UP
    Latest News

Chelsea ke Indonesia , Rahmad Darmawan Siapkan Kamera

Chelsea ke Indonesia , Rahmad Darmawan Siapkan Kamera
Rencana kedatangan Chelsea ke Indonesia, direspon oleh Rahmad Darmawan. Sebagai seorang fans Chelsea, RD, sapaan akrab pelatih yang kini menangani Arema Indonesia itu mengaku akan memanfaatkan momen kedatangan Chelsea untuk bertemu sekaligus berfoto dengan para penggawa London Biru.
"Saya sudah menjadi fans Chelsea ketika masih diperkuat Gianfranco Zola dan Ruud Gullit. Saya berharap nantinya bisa berfoto dengan pemain Chelsea. Siapa saja? Ya, Frank Lampard, Joh Terry, dn Ashley Cole," kata RD di Jakarta, Jumat (8/2).
Chelsea sendiri akan datang ke tanah air dan akan melakukan laga eksibisi melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 25 Juli 2013. Menurut Direktur Konsumer dan Ritel Bank Negara Indonesia (BNI), Darmadi Sutanto, Chelsea akan hadiri dengan skuad inti. Hal ini juga disampaikan oleh President Commisioner MyEvents Indonesia, Justinus Lhaksana, selaku pihak promotor.
Sebelum ke Indonesia, dalam tur Asia jelang berlaga di musim 2013/14, skuad Roman Emperor juga akan mengunjungi dua negara Asean lainnya: Thailand dan Malaysia. Sama seperti di Indonesia, skuad John Terry dkk. juga akan melakoni laga eksibisi, masing-masing melawan Singha Thailand All-Star XI di ajang Singha Cup yang digelar di Stadion Nasional Rajamanagala, Bangkok, pada 17 Juli dan Malaysia XI di Stadion Shah Alam, pada 21 Juli.(dg)

IPL dipastikan Tanpa Arema Palsu dan Persebaya Palsu

IPL dipastikan Tanpa Arema Palsu dan Persebaya Palsu
Atmosfir Kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim ini terancam tak akan seru. Pasalnya dua klub kloningan yakni Arema palsu dan Persebaya palsu terancam tak ikut kompetisi yang digelar mulai Februari ini.

Persebaya palsu sendiri terancam tak bisa kompetisi IPL lantaran CEO Gede Widiade angkat tangan mengenai pengelolaan klub, sementara Arema palsu ditinggalkan oleh investor PT Setia Bina Nusa selaku anak perusahaan Ancora.

Pelatih Arema palsu, Dejan Antonic mengaku prihatin dengan kondisi Arema palsu dan Persebaya palsu. Menurutnya, kompetisi IPL tidak akan seru tanpa keikutsertaan dua tim kloningan asal Jawa Timur ini. Apalagi pertandingan yang mempertemukan keduanya menjadi salah satu daya tarik di kompetisi IPL.

"Mau jadi apa IPL ini jika tanpa Arema dan Persebaya? Setahu saya dua tim ini adalah magnet di IPL," kata Dejan Antonic Jumat (8/2/2013).

Selain situasi pelik yang menimpa Arema palsu dan Persebaya palsu, lanjut Dejan, sejumlah klub yang berlaga di IPL juga terlilit masalah finansial. PSM Makassar misalnya, hingga kini pemain belum menerima gaji selama beberapa bulan. "Kalau kondisnya seperti ini, yang jelas jangan sampai menyalahkan pemain dan pelatih. Itulah pemikiran saya, terserah orang mau terima atau tidak terima," tutur mantan pemain Persebaya ini.

Dengan kondisi tersebut, Dejan menilai PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku regulator kompetisi IPL dinilai tidak profesional dalam menjalankan kompetisi. "Kalau liga hancur, timnas juga hancur, siapa yang salah. Menurut saya LPIS tidak profesional," imbuhnya.

Pelatih asal Serbia ini mengaku, sangat disayangkan jika Arema palsu tak bisa berlaga di IPL.

"Arema (arema palsu , red)  punya historis yang besar, jangan sampai rasa ego individu membuat tim ini hancur. Saya berada disini untuk bantu Arema, tak hanya cari uang," tandas Dejan. [num/but]

Djohar Arifin :Manuel Blanco Cuma Jadi Pembantunya Nil Maizar

Djohar Arifin :Manuel Blanco Cuma Jadi Pembantunya Nil Maizar
– Sejumlah kalangan mempertanyakan nasib pelatih Nilmaizar, setelah Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, Kamis (7/2/2013) kemarin menunjuk pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco, menangani tim nasional senior dan timnas U-23 Indonesia, untuk SEA Games 2013.
Menjawab hal itu, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menegaskan bahwa hingga saat ini Nilmazair tetap menjadi pelatih timnas Indonesia. “Saya tegaskan Nilmaizar tetap melatih timnas senior,” ujarnya saat dihubungi Jumat (8/2/2013).
Menurut Djohar, kehadiran Luis Manuel Blanco adalah merupakan buah pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, beberapa waktu lalu. "Kami berterimakasih kepada Presiden SBY yang peduli dengan sepakbola nasional," kata Djohar Arifin Husin.
Menurutnya, alasan penunjukan mantan pelatih Timnas China U-20 itu dikarenakan Blanco dinilai sosok yang tepat untuk membantu meningkatkan prestasi timnas. Sebab dalam waktu dekat, Indonesia akan mengikuti ajang SEA Games 2013 di Myanmar dan Piala AFF 2014.
Diungkapkannya, Blanco nantinya akan membantu Nilmaizar maupun Aji Santoso, untuk membuat program bagi Timnas Indonesia, baik senior maupun U-23. Mengenai teknis peran pelatih asal Argentina itu di dalam timnas, dia menyerahkannya kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI Bidang Timnas. "Bagaimana teknisnya, nanti akan dibawa dalam rapat yang akan dipimpin Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy," kata Djohar.
Sementara itu salah seorang anggota Exco PSSI, Bob Hippy menegaskan, bahwa Nilmaizar tetap melatih timnas senior Indonesia. “Tidak ada yang berubah, Nil masih harus menyiapkan tim untuk menghadapi pertandingan melawan Irak, 23 Maret nanti," katanya.(goy)

Pelatih dan Pemain Persidafon Sudah Teken Kontrak

Pelatih dan Pemain Persidafon Sudah Teken Kontrak
Pelatih dan pemain klub Persidafon Dafonsoro hingga kini masih menunggu realisasi gaji dan kontrak dari manajemen yang dijanjikan dibayarkan dalam waktu dekat.
Pelatih Persidafon Dafonsoro, Erens Pahelerang ketika dihubungi , Kamis mengatakan, jika pemain Persidafon telah melakukan tanda tangan kontrak dan tinggal menunggu realiasinya.
“Kami pelatih dan pemain sudah ada kesepakatan dan ikat kontrak dengan Persidafon, namun saat ini sedang menunggu realiasi atau pencairan gaji dari kesepakatan tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah terbayarkan,” harap Erens.
Ia mengaku, jika ada salah pengertian dengan sejumlah rekan media terkait pemberitaan belum adanya ikat kontrak. “Tolong sampaikan bahwa pemain-pemain Persidafon sudah menandatangani kontrak, hanya menunggu pencairanya dalam waktu dekat. Kemarin ada yang salah mengerti pernyataan saya,” katanya.(hf)

Nil Maizar : Kalo Mau Pecat Saya , Silahkan !

Nil Maizar : Kalo Mau Pecat Saya , Silahkan !
- Pelatih tim nasional Indonesia, Nilmaizar, angkat bicara soal keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengangkat Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala skuad Garuda.
Pelatih asal Sumatera Barat itu mempersilahkan PSSI apabila ingin mencopotnya."Ya saya sudah dengar kabar itu. Rencana ini mungkin sudah lama. Namun, silakan saja kalau PSSI mau mengganti saya. Saya tidak masalah. Biarkan masyarakat yang menilai," jelas Nilmaizar saat dihubungi wartawan, Jumat (8/2/2013).
Pelatih yang pernah membesut Semen Padang itu menyatakan berani mengambil jabatan pelatih timnas karena mendapatkan dukungan keluarga, di tengah kisruh yang melanda sepak bola Tanah Air.
Karena itu, Nilmaizar mengaku ragu Blanco bisa bekerja maksimal. "Saya diminta menjadi pelatih selama ini. Saya berpikir, bagaimana saya berjuang untuk memimpin timnas. Saya tahu, banyak di luar sana yang mencibir saya, pemain saya. Namun, saya tetap berpikir positif," beber Nilmaizar.
"Selama ini pemain, pelatih, berjuang demi Merah Putih di tengah kondisi yang kurang kondusif seperti ini. Pemain berlatih dan tim pelatih berjuang sendiri. Sekarang kalau misalkan tiba-tiba saya diperlakukan seperti ini, ya silakan," sambung pelatih berusia 43 tahun itu.
Pengangkatan Blanco sebagai pelatih timnas diumumkan langsung Ketua Umum PSSI Djohar Arifin pada Kamis (7/2/2013).
Namun, PSSI tidak bisa memastikan secara jelas posisi Blanco dan Nilmaizar karena federasi sepak bola tertinggi Indonesia tersebut tidak akan menyingkirkan Nilmaizar.
Keputusan Djohar ini juga dinilai kontroversial sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI). Anggota Exco, Bob Hippy, menyatakan, keputusan Djohar Arifin mengangkat Blanco dinilai bertentangan dengan aturan mengingat pangangkatan pelatih harus melalui rapat Exco. [kun]

MOU Pengambil-alihan PSPS hanya Secara Lisan Tapi Stadion Baru Rumputnya dari Brazil

MOU Pengambil-alihan PSPS hanya Secara Lisan Tapi Stadion Baru Rumputnya dari Brazil
 







-Upaya penyelamatan PSPS oleh Jefry Noer sudah terjadi. Warga Bangkinang, Kampar, Riau pun akan menikmati permainan Ambrizal cs bermain di Stadion Tuanku Tambusai kedepannya dalam laga kandang kompetisi ISL musim ini.

Bagaimana dengan kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PSPS dengan Jefry Noer dalam proses pengambil-alihan ini?

Direktur utama PT PSPS Anto Rahman yang dihubungi  mengatakan dalam proses ambil - alih ini, antara PT PSPS dengan Jefry Noer tidak ada melakukan penandatangan surat kesepakatan. Dikatakannya, MoU hanya secara lisan.

"Tidak ada penandatangan MoU. Tidak ada. Kita hanya MoU secara lisan dengan pak Jefry Noer," kata Anto Rahman yang dihubungi, Kamis (7/2) lewat telepon selulernya.

Dikatakannya, walau tidak ada penandatangan MoU, pihaknya percaya pada Jefry Noer dalam proses ambil-alih ini demi tujuan menyelamatkan PSPS. Apa yang telah dijanjikan Jefry Noer akan terealisasi nantinya.

"Kita percaya dengan pak Jefry Noer. Apalagi kan untuk menyelamtkan PSPS ini saya yang nawari ke pak Jefry dan pak Jefry bersedia," ujarnya.

Dikatakannya, dalam kesepakatan lisan tersebut Jefry Noer telah menyanggupi akan mencari sponsor bagi PSPS untuk bantuan pendanaan. "Pak Jefry akan cari sponsor," ujarnya.

Sebelumnya Jefry Noer  juga mengatakan ia akan membantu pendanaan PSPS musim ini. Tanpa menyebut besar dana yang disiapkan serta sumber dana, Jefry mengatakan kebutuhan perbulan PSPS akan dipenuhi.

Setelah proses ambil-alih ini, PSPS pun dipastikan akan menggunakan Stadion Tuanku Tambusai, Bangkinang dalam laga kandang. Manjamu Arema pada 12 Februari ini pun, dipastikan PSPS akan menggunakan stadion yang di Bangkinang, Kampar tersebut.

Kepastian ini didapat setelah pihak PSPS menerima surat dari PT Liga Indonesia (LI) mengenai Stadion Tuanku Tambusai. Surat persetujuan penggunaan stadion tersebut didapat pada Senin lalu.

"Surat dari PT Liga sudah kita dapat. Hari Senin kemarin kita terima. Jadi sudah pasti kita gelar laga kandang menjamu Arema di Bangkinang ini. Ini sekarang sedang persiapan di stadion," ujar

Anto pun mengatakan Stadion Tuanku Tambusai sudah standarty dan layak menggelar pertandingan se tingkat kompetisi ISL. Rumput stadion pun bagus. Mengenai kualitas rumput ini memang dibernarkan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau Emrizal. Emrizal menyebut rumput si stadion tertsebut bagus dan berasal dari Brazil.

Skuad PSPS sendiri sudah berada di Pekanbaru. Tim Asykar Bertuah sendiri bertolak dari Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis siang dan diperkirakan Kamis malam tim sudah sampai di Pekanbaru.

"Siang kami berangkat dari Palembang. Ke Jakarta dulu dan malamnya baru ke Pekanbaru," kata kapten tim Ambrizal. (*)