English teacher : what the opposite of laughing ?
Student : making love, Sir.
Teacher: how come? It should be crying.
Student: laughing is 'ha..ha..ha,' while making love is 'ah...ah...ah!' Sir
Sent from my CoolBerry®
Home
»
All posts
Tanda-tanda Wanita Orgasme
Dokter Ferryal Loetan menjawab pertanyaan seorang penanya di sebuah media mengenai bagaimana merasakan kepuasan usai berhubungan intim.
Perempuan, yang hanya mencantumkan inisial LS, baru saja menikah dan tidak tahu apakah dia sudah mencapai orgasme apa belum ketika berhubungan intim dengan suaminya.
Detailnya dia bertanya, bagaimana orgasme yang dirasakan kaum perempuan?
Konsultan seks Ferryal mengatakan, orgasme yang dirasakan perempuan berbeda dengan yang dirasakan kaum pria.
Orgasme kaum pria terjadi ketika air mani muncrat dari alat kelaminnya, sedangkan pada perempuan tidak terjadi seperti itu.
Umumnya yang terjadi pada perempuan saat orgasme adalah merasakan suatu kenikmatan yang tidak terhingga di dalam perasaannya. Setelah itu diikuti dengan perasaan lega.
Tanda-tanda fisiknya, terjadi suatu ketegangan selama 2 – 4 detik dan kejadian itu diikuti dengan mengendurnya otot-otot kecil pada bokong sekeliling vagina dan rahim.
Kemudian dilanjuti dengan waktunya kenikmatan yang dapat berlangsung antara 10-15 detik yang dapat dirasakan sebagai pengenduran otot secara berirama, berturut-turut terjadi tiap 0,8 detik tiap gelombangnya.
Hal seperti ini dapat dirasakan bermula dari daerah ujung luar vagina yang terus menjalar ke arah rahim. Juga pada saat ini vagina, peranakan dan anus berkontraksi (mengempot).
Kempotan ini bisa terjadi 3-5 kali bahkan ada yang mengatakan bisa sampai 12 kempotan.
Dan selama orgasme semua otot lain ikut mengendur sehingga akhirnya disertai dengan keadaan relaksasai dan perasaan lega disertai ketenangan.
sumber: http://www.astaga.com/content/begini-tanda-perempuan-mencapai-orgasme
5 Teknik Masturbasi Paling Sensasional Untuk Wanita

Artikel ini menjelaskan bagaimana seorang wanita melakukan masturbasi.
Teknik I
Biasanya kaum wanita melakukannya dengan memasukkan jarinnya ke dalam mrs.V dengan posisi berbaring. Tetapi bisa jadi dengan posisi duduk itu lebih menyenangkan. Tetapi, jika anda melakukannya dengan posisi berdiri tentu akan lebih mendebarkan dan kesan seksualitasnya lebih mengguncang.
Teknik II
Teknik III
Melakukan masturbasi di kamar mandi, yaitu dalam bak mandi juga tidak kalah nikmat sensasinya. Jika anda mampu melakukannya dengan sempurna, maka anda bisa merasakan air lendir yang menetes dari dalam mrs.V terasa sangat hangat saat anda mencapai orgasme.
Teknik IV
Melakukan masturbasi dengan menggunakan kedua tangan yang bermain secara bersamaan. Satu tangan memegang payudara (rabaan dan remasan), yaitu yang perlu anda lakukan adalah dengan memainkan puting payudara dengan memilin-milinnya secara lembut. Sedangkan tangan lainnya memainkan clitoris dengan menggunakan jari tengah. Sensasi yang anda rasakan akan bertambah nikmat.
Teknik V
Jika anda ingin mendapatkan orgasme secara cepat saat masturbasi, hendaknya anda memainkan permainan ini secara focus pada area clitoris dan area vagina yang mampu membangkitkan kesenangan.
sumber : http://skripsipsikologi.blogspot.com/2010/06/5-teknik-masturbasi-paling-sensasional.html
Joke malam
Suatu hari nJeng Sultan merasa bosen. Beliau pengin tertawa, kemudian beliau memanggil jongos-nya." Cobak, kau bikin cerita dalam 100 kata yang depannya pake hurup " J " ......tapi harus ada artinya ya ..." Wah....baik ki " kata jongos dalam hati.
