UP
    Latest News

Pakar telematika Roy Suryo jadi MENPORA yang Baru ?

Pakar telematika Roy Suryo jadi MENPORA yang Baru ?
Anggota Komisi I DPR RI yang juga pakar telematika , Roy Suryo disebut akan menggantikan Andi Mallarangeng menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Seperti dikonfirmasi Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok Penunjukan Roy sebagai Menpora dipilih langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ya, saya dengar begitu. Sudah definitif. Langsung ditunjuk dari Pak SBY," ucap Mubarok di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1) .

Menurut Mubarok nantinya Roy Suryo akan meneruskan program-program jangka pendek Menpora terlebih dahulu. Terutama membudayakan olahraga di masyarakat sambil membina atlet-atlet yang ada. Terkait dengan penunjukan Roy, keputusan itu diambil dalam majelis tinggi Partai Demokrat.

Sebelumnya, Roy Suryo memang dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), siang tadi. Keduanya terlibat pembicaraan sejak pukul 10.30 WIB. Belum diketahui apa isi perbincangan antara keduanya. Banyak yang menduga, perbincangan ini terkait posisi Menpora yang kosong setelah ditinggalkan Andi Mallarangeng.

Ketika dikonfirmasi, Roy membenarkan dipanggil oleh SBY. Meski demikian, dia tidak menjawab soal dirinya dicalonkan menjadi menpora. "Dipanggil iya, tadi. Tapi tunggu pengumuman resmi presiden," ujar Roy ketika ditanya , Kamis (10/1).

Ketika ditanya perihal kemungkinan mengisi posisi Menpora, Roy meminta agar menunggu pengumuman presiden dalam waktu dekat. "Hahaha, tapi tunggu saja pengumuman resmi presiden besok," imbuhnya. (mdk/mac)

Sekjen PSSI yang sah adalah Togar Manahan Nero Bukan Halim Mahfudz

Sekjen PSSI yang sah adalah Togar Manahan Nero Bukan Halim Mahfudz
Ketua Komisi Disiplin, Togar Manahan Nero ditunjuk sebagai Sekjen PSSI berdaulat hasil KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mattalitti pada rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan jadi dengan demikian jangan percaya oleh orang bernama halim mahfudz yang mengaku - ngaku sebagai sekjen pssi . Entah mahkluk siapa yang menunjuknya menjadi sekjen sedangkan pemilik suara sah PSSI adalah yang dibawah ketua PSSI berdaulat La Nyalla Matalitti.
Selain menetapkan sekjen yang sebelumnya dijabat seorang pelaksana tugas pada rapat Komite Eksetutif tersebut juga menetapkan anggota Komisi Disiplin, komisi Banding, dan Badan Arbitrase.
’’Selain menunjuk Sekjen dalam rapat Komite Eksekutif kemarin, juga menentapkan anggota Komisi Disiplin, Komisi Banding, serta Badan Arbitrase PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti.’’ papar Togar.
Dikatakan, penunjukannya sebagai Sekjen, karena jabatan itu sementara masih kosong dan hanya dikendalikan oleh pelaksana tugas yakni, Tigor Shalomboboy. Sedangkan, untuk Komisi Disiplin yang diketuai Hinca Panjaitan, dan wakil Ketua M Ma'ruf Syah, ditetapkan anggotanya, M Nigara, Arief Prayitno, serta Ashari Rangkuti.
’’Anggota Komisi Disiplin akan tambah dari perwakilan 18 klub peserta Indonesia Super League (ISL) dan setiap menangani kasus nanti akan dibentuk badan ad-hoc, ‘’ ungkapnya.
Dikatakan, dalam rapat Exco juga telah ditetapkan Muhammad Muchtar sebagai Ketua Komisi Banding dan anggotanya adalah, Yedidiah Soejosoemarno, dan M Abidin. Sedangkan, Ketua Arbitrase ditunjuk TM Nurlif yang sebelumnya dijabat Erwin Tobing, dan anggotanya, Irawadi Hanafi, ditambah dari pengurus Pengprov PSSI, (sf)

