UP
    Latest News

Kopsis SMA 1 Padang, Sukses Dengan Program Es Walls

Kopsis SMA 1 Padang, Sukses Dengan Program Es Walls
Kopsis SMA 1 Padang, Sukses Dengan Program Es  Walls
Kopsis SMA 1 Padang, Sukses Dengan Program Es Walls:




Inovasi terus dilakukan oleh koperasi siswa SMA 1 Padang. Sebut saja program yang baru direalisasikan baru-baru ini yaitu program pengadaan Es Walls.
Ketua KOPSIS SMA 1 Padang, Fachrunisa Dwirachma yang ditemui Inioke.com, pagi ini (27/04), pengadaan produk es walls di KOPSIS SMA 1 Padang, memiliki beberapa tahapan. pertama, menggunakan sistem stock point dikarenakan belum tersedianya freezer Es Walls pada saat itu.



Tepatnya, pada tangal 30 Maret 2010, pihak KOPSIS sudah dapat menyediakan es walls dengan menggunakan sistem stock point. Sistem stock point dapat dikatakan anak dari distributor es walls cabang Padang.

Khusus, untuk daerah di sekitar Jln. Sudirman, menggunakan sistem stock point berada di daerah Padang baru. Jadi, pengurus KOPSIS SMA 1 Padang setiap hari harus memesan dan mengantarkan kembali kotak es walls ke daerah Padang Baru yang merupakan basecamp dari sistem stock point.

Tahapan kedua, yaitu dengan menggunakan freezer es walls. Akhirnya distributor es walls cabang Padang dapat meminjamkan freezer kepada KOPSIS tepat pada tanggal 22 April 2010 lalu. (Dodi Prananda)

Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang

Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang
Sejak tahun 1950 ada banyak klaim tentang dugaan perkembangan Jerman yang revolusioner telah menciptakan suatu mahakarya berbentuk piring yang mampu terbang dengan kemampuan yang luar biasa. Inilah artikel yang akan menjelaskan kepada anda bagaimana KEMUNGKINAN fenomena UFO hingga saat ini adalah suatu hasil teknologi tinggi yang diciptakan manusia sendiri.

Mahakarya ini juga dikenal sebagai "piring terbang" (yang kemudian dinamai UFO) telah dilihat oleh banyak orang di seluruh dunia sejak tahun 1947 terutama ketika fenomena insiden Roswell terjadi. Menurut banyak calon "penemu" dan penggemar teori ini, UFO tidak berasal dari luar bumi, dan UFO hanyalah buatan manusia semata.

Giuseppe Beluzzo (seorang mantan menteri sekaligus ilmuwan) telah menulis suatu artikel di sebuah surat kabar Italia "Il Giornale d'Italia" pada tahun 1950. Dalam artikelnya yang kontroversial pada saat itu dimana dunia masih dihebohkan dengan fenomena insiden Roswell, ia menulis bahwa sesungguhnya Jerman telah mempelajari desain pesawat dengan teknologi tinggi yang berbentuk piringan sejak tahun 1942. Beluzzo akhirnya ditemukan tewas dibunuh hanya beberapa tahun kemudian setelah ia memuat pengakuannya yang kontroversial tersebut. Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan saat dimuatnya artikel itu, seorang insinyur Jerman bernama Rudolf Schriever memberikan pengakuan kepada majalah Der Spiegel bahwa ia telah mendesain pesawat berbentuk piringan dengan diameter 15 meter.

Kisah Schriever ini kemudian diangkat dalam sebuah buku yang ditulis oleh Rudolf Lusar (seorang mayor di militer Jerman dari unit teknis selama perang dunia kedua) pada tahun yang sama juga. Dalam bukunya, Rudolf banyak memberikan pemaparan mengenai senjata-senjata rahasia NAZI yang menurutnya berteknologi tinggi. Namun dari keseluruhan pembahasannya, ada satu bab yang aling menarik. Bab itu berjudul "Wonder Weapons".



