UP
    Latest News

10 Kota di Malam Hari Dilihat Dari Luar Angkasa

10 Kota di Malam Hari Dilihat Dari Luar Angkasa
Aktivitas favorit para astronot dan kosmonot kapal Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah melihat lampu-lampu kota di bawah ini ketika melintasi Stasiun sisi gelap bumi. Lampu garis pusat populasi terpadat dan garis pantai, dan membentuk sebuah pola-pola budaya.

Dari perspektif geografis, kota-kota di malam hari memberikan cerita yang berbeda tentang suatu wilayah.

1. Tokyo, Japan

Kota-kota dari berbagai daerah di bumi juga diidentifikasi oleh perbedaan dalam lampu malam hari mereka. Cahaya kota di Jepang memiliki warna biru-hijau terang daripada daerah lain di dunia. Perkembangan yang lebih baru di sepanjang pantai Teluk Tokyo ditandai oleh lampu uap natrium oranye, sedangkan sebagian besar wilayah perkotaan memiliki lampu uap merkuri lampu hijau.

2.Seoul, Korea

Foto ini menggambarkan daerah perkotaan di Seoul pada malam hari. Jalan raya utama dan alur sungai (seperti sungai Han) yang jelas digariskan oleh lampu jalan, sedangkan lampu terang menunjukkan inti kota pusat kota (di tengah gambar) dan kompleks industri besar. Satu kompleks terletak di ujung kiri gambar dan menduduki sebuah pulau di Laut Kuning. Daerah yang gelap pada gambar adalah gunung-gunung atau daerah berair. Gambar malam hari telah digunakan secara luas di perkotaan dan penelitian iklim pertumbuhan perkotaan untuk memetakan tingkat daerah perkotaan (terang) versus pedesaan (gelap).

3.London, Inggris

Pandangan malam hari di ibukota Inggris menawarkan pesona yang unik ke dalam kepadatan perkotaan dan infrastruktur seperti disorot oleh lampu listrik. Daerah terang di tafsirkan sebagai yang paling padat, kepadatan penduduk dilihat dari pusat perkotaan yang terang hingga mencapai sekitar satu Orbital.

4.Chicago, Illinois

Chicago, Illinois adalah rumah bagi sekitar tiga juta orang, namun di wilayah metropolitan yang lebih luas meliputi hampir 10 juta orang. Di malam hari, di wilayah kawasan 10 juta orang itu tidak dapat dilihat. Gambar ini diambil pada tanggal 7 Oktober 2003, dengan lensa 50 mm.

5.US/Mexico Border

Perbatasan seperti kota-kota di Ciudad Juarez, Meksiko, dan El Paso, Texas, menggambarkan sisi yang berbeda pola kota sisi sama lain, menunjukkan pengaruh budaya terhadap perkembangan dan pertumbuhan kota-kota dan infrastruktur. Ciudad Juarez, berpenduduk setidaknya 1.300.000 orang. Di sisi AS Rio Grande, El Paso ditandai dengan terang di Interstate Highway I-10 yang memotong kota. Meskipun wilayah El Paso, dengan perkiraan populasi sedikit lebih dari 600.000 secara kasar atas daerah Ciudad Juarez, kepadatan permukiman ini dibuktikan dengan distribusi lampu yang jauh lebih keci

6.Jeddah dan Mekah, Arab Saudi

Pertumbuhan yang pesat di Jeddah dan Mekkah, Arab Saudi dapat dipetakan dari pola pencahayaan, dan jalan yang menghubungkan Jeddah dan Mekah terdiri dari cahaya cerah di sekitar padang pasir yang gelap.

7.Long Beach, California

Cahaya uap natrium Orange menerangi fasilitas pelabuhan Long Beach, California, menerangi beroperasinya pelabuhan ini siang-malam, pelabuhan ini adalah salah satu pelabuhan kargo komersial tersibuk di dunia. Gambar ini diambil pada tanggal 4 Februari 2008, dengan menggunakan lensa 400 mm, memberikan resolusi yang superior.

8.Antwerp, Belgia

Dari perspektif geografis, kota-kota di malam hari menyajikan cerita yang berbeda tentang suatu wilayah. Lampu-lampu kota memberikan batas-batas tajam yang menunjukan konsentrasi terpadat populasi, karakteristik yang telah digunakan untuk menilai pengaruh urbanisasi terhadap ekosistem bumi. Rincian meningkat dari lampu-lampu kota yang tersedia dari fotografi astronot dapat membantu memperbaiki batas-batas perkotaan didefinisikan dari data satelit.

9.Sao Paulo, Brasil

Gambar ini menunjukkan jejak kota Sao Paulo terbentuk dari Sao Paulo, Brazil, kota terbesar di Amerika Selatan dengan sekitar 17 juta orang. Warna-warna berbeda (pink, putih, dan abu-abu) mendefinisikan jenis dan generasi lampu jalan. Pelabuhan Santos, di sisi kanan foto itu, juga dijelaskan oleh lampu.

10.Montreal, Kanada


sumber: http://semut-angkrang.blogspot.com/2010/04/10-kota-di-malam-hari-dilihat-dari-luar.html

Fenomena Pulau Socotra

Fenomena Pulau Socotra
Sisi lain bumi kita mungkin adalah Pulau Socotra. Tempat eksotis yang misterius ini menyimpan berbagai kendahan yang berbeda dari berbagai tempat di belahan dunia lainnya. Suasana maupun tumbuhannya akan membuat anda serasa bukan sedang berada di bumi. Inilah fenomena Pulau Socotra yang ke-eksotisan-nya menyimpan suatu fenomena yang misterius.

