UP
    Latest News

Ibu Sergio van Dijk Menitikkan Air Mata

Ibu Sergio van Dijk Menitikkan Air Mata
Ibunda Sergio van Dijk, Polnaya, langsung terisak dan menitikkan air mata ketika sejumlah wartawan menanyakan responnya atas kepindahan Sergio ke Persib.

"Saya bangga. Anak saya punya nenek di Bandung. Apalagi dia bermain di klub ini," kata Polnaya usai konferensi pers Sergio van Dijk di Gedung Graha Persib Jalan Sulanjana Bandung, Senin (11/2) malam.

Sebagai perempuan yang lahir di Belanda, ia sendiri tidak mengetahui pasti mengenai klub Persib ini. "Saya baru tahu tahun lalu dan saya menyambut baik hadirnya dia di sini," kata dia.

Polnaya mengatakan dirinya sudah sering ke Bandung bertemu keluarganya. Sehingga, wajar jika dia sudah fasih berbahasa Indonesia.

"Saya sering ke sini. Dan dia juga ketika usianya 7 tahun, sudah sering datang ke sini. Saya benar-benar tidak menyangka dia bisa bergabung di sini," kata Polnaya. (ad)

Sergio van Dijk : Semua Warga Jawa Barat Tolong Bantu Persib rajai Indonesia !

Sergio van Dijk : Semua Warga Jawa Barat Tolong Bantu Persib rajai Indonesia !
Manajemen Persib Bandung memastikan, Sergio van Dijk (SvD) sudah bisa bermain karena namanya sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia (LI). Pendaftaan SvD dilakukan menjelang batas akhir pendaftaran, 18 Januari 2013 lalu.

Hal tersebut diketahui melalui rilis situs resmi Persib, Senin (11/2/2013). "Manajemen Persib juga sudah resmi mendaftarkan nama Sergio kepada PT Liga Indonesia sebelum batas akhir penutupan pendaftaran pemain pada 18 Januari lalu," tulis situs resmi Persib.

Oleh manajemen Persib, SvD didaftarkan dengan nomor punggung 10. "Sebenarnya, Sergio selalu mengenakan kostum dengan nomor punggung 9. Namun, nomor favoritnya itu sudah digunakan Airlangga Sutjipto,"

van Dijk mengaku senang bisa bergabung dengan Persib Bandung musim ini. Menurutnya, Persib tim yang berkesan di Indonesia.

"Saya senang sekarang bisa main untuk Persib. Ini tim yang berkesan di Indonesia, dengan bobotoh yang baik, pemain terbaik juga. Saya mau coba bantu tim Persib jadi juara," ujar Sergio di Kedai Persib, Jl. Sulanjana Bandung, Senin (11/2/2013) malam.

Sergio sendiri dipastikan mengenakan nomor punggung 10 selama bersama tim Maung Bandung. Menurutnya kesuksesan sebuah tim harus ada kerjasama yang baik antar pemain, manajemen, supporter, dan wartawan. "Semua warga Jawa Barat tolong bantu Persib juara!," kata Sergio yang cukup fasih berbahasa Indonesia.  (yr)

Sergio van Dijk Pengen Sampai Jadi Pelatih di Persib

Sergio van Dijk Pengen  Sampai Jadi Pelatih di Persib
 - Pemain asal Belanda keturunan Indonesia, Sergio van Dijk akhirnya resmi berkostum Persib Bandung musim ini. Eks pemain Adelaide United, Australia itu diumumkan langsung oleh manajemen Persib Bandung kepada wartawan di Kedai Persib, Jl. Sulanjana Bandung, Senin (11/2) malam.

Pemain berkepala plontos itu mengaku dikontrak manajemen Persib selama dua musim langsung. "Saya berharap di sini bisa membawa Persib jadi yang terbaik," katanya.

Sergio berharap bisa lama bersama Persib hingga bisa menjadi pelatih tim kebanggaan Jawa Barat ini. "Ya, saya berharap bisa lama di sini, mungkin sampai jadi pelatih," katanya sambil tersenyum.(fh)

Lawan Saudi Arabia , Timnas tetap dibawah Nahkoda Nil Maizar , Blanco itu Mahkluk apa ?

