UP
    Latest News

Persija vs Gresik United = 2-2 , Aldo Pupuskan Kemenangan Macan Kemayoran

Persija vs Gresik United = 2-2 , Aldo Pupuskan Kemenangan Macan Kemayoran
Tanpa didampingi pelatih kepala Suharno yang terbaring sakit. Persegres menahan imbang tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 2-2 di ajang kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Stadion Manahan Solo, Senin (11/02/2013).

Meski bertindak sebagai tim tamu, Persegres tampil cukup dominan dengan menekan Persija.
Pemain Persegres asal Jepang Shohei Matsunaga membuka peluang lebih dulu menit 8, namun tendangan kaki kirinya masih melebar. Persija mendapat peluang emas di menit 14 jika saja tandukan Pedro Javier tidak lemah. Persija terus menggempur pertahanan Persegres di 15 menit pertama.
Kapten Persegres Aldo Baretto nyaris membuat timnya unggul. Sundulannya pada menit 21ditepis dengan gemilang oleh kiper Persija Adixi Lenzivio. Persija kembali memiliki peluang menit 26, sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti oleh Rahmad Affandi masih menyamping tipis dari sasaran.
Aldo Baretto mencoba peruntungannya dengan sepakan spekulasi dari luar kotak penalti menit 31, tapi bola masih tipis diatas mistar Persija. Jual beli serangan masih diperagakan kedua tim, Matsunaga dari Persegres dan Anindito dari Persija bergantian menebar ancaman. Penguasaan bola di 45 pertama masih dipegang Persegres, sementara Persija mengandalkan serangan balik. Hingga babak pertama usai, skor 0-0 bertahan.

Jalannya pertandingan Persegres kontra Persija berlangsung menarik di babak kedua. Pasalnya, keempat gol justru bersarang lebih cepat dibanding babak pertama.

Proses terjadinya dua gol Persija terjadi saat striker andalannya Pedro Javier memanfaatkan kemelut di muka gawang Persegres yang dikawal M.Sandy Firmansyah. Berawal dari kesalahan Sasa Zecevic mengontrol dada untuk melakukan back pass tapi bola lepas sehingga bola direbut pemain Persija asal Korea Selatan Park Kyeong Min dan melakukan tendangan keras kemudian ditepis kiper bola muntah lalu diselesaikan oleh Javier Pedro.

Tambahan gol kedua Persija berawal saat pemain Persija Rahmat Affandi menyisir ke pertahanan Persegres. Kemudian mantan pemain Arema itu memberikan umpan tarik ke Park Kyeong Min. Tanpa kontrol, pemain Korea Selatan itu melakukan tendangan setengah voli dan gagal dijangkau kiper Persegres di menit ke 54.

Tertinggal 0-2, Persegres berupaya meningkatkan serangan. Hasilnya, di menit ke 68 pemain asal Korea Selatan Park Chul Hyung mampu memperkecil keadaan setelah sundulan kepalanya dari umpan tendangan sudut yang dilakukan Shohei Matsunaga gagal dijangkau kiper Persija Adixio Lenzivio.

Persegres mampu menambah gol lagi lewat striker andalannya Aldo Barreto di menit ke 74 setelah mendapat umpan matang dari Shohei Matsunaga.

Hingga babak kedua berakhir kedudukan sama kuat 2-2. Wasit yang memimpin pertandingan Handri Kristanto memberikan 2 kartu kuning masing-masing untuk Sasa Zecevic dan April Hadi. Dengan hasil seri ini, Persegres mampu mencuri satu poin dari tuan rumah Persija. (yr)

Andriy Shevchenko minta dibayar Rp963 juta per pertandingan di Mitra Kukar

Andriy Shevchenko  minta dibayar Rp963 juta per pertandingan di Mitra Kukar
Rencana Andriy Shevchenko untuk kembali dari masa pensiunnya dengan bermain di Indonesia bersama klub Mitra Kukar juga ramai diberitakan berbagai media Eropa.

Surat kabar Inggris Daily Mail menuliskan judul “ Shevchenko secara mengejutkan mempertimbangkan kembali ke sepak bola bersama klub Indonesia Mitra Kukar.”

Dituliskan, Manajer Mitra Kukar Roni Fauzan kalau negosiasi dengan Sheva telah mencapai kesepakatan.

Jaringan televisi ITV yang berbasis di Inggris bahkan menuliskan dalam media online-nya kalau pemain berusia 36 tahun itu telah ditawari untuk bergabung dengan Mitra Kukar dengan bayaran sebesar USD100 ribu atau sekitar Rp 963,4 juta per pertandingan.

Pemberitaan mengenai Sheva juga dikabarkan media online Italia, Football Italia. Mereka menuliskan judul, “ Shevchenko kembali?”

Sementara itu dirilis dari situs resmi Mitra Kukar, Roni Fauzan mengatakan dirinya telah bertemu dengan Sheva ketika hadir ke Jakarta bersama tim Milan Glorie. Dalam pertemuan hari Sabtu (09/02), Roni juga memberikan kenang-kenangan berupa kostum tandang Mitra Kukar kepada Sheva.

