UP
    Latest News

Mengintip warung kaki lima di Jepang

Mengintip warung kaki lima di Jepang


Spoiler for Yatai lagi:
Seperti di negara kita, ada banyak kedai kaki lima di Jepang yang menjual berbagai macam barang, mulai dari mainan, pernak-pernik, hingga makanan, tapi istilah yatai hanya ditujukan untuk kaki lima penjual makanan. Yatai biasanya mulai muncul menjelang malam, dan banyak dijumpai di sekitar stasiun kereta bawah tanah dan daerah yang selalu dipadati orang banyak, mulai dari yatai bergerobak hingga menggunakan mobil boks. Namun kebanyakan yatai didirikan menggunakan tenda di pinggir jalan, yang umumnya menjual ramen (mie Jepang) dan oden (berbagai jenis makanan yang direbus dalam kuah konbu atau katsuobushi, seperti lobak, kue ikan, telur rebus, konnyaku). Selain rasanya enak, makanan yang dijual di yatai harganya relatif murah dan terjangkau bila dibandingkan dengan makanan sejejnis di restoran. Pada hari-hari besar seperti (tahun baru) atau perayaan matsuri, biasanya didirikan yatai-mise, berupa kumpulan yatai yang menjual bermacam-macam makanan seperti taroyaki (gurita bakar), yakisoba (mie goreng), watagashi/wataame, (aromanis), dan berbagai makanan khas Jepang lainnya. Setiap yatai yang ada didirikan pada event seperti itu disebut juga dengan nama tekiya.




Yatai sangat ramai dikunjungi orang-orang, yang kebanyakan pengunjungnya adalah orang-orang kantoran yang baru pulang kerja. Yatai di malam hari biasanya menjual makanan dan minuman penghangat badan, seperti sake, oden, yakitori (sate ayam), doteyaki (urat daging sapi yang direbus bersama miso dan mirin), dll. Di prefektur Fukuoka bahkanada sebuah tempat bernama yatai-machi (kota yatai), yaitu sekumpulan yatai dengan berbagai macam makanan yang dijual dalam satu tempat. Bisnis yatai cukup mengalami perkembangan pesat bahkan sempat menjamur di berbagai daerah, sehingga mengganggu keindahan pemandangan kota. Karena itu polisi daerah setempat mulai menertibkan yatai yang didirikan secara liar di pinggir jalan dan pusat perkotaan. Sekarang untuk mendirikan yatai dibutuhkan surat izin, dan karena izin di daerah keramaian pusat kota sangat sulit, belakangan ini yatai sangat jarang dijumpai di pusat kota. Beberapa waktu lalu ada juga yatai-mura (perkampungan yatai), sekumpulan yatai yang didirikan dalam sebuah lahan luas di tengah kota, tapi tempat tersebut baru-baru ini dimusnahkan dengan cara dibakar. Meski demikian yatai tidak hilang begitu saja, karena di beberapa kota besar justru bermunculan yatai yang menyajikan sesuatu yang baru, seperti karaoke-yatai di Osaka, juga neo-yatai di daerah Maru no Uchi, Tokyo. Neo-yatai yang didirikan dengan meniru kedai kaki lima di daerah Asia Tenggara ini sangat populer di kalangan cewek Jepang karena selain tempatnya bersih, neo-yatai juga buka pada siang hari dengan menyajikan bermacam-macam masakan etnik.

Makanan - makanan yang dijual di yatai
Spoiler for Yakitori:

Spoiler for Yakisoba:

Spoiler for Ramen:

Spoiler for Okonomiyaki:

Spoiler for Oden:

Spoiler for Kakinogori:

Spoiler for Doteyaki:

Spoiler for Sake:





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9589151


Kutipan dari : http://www.unic29.com/2011/08/mengintip-warung-kaki-lima-di-jepang.html#ixzz1gO1lfRTD

Renungan - Kisah Kejujuran Dua Bocah Penjual Tissue di Pinggir Jalan

Renungan - Kisah Kejujuran Dua Bocah Penjual Tissue di Pinggir Jalan

Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.

dua manusia super

Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.

