UP
    Latest News

10 Controversial Magazine Covers

10 Controversial Magazine Covers

10. Wired (June 1997)

Pray.

iPray

I personally bought this issue of Wired, being a huge Apple fan, and still have it to this day. The graphical power of this cover is amazing and the desperation of Apple is evident. If you were a computer owner, PC or Apple, this cover was of interest. Depicting the impending death of the biggest brand on the planet, at the time, was bound to stir up trouble. The article inside, “101 Ways to Save Apple,” is great reading especially now that Apple is dominating the creative/tech landscape.

9. Entertainment Weekly (May 2, 2003)

Three Chicks in Trouble

Being naked on the cover is nothing new these days but The Dixie Chicks appear naked on this cover of Entertainment Weekly with tattoos that read “Boycott,” “Traitors,” “Dixie Sluts” and “Proud Americans” on their bodies. This was on the heels of Dixie Chick member Natalie Maines criticisms of the impending invasion of Iraq by America. Some Americans boycotted The Dixie Chicks music and concerts for months even after this issue allowed them to further speak their mind

8. TIME (April 8, 1966)

Rumors of My Death…

Any time someone questions God you are going to get controversy and this Time magazine cover from April 8, 1966 was no exception. This was the first time the magazine used an all type cover, but the question “Is God Dead?” was the bigger issue and the article inside which preached the “death of God” inflamed readers.

7. TIME (January 2, 1939)

For Better or Worse

On January 2, 1939, Time Magazine published its annual Man of the Year issue. For the year 1938, Time had chosen Adolf Hitler as the man who “for better or worse” had most influenced events of the preceding year. The cover picture featured Hitler playing “his hymn of hate in a desecrated cathedral while victims dangle on a St. Catherine’s wheel and the Nazi hierarchy looks on.”

6. Babytalk (August, 2006)

The Breast of Ideas

Readers of the August 2006 US parenting magazine, Babytalk were up in arms over the publication’s cover depicting a woman breastfeeding, with many calling the photo offensive and disgusting. The whole point of the cover was to bring focus to the controversy surrounding breastfeeding in the United States, where a survey found that 57 percent were opposed to women breastfeeding in public.

5. Vogue (April, 2008)

Twas Beauty That Killed The Beast

One of the more recent covers to illicit controversy was the Vogue cover with basketball superstar LeBron James who shares the April cover of the magazine with supermodel Gisele Bundchen. The controversy stems from the opinion that his screaming face and cradling of a blond woman has racial overtones in its resemblance to the movie poster of King Kong and Fay Wray.

4. Art Monthly (July, 2008)

In the Eyes of the Beholder…

Art Monthly, Australia magazine sparked outrage over naked images of children by publishing an image of a six-year-old Olympia Nelson on its July cover and two shots inside. The magazine’s editors said the images were chosen as a protest against an uproar over similar pictures by artist Bill Henson. The shot of Olympia was taken in 2003 by her mother, Melbourne photographer Polixeni Papapetrou.
I have blurred portions of the photo as not to offend any readers. You can see the unedited version on the Art Monthly site.

3. Playboy (October 1971)

Black and White

While many Playboy covers can be considered controversial, this cover makes the list for breaking the color barrier which features an African-American on the cover for the first time. Darine Stern sits in a Playboy bunny chair on this October 1971 Playboy cover.

2. Golfweek (January, 2008)

Controversy becomes Controversy

Even in today’s more enlightened age Golfweek pushed the envelope a little too far. On Jan. 19, 2008 Golfweek magazine chose the image of noose to illustrate a story about a TV anchor’s racially tinged comments, but the graphically powerful photo of a noose became a controversy all its own. The editor was fired after a public backlash of negative comments.

1. Esquire (April 1968)

Ouch, Standing Up for Beliefs Can Hurt

When it comes to controversial covers it helps to start with a controversial personality and Muhammad Ali was never one to hold his tongue or his opinions. In this April 1968 Esquire magazine cover, “The Greatest Of All Time” is depicted as the martyred Saint Sebastian, patron saint of athletes. St. Sebastian was pierced with arrows for his religious beliefs. Ali is similarly pierced by six arrows, as Esquire defended his refusal to be drafted into the U.S. Army because of his own religious beliefs. He was convicted of violating the Selective Service Act and stripped of his title.

Honorable Mention

TIME (April 14, 1997)

Coming Out…Again
Yep, she is gay and this cover came out and stated as much. Time magazine featured Ellen DeGeneres with the words, “Yep, I’m Gay” in bright red bold letters as part of Ellen’s coming out party, making her television’s first openly gay star. The television character played by DeGeneres on Ellen came out later that month. Coming out twice is quite the feat, and doubly controversial.

5 Alasan Anda Perlu Lebih Sering Berciuman

5 Alasan Anda Perlu Lebih Sering Berciuman

Berciuman tentu menyenangkan. Saat itulah kita merasa begitu menyatu dengan pasangan, mampu merasakan debar jantung dan hembusan nafasnya. Bersatunya bibir dan lidah yang kita anggap terjadi begitu saja ketika kita merindukan si dia, ternyata memiliki banyak makna. Anda ingin tahu manfaat baiknya untuk tubuh Anda?

1. Berciuman bisa mendorong imunitas. Sebuah studi yang dilaporkan di jurnal Medical Hypotheses mengatakan bahwa berciuman mampu meningkatkan imunitas wanita dari Cytomegalovirus. Cytomegalovirus (merupakan bagian dari TORCH), ditularkan melalui kontak mulut ke mulut, dapat menyebabkan kebutaan pada bayi dan cacat lahir lainnya jika sang ibu tertular saat hamil. Namun virus ini tidak berbahaya untuk orang dewasa. Berciuman sudah lama diperkirakan dapat meneruskan virus tersebut, dan menguatkan daya tahan tubuh.

2. Berciuman membantu Anda memilih pria terbaik. Bagaimana mungkin? Anthropolog
Helen Fisher menggambarkan ciuman sebagai "alat penilai pria". Kebanyakan lapisan luar otak mampu menangkap sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Sebanyak 5 dari 12 saraf tengkorak kepala mengambil data dari sekitar mulut, untuk merasakan perasaan paling sensitif, entah itu dengan cara mengecap, mencium, dan menyentuh. Ketika Anda mencium seseorang, bukankah Anda dapat melihat, merasakan, dan mendengarkan perasaannya? Jadi, berciuman bukanlah sekadar ciuman. Berciuman, menurut Fisher, merupakan suatu "iklan" yang mendalam mengenai siapa Anda, apa yang Anda inginkan, dan apa yang dapat Anda berikan.

3. Berciuman membuat otot-otot wajah tetap kuat. Saat mempertimbangkan kebugaran tubuh, perut yang rata dan kencang serta pinggul yang bebas selulit selalu menjadi perhatian utama. Namun jangan remehkan latihan yang didapatkan mulut melalui sesi berciuman. Para peneliti mengatakan bahwa kita menggunakan 30 otot saat berciuman, dan hal ini membuat pipi tetap kencang.

4. Berciuman dapat membuat Anda rileks secara alami. Laporan ilmiah mengatakan bahwa berciuman meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang menenangkan tubuh, dan juga meningkatkan endorphin, hormon yang memberikan rasa senang. Saling bertukar liur juga dilaporkan mampu meningkatkan dopamin, hormon yang memberikan perasaan romantis.

5. Yang terakhir, Anda tentu tak akan lupa. Berciuman dapat membakar kalori. Hasil penelitian yang dilaporkan memang berbeda-beda, namun jumlah kalori yang dibakar per menit antara 2 - 6 kalori. Jika dibandingkan sesi jogging di treadmill atau sekitar kompleks. Bayangkan bila Anda melakukan sesi bercinta sambil terus berciuman. Anda mungkin akan membakar setengah genggam cokelat yang Anda nikmati sebelumnya.

sumber: http://www.mypepito.info/2010/02/5-alasan-anda-perlu-lebih-sering.html

Proses Terbentuknya Pulau Jawa

Proses Terbentuknya Pulau Jawa


Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya.

Konon, proses tersebut terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata. Konon karena itulah pulau Bali sampai kini masih dikenal sebagai pulau Dewata, karena juga merupakan potongan dari benua Sweta Dwipa atau Jawata.
Mengingat kalau dulunya anak benua India dan Sweta Dwipa atau Jawata itu satu daerah, maka tidak heran kalau ada budayanya yang hampir sama, atau mudah saling menerima pengaruh. Juga perkembagan agama di wilayah ini, khususnya Hindu dan Budha yang nyaris sama.
sumber: http://www.strov.co.cc/2010/02/proses-terbentuknya-pulau-jawa.html

Benarkah Barcode Berhubungan Dengan "666" Atau Simbol Setan?

Benarkah Barcode Berhubungan Dengan "666" Atau Simbol Setan?

Barcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Perkembangan demi perkembangan global ini, membuat kalangan yang sejak awal mencurigai ada misi tersembunyi di balik penggunaan Barcode, semakin yakin dengan kecurigaannya. Mereka kebanyakan berlatar belakang sebagai Simbolog, Penulis, Peneliti, dan Pengkaji Alkitab.
Salah satunya adalah Mary Stewart Relfe, PhD. Perempuan pengusaha sukses dari Montgomerry, AS, yang juga berprofesi sebagai seorang pilot sekaligus instruktur peralatan Multi Engine Instrument Flight, telah menulis dua buah buku best-seller yang menyoroti konspirasi ini. Salah satunya berjudul “666 The New Money System” (1982).
Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia
Tiga TahapanMenurut Stewart, upaya Konspirasi untuk menguasai dunia dalam hal pengidentifikasian dan pengendalian dunia terbagi dalam tiga tahapan: tahap pertama dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal bagi langkah-langkah ini.
Tahap kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal. Penggabungan dua kodifikasi angka ini menjadi kode-kode batangan (Barcode) yang mirip dengan Barcode pada produk manufaktur yang telah diterapkan tiga tahun sebelumnya.
Awalnya diterapkan pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya. Namun pada perkembangannya juga mulai diterapkan pada manusia. Target utama tahap kedua ini adalah pemerintahan, perbankan, dan perusahaan-perusahaan pembuat kartu-kartu pintar (Smart Card).
Tahap ketiga meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi Konspirasi.
Angka IblisPara pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu rahasia paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.


Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka. Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.
Jadi, seluruh UPC Barcode yang tersebar di dunia ini memiliki rangka 666. Dalam bukunya, Mary Stewart Refle mengutip salah satu ayat Alkitab: “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah: 666” (Wahyu 13: 16-18)
Stewart meringkas bahaya dari Konspirasi dalam hal Barcode: “Penerapan teknologi Barcode pertama kali dilakukan pada produk barang, disusul kemudian pada kartu, dan akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang kontan… “

Sumber :http://misteridunia.wordpress.com/2008/09/30/angka-666-dan-simbol-satanisme-part2/

Mengapa Dokter Bedah Menggunakan Baju Hijau?

Mengapa Dokter Bedah Menggunakan Baju Hijau?
Semula memang yang digunakan adalah warna putih yang melambangkan kebersihan. Namun, seorang dokter berpengaruh menggantinya dengan warna hijau karena menurut dia warna hijau lebih nyaman di mata.




Walaupun sulit dikonfirmasi mengapa warna hijau jadi populer karena alasan ini, hijau memang cocok bagi dokter untuk melihat lebih baik di ruang pembedahan, karena hijau adalah lawan dari warna merah dalam roda warna.

Menurut seorang ahli psikologi, melihat pada warna hijau dapat menyegarkan mata ahli bedah dalam melihat benda-benda bewarna merah, termasuk organ-organ tubuh yang berlumuran darah saat pembedahan. Melihat warna merah terus menerus menyebabkan sinyal warna merah di otak memudar sensifitasnya terhadap variasi warna merah.

Alasan lainnya adalah, terus-menerus berfokus pada warna merah akan menyebabkan ilusi nofa berwarna hijau pada latar warna berwarna terang atau putih. Ini akan menggangu penlihatan dokter. Jika warna baju ahli bedah berwarna hijau, ilusi ini akan memudar dan tidak akan mengganggu penglihatan dokter.

sumber: kaskus.us