UP
    Latest News

Ferdinand Sinaga Ucapkan Maaf

Ferdinand Sinaga Ucapkan Maaf
HeadlineINILAH.COM, Jakarta - Kegagalan seorang eksekutor penalti jelas berbuah kekecewaan mendalam, apalagi ditunjuk sebagai penendang penentu. Hal tersebut juga dirasakan oleh Ferdinand Sinaga.

Pada laga yang digelar Senin malam (21/11/2011), eksekusi Ferdinand berhasil dibendung oleh kiper Malaysia Khairul Fahmi, yang membuat 'Harimau Malaya' menaklukkan 'Garuda Muda' di kandang sendiri. Sontak pemain bengal itu tertunduk dan air mata melinangi wajahnya.

Usai pertandingan, Ferdinand hanya bisa terdiam tanpa sepatah kata pun, padahal biasanya dia adalah pemain yang paling suka bercanda. Satu-satunya kalimat yang dikeluarkan oleh punggawa Semen Padang itu adalah: "Saya minta maaf," ujar Ferdinand sambil berjalan menuju bus.

Walaupun gagal merebut medali emas, permainan anak asuh Rahmad Darmawan ini patut diapresiasi karena menampilkan performa menawan sepanjang turnamen multi event dua tahunan ini. Meski target tidak dapat dipenuhi, perjuangan Egi Melgiansyah dkk tetap akan membekas di hati pencinta sepakbola tanah air.[yob]

Pemain Timnas Terkejut, PSSI Sodorkan Santunan

Pemain Timnas Terkejut, PSSI Sodorkan Santunan
Headline
inilah.com/WirasatriaINILAH.COM, Jakarta - Indonesia kehilangan dua suporternya ketika ingin menyaksikan laga final SEA Games setelah terinjak-injak massa yang berjubel. PSSI pun langsung bergerak memberi santunan.

Pada laga yang berkesudahan dengan kekalahan Indonesia di adu penalti, duka berlanjut menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno karena harus kehilangan dua suporter muda yang tewas terinjak-injak saat berebut masuk kedalam stadion di Sektor VII.

Satu korban diidentifikasi sebagai Reno Alvino pemuda beru
sia 21 tahun warga Cililitan, Jakarta Timur. Sedangkan satu korban lainnya belum diketahui identitasnya.

Karena hal tersebut, PSSI merasa bertanggung jawab pada insiden memilukan tersebut. Federasi Sepakbola Tanah Air itu pun berjanji memberikan santunan kepada keluarga korban.

"PSSI rencananya akan memberikan santunan Rp 10 juta kepada setiap keluarga. Kami sangat berduka atas tragedi ini," menurut pernyataan PSSI.

Selain PSSI, dua punggawa Indonesia, Patrich Wanggai dan Diego Michels, pun ikut terkejut dengan kejadian tersebut, mereka juga tidak lupa mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban.

"Saya sedih mendengar kejadian ini. Saya harap kedepannya panitia bisa lebih ketat dalam keamanan, dan saya harap para suporter juga teratur," ujar Wanggai usai laga semalam.

Selain itu Diego pun menambahkan: "Are you serious? Saya masih shock dengan kekalahan dari Malaysia. Tetapi saya lebih shock kalau ada suporter yang meninggal karena ingin melihat pertandingan kami," ucap pemain naturalisasi itu.

Kericuhan jelang partai final SEA Games itu memang sudah terjadi sejak satu hari sebelumnya, saat massa membakar loket tiket yang kembali terjadi sehari kemudian. Puncaknya pun saat penonton merangsek gerbang-gerbang di sekitar SUGBK untuk menonton, yang mengakibatkan dua suporter menghembuskan nafas terakhirnya.[yob]

Pemain Indonesia Tidak Siap Adu Penalti?

Pemain Indonesia Tidak Siap Adu Penalti?

Headline
inilah.com/Agus PriatnaINILAH.COM, Jakarta - Indonesia gagal merebut medali emas setelah kalah dari Malaysia pada drama adu penalti. Ada beberapa keunggulan yang dimiliki tim tamu pada babak penentuan tersebut.

Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Indonesia terpaksa mengakui keunggulan Malaysia di babak 'tos-tosan' dengan skor tipis 3-4. Tendangan Gunawan Dwi Cahyo dan Ferdinand Sinaga tidak mampu menembus gawang Khairul Fahmi, yang dinilai Rahmad Darmawan s
angat siap.

"Saya tidak mau melihat seperti apa Malaysia, tetapi dari kesiapan mental babak final, saya pikir kami bisa mengawali pertandingan dengan bagus, lalu drop, tetapi bisa naik lagi. Sebenarnya sebelum adu penalti, kami siap secara mental," ujar Rahmad Darmawan usai laga.

