar-benar "fresh" dan berkualitas, demi kemajuan dunia magic
">


no. 6: David Blaine
David Blaine dianggap sebagai salah seorang magician yang pertama kali menyesuaikan diri dengan selera masa kini di era globalisasi. Ia tampil dengan gaya yang sangat santai dan membawa magic dari atas panggung "turun ke jalan" dengan melakukan street magic. Show yang ia bawakan tidak hanya terfokus pada sang magician semata, namun lebih kepada reaksi para penonton saat menyaksikan sebuah magic show berlangsung. Banyak orang yang mengatakan, "Blaine makes magic become 'cool' again"
">

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2813951

ternyata bung karno pernah menikah dengan remaja 15 tahun !!!

ternyata bung karno pernah menikah dengan remaja 15 tahun !!!

Suatu hari, pencarian dengan istilah “istri pertama Bung Karno” yang “nyasar” ke blog ini jumlahnya mencapai 49. Ditambah banyaknya pertanyaan “Siapa istri pertama Bung Karno?”, mengerucutkan saya pada kesimpulan, masih banyak yang belum tahu siapa istri pertama Bung Karno.

Demi melengkapi puzzle sejarah tentang Bung Karno, maka kisah pernikahan Bung Karno dengan istri pertama, harus ada. Demi alasan itu pula, naskah pendek ini ditulis.

Syahdan… permulaan tahun 1921, usia Bung Karno belum genap 21 tahun ketika adik H.O.S. Cokroaminoto menemuinya, dengan satu maksud, membujuk Sukarno agar mau menikahi putri Cokroaminoto yang bernama Utari, Siti Utari, yang ketika itu usianya belum genap 16 tahun.



Adik Cokro itu berdalih, sejak ditinggal mati istrinya, Cokroaminoto seperti limbung, tak bersemangat, bagaikan layang-layang putus talinya. Ia harus mengurus rumah pondokan, mengurus Partai Sarekat Islam, dan tentu saja membesarkan empat putra-putrinya. Lebih dari itu, Cokro sangat merisaukan masa depan putrinya.

“Ya, saya sangat berterima kasih kepada pak Cokro. Saya mencintai Utari… tapi tidak terlalu cinta. Sungguhpun begitu, kalau sekiranya cara ini dapat meringankan beban junjunganku, yah… saya bersedia,” Bung Karno mengakhiri dialog dengan paman Utari.

Tak lama setelah peristiwa itu, Bung Karno menghadap Cokro dan mengemukakan lamarannya. Cokro sangat gembira dan menyambut dengan hati berbunga. Demi calon menantu, Bung Karno langsung diminta pindah menempati kamar yang lebih besar, dengan perabot yang lebih lengkap.

Bandingkan… sebelumnya, di antara 8 penghuni kamar-kamar kos di rumah Cokro, hanya Sukarno yang menempati kamar paling sempit, tak berjendela dan tak berpintu. Karenanya, dalam penuturan kepada Cindy Adams di biografinya, Bung Karno mengisahkan, saking gelap dan pengapnya kamar yang ia huni, ia harus menyalakan lampu minyak siang hari sekalipun.
Selang beberpa hari kemudian, pernikahan Bung Karno dan Utari digelar.

Pernikahan itu dinamakan “kawin gantung”, sebuah ikatan perkawinan yang sah menurut hukum maupun agama Islam. Orang Indonesia menjalankan cara ini karena beberapa alasan. Misalnya, sepasang laki-laki dan perempuan disatukan dalam ikatan “kawin gantung” terlebih dulu, karena keduanya belum cukup umur untuk dapat menunaikan kewajiban mereka secara jasmaniah. Atau, ada kalanya “kawin gantung” dilangsungkan, dengan cara mempelai wanita tetap tinggal di rumah orang tuanya, sampai mempelai laki-laki sanggup membelanjai rumah tangga sendiri.
Dalam hal Sukarno dan Utari? Begini penjelasan dia, “Aku dapat tidur dengan istriku kalau aku menghendaki. Akan tetapi aku tidak melakukannya karena dia masih kanak-kanak. Boleh jadi aku seorang pencinta, tetapi aku bukanlah seorang pembunuh anak gadis remaja. Itulah sebabnya kami melakukan kawin gantung. Pesta kawinnya pun digantung.”

Nah, ini yang lebih menarik. Sebelum ijab kabul dilangsungkan, terjadi dua peristiwa menarik dan takkan terlupakan oleh Sukarno. Pertama, untuk menghilangkan nervous, ia mengambil sebatang rokok, dan mengeluarkan sekotak korek api kayu. Rokok sudah terselip di antara bibir, dan Sukarno mengambil satu batang korek api, kemudian menggesekkannya di bagian pinggir. Apa yang terjadi? Syssstttt…buullll… nyala api menyambar batang-batang korek api yang lain di dalam kotak, dan terbakarlah tangan Sukarno.

Sambil meniup-niup jari-jarinya yang terbakar, Bung Karno menggumam sendiri, “Apa maksudnya ini?” Di benak Bung Karno langsung berkecamuk ramalan-ramalan buruk, isyarat-isyarat gelap, pertanda-pertanda ketidakberuntungan. Akan tetapi, Sukarno muda memendamnya sendiri.

Sukarno MudaPeristiwa kedua terjadi setelah Bung Karno masuk masjid, tempat untuk melakukan prosesi ijab dan kabul. Dengan khidmat ia duduk di muka kadi (penghulu). Pak kadimemandangi calon mempelai laki-laki yang begitu necis, berdasi pula. Berkatalah tuan kadi, “Anak muda, dasi adalah pakaian orang yang beragama Kristen, dan tidak sesuai dengan kebiasaan kita dalam agama Islam.”

Bung Karno kaget, dan membalas, “Tuan kadi, saya menyadari, bahwa dulunya mempelai hanya memakai pakaian Bumiputera, yaitu sarung. Tapi ini adalah cara lama. Aturannya sekarang sudah diperbarui.”

“Ya!” kata tuan kadi membentak, “tetapi pembaruan itu hanya untuk memakai pantalon dan jas buka.”
“Adalah kegemaran saya untuk berpakaian rapi dan memakai dasi,” tukas Bung Karno tak kalah tajam.
“Kalau masih terus berkeras kepala untuk berpakaian rapi itu, saya menolak untuk melakukan pernikahan…”

Bung Karno bangkit dari kursi dan berkata keras, “Barangkali lebih baik tidak kita lanjutkan…!”

Imam masjid sepertinya mendukung tuan kadi dan melancarkan protes atas sikap Sukarno yang berkeras tidak mau melepas dasi dan menentang tuan kadi. Yang diprotes lebih galak dalam menanggapi, “Persetan , tuan-tuan semua. Saya pemberontak, dan saya akan selalu memberontak. Saya tidak mau didikte orang di hari perkawinan saya.”

Akhirnya… berkat salah seorang alim ulama yang berhasil meredakan ketegangan, pernikahan akhirnya berlangsung, dengan Bung Karno tetap mengenakan dasi.