Menurut Lusar, Rudolf Schriever bukanlah satu-satunya insinyur yang bekerja dalam merancang "piring terbang"nya Jerman. Tetapi ia juga bersama rekan-rekannya yaitu, Habermohl, Mierth dan Bellanzo, yang terlibat dalam proyek piring terbang ini. Proyek ini sendiri memiliki dua pabrik yang dipusatkan di Breslau, Polandia sebelum akhirnya dihancurkan oleh Jerman sendiri karena tidak ingin jatuh ke tangan Uni Soviet pada saat itu dan pabrik kedua yang berada di Praha, Ceko. Dalam buku tersebut juga dicatat bahwa salah seorang perancang pesawat ini, Mierth, telah berhasil membuat sebuah prototype pesawat yang berbentuk piringan dengan diameter 137 meter. Prototype ini juga memiliki punuk di atasnya yang berfungsi sebagai kokpit.



Di pabrik kedua di tepi kota Praha, Ceko, Kelompok insinyur yang dipimpin oleh Schriever dan Habermohl Juga telah mendesain suatu prototype yang hampir sama dengan bagian punuk yang hampir sama dengan telur dengan fungsi sebagai punuk.

Pesawat ini konon diujicobakan pada tahun 1945 dan mampu mencapai ketinggian 12,4 kilometer hanya dalam tempo 3 menit. Disebut juga bahwa pesawat itu bahkan bisa terbang mencapai kecepatan maksimal hingga 2.000 km/jam dengan kecepatan terbang horizontal, yang artinya lebih cepat dari kecepatan suara meskipun pada awalnya diharapkan mencapai kecepatan 4.000 km/jam.


Keadaan dunia yang saat itu banyak meragukan kesaksian Lusar karena tidak ditunjang dengan bukti-bukti otentik, membuat seorang jurnalis bernama Nick Cook menjadi tertarik untuk meneliti masalah ini dan kemudian memulai petualangannya untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang disebutkan oleh Lusar. Nick dalam perburuannya akhirnya menemukan satu nama yang mungkin berkaitan dengan keberadaan "piring terbang" Jerman ini, yaitu Viktor Schauberger.


Nick kemudian mengunjungi cucu Schauberger dan menemukan catatan-catatan desain pesawat yang dimiliki olehnya. Menurut Schauberger, ia mampu membuat sebuah mesin yang memiliki kemampuan untuk "terbang mengikuti alam". Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh Schauberger adalah sebuah pesawat berbentuk piringan yang menggunakan sistem "Mesin pendorong vortex". Teorinya adalah, jika air atau udara berotasi membentuk putaran, yang juga dikenal dengan sebutan "colloidal", maka saat itu akan dihasilkan energi yang cukup untuk mengangkat sebuah objek, termasuk pesawat.


Seorang insinyur aeronautika bernama Roy Fedden percaya bahwa Jerman memiliki teknologi itu. Fedden berkata :

"Saya telah melihat desain dan rencana produksi mereka dan menyadari bahwa jika saja mereka bisa memperpanjang perang selama beberapa bulan, maka kita akan melihat konfrontasi udara yang sangat berbeda"

Kesaksian ini juga didukung oleh Kapten Edward J. Ruppelt dari project blue book yang mengatakan:

"Ketika perang dunia II berakhir, Jerman telah memiliki beberapa bentuk pesawat yang radikal dan beberapa pengendali rudal. Mayoritas pesawat itu memang masih dalam masa uji coba, namun pesawat itu adalah satu-satunya pesawat yang dianggap mampu mencapai kemampuan mendekati obyek-obyek yang diamati para pengamat ufo."