“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.

“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”

Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!”

“Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.”

“Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.

Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.

Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.

Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.


Kutipan dari : http://www.unic29.com/2011/10/renungan-kisah-kejujuran-dua-bocah.html#ixzz1gO0wKMzo 

5 Kesalahan Fatal Pengguna BlackBerry

5 Kesalahan Fatal Pengguna BlackBerry

Let Us Study : Sekarang udah banyak banget orang yang menggunakan smartphone Blackberry, banyak diantaranya karena fitur chat Blackberry Messenger. Nah karena segala macam spesies manusia dari yang profesional sampai gaptek menggunakan handphone pintar, bukan berarti penggunanya juga cukup pintar. Terkadang handphonenya jauh lebih smart daripada pemakainya.


Tapi kalau masalah teknis atau gaptek sih masih bisa dimaafkan, karena namanya teknologi selalu berkembang dan tidak semua orang bisa mengikutinya dengan baik. Tinggal giat berlatih dan minum Milo setiap hari, maka kamu tidak akan gaptek lagi.

Yang menurut MBDC termasuk pengguna “tidak cukup pintar” di luar hal teknis adalah orang yang menyalahgunakan fitur-fitur yang telah ada. Memakai fitur tersebut tidak sesuai kodratnya. Ini yang tidak bisa dimaafkan.

Inilah beberapa kesalahan fatal penggunaan Blackberry

1. Contact Name Menggunakan Karakter Alay

Ini bukan hanya menyebabkan kiamat visual, tidak enak dipandang mata, bikin mata sakit untuk ngebaca, tapi juga akan merepotkan kita kalau ingin mencari contact orang itu.

Misalnya nama kamu adalah Hans, lalu di BBM contact kamu ganti menjadi:

H?nS

Atau kalau nama Donie menjadi

*.:*¨ ..:*•.?::? ?o?Ñ?? ™ *.::**.:*¨

Kamu akan bikin repot orang yang mau search cepat dengan mengetikan huruf-huruf dari nama kamu itu. dijamin tidak akan ketemu. Loh kenapa begitu?? Masih nanya?? Ya, karena huruf alay tidak termasuk di dalam keyboard QWERTY yang berisi huruf abjad manusia normal.

Yang musti kamu lakukan menghadapi situasi ini:

Rename contact dia yang berisi huruf alay dengan namanya sendiri yang kamu ketikkan secara normal.

2. Test Contact, No Need To Reply

Lagi enak-enak mau tidur, mata udah kriyep-kriyep tinggal mimpi… tiba-tiba bunyi “ping”, kamu langsung terjaga dan ngecheck BB kamu, disitu ada message berwarna ungu dengan tulisan:

Test contact, no need to reply. Tx

WTF?? Ganggu tidur gue aja lo! Mau pamer punya BB baru? Atau iseng cari perhatian aja biar orang jadi ngeh dan inget lagi kalau kamu eksis di dunia ini dan bisa dihubungi melalui contact BBM.

Bung, jaman sekarang teknologi sudah canggih. Kalau ganti handset Blackberry / ganti PIN, server Blackberry udah bisa melakukan hal sedemikian rupa sehingga kamu tidak perlu malem-malem ganggu orang lain dengan broadcast test contact no need to reply kamu itu yang sebenarnya tidak perlu.

Yang musti kamu lakukan menghadapi situasi ini:

Cuekin aja, atau kalau mau bales broadcastnya dengan “Oke test diterima, tapi untuk ke depannya jangan dilakukan lagi. Kenapa? Coba baca let-us-study.blogspot.com supaya pikiran loe lebih terbuka!”.