Sekilas mengenai Pulau Socotra
Pulau Socotra
Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah mendengar tentang pulau ini. Pulau Socotra terletak di negara Yaman dengan luas 3796km persegi. Sekilas kita akan menganggap pulau ini seperti pulau biasa, tetapi jika kalian berada di pulau itu, percayalah, kalian akan merasa seperti berada di planet lain. Pulau yang berpenduduk sekitar 42ribu lebih ini memiliki keunikan tersendiri di banding pulau-pulau lainnya yang akan saya bahas nanti.

Sejarah pulau Socotra
Nama socotra berasal dari bahasa sansekerta, 'sukhadhara dvipa' yang berarti "pulau kebahagiaan". Menurut sejarah, penduduk pulau socotra telah memeluk Kristen sejak tahun 52 setelah masehi. Pada abad 10, seorang ahli geografi Arab yang bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani menyatakan bahwa pada masanya, penduduk Socotra mayoritas memeluk agama Kristen. Konon mereka juga telah mempraktekkan ritual sihir kuno. Pada tahun 1507, armada Portugis mendarat di pulau ini. Tujuan mereka adalah untuk menghentikan perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudra Hindia serta untuk menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut. Namun, invasi Portugis ini tidak berjalan mulus karena penduduk setempat menentang mereka. Pada tahun 1511, pulau ini dikuasai oleh Kesultanan Mahra. 456 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 November 1967, Pulau Socotra menjadi bagian dari Republik Rakyat Yaman Selatan yang pada saat ini telah berubah menjadi Republik Yaman.

Geografi dan Iklim
Pulau Socotra termasuk tempat yang paling terisolasi di dunia. Sebenarnya Socotra merupakan sebuah kepulauan. Pulau Socotra sendiri merupakan pulau utama, sedang 3 pulau kecil lainnya bernama pulau Abd Al Kuri, Pulau Samhah,dan Pulau Darsa. Puncak tertinggi di Pulau Socotra adalah pegunungan Haghier dengan ketinggian 1500m dari permukaan laut. Iklim di pulau ini diklasifikasikan sebagai iklim koppen dengan suhu tahunan rata-rata diatas 18 derajat Celcius.

Flora dan Fauna
Inilah yang membuat pulau ini begitu terkenal akan keeksotisannya, sekaligus menjadi misteri tersendiri. Karakteristik iklim dan geologi pulau ini yang unik menjadikan flora-flora yang tumbuh di pulau ini unik dan langka. Bahkan floranya termasuk tumbuhan endemik, jadi tumbuhan tersebut hanya ada di pulau Socotra. Ada pula beberapa tumbuhan yang terancam punah hidup di pulau ini. Flora dengan bentuk aneh seperti pohon Darah Naga (Dracanea Cinnabari) menjadi ikon khas pulau ini. Konon getah pohon ini digunakan penduduknya sebagai obat dari segala penyakit. Flora unik lainnya adalah tanaman raksasa Dorstenia, Dendrosicyos, pohon Delima Socotra yang langka (punica protopunica).

Pohon Darah Naga

Naga berdarah-darah

Dorstenia Socotra

Disisi fauna, pulau ini juga memiliki spesies burung endemik seperti Socotra Starling Onychognathus Frater, Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri, Socotra Sparrow Passer Insularis,dan Grosbeak Socotra Rhynchostruthus Socotranus. Ada juga Burung Penyanyi Socotra, incana incana. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia asli pulau Socotra. Pulau ini juga memiliki spesies endemik terumbu karang. Akan tetapi hewan-hewan yang dibawa oleh manusia seperti ayam, kambing, sapi, dll dikhawatirkan akan merusak flora-flora asli pulau tersebut di masa depan.

Socotra Starling Onychognathus Frater

Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri

Pengakuan Oleh UNESCO
Pulau ini diakui UNESCO sebagai situs warisan alam dunia pada Juli 2008. Saking seriusnya perlindungan lingkungan di pulau ini hingga tidak dibangunnya fasilitas bagi pengunjung seperti hotel, restoran, dan bangunan lainnya meski pulau ini memiliki potensi sebagai tempat wisata yang luar biasa.

Hal Lain Mengenai Pulau Ini
Bahasa asli penduduk di pulau ini adalah Bahasa Semit Soqotri yang hanya diucapkan di pulau Socotra. Terlepas dari keindahan alam Pulau Socotra, banyak ilmuwan yang tertarik dan meneliti pulau yang memiliki flora dan fauna yang bisa saya katakan "lain dari yang lain" ini,he..he..he. Sebagian ilmuwan berpendapat flora dan fauna di pulau ini merupakan spesies yang hidup di masa lampau dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Karena letak pulau yang terisolasi dan karakteristik iklimnya yang unik, flora dan fauna ini bisa bertahan hidup hingga saat ini. Demikianlah sekilas mengenai Pulau Socotra,dengan segala keunikan dan keindahan alamnya, tidak heran jika UNESCO dan pemerintah Yaman mati-matian mempertahankan kelestarian pulau ini.

sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Noock/~3/KqRNdohmeKY/fenomena-pulau-socotra_13.html