Lawan Saudi Arabia , Timnas tetap dibawah Nahkoda Nil Maizar , Blanco itu Mahkluk apa ?
Nasib Nil Maizar masih belum bisa dipastikan. Apakah mantan pelatih Semen Padang ini tetap menjadi arsitek Timnas atau digusur oleh Luis Manuel Blanco 

Selain itu, mengenai terpilihnya Blanco yang ditetapkan menjadi pelatih kepala Timnas, Nico menegaskan, pelatih Timnas Nil Maizar tetap masih akan membesut pasukan Garuda di laga melawan Arab Saudi nanti.

"Saya tidak mengenal Blanco. PSSI akan tetap memakai pelatih Nil Maizar" tutupnya.

Sebelumnya, Ketum PSSI Djohar Arifin memperkenal Luis Manuel Blanco sebagai pelatih yang akan menangani Timnas Indonesia baik senior maupun U-23.

Namun, penunjukan pelatih asal Argentina ini memancing reaksi keras dari Penangungjawab Timnas, Bernhard Limbong ataupun Koordinator Timnas Bob Hippy.

Bahkan, Limbong meminta kepada Djohar Arifin untuk mundur dari jabatannya daripada melihat PSSI hancur. 

"Keputusan yang diambil Pak Djohar justru bisa membuat masalah baru di dalam tubuh PSSI. Kalau sampai PSSI retak dari dalam, bisa-bisa PSSI dibubarkan. Kalau sampai seperti itu, lebih baik Djohar saja yang diturunkan," kata Limbong.

Keputusan sepihak yang diambil Djohar tersebut menurut Limbong, bisa menimbulkan polemik baru dalam tubuh PSSI. Terlebih lagi menurutnya, kini PSSI sedang diawasi oleh banyak pihak karena kisruh yang terjadi pada federasi sepak bola Indonesia.

“Proses penunjukan pelatih tidak bisa sepihak seperti itu, harus melalui pembicaraan dengan komite eksekutif terlebih dahulu. Kita harus lakukan semacam fit and proper test guna melihat kemampuannya. Kalau tidak begitu sama saja beli kucing dalam karung,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Timnas Bob Hippy mengaku tidak tahu menahu soal penunjukkan Blanco sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Padahal, sejatinya, penentuan pelatih timnas harus diambil lewat rapat Exco PSSI.

"Penunjukan pelatih Timnas itu ada prosedurnya. Kalau seperti ini, ya namanya keputusan sepihak. Saya tidak tahu menahu soal penunjukkan itu," cetus Bob.

Kita harus tahu persis trek rekor Blanco, prosedur di internal federasi juga tak boleh diabaikan. Belum lagi soal hak Nil dan Oliveira yang masih tertunggak. Boleh jadi Blanco punya kapasitas lebih yahud ketimbang Nil dan Oliveira, tapi tujuan baik itu hendaknya ditempuh lewat jalan yang benar. (gd)

Kabar Habil Mariti Beli Saham Persibo Masih Kabur

Kabar Habil Mariti Beli Saham Persibo Masih Kabur
Kabar akan dibelinya saham Persibo sebesar 95 persen atau senilai Rp 10 miliar oleh mantan Manajer Timnas Indonesia, Habil Marati belum jelas hingga kini. Apalagi, hingga kini Habil belum pernah ke Bojonegoro untuk membicarakan lebih detail.

Manajer Tim Persibo, Nur Yahya mengatakan, hingga kini mantan majaer Timnas itu belum memberikan kejelasan sama sekali. "Pusing, hingga kini belum ada kejelasan dari pak Habil," jelas Yayak sapaan Akrab Nur Yahya, Senin (11/02/2013).

Minimnya dana dari Tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu membuat Persibo masih tinggal di Padang usai menjalani laga Community Shield melawan Semen Padang FC, karena belum ada dana untuk membeli tiket kembali ke Bojonegoro. "Iya, ini masih di Padang karena belum bisa beli tiket balik," keluhnya.

Ia menambahkan, dana dari konsorsium senilai Rp 4 miliar tersebut hingga kini juga belum turun. Sehingga ia tidak bisa membayangkan jika kompetisi baik IPL maupun AFC Cup sudah bergulir belum ada dana. "Saya tidak tau apa jadinya Persibo nanti jika tidak ada dana hingga kompetisi bergulir," pungkasnya. [uuk/kun]