La Nyalla : Wartawan Bodrek Jangan Suka Plintir Berita

La Nyalla : Wartawan Bodrek Jangan Suka Plintir Berita
La Nyalla Mattalitti menyalahkan pihak media mengenai pembentukan dan pengelolaan Timnas Indonesia. Dedengkot KPSI tersebut menuding bahwa wartawan Bodrek telah memperlintir berita sehingga seolah-olah hanya PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang berhak membentuk timnas. Padahal, lanjut La Nyalla Mattalitti, faktanya tidak seperti itu.
Menurutnya, kesepakatan yang sesungguhnya adalah bahwa PSSI hanya berhak mengurusi administrasi timnas saja, sedangkan mengenai pembentukan timnas sepenuhnya berada di bawah wewenang Komite Gabungan. Namun, gara-gara wartawan seperti yang dituduhkan La Nyalla Mattalitti, PSSI yang mendapat untung mengenai masalah ini.
”Tetapi wartawan saja yang suka melintir-melintir berita seolah-olah pembentukan timnas berada di PSSI. Yang ke PSSI itu hanya administrasinya saja, kalau manajemen timnas harus yang benar-benar profesional,”tukas La Nyalla Mattalitti belum lama ini.
Oleh karena itu, La Nyalla Mattalitti dan KPSI bersikeras tidak akan mengizinkan para pemain Indonesia Super League (ISL) ke Timnas Indonesia selama PSSI masih dipimpin oleh Djohar Arifin Husin.
KPSI baru akan melepas para pemain ISL ke timnas apabila dipanggil oleh task force yang dibentuk oleh Kemenpora. Sedangkan Komite Gabungan yang telah diamanatkan untuk menyelesaikan dualisme di persepakbolaan nasional justru sudah tidak terdengar lagi kabarnya setelah sekian kali menemui jalan buntu.
 “Kalau ke task force saya bisa melepas pemain (ke Timnas Indonesia). Menpora juga mengungkapkan bahwa timnas dikelola oleh suatu badan yang independen,” ujar La Nyalla Mattalitti.

(gh)

Ferry Rotinsulu : Mogok Main yang Dilakukan Bepe Tidak Tepat

Ferry Rotinsulu : Mogok Main yang Dilakukan Bepe Tidak Tepat
Sriwijaya FC diperkirakan tidak bisa memainkan empat pemain andalannya ketika menjamu Barito Putra di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (11/01) sore. Terbaru, Ponaryo Astaman dan Ferry Rotinsulu didiagnosa mengalami retak tulang dan harus menjalani istirahat.
Sebelumnya Aliyuddin sudah pasti absen lantaran dalam tahap pemulihan cedera lutut, sedangkan Erick Weeks Lewis belum pasti tampil karena masih dalam perjalanan menuju Palembang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboraturium medis dan dilakukan rontgen memang benar ditemukan kejanggalan dari hasil rontgen yang dilakukan terhadap kedua pemain tersebut. Bahkan cedera Ponaryo dan Ferry dinilai fisioterapi lumayan parah sehingga memerlukan waktu istirahat yang cukup lama.
Menurut Rudius, fisiotherapy tim Sriwijaya FC, Ponaryo didiagnosa  fraktur (retak) dorsum calcanius dextra. Cedera tersebut didapat Ponaryo saat melakoni partai final Inter Island Cup (IIC) tahun lalu. “Cidera Ponaryo cukup serius karena mengalami keretakan pada punggung kaki di dekat bagian engkel. Sekilas memang tidak terlihat namun ini sangat terasa bagi yang mengalaminya,” jelasnya.
Sementara hasil diagnosa rontgen yang dilakukan terhadap Ferry Rotinsulu juga dinilai cukup parah karena cedera yang dialaminya merupakan cedera kambuhan. Mantan kiper timnas Indonesia itu mengalami retak tempurung tulang lutut dan tulang paha bagian belakang (Fraktur Os patella Sinistra Dan fraktur Distal Sinistra). “Untuk Ferry cederanya kambuhan, namun ini lebih parah karena retak yang dialaminya di dua tempat, yaitu bagian tempurung lutut dan tulang paha bagian belakang,” tandasnya.
Ferry ketika dibincangi di Mess pemain, mengaku terkejut ada informasi yang menyebutkannya mogok bertanding. ”Saya benar-benar kaget, karena tidak pernah sekalipun berfikir untuk mogok bermain. Saya juga tahu masalah yang dialami teman-teman, tapi mogok main seperti yang dilakukan bepe tidak tepat, karena bisa mengganggu kekompakan tim,” ungkap Ferry.
Dalam sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin sore, Ponaryo menjalani latihan terpisah. Sementara Ferry sama sekali tidak ikut latihan. Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi sangat kecewa munculnya tudingan Ponaryo dan Ferry mogok bertanding. Menurutnya, tudingan tersebut bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu soliditas tim. “Mereka berdua (Ponaryo dan Ferry, Red) memang sedang mengalami cedera bukan karena mogok karena gaji belum dibayar. Bukti pemeriksaan juga ada, saya heran kok ada tudingan yang tidak beralasan mengenai keduanya,” imbuhnya. (sg)

Mitra Kukar Incar Pemain Argentina

Mitra Kukar Incar Pemain Argentina
Mitra Kukar berencana mendatangkan pemain asing untuk melengkapi skuad yang ada saat ini. Tersisanya dua slot memungkinkan hal itu terjadi. Selain memaksimal kuota pemain asing, variasi permainan menjadi alasan lain manajemen berburu pemain impor.

“Dia adalah pemain yang berposisi sebagai penyerang. Kami sudah melakukan penjajakan,” ujar Direktur Keuangan Mitra Kukar Aji Ari Junaidi.

Dijelakan Ari, pemain tersebut berasal dari Argentina. Untuk kejelasan identitas, Ari belum bisa membeberkan. “Jika tidak ada halangan, dua atau empat hari lagi, dia sudah bergabung bersama tim,” lanjut Ari.

Lini depan Naga Mekes diakui memerlukan tambahan pemain. Sejauh ini, baru 2 penyerang yakni Jajang Mulyana dan Esteban Herrera yang masih jadi tumpuan. Masalahnya, jika salah satu atau bahkan keduanya absen, pelatih Stefan Hansson tidak memiliki pilihan lagi.

“Pemain yang ingin bergabung harus menjalani tes dan seleksi dulu, termasuk pemain asing asal Argentina itu,” tegas Ari.

Seleksi jadi prosedur baku yang dilakukan manajemen untuk memastikan kualitas calon pemain. Mitra Kukar berencana menggemukan skuadnya menjadi 28 pemain.  Jumlah tersebut dirasa cukup untuk bersaing di Indonesia Super League (ISL) 2013.

Untuk pemain asing, tercatat baru tiga orang, yakni duo Argentina, Esteban dan Paolo Frangipane serta Jovo Pavlovic asal Australia.(sf)

Ronaldo Ikut Seleksi Persisam

 Ronaldo Ikut Seleksi Persisam
tidak butuh waktu lama bagi Persisam Putra untuk mendapatkan pengganti Pape Guaye, yang telah dipulangkan. Kemarin (9/1), Pesut Mahakam kedatangan pemain asal Brasil Ronaldo Barbosa. 

Pemain 30 tahun itu sudah ikut bergabung dalam latihan yang digelar Persisam di Lapangan Paskhas, Pekanbaru. Asisten pelatih Persisam Erik Ibrahim menuturkan, status Ronaldo yang masih dalam tahap seleksi membuat dia wajib mengeluarkan kemampuan maksimal.

“Kemampuannya masih harus terus dipantau, kerena masih dalam tahap seleksi. Dia juga terlihat belum menunjukkan permainan terbaiknya,” ujar Erik.

Mengenai skill yang dimiliki pemain 180 cm tersebut, Erik mengapresiasinya. Ronaldo dinilai mempunyai kemampuan di atas Pape Guaye. “Tapi mengenai keputusan akhir nasibnya di Persisam, sepenuhnya wewenang pelatih (Sartono Anwar),” jelasnya.

Disampaikan Erik, meski nantinya direkrut, Ronaldo dipastikan tidak bisa dimainkan kala bertemu PSPS Pekanbaru. Karena belum bisa adaptasi, proses administrasi juga akan memakan waktu yang cukup lama.

Di tengah kompetisi yang sudah berjalan, Persisam memang lebih selektif lagi dalam mengontrak pemain. Jangan sampai mendatangkan pemain yang kualitasnya justru setara dengan pemain lokal. Apalagi mengingat kasus Fortune Udo, di mana telah terjadi kesepakatan tapi Fortune rupanya masih terikat dengan klub lamanya di Liga Vietnam.(hf)

Berbeda dengan Jean Paul Boumsong. Pemain Kamerun itu ngebet ingin merumput di Stadion Segiri, namun apa lacur, dia sudah dikontrak Persebaya Surabaya DU.