"Saya sudah bertemu Sheva di Jakarta. Pada dasarnya, dia tertarik untuk bermain di Indonesia bersama Mitra Kukar pada putaran kedua nanti," jelas Roni.

Namun yang masih jadi pertimbangan, dikatakan Roni, adalah Sheva hanya bisa bermain untuk maksimal 5 pertandingan saja. "Dan harga yang dipasang memang cukup besar," ujarnya tanpa menyebut berapa besaran harga yang diminta.

"Yang pasti akan kita bahas dulu bersama manajemen. Kalau memang tidak masalah, tentu Sheva akan kita kontrak untuk memperkuat Mitra Kukar di putaran kedua,"  tambahnya.(yr)

Kedatangan Van Dijk ke Persib Disponsori Perusahan Minyak dan Gas Amerika Serikat , North Star

Kedatangan Van Dijk ke Persib Disponsori Perusahan Minyak dan Gas Amerika Serikat , North Star
Persib Bandung akhirnya berhasil mendapatkan Sergio van Dijk setelah melalui penantian yang cukup lama. Pengumuman Van Dijk sebagai pemain anyar Persib pada Senin (11/2) malam lalu, seolah jadi akhir bahagia dalam perjalanan panjang Maung Bandung dalam upayanya mendapatkan Van Dijk.

Sosok striker berusia 30 tahun itu, sebenarnya sudah masuk dalam kantong incaran Persib sejak musim 2011/2012. Namun, kala itu masih baru sebatas wacana. Keseriusan Persib menggaet Van Dijk kian gencar jelang bergulirnya musim 2012/2013. Pertemuan pertama Persib dengan Van Dijk dilakukan September lalu. Van Dijk rela meluangkan waktunya untuk menyempatkan diri datang ke Bandung untuk menemui Manajer Persib, Umuh Muchtar serta Pelatih Djadjang Nurdjaman.

Meski izin yang disampaikannya kepada pihak Adelaide United adalah urusan keluarga dan mengurus keperluan administrasi proses naturalisasi. Tapi faktanya pertemuan tersebut berdampak cukup positif pada proses pembicaraan berikutnya yang dilakukan Persib dengan kubu Van Dijk.

Van Dijk sendiri mengaku cukup senang akhirnya bisa mendapatkan tempat di Persib. "Saya dikontrak dua musim di sini. Mungkin bakal lebih dari itu, bahkan bisa saja Persib menjadi klub terakhir dalam karir sepak bola saya," ungkap Van Dijk saat memberikan keterangan pers di Graha Persib, Selasa (12/2/2013).

Kesuksesan Persib mendapatkan Van Dijk, kembali mencuatkan pertanyaan. Sebab ditengah isu rasionalisasi anggaran yang dilakukan PT. PBB musim ini. Justru Maung Bandung masih rela mengeluarkan anggaran yang diyakini cukup besar untuk mengontrak pemain tersubur di Liga Australia pada musim 2010/2011 tersebut.

Manajer Persib menyebut Presiden Direktur PT. PBB, Glen Sugita sebagai tokoh sentral dibalik kesuksesan mendatangkan Van Dijk. "Terimakasih buat Pak Glen. Saya hanya pelaksana. Pak Glen perjuangannya luar biasa. Pokoknya Alhamdulillah saja sekarang Sergio sudah di Persib," ucap Umuh.

Bos besar Persib tersebut memang berjasa besar meyakinkan Van Dijk untuk datang ke Indonesia. Dengan kemampuannya menggalang dana sponsor. Glen mampu memenuhi nilai kontrak Van Dijk yang dikabarkan mencapai miliaran rupiah. Sejak awal PT. PBB memang menyatakan jika proses transfer Van Dijk ke Persib sepenuhnya didukung pihak sponsor. Lalu perusahaan mana yang rela menggelontorkan dana besar untuk pemain yang memiliki nilai kontrak diatas rata-rata pemain asing di Indonesia.

Perusahaan minyak dan gas raksasa asal Amerika Serikat, North Star diyakini jadi penyandang dana terbesar dibalik transfer Van Dijk. Indikasinya terlihat dari mulai terbukanya perusahaan yang berbasis di Houston, Texas itu untuk menunjukkan diri sebagai salah satu perusahaan penopang anggaran Persib dengan memuat brand mereka dalam daftar salah satu sponsor resmi Persib.