3. Ganti Profile Pic Tiap Menit

Setiap kamu check recent updates, pasti selalu ada orang itu yang bertengger paling atas dengan status ‘changed display picture’. Foto-fotonya selalu berganti tiap beberapa menit. Dari foto liburan sama teman-temannya, foto lagi gendong bayi orang, foto refleksi diri cermin, foto sama ibunda tercinta, foto bersama anjingnya, dll.

Dalam 1 hari kita bisa tahu tentang perjalanan hidup dia selama ini hanya dari foto-fotonya saja. Kalau orangnya cewek cantik yah lumayan cuci mata seger liatin ganti-ganti foto, kali-kali aja ada yang nyelip lagi di pantai 

Yang mesti kamu lakukan menghadapi situasi ini:

Tidak ada yang bisa kamu lakukan selain pasrah atau delete contact temen kamu itu.

4. Chatting di Status Updates

MBDC yakin pasti kamu pernah melihat orang yang sahut-sahutan di status updates. Oke, kalau sekedar mengucapkan happy birthday atau selamat apa kepada orang lain sih gak masalah, tapi ini kalau sampe curhat!

Contoh situasinya seperti ini:

Donnie 18:20 changed status update: “I try my best, but failed. Why God??”

Hans 18:21 changed status update: “Keep the spirit my bro Donnie! Don’t give up!”

Donnie 18:24 changed status update: “@Hans: Thanks brother, you’re a true buddy…”

Hans 18:25 changed status update: “That’s what friends are for, bro Donnie.. support u always!”

MBDC 18:26 removing Donnie from contact list.

MBDC 18:26 removing Hans from contact list.

MBDC 18:27 changed status update: “Get a room, fags!”

Yang musti kamu lakukan menghadapi situasi ini:

Kalau di contact list kamu ternyata ada orang tipe seperti Hans dan Donnie ini, lebih baik kamu kurangi frekuensi ngecheck recent updates kamu. Kalau tetep nggak berhasil, bisa juga kamu bikin status updates yang menyindir orang yang chatting di status tersebut.

5. Broadcast Message Abuser

MBDC paling benci sama tipe ini. Tengah malem lagi santai mau tidur lagi tiba-tiba ada bunyi “ping”, terus kamu buru-buru check blackberry kamu, pas diliat ternyata ada message berwarna ungu, bertuliskan:

“Alkisah ada seorang ibu yang sangat sayang kepada anaknya, bla bla bla bla…. mohon teruskan cerita ini ke seluruh contact BBM kamu atau kamu akan menjadi orang paling berdosa sedunia”.

AAAARRRGRGGGHHH!!! Rasanya langsung mendingan bunuh diri saja atau bunuh orang yang mengirim broadcast itu. Ganggu aja sama yang nggak penting!

Atau dalam situasi yang lain, kamu lagi tengah-tengah nyetir, terus tiba-tiba suara “ping”, pas dibuka ada message berwarna ungu dengan tulisan:

“ADA GEMPA di SUMATERA!! Potensi Tsunami! Tolong disebarluaskan kepada orang-orang supaya tau berita ini!”

Kamu jadi panik dong, terus penasaran bener apa nggak sih, tapi karena kamu lagi nyetir, jadi kamu tunda dulu cari informasinya. Eh nggak lama kemudian Blackberry kamu bunyi “ping” lagi, terus kamu ngecek ternyata ada message berwarna ungu lagi dari pengirim yang sama seperti sebelumnya, kali ini tulisannya:

“Maaf, berita yang tadi ternyata salah. Tidak terjadi apa-apa di Sumatera. Maaf ya. Tolong sebarkan berita ini supaya orang tau kalau yang tadi salah… “

Anjrit! Kaya gini emang ngeselin banget yah. Udah tau berita belum jelas atau masih hoax tapi udah langsung disebarluaskan. Untung kamu belum keburu ribet cari informasi atau nanya-nanya orang di sekitar kamu, yang ada kamu jadi ketularan keliatan gobloknya.