Jika memang teknologi ini telah berhasil dikembangkan oleh Jerman, maka bukan tidak mungkin bahwa pada saat ini ada suatu pabrik di suatu bagian dunia ini yang sedang meneliti dan mengembangkan teknologi piring terbang yang hingga saat ini oleh orang awam seperti kita menganggapnya sebagai UFO.

sumber : http://www.thenoock.com/2010/01/jerman-ternyata-pernah-menciptakan.html

Pedang Legendaris Yang Tertancap Dalam Batu

Pedang Legendaris Yang Tertancap Dalam Batu
Agan pernah dengar cerita pedang excalibur punya Raja Arthur yang tertancap dalam sebuah batu besar? Atau mungkin agan pernah nonton filmnya? Tahukah agan bahwa pedang yang tertancap dalam batu benar2 ada? Pedang itu tidak akan kita temukan di Inggris, tapi ada di Italia. Pedang tersebut dapat kita lihat di dalam kapel Montesiepi, dekat reruntuhan Santo Galgano di Chiusdino, Tuscany, Italia.
Spoiler for Kapel Montesiepi:



Spoiler for Reruntuhan Biara Santo Galgano:
Pedang tersebut adalah milik Galgano Guidotti yang lahir pada tahun 1148 di dekat Chiusdino. Setelah menghabiskan masa mudanya sebagai seorang ksatria yang berani, pada tahun 1180 Galgano memutuskan untuk mengikuti kata-kata Yesus dan pensiun sebagai seorang pertapa di dekat kota kelahirannya. Dia menancapkan pedangnya ke sebuah batu sebagai salib untuk berdoa. Satu tahun kemudian Galgano meninggal, dan tahun 1185 Paus Lusius III menyatakan dia sebagai seorang santo.
Spoiler for Lukisan Santo Galgano:
Menurut legenda, setelah kematian Galgano, banyak orang telah mencoba untuk mencuri pedang tersebut. Di dalam kapel kita dapat melihat mumi tangan seorang pencuri yang mencoba untuk menghapus pedang dan kemudian tiba-tiba dibantai oleh segerombolan serigala liar.
Spoiler for Penampakan Pedang Legendaris:
Spoiler for Penampakan Lain Pedang Legendaris:
Sementara pedang itu dianggap palsu selama bertahun-tahun, studi baru2 ini memeriksa pedang dan tangan tersebut, dan hasilnya adalah logam dan gaya pedang tersebut sesuai dengan logam dan gaya pedang yang dipakai pada akhir tahun 1100 - awal tahun 1200. Ini mungkin berarti bahwa cerita pedang Inggris yang tertancap di batu didasarkan pada pedang Guidotti di Italia. Hari ini pedang tersebut telah dilindungi oleh layar Perspex agar pedang tersebut tidak tercabut dari batu tersebut.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2949716

Inilah Gedung yang Tidak Bisa Dirubuhkan

Inilah Gedung yang Tidak Bisa Dirubuhkan
Gedung setinggi 22 lantai ini ternyata gagal dihancurkan.
penghancuran ini dilakukan tanggal 3 Desember lalu, pada awal peledakan terlihat sesuai rencana, gedung terbelah menjadi dua bagian.
Namun setelah itu, hanya satu bagian yang rubuh dan hancur sedangkan sebagiannya lagi masih berdiri walaupun posisinya sudah miring

Ini Fotonya Gan:
Spoiler for gedung:




yg satunya bisa di rubuhkan, tpi yg satunya gk bisa gan

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3156365

Foto Foto Ledakan Nuklir

Foto Foto Ledakan Nuklir
Dibawah ini adalah hasil jepretan fotographer terhadap ledakan nuklir ...

yg jadi pertanyaan, apakah fotografernya baik2 saja ya ??



Spoiler for Ledakan Nuklir lebih keren lagi:











sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3890254

Cara Baru Mengikat Tali Sepatu

Cara Baru Mengikat Tali Sepatu
CARA 1.




CARA 2.






CARA 3.






CARA 4.





CARA 5.





CARA 6.





CARA 7.




CARA 8.




CARA 9.




CARA 10.





CARA 11.





CARA 12.





CARA 13.




CARA 14.




sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3439830