Setelah berpikir sejenak maka mulailah dia bercerita :
"Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogja-Jakarta. Jamu jagoannya jamu jahe. "Jamu-jamuuu…, jamu jahe -- jamu jaheee…!" Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan. Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh…" Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga. Juminten jumpa Jack, jejaka Jowo jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug. Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack. Johny justru jadi jealous Juminten jadi juliet-nya Jack. Johny juga jejaka jomblo, jalang, jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget. "Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten."Jangan jealous, John…" jawab Juminten. Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!"Jack jegal Johny, Jebreeet…, Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol… jeleekk. "John, jangan jahilin Juminten…!" jerit Jack. Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack? Janji… Johnny jera," jawab Johny. Jumpalagi, jek…!!!
**Jeringatan: Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja…!!! JUSAH
Sent from my CoolBerry®
Setelah berpikir sejenak maka mulailah dia bercerita :
"Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogja-Jakarta. Jamu jagoannya jamu jahe. "Jamu-jamuuu…, jamu jahe -- jamu jaheee…!" Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan. Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh…" Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga. Juminten jumpa Jack, jejaka Jowo jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug. Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack. Johny justru jadi jealous Juminten jadi juliet-nya Jack. Johny juga jejaka jomblo, jalang, jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget. "Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten."Jangan jealous, John…" jawab Juminten. Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!"Jack jegal Johny, Jebreeet…, Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol… jeleekk. "John, jangan jahilin Juminten…!" jerit Jack. Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack? Janji… Johnny jera," jawab Johny. Jumpalagi, jek…!!!
**Jeringatan: Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja…!!! JUSAH
Sent from my CoolBerry®
Ramalan Indonesia Pecah Tahun 2015

Djuyoto Memprediksi Tahun 2015 Indonesia Pecah. Beragam reaksi dan tanggapan muncul ketika wacana tentang masa depan Indonesia, yang juga dijadikan judul buku oleh Djuyoto Suntani, itu muncul dalam acara Dialog Kebangsaan berjudul Indonesia: Kemarin, Kini dan Esok sekaligus peluncuran buku tersebut. Komentar bernada pesimis, optimis, hingga rasa tidak percaya silih berganti diberikan oleh berbagai pihak yang hadir di Gedung Aneka Bhakti Departemen Sosial kemarin. Mungkinkah Indonesia benar-benar akan ‘pecah’ pada tahun 2015?
Djuyoto Suntani, sang penulis buku, menyatakan dalam bukunya paling tidak ada tujuh faktor utama yang akan menyebabkan Indonesia “pecah” menjadi 17 kepingan negeri-negeri kecil di tahun 2015. Kepingan negeri-negeri kecil itu sendiri menurutnya didirikan berdasarkan atas:
1. Kepentingan rimordial (kesamaan etnis),
2. Ikatan ekonomis (kepentingan bisnis),
3. Ikatan kultur (kesamaan budaya),
4. Ikatan ideologis (kepentingan politik), dan
5. Ikatan regilius (membangun negara berdasar agama).
Penyebab pertama adalah siklus tujuh abad atau 70 tahun. Dalam bukunya ia menuliskan;
“Seperti kita ketahui, semua yang terjadi di alam ini mengikuti suatu siklus tertentu. Eksistensi suatu bangsa dan negara juga termasuk dalam suatu siklus yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum alam. Dia mengambil contoh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70″.