Tapi tiba-tiba 2 menit kemudian Blackberry kamu bunyi “ping” lagi, kamu buka, kali ini ada message berwarna ungu juga, tapi dari orang yang berbeda dengan pengirim sebelumnya. Tulisan messagenya:

“Tolong ya jangan broadcast berita nggak penting, sangat menggangu orang lain sekali. Kalau ada berita harus dipastikan dulu keakuratannya sebelum di broadcast ramai-ramai. Salam!”

Aararrrggghhhh nggak lama kemudian kamu mengambil bensin dan korek api, menyiram Blackberry kamu dengan bensin dan membakarnya dengan korek api sampai habis. Dan pada saat itu juga hati kamu rasanya jadi lebih lega…
Nah demikianlah. Apakah kamu juga pengguna BlackBerry? Jangan sampai berbuat kesalahan seperti yang sudah kita tulis di atas ya


Kutipan dari : http://www.unic29.com/2011/10/5-kesalahan-fatal-pengguna-blackberry.html#ixzz1gO0itX29

10 Dada Terbaik Versi Hollywood

10 Dada Terbaik Versi Hollywood
1.Jessica Simpson



2.Tyra Banks



3.Scarlett Johansson



4.Carmen Electra



5.Lindsay Lohan



6.Katherine Heigl



7.Audrina Patridge



8.Jennifer Aniston



9.Megan Fox



10.BEYONCE


11 Bangunan Bersejarah Di Indonesia

11 Bangunan Bersejarah Di Indonesia
Indonesia banyak bangunan yang menyimpan nilai historis yang luhur, namun sebelas objek di bawah ini juga memiliki nilai arsitektur yang sangat tinggi.
Banyak mata yang sudah mengakui keindahan dan kemegahannya. Bila Anda sedang berlibur ke suatu daerah, tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat bangunan, jembatan, mesjid atau berbagai peninggalan bersejarah lainnya, yang menjadi trade mark daerah tersebut.

Meskipun banyak yang bukan merupakan hasil karya bangsa ini, tak sedikit bangunan, mesjid bahkan jembatan yang merupakan karya para arsitek negeri sendiri yang memiliki nilai arsitektural yang tinggi. Kali ini kami khusus mengajak Anda "berwisata" ke berbagai peninggalan bersejarah tersebut yang tersebar di beberapa daerah.


Istana Maimun

Istana Maimun telah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di kawasan Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini merupakan warna khas Melayu.

Arsitekturnya yang unik adalah daya tarik utama dari Istana Maimun. Pengaruh Eropa terlihat jelas pada balairung atau ruang tamu, jendela, pintu dan sebuah prasasti di depan tangga yang bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Sedangkan, ciri Islam muncul pada atapnya yang bergaya Persia yang melengkung, style yang banyak dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah.


Bagian dalam Istana Maimun juga menarik untuk disusuri. Di balik dinding-dindingnya yang kokoh, terdapat puluhan kamar yang tersebar di dua lantai. Kemegahan pun terlihat pada singgasana, lampu kristal Eropa, kursi, meja maupun lemari. Foto-foto keluarga, senjata-senjata kuno, termasuk ruang penjara, juga ada di istana ini. Walaupun masih menyimpan benda-benda bernilai sejarah, Istana Maimun masih membolehkan wisatawan untuk berkunjung dan menikmati kemegahan sekaligus menyelami kejayaan Kesultanan Deli masa lalu.


Mesjid Raya Medan

Mesjid Raya Medan yang berdiri angkuh tak jauh dari Istana Maimun adalah bangunan yang juga menjadi jejak kejayaan Deli. Dibangun pada tahun 1906, semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid, mesjid ini masih berfungsi seperti semula, yaitu melayani umat muslim di Medan yang ingin beribadah.

Kubahnya yang pipih dan berhiaskan bulan sabit di bagian puncak, menandakan gaya Moor yang dianutnya. Seperti mesjid lainnya, sebuah menara yang menjulang tinggi terlihat menambah kemegahan dan religiusnya mesjid ini. Aplikasi lukisan cat minyak berupa bunga-bunga dan tumbuhan yang berkelok-kelok di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di bagian dalam mesjid ini, semakin menunjukkan tingginya nilai seni mesjid ini.


Mesjid Istiqlal

Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yaitu Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.

Mesjid Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada kitab suci Al Qur'an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!


Gereja Katedral

Gereja Katedral yang berada tak jauh dari Mesjid Istiqlal adalah bangunan berdesain unik yang selalu menjadi perhatian wisatawan. Usia bangunan bergaya neo gothic ini memang sudah lebih dari seabad. Tidak heran bila bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi kelestariannya.

Walaupun begitu, Gereja Katedral yang resmi digunakan pada tahun 1901 ini, masih berdiri kokoh dan elegan di tengah "berisiknya" Jakarta. Keunikan dari gereja hasil rancangan seorang pastornya yang bernama, Antonius Dijkmans ini, terlihat pada dua menara yang mengapit pintu masuk. Di atas menara tersebut ada dua menara kecil lain yang tersusun dari rangkaian besi. Demikian juga dengan menara ketiga. Pada puncak setiap menara terdapat lonceng kuno yang dibuat sekitar tahun 1800 sampai awal 1900-an.



Gedung Sate
Di Kota Bandung yang sejuk, Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya.
Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924.

Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang "berani beda" dan tak populer di zamannya.


Kini, di depan bangunan ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang gugurnya para pejuang Jawa Barat saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka. Setiap hari Minggu atau hari libur nasional, gedung ini selalu dipenuhi wisatawan.


Usai menikmati kemegahan gedung ini dari luar, Anda bisa menuju menaranya untuk menyaksikan benda-benda bersejarah. Atau bisa juga sekadar bersantai di kafe yang ada di gedung ini sambil menikmati suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan segar.


Lawang Sewu

Membahas tentang arsitektur atau bangunan tua di Indonesia, tentu tak bisa lepas dari sebuah bangunan legendaris yang berdiri kokoh di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simpang Lima, yaitu Lawang Sewu. Bangunan yang artinya adalah "seribu pintu" ini, sesungguhnya bukan nama sebenarnya yang diberikan untuk bangunan ini.

Nama tersebut menjadi legendaris karena banyaknya jumlah pintu yang terdapat pada gedung keno ini. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini merupakan salah satu karya terbaik arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang.


Pemerintah Kota Semarang sendiri telah menetapkan Lawang Sewu sebagai salah satu gedung yang dilindungi. Predikat ini layak disandang oleh Lawang sewu karena gedung ini juga merupakan saksi sejarah Indonesia saat pecahnya perang sengit selama 5 hari di Semarang, antara Angkatan Muda Kereta Api melawan kompetai dan Kido Buati, Jepang.


Gereja Blendug

Sebagai bangsa yang paling lama "menduduki" negeri ini, Belanda juga meninggalkan jejaknya di Kota Semarang. Coba saja lihat kawasan kota lama yang ada di Ibukota Provinsi Jawa Tengah itu. Anda akan menjumpai banyak bangunan tua yang bergaya masa kolonial. Dari sekian gedung yang berjajar di tepi jalan, Gereja Blendug adalah salah satu bangunan tua yang menarik.

Dibangun sekitar tahun 1753 oleh komunitas Belanda yang dulu menghuni kawasan ini, Gereja Blendug merupakan gereja tertua di Jawa Tengah yang masih terawat sampai sekarang. Blendug sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti kubah, mengacu pada atap yang ada di gereja ini.


Bentuk atapnya yang melengkung dan berwarna merah, terasa kontras dengan dindingnya yang dicat warna putih. Empat pilar kokoh serta menara kembarnya yang khas di bagian depan juga menjadi ciri khas gereja yang kini bernama resmi GPIB Immanuel ini. Gereja Blendug telah menjadi ikon Kota Semarang dan selalu menjadi lokasi persinggahan wisatawan sejarah maupun para pecinta fotografi.


Mesjid Agung Palembang

Palembang tak hanya terkenal dengan pempek atau kain songketnya. Kota di tepian Sungai Musi ini juga dihiasi bangunan dengan arsitektur mengagumkan seperti terlihat di Mesjid Agung Palembang.

Berlokasi tak jauh dari Plaza Benteng Kuto Besak, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Mesjid Agung Palembang mulai dibangun ketika Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, tepatnya tahun 1738. Pada zamannya, mesjid ini dipercaya sebagai salah satu rumah ibadah terbesar yang pernah ada.


Meski digarap oleh seorang arsitek Eropa, pengaruh Cina ikut muncul pada wajah mesjid ini. Hal itu ditandai oleh bentukan limas dan hiasan ornamen khas Cina pada sejumlah atapnya. Paduan dua budaya ini menjadi ciri khas Mesjid Agung Palembang dan membuat banyak pelancong terkagum-kagum. Sebuah akulturasi budaya yang bisa tetap berdampingan dan saling mengisi.


Taman Sari

Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira arti dari nama Taman Sari. Areal pemandian ini merupakan kompleks bangunan yang sangat indah dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Meskipun sempat luluh lantak terguncang gempa, saat ini Taman Sari sudah kembali terlihat cantik.

Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Bangunan ini juga mencerminkan style yang multikultur (Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Nasrani, dan Islam). Kolam mungil dengan air mancurnya yang jernih dan pohon-pohon berbunga, menambah keasrian tempat ini. Sekaligus menjadikannya sebagai lokasi peristirahatan yang sempurna.


Tongkonan

Selain bangunan peninggalan kolonial, Indonesia juga memiliki sejumlah rumah adat dengan bentuk atau desain yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era modern yang menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok manusia yang masih mencintai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Dan Tongkonan, rumah adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi Selatan, adalah salah satunya.

Tongkonan memang memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah adat lainnya. Rumah ini berupa rumah panggung dari kayu. Atapnya yang terbuat dari susunan bambu yang dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung seperti perahu telungkup, membuat rumah ini mirip dengan Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minang atau Batak. Dinding rumah yang terbuat dari kayu, juga diukir dengan aneka ukiran khas Toraja.


Ciri lain yang paling menonjol pada Tongkonan adalah adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk indah yang disusun pada sebuah bang utama di depan setiap rumah. Jumlah kepala kerbau yang ada di setiap rumah bisa berbeda. Semakin banyak "hiasan" ini di sana, maka semakin tinggi derajat keluarga yang tinggal di dalamnya. Karenanya. Tongkonan juga menjadi salah satu daya tarik wisata Tator dan banyak diminati para pecinta foto.


Jembatan Mahakam

Bicara soal arsitektur tak terbatas hanya pada bangunan, rumah atau gedung. Nah, untuk kategori ini, Jembatan Mahakam 2 atau yang juga dikenal dengan Jembatan Tenggarong di Kalimantan Timur, menjadi salah satu pilihan.

Melintang di atas Sungai Mahakam di tepian Kota Tenggarong, jembatan ini adalah yang ke dua setelah Jembatan Mahakam I yang berada di tengah Kota Samarinda. Namun demikian, Jembatan Mahakam 2 mempunyai desain yang menarik dibanding "saudara tuanya" atau jembatan lainnya di Nusantara. Jembatan ini tergolong suspension cable bridge dan berdesain nyaris sama dengan Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat.


Wajar saja bila jembatan yang membentang sejauh sekitar 710 meter ini tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Menjelang senja, lampu-lampu yang terpasang pada tiang dan kebel-kabelnya akan menyala dan menyajikan sebuah panorama yang indah.


sumber: http://www.mobile13th.co.cc/2010/12/inilah-11-bangunan-bersejarah-di-tanah.html