Terlepas dari itu, Bobotoh dan publik sepak bola nasional pantas menyampaikan kata selamat datang kepada Van Dijk. Sebab kehadirannya di Persib diharapkan tidak hanya berguna buat Maung Bandung juga publik sepak bola nasional. (yr)

Kudubes Amerika Serikat Tahu Sriwijaya dari Google , Langsung kagum

Kudubes Amerika Serikat Tahu Sriwijaya dari Google , Langsung kagum
Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat menunaikan niatnya untuk bersilaturahmi dengan jajaran Manajemen Sriwijaya FC di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin sore. Dalam kesempatan itu perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat menyatakan ada kemungkinan bagi klub-klub sepakbola Amerika untuk berlatih tanding lawan Sriwijaya FC.
Meski tidak setenar klub-klub Eropa, sepakbola Amerika kini berkembang pesat. Terlebih lagi liga utamanya, Major League Soccer (MLS) bertabur bintang-bintang dunia, salah satunya David Beckham yang sempat memperkuat LA Galaxy.
“Saya baru pertama melihat Sriwijaya FC, dan memang tim ini bagus. Saat ini belum ada rencana untuk mendatangkan tim Amerika untuk latih tanding lawan Sriwijaya FC di Palembang, tetapi semuanya sangat memungkinkan,” ujar petugas Energi dan Sumber Daya Alam Kedutaan Besar Amerika Serikat Joel A Kopp didampingi dua rekannya Melissa Wijaya dan Sandy Kunvatanagarn.
Kehadiran perwakilan Kedutaan Besar Amerika ini disambut antusias oleh Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin, Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Asisten Manajer Muchendi Mahzarekki, dan pelatih Kas Hartadi. Dalam kesempatan itu, pihak Sriwijaya FC dan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serika saling bertukar cinderamata.
Kopp menegaskan, kota Palembang dan provinsi Sumatera Selatan sangat terkenal dalam bidang olahraga. “Begitu diklik google (internet, Red) kota Palembang, muncul berbagai even olahraga nasional dan internasional. Salah satunya prestasi Sriwijaya FC,” cerita Kopp.
Menanggapi hal tersebut Augie menyatakan Sriwijaya FC sangat menyambut baik kunjungan perwakilan Kedutaaan Besar Amerika Serikat. Augie membeberkan berbagai prestasi Sriwijaya FC yang menjuarai kompetisi ISL, Liga Indonesia, Piala Indonesia, Inter Island Cup, Community Shield, dan lain-lainnya kepada Kopp dan rekan-rekan.
“Dunia internasional ternyata cukup mengagumi Sriwijaya FC. Tentunya sekali lagi hal ini menjadi bukti nyata bahwa Sriwijaya FC patut dibanggakan masyarakat Sumsel,” tandasnya.(sf)

Sriwijaya Pecat Min Kyung Bin

Sriwijaya Pecat Min Kyung Bin
- Manajemen dan tim pelatih Sriwijaya FC secara mengejutkan akan memecat pemain asal Korea Min Kyung Bin. Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat yang dilangsungkan di hotel Swarna Dwipa, Minggu (10/02) malam. “Berdasarkan keputusan rapat, disepakati Min kontraknya akan diputus. Kemampuannya tidak sesuai dengan kebutuhan tim,” ujar pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi ketika dibincangi usai memimpin sesi latihan tim di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin sore.
Praktis keberadaan Min di Sriwijaya FC belum genap satu bulan. Min menandatangi kontrak dengan Manajemen, Jumat (18/01) silam dan hanya sempat bermain dua kali dengan status cadangan.
Perekrutan Min memang terkesan buru-buru. Meski telah berada di Palembang sekitar satu minggu sebelum dikontrak, setiap sesi latihan sebenarnya belum maksimal. Bagaimana tidak, Min ternyata menderita cedera engkel kaki kanan yang hingga saat ini masih belum pulih. Hanya saja jelang penutupan bursa transfer, Kas melihat Min punya kualitas teknik yang diatas rata-rata.
Sayangnya harapan Kas kepada Min terlalu tinggi. Sang pemain justru gagal bersinar karena cedera dan tidak mampu mengimbangi Ponaryo Astaman sebagai duetnya di posisi gelandang bertahan.
“Awalnya saya rekrut Min untuk berduet dengan Ponaryo sebagai gelandang bertahan. Soalnya waktu itu saya masih ingin menggunakan pola 4-2-3-1 seperti musim lalu,” imbuhnya.
Sayangnya, dalam perjalanan kompetisi, cedera engkel Min ternyata sulit untuk sembuh. “Min tidak bisa mengambil peran yang baik sebagai gelandang bertahan. Buktinya lini pertahanan kita cukup keropos dan mudah ditempus lawan,” urainya.
Oleh karena itu, Kas langsung mengubah pola bermain timnya dengan 4-1-4-1 yang lebih agresif menyerang. Dengan pola tersebut, Kas hanya membutuhkan satu gelandang bertahan, yang sudah pasti ditempati sang kapten Ponaryo.
“Sedangkan Min juga tidak mampu bermain lebih kedepan untuk menyerang. Jadi daripada membenani tim, lebih baik dicoret saja,” ulasnya.
Min sendiri ternyata sudah tidak berada di Palembang sejak Kamis (07/02) lalu. Dikatakan Kas, Min minta izin pulang ke Korea untuk memulihkan cederanya, tetapi hingga saat ini tidak memberikan konfirmasi lagi.
Bursa transfer pemain untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013 belum dibuka. Namun hal tersebut tidak akan menghalangi niat Manajemen dan Kas untuk memecat Min.
“Lagipula saya dengar Weeks dalam waktu dekat akan kembali ke Palembang. Jadi tidak masalah kehilangan Min, dalam beberapa pertandingan terakhir Sultan Samma dan pemain lokal lainnya mampu mengambil tempatnