UP
    Latest News

Konstruksi Unik Restoran di Atas Pohon

Konstruksi Unik Restoran di Atas Pohon


Terinspirasi oleh alam, restoran berbentuk polong yang menakjubkan yang dibangun di atas pohon dekat Auckland, Selandia Baru

dirancang oleh arsitek Peter Eising dan Lucy Gauntlett dari Pacific Lingkungan Architects Ltd.

Restoran rumah pohon dibangun sepuluh meter tinggi di kayu merah dan itu restoran rumah pohon pertama di New Zealand.

Rumah pohon ini akan menyediakan ruang makan di restoran, sementara dapur dan fasilitas lainnya yang terletak di tanah. Ada jalan pohon-top diangkat ke akses ke rumah pohon.

Hal ini dapat mendukung berat sekitar 18 orang, dan memperbaiki struktur terhadap pohon berdiameter 1,7 meter.

Bahkan ini merupakan kampanye periklanan Yellow ™ dan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Anda bisa mendapatkan hampir semua pekerjaan dilakukan dengan menggunakan ™ Kuning - bahkan membangun sebuah restoran di pohon.










source: http://www.taukahkamu.com/2010/12/restoran-unik-diatas-pohon.html

Konstruksi Unik Restoran di Atas Pohon

Konstruksi Unik Restoran di Atas Pohon


Terinspirasi oleh alam, restoran berbentuk polong yang menakjubkan yang dibangun di atas pohon dekat Auckland, Selandia Baru

dirancang oleh arsitek Peter Eising dan Lucy Gauntlett dari Pacific Lingkungan Architects Ltd.

Restoran rumah pohon dibangun sepuluh meter tinggi di kayu merah dan itu restoran rumah pohon pertama di New Zealand.

Rumah pohon ini akan menyediakan ruang makan di restoran, sementara dapur dan fasilitas lainnya yang terletak di tanah. Ada jalan pohon-top diangkat ke akses ke rumah pohon.

Hal ini dapat mendukung berat sekitar 18 orang, dan memperbaiki struktur terhadap pohon berdiameter 1,7 meter.

Bahkan ini merupakan kampanye periklanan Yellow ™ dan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Anda bisa mendapatkan hampir semua pekerjaan dilakukan dengan menggunakan ™ Kuning - bahkan membangun sebuah restoran di pohon.










source: http://www.taukahkamu.com/2010/12/restoran-unik-diatas-pohon.html

Coober Pedy, Kota Unik di Bawah Gurun Australia

Coober Pedy, Kota Unik di Bawah Gurun Australia

Coober Pedy merupakan sebuah kota yang terletak di bagian utara Australia Selatan dan dikenal sebagai ibukota opal dunia, karena hampir 95 persen dari pasokan opal dunia berasal dari tambang setempat. Ini kota kecil dengan penduduk sekitar 3000, memiliki cara hidup yang unik - hampir setengah dari mereka hidup di bawah tanah.


Kembali pada tahun 1916 ketika orang-orang pindah ke Coober Pedy untuk tambang opal, suhu musim panas yang keras memaksa mereka masuk ke dalam gua-gua yang digali di lereng bukit. Ketika suhu di luar mengamuk lebih dari 40 derajat Celcius, suhu di bawah tanah tetap nyaman dan stabil  sepanjang tahun. Bahkan saat ini, orang kota lebih memilih untuk membangun rumah mereka di gua-gua bawah tanah. Bahkan, banyak dari rumah yang ditinggali sekarang adalah sisa dari jalur tambang opal.





Membangun rumah baru di Coober Pedy jauh lebih murah dan lebih cepat dibandingkan dengan metode pembangunan konvensional. Rumah tidak sepenuhnya di dalam gua seperti yang orang-orang bayangkan namun digali dari sisi bukit. Pintu masuk biasanya di tepi jalan, dan kamar digali ke dalam bukit.












Gereja Coober Pedy




Rumah-Rumah di Coober Pedy




Rumah Contoh Coober Pedy
Hotel di Coober Pedy





source: http://www.strov.co.cc/2010/01/coober-pedy-kota-unik-di-bawah-gurun.html

Desain-desain Kamera Foto Keren Berbahan Kertas

Desain-desain Kamera Foto Keren Berbahan Kertas



2. The Peyote Paper Camera by Corbis Readymech

3. Sharan SQ35 Paper Camera for Rolls of Film

4. Rubikon Paper Camera by Hubero Kororo



5. Pinhole Art DIY Camera

6. Pentax Paper Camera

7. World Pinhole Camera Day by Corbis Readymech

8. Dirkon Paper Camera

9. Mother Camera by Corbis Readymech

Membaca di Cahaya Redup Tidak Merusak Mata?

Membaca di Cahaya Redup Tidak Merusak Mata?
Selama ini masyarakat mengetahui bahwa membaca di tempat yang bercahaya remang bisa merusak mata. Namun yang sebenarnya terjadi adalah tidak merusak mata, namun mata mengalami ketegangan.
http://images.detik.com/content/2010/07/10/763/baca-dalam-howstuffworks.jpg
Kondisi ini biasanya seringkali dilakukan anak-anak sebelum menjelang waktu tidur. Dengan hanya ditemani cahaya redup atau remang dikamarnya, anak-anak membaca buku cerita, komik atau buku lainnya.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Sabtu (10/7/2010) sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal diungkapkan bahwa membaca di bawah cahaya rendah tidak merusak mata, tapi menyebabkan ketegangan mata. Karena ketika seseorang membaca atau berjalan di cahaya redup, maka mata akan menyesuaikan dengan beberapa cara.

Pertama, retina mata akan mulai memproduksi zat kimia yang lebih sensitif terhadap cahaya, bahkan zat kimia ini dapat mendeteksi cahaya yang dikonversikan ke sinyal listrik serta mengirimkan sinyal ke otak.

Kedua, iris otot menjadi rileks sehingga menyebabkan pembukaan mata. Hal ini memungkinkan mata untuk mengumpulkan cahaya sebanyak mungkin, sehingga sel-sel saraf retina bisa beradaptasi dengan cahaya rendah agar retina mata bisa bekerja pada cahaya rendah.
http://www.funktionalley.com/se/netset/ib/web/P01.m4n?t=m&id=12177
Saat membaca di tempat dengan cahaya redup, fokus akan menjadi lebih sulit, hal ini yang membuat mata harus bekerja keras untuk bisa memisahkan kata dan mata menjadi lebih tegang.

Jika mata bekerja keras untuk waktu yang panjang, maka mata akan menjadi lelah meskipun banyak otot yang digunakan. Kondisi ini dapat mengakibatkan beberapa efek fisik seperti mata sakit, gatal, sakit kepala, nyeri punggung dan leher serta penglihatan berkurang. Selain itu terkadang seseorang jarang berkedip karena terlalu fokus pada satu objek, sehingga kemungkinan bisa mengalami mata kering dan rasa tidak nyaman.

Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, maka ketegangan mata akan semakin meningkat. Jika gejala yang dialami tidak berkurang, maka kemungkinan orang tersebut memiliki masalah mendasar seperti mata rabun jauh.

Sebagian besar beranggapan bahwa membaca di cahaya redup menyebabkan kerusakan permanen, kemungkinan karena seseorang sudah memiliki masalah mendasar mengenai rabun jauh dan ditambah dengan terjadinya ketegangan mata.

Karena itu sebaiknya membaca dengan menggunakan cahaya yang baik, yaitu cahaya yang tidak terlau redup tapi juga tidak terlalu silau sehingga mata tidak mengalami ketegangan. Selain itu usahakan untuk sering berkedip jika terlalu fokus pada suatu objek dan lihatlah ke luar jendela setiap 15-30 menit.


source: http://www.detikhealth.com/read/2010/07/10/103046/1396540/763/membaca-di-cahaya-redup-tidak-merusak-mata?993306755

Joke Pagi

Joke Pagi
Made In Indonesia



Suatu hari di jalan tol kota menuju Jagorawi sebuah sedan "Timor" mengalami kerusakan mesin sehingga mogok.... Pemilik sedan Timor menelpon temannya untuk minta ditarik keluar jalan tol...



Beberapa saat kemudian datanglah teman pria tersebut mengendarai "Mercedes Benz" terbaru...lalu mulailah menarik sedan 'Timor " tersebut....

Sampai di Jagorawi keduanya dibalap sebuah "BMW" keluaran paling anyar... Sopir "Mercy" tidak terima langsung ikut tancap gas mengejar "BMW" tersebut...

Pemilik "Timor " ketakutan karena ditarik begitu kencang oleh "Mercy" tersebut membunyikan klaksonnya berkali kali agar pemilik "Mercy" ingat kalau sedang menarik sebuah mobil....



ESOKNYA DI HALAMAN DEPAN SEBUAH KORAN TERNAMA IBUKOTA:

2 buah mobil Eropa terlihat melaju dengan kecepatan hampir mencapai 200 km/jam kemarin di jalan tol Jagorawi... hebatnya di belakang mereka tak kalah kencang melaju sedan TIMOR buatan dalam negri membunyikan klakson berkali kali meminta jalan untuk mendahului...





Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!