"Tetapi saat adu penalti, penjaga gawang mereka sangat siap, pemain-pemainnya juga siap. Sementara kita, saat saya meminta pemain ambil adu penalti, yang siap saja kurang, sehingga saya harus memaksa," ungkap pelatih bertopi itu.
"Kalau sebelum adu penalti, saya rasa kita nggak kalah dari Malaysia."
RD telah memberikan porsi latihan tendangan penalti, bahkan sejak persiapan menghadapi laga ketiga fase grup. Namun tetap saja mental pemain di hari pertandingan belum siap.
"Penalti sudah ada persiapan, tetapi saat adu penalti, siap di latihan belum tentu siap di pertandingan. Karena di pertandingan besar seperti ini mental juga dibutuhkan."

"Hanya tiga orang yang siap, sisanya harus saya paksa. Saya bilang, tidak ada beban, tekanan ada pada saya," imbuh coach Rahmad, tanpa menyebutkan nama-nama yang siap maupun tak siap.

Meski gagal meraih emas, talenta dan kemampuan punggawa 'Garuda Muda', menurut RD, layak dipromosikan ke level senior. Namun bukan berarti Titus Bonai dkk dapat mendapat tiket gratis.

"Ada beberapa pemain yang siap dipromosikan ke senior, tetapi harus ada seleksi, karena mereka harus siap bercampur dengan pemain senior. Kalau tim ini bisa meningkatkan kemampuannya 40 persen saja, ini sudah luar biasa," pungkas sang pelatih yang kemungkinan besar promosi ke timnas senior itu.[yob]

Satu Suporter Tewas Masih Belum Dikenali

Satu Suporter Tewas Masih Belum Dikenali
Headline
inilah.com/WirasatriaINILAH.COM, Jakarta - Hingga Selasa (22/11/2011) siang, identitas satu korban tewas dalam insiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, belum juga diketahui. Saat ini jenazah pria yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun itu masih berada di kamar mayat RSCM.

"Masih ada di kamar jenazah, dari semalam belum ada yang datang dan mengenali jenazahnya," ucap petugas Forensik & Medikolegal RSCM, Yuli Budi Ningsih saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (22/01/2011).

Yuli Budi Ningsih mengatakan jenasah tersebut mempunyai ciri-ciri usia sekitar 20 tahun, berpostur tinggi, kurus, berambut lurus dan berkulit sawo matang. Namun tidak adanya kartu identitas mempersulit proses identifikasi.

"Yang mengenali saja semalam tidak ada, jadi memang susah. Kita periksa saja, nanti kalau tidak ada yang mengenali ya terpaksa kita makamkan jika sudah tiga sampai lima hari tidak ada yang ambil, sebab kasihan," ucapnya lagi.

Jenasah yang hingga saat ini masih terbujur kaku di kamar mayat RSCM itu merupakan satu dari dua orang suporter yang tewas karena berdesak-desakan untuk memaksa masuk ke dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, saat pertandingan final sepak bola SEA Games ke-26.

Satu korban tewas lainnya yakni Reno Alpian (20), warga Cililitan Besar RT 02 RW 04, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah dibawa pulang ke rumah duka. Selain dua orang tewas, tujuh orang suporter juga terluka dalam final semalam dan dibawa ke RS. Mintoharjo.[bay]

Membuat Widget Follower Blog Dengan Efek Bubbles di Blog

Membuat Widget Follower Blog Dengan Efek Bubbles di Blog
Pernah Kalian melihat gedget Follower blog dengan tampilan yang keren dan wah??
salah satunya seperti Followers dengan Bubbles Effect berikut :

angkah mudahnya sebagai berikut :
Pertama :
Silahkan Login dulu di Blog kesayangan Kalian
ADD GADGET dan pilih HTML Java Script
dan copas Kode berikut :
<script src=”http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js” type=”text/javascript”>
</script>
<div id=”div-7791692969327865580″>
</div>
<script type=”text/javascript”>
var skin = {};
google.friendconnect.container.setParentUrl(‘/’ /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);
google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget(
{ id: ‘div-7791692969327865580′,
url:’http://www.eaglewebapp.com/ewa/gfc/bubbles/bubbles.xml’,
site:’GANTI DENGAN ID FRIEND CONNECT KALIAN‘,
‘prefs’:{‘width’:’300′,’height’:’300′,’maxDisplay’:’10′,’color’:'center’}
}, skin);
</script>
Untuk Mendapatkan ID FRIEND CONNECT
Akan Muncul gambar seperti :

Kemudian Copy Kodenya…!!
Semoga bermanfaat !
sumber : http://blog.cyber4rt.com/index.php?post=membuat-widget-follower-blog-dengan-efek-bubbles&category=4rt-design