Dia pun menyatakan,
“Selama ini saya selalu optimis, tapi melihat perkembangan di lapangan, apa yang terjadi pada sesama anak bangsa, sungguh mengenaskan. Irama perpolitikan nasional dewasa ini mengisyaratkan hitungan siklus bersatu dan bubar dalam tujuh abad, 70 tahun tampaknya kembali terulang. Berbagai fenomena alam yang menguat ke arah bukti kebenaran siklus sudah banyak kita saksikan. Pertengkaran sesama anak bangsa, terutama elite politik, tidak kunjung selesai, tulis Djuyoto. Penyebab kedua, Indonesia telah kehilangan figur pemersatu bangsa. Setelah Ir Soekarno dan HM Soeharto, tidak ada tokoh nasional yang benar-benar bisa mempersatukan bangsa ini. Masing-masing anak bangsa selalu merasa paling hebat, paling mampu, paling pintar, dan paling benar sendiri. Para tokoh nasional yang memimpin negeri ini belum menunjukkan berbagai sosok negarawan karena dalam memimpin lebih mengutamakan kepentingan politik golongan/kelompok daripada kepentingan bangsa (rakyat) secara luas. Kehilangan figur tokoh pemersatu adalah ancaman paling signifikan yang membawa negeri ini ke jurang perpecahan”. Katanya tegas.
Pertengkaran sesama anak bangsa yang sama-sama merasa jago dan hebat, masing-masing punya kendaraan partai, punya jaringan internasional, punya dana/uang mandiri, punya akses, merasa punya kemampuan jadi Presiden; merupakan penyebab ketiga Indonesia akan pecah berkeping-keping menjadi negara-negara kecil. Masing-masing tokoh ingin menjadi nomor satu di suatu negara. Fenomena ini sudah menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.
Salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkankeutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa, tegasnya. Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.
Penyebab utama kelima Indonesia akan”‘pecah” dalam penilaiannya adalah faktor nama. Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland in-Asia atau kalau diartikan secara bebas nama Indonesia sama dengan singkatan Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar. Nama orisinil kawasan negeri ini yang benar adalah Nusantara, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau) dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan, pesan Djuyoto. Namun, karena perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan) mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap keutuhan republik ini.
Nama Jakarta, Djuyoto mengungkapkan, memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.
Penyebab terakhir pecahnya Indonesia adalah gonjang ganjing pemilihan Presiden tahun 2014. Dia menyatakan dalam Pilpres 2009 bisa saja sejumlah tokoh yang kalah masih mampu mengendalikan diri tapi gejolak massa akar rumput yang berasal dari massa pendukung tidak mau menerima kekalahan jago pilihannya. Mereka lalu mempersiapkan diri untuk maju bertarung lagi pada Pilpres 2014. Pilpres 2014 adalah puncak ledakan dashyat gunung es yang benar-benar membahayakan integrasi Indonesia. Menurut Djuyoto dari informasi yang ia peroleh di seluruh penjuru Tanah-Air, indikasi karena gengsi kalah bersaing dalam Pilpres Indonesia lantas mengambil keputusan radikal dengan mendeklarasikan negara baru bukanlah sekedar omong kosong tapi akan terbukti. Pergolakan alam negeri ini seperti gunung es yang tampak tenang di permukaan namun setiap saat pasti meletus dengan dashyat.
Djuyoto Suntani menjelaskan, pada Pilpres 2014 bakal bermunculan figur dari berbagai daerah yang mulai berani bertarung memperebutkan kursi RI-1 untuk bersaing dengan tokoh nasional di Jakarta. Para tokoh daerah sudah dibekali modal setara dengan para tokoh nasional di Jakarta. Jika mereka kalah dalam Pilpres 2014, karena desakan massa pendukung, opsi lain adalah mendirikan negara baru, melepaskan diri dari Jakarta. Gonjang ganjing Indonesia sebagai bangsa akan mencapai titik didih terpanas pada Pilpres 2014. Jika kita tidak mampu mengendalikan keutuhan negeri ini, tahun 2015 Indonesia benar-benar pecah. Para Capres Indonesia 2014 yang gagal ramai-ramai akan pulang kampung untuk mendeklarasikan negara baru. Mereka merasa punya kemampuan, punya harga diri, punya uang, punya jaringan dan punya massa/rakyat pendukung. Perubahan dan pergolakan politik nasional pada tahun 2014 diperkirakan bisa lebih dashyat karena tidak ada lagi figur tokoh pemersatu yang dihormati dan diterima oleh seluruh bangsa.
Agar Indonesia tidak pecah, dia menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bersatu. Dia berharap seluruh bangsa menyadari ancaman yang ada di depan mata dan kemudian saling bergandengan tangan bersatu untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa. Djuyoto bilang buku ini ditulis sebagai peringatan dini, sebagai salah satu wujud untuk berupaya menyelamatkan Indonesia dari ancaman kehancuran. Dengan adanya buku ini diharapkan semoga anak-anak bangsa mulai menyadari bahwa hantu Indonesia pecah sudah berada di depan mata. Kalau sudah paham, diharapkan mulai tumbuh kesadaran dari dalam hati lalu secara bersama-sama mengambil langkah untuk mencegah.
ke 17 negara itu antara lain.
1.Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh
2.Sumatra Utara : Medan
3.Sumatra Selatan : Lampung
4.Sunda Kecil : Jakarta
5.Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
6.Yogyakarta : Yogyakarta
7.Kalimantan Barat : Pontianak
8.Kalimantan Timur : Samarinda
9.Ternate Tidore : Ternate
10.Sulawesi Selatan : Makassar
11.Sulawesi Utara : Manado
12.Nusa Tenggara : Mataram
13.Flobamora & Sumba: Kupang
14.Timor Leste : Dili
15.Maluku Selatan : Ambon
16.Maluku Tenggara : Tual
17.Papua Barat : Jayapura
18. Negara Riau Merdeka
Sumber : http://bayumas3.blogspot.com/2010/07/pecahnya-indonesia-pada-tahun-2015.html
Joke sore
2 wanita tinggal bertetangga, janjian untuk clubbing bareng. Ditempat dugem, mereka berdua minum minuman keras sampe mabok berat.
Pulang dari clubbing, mereka pun jalan kaki. Tiba-tiba mereka kebelet kencing. Karena jalan pulangnya ngelewatin kuburan, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kencing di kuburan.
Saat kencing, Istri 1: Eh, lo nge-lapnya pake apa?
Istri 2: Pake CD gw. Ntar langsung gw buang. Lo?
Istri 1: CD gw mahal, sayang ahh..
Istri 2: Pake itu aja tuh! (sambil nunjuk karangan bunga di atas batu nisan)
Dengan cuek, Istri 1 ngambil karangan bunga itu buat nge-lap. Dan mereka pun pulang...
Besok paginya para suami yang kesel nge-liat kelakuan istri mereka, ngobrol lewat pagar rumah.
Suami 1: Kayanya istri-istri kita harus dilarang dugem deh..
Suami 2: Iya pak, masa tadi malam aja, istri saya pulang ngga pake CD!!
Suami 1: Masih mending pak, waktu istri saya tidur, di selangkangan istri saya ada kartu ucapannya!!
"DARI KAMI SEMUA DI ANGKATAN DARAT, KAMI TAKKAN PERNAH MELUPAKANMU....!"
Sent from my CoolBerry®
Pulang dari clubbing, mereka pun jalan kaki. Tiba-tiba mereka kebelet kencing. Karena jalan pulangnya ngelewatin kuburan, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kencing di kuburan.
Saat kencing, Istri 1: Eh, lo nge-lapnya pake apa?
Istri 2: Pake CD gw. Ntar langsung gw buang. Lo?
Istri 1: CD gw mahal, sayang ahh..
Istri 2: Pake itu aja tuh! (sambil nunjuk karangan bunga di atas batu nisan)
Dengan cuek, Istri 1 ngambil karangan bunga itu buat nge-lap. Dan mereka pun pulang...
Besok paginya para suami yang kesel nge-liat kelakuan istri mereka, ngobrol lewat pagar rumah.
Suami 1: Kayanya istri-istri kita harus dilarang dugem deh..
Suami 2: Iya pak, masa tadi malam aja, istri saya pulang ngga pake CD!!
Suami 1: Masih mending pak, waktu istri saya tidur, di selangkangan istri saya ada kartu ucapannya!!
"DARI KAMI SEMUA DI ANGKATAN DARAT, KAMI TAKKAN PERNAH MELUPAKANMU....!"
Sent from my CoolBerry®