UP
    Latest News

Kontra Saudi Arabia , Timnas panggil Bepe , Igbonefo , Tibo , Erol Iba

Kontra Saudi Arabia , Timnas panggil Bepe , Igbonefo , Tibo , Erol Iba
Kekalahan 0-1 Timnas Indonesia oleh Irak di laga perdana Grup C kualifikasi Piala Asia 2015 membuat manajemen ingin menambah pemain. Para pemain baru itu disiapkan untuk menghadapi Arab Saudi pada 22 Maret mendatang di Jakarta.

Menurut Wakil Manajer Timnas Indonesia, Nico Dimo, pihaknya akan memanggil empat pemain lagi untuk menghadapi Arab Saudi. Keempat pemain yang diharapkan bergabung dengan skuad Merah Putih yakni Bambang Pamungkas, Titus Bonai, Victor Igbonefo, dan Erol Iba.

"PSSI berniat memanggil para pemain untuk memperkuat Timnas. Saya berharap Bambang Pamungkas, Tibo, Victor Igbonefo, Erol Iba bisa hadir saat melawan Arab," kata Nico di Jakarta, Senin (11/2).

Nico juga berharap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo bisa segera turun tangan dalam menangani problematika dualisme ini. Pasalnya, bila terus dibiarkan akan merusak citra bangsa Indonesia di mata interrnasional(9yr)

LAGi ! pemain PSMS makan nasi bungkus

LAGi ! pemain PSMS makan nasi bungkus
PSMS Medan versi PT Liga Indonesia seharusnya kembali berlatih setelah memukul PS Bengkulu 4-1, Sabtu (9/2). Namun, di lapangan Kebun Bunga tidak ada aktivitas, Senin (11/2).

Pelatih PSMS Suimin Diharja terlihat hilir-mudik dari kamarnya ke kamar asisten, Suharto. Sementara Suharto hanya tidur di kamarnya. Dikonfirmasi, Suharto tidak bisa berkata banyak. "Memang tidak latihan," ujarnya dengan nada lesu.

Sementara, Sekretaris tim PSMS Medan versi PT LI Fityan Hamdy dengan nada bercanda mengatakan, PSMS tidak berlatih hingga pertandingan berikutnya lawan PS Bangka, Kamis (14/2) mendatang.

 Penjaga gawang PSMS, Herman Batak bahkan berceloteh di status Blackberry Messenger miliknya dengan menulis, "No Money, No Training" yang berarti tidak ada uang, tidak latihan.

Namun, berdasarkan pantauan di Stadion Kebun Bunga Medan, tidak ada aktivitas dilakukan. Termasuk petugas kantin PSMS Medan yang dipimpin Misnawati tidak terlihat menyiapkan makanan bagi pemain.

Bahkan, kejadian itu sudah terjadi sejak Jumat (8/2) lalu, kantin PSMS yang biasanya sibuk dengan aktivitas masak-memasak tidak terlihat melakukan pekerjaannya. Bahkan, salah seorang koki kantin PSMS, Neneng, mengatakan, pihaknya tidak memasak lantaran tidak ada biaya dari pengurus.

"Bagaimana mau masak? Uangnya tidak ada. Ibu haji (Misnawati) juga tidak datang ke mes. Mungkin lagi pusing memikirkan ini," kata Neneng.

Pemandangan miris terjadi satu hari jelang pertandingan (Jumat 8/2). Pemain yang biasanya hilir-mudik ke dapur PSMS Medan, harus makan nasi bungkus yang dibeli dari luar. Indra terlihat hadir, tapi tidak ada perubahan pada kehadirannya itu.

Indra Sakti Harahap yang berusaha dihubungi mengenai hal tersebut melalui pesawat telepon seluler miliknya, tidak berhasil dikonfirmasi karena nonaktif.

Miris, laga perdana yang digelar dengan hasil kemenangan, malah diawali dengan kondisi klub yang serba tidak jelas. Suka cita lantaran meraih tiga poin di laga perdana tidak dirayakan lantaran kondisi keuangan yang minim.

 Entah apa yang ada di pikiran Indra Sakti dalam mengelola klub yang dipimpinnya tersebut. Tanpa dana, dirinya tetap ngotot untuk terus maju sebagai ketua umum. Bahkan, anehnya lagi, uang hasil penjualan tiket pertandingan kepada suporter dikabarkan juga dikantongi olehnya, tanpa memberikan penjelasan kepada Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan, Saryono.

 "Uang tiket suporter waktu diminta tidak ada. Suporter bilang, uangnya sudah diambil ketum (Indra Sakti)," ungkapnya.

 Masalah sebenarnya sudah mulai mendera PSMS Medan sejak lama. Kendati sudah membayar satu bulan gaji pemain namun dipotong beberapa persen, kondisi berbeda diterima pelatih. Bahkan, empat pelatih yakni Suimin Diharja, asisten pelatih Suharto, Colly Misrun dan pelatih penjaga gawang, Mardianto dikabarkan belum menerima sepeserpun dana dari Indra.

Tidak hanya itu, operasional kantin, panpel mulai dari mencetak tiket hingga oprasional lainnya, menggunakan dana dari Saryono dan manajer tim Sarwono. Tanpa dana dari Indra yang notabene merupakan penyandang dana klub satu-satunya, Saryono harus berutang dengan beberapa pihak seperti biaya keamanan, hotel tempat wasit menginap dan beberapa hal lainnya.

Demi menutup malu, beberapa ofisial harus merogoh kocek pribadinya untuk operasional. Namun, karena sudah terlampau banyak menanggung beban, akhirnya mereka pasrah dengan situasi yang terjadi.

"Jika di awal saja sudah begini, bagaimana dengan pertandingan-pertandingan selanjutnya?," ungkap salah seorang ofisial yang menolak namanya disebutkan.(dg)

Persela vs Persiram = 1-3

Persela vs Persiram = 1-3
Persiram Raja Ampat sukses meraih kemenangan tandang pertamanya kancah Indonesia Super League (ISL) musim ini. Melawat ke Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Februari 2013 ini, James Koko Lomell Cs sukses membungkam tuan rumah Persela Lamongan.

Pada laga ini Persela sebenarnya mampu unggul lebih dulu. Di menit ketujuh, Jimmy Suparno sudah membobol gawang Persiram memanfaatkan kesalahan kiper Jendry Pitoy.

10 menit berselang Persiram sukses membalas, melalui tandukan kepala Moses Banggo. Dan di menit 34, mereka mampu balik unggul lewat sontekan Daryoush Ayobi. Skor 2-1 untuk Persiram bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua pertandingan berlangsung semakin ketat. Persela yang tidak ingin dipermalukan di depan publik tampil ngotot.

Sayang, justru Persiram yang sukses menambah gol. Koko Lomell memperdayai kiper Choirol Huda untuk kali ketiga. Dia menceploskan bola ke gawang meneruskan umpan sepak pojok. Skor 3-1 untuk Persiram bertahan sampai laga bubar.

Kemenangan itu membawa Persiram naik ke posisi delapan klasemen sementara dengan raihan tujuh poin. Sementara Persela masih terpaku di posisi ke-16 dengan koleksi tiga poin saja.

Susunan pemain:
Persela:
Choirul Huda, Syaiful Lewenussa, Roman Golian, Hang San Min, Gilang Angga, Jimmy Suparno, Catur Pamungkas, Gustavo LOpez, Samsul Arif, Inkyun Oh, Mario Costas.

Persiram: Jendry Pitoy, Ronny Beroparay, Kubay Quadian, Seme Patrick, Markus Kabiay, Gideon Way, Elvis Merawan, Lee Soung Yong, Moses Banggo, Daryoush, Koko Lomell.

Persita vs Barito Putra = 1-1 , Diselamatkan Ade Jantra

Persita vs Barito Putra = 1-1 , Diselamatkan Ade Jantra
Laga yang mempertemukan dua tim promosi di Indonesia Super League (ISL) antara Barito Putera vs Persita Tanggerang berakhir imbang 1-1.

Barito sempat lebih dulu unggul dua menit sebelum pertandingan babak pertama berakhir melalui tendangan Couly Djibril setelah tendangan tendangan keras bola arah sudut gawang yang diarahkannya memperdaya kiper Persita, Mukti Aliraya, tepatnya pada menit 43.

Babak kedua ketinggalan 0-1, Persita yang tidak mau malu dihadapan pendukungnya langsung menaikan tempo pertandingan. Sementara pasukan Barito yang lebih dulu unggul tidak mau bermain bertahan hingga pertandingan terjadi saling jual beli serangan.

Bahkan, pada babak kedua tersebut Laskar Antasari mampu menguasai jalannya pertandingan. Untuk menambah gempuran lini depan Laskar Antarasi, pelatih Barito Salahudin memasukkan Mekan Nazirov dengan menarik Septa Riyanto.

Tidak puas dengan satu gol pelatih Barito kemudian memasukan darah segar Nehemia Bill Solossa yang masuk menggantikan Sugeng Wahyudi. Namun, terlena dengan serangan. Pemain belakang Barito jadi lengah.

Persita yang berambisi memenangkan pertandingan melalui serangan balik cepat menyamakan skor menjadi 1-1 melalui tendangan lambung dari kanan gawang Barito yang dimanfaatkan Ade Chandra pada menit 84 yang mengecoh kiper Barito Dian Agus.

Sebelum meluncur masuk bola Ade Chandra lebih awal membentur gawang Barito. Skor 1-1 itu pun bertahan hingga babak kedua berakhir.(fh)

Milanisti Indonesia Minta Maaf kepada Bambang Pamungkas

Milanisti Indonesia Minta Maaf kepada Bambang Pamungkas
Pendukung AC Milan lokal alias Milanisti Indonesia meminta maaf kepada Bambang "Bepe" Pamungkas saat eks pemain Persija Jakarta tersebut memperkuat Indonesia All Star Legend dalam pertandingan amal melawan AC Milan Glorie di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (9/2/2013).

"Kami tidak akan mengadakan pembenaran apa pun karena kami merasa bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi di GBK tadi sore. Dengan ini kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Mas Bepe, apabila sorakan ini menyinggung Mas Bepe sebagai penggawa Indonesia All Star," tulis Milanisti Indonesia di akun resmi twitternya @MilanistiOrId.

Bepe memang tampil menawan dengan memborong dua gol, meski Indonesia All Star Legend akhirnya menelan kekalahan 2-4. Namun, beberapa kali Bepe harus menerima teriakan bernada miring dari ribuan Milanisti yang memadati GBK.

Perlakuan Milanisti tersebut kemungkinan besar karena Bepe adalah pendukung Inter Milan (Interista) yang notabene rival sekota I Rossoneri. Terlebih, sebagai Interista Bepe pernah berujar akan memberikan penampilan terbaik saat menghadapi Milan Glorie, sebelum pertandingan amal digelar.

"Mungkin, kejadian itu dikarenakan pada saat press-con Milan Glorie digelar sebelum pertandingan, di mana Mas Bepe menyatakan dirinya sebagai seorang Interista dan akan berusaha membobol gawang Milan Glorie sebagai Interista. Mungkin, teman2 Milanisti yang menyaksikan merasa Mas Bepe berjuang atas nama Inter," tutur Milanisti Indonesia lagi.

Pendukung Milan lokal itu pun berharap kejadian itu tidak dijadikan polemik lebih jauh. Mereka pun menyatakan dukungannya terhadap Bepe dan timnas Indonesia. "Mohon maaf atas sikap yang tidak terpuji ini. Sekali lagi, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Mas Bepe, semoga dimaafkan. Kami akan tetap mendukung Bepe dan timnas Indonesia. Dalam kondisi apa pun dan di mana pun berada. Bagi kami, Bepe juga seorang legenda dan pesepak bola hebat yang sangat kami idolakan. Kami harap jangan ada lagi provokasi terkait hal ini, khususnya untuk teman-teman The Jakmania yang selama ini memiliki hubungan yang baik," pungkas Milanisti Indonesia(dgh)

Resmi : Pemerintah Ambil alih Penanganan Timnas dari Djohar

Resmi : Pemerintah Ambil alih Penanganan Timnas dari Djohar
Kekalahan yang menimpa Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam laga perdana kualifikasi Piala Asia menghadapi Irak, beberapa hari yang lalu, mendapat perhatian serius dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo.

Pakar telematika itu mengaku dirinya kecewa dengan kekalahan yang dialami skuad Nil Maizar. Dia mengatakan, pemerintah akan mengambil alih pembentukan para pemain yang masuk ke dalam timnas. Sehingga, 22 Maret mendatang dirinya akan mengupayakan untuk melakukan pertemuan dengan pihak Indonesia Super League (ISL).

Pasalnya, sejauh ini tidak seluruh pemain ISL yang bergabung dengan timnas. Menurutnya, jika permasalahan ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin dunia olahraga Indonesia khususnya sepak bola tidak akan mengalami kemajuan.

“Saya akan berusaha untuk bisa memberikan tim terbaik. Kekalahan kemarin (0-1) atas Irak merupakan kekalahan yang terhormat. Artinya, jangan sampai setiap pertandingan yang dilakoni timnas Indonesia, kita selalu kalah,”  ujar Roy ketika ditemui di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Sabtu (9/2/2013) malam.

“22 maret adalah waktu yang tepat untuk membahas masalah ini. Saya akan mengupayakan agar teman-teman di ISL bisa mengirimkan para pemainnya untuk segera bergabung dengan timnas. Dan mereka meminta agar negara ambil bagian.”

“Ini tergantung dengan pak Djohar , nanti kita lihat siapa yang cinta Merah Putih ketika tim itu terbentuk,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah Menpora (Roy Suryo) akan berperan langsung untuk memilih para pemain berbakat bergabung dengan timnas, dia menjawab, “Saya akan mengambil mekanisme sebaik-baiknya. Ini akan kita lihat apakah teman-teman di ISL bisa mengalah egonya  dan manajemen PSSI tetap berjalan atau diambil alih oleh Negara. Jadi kedua pola itu masih mungkin kita lakukan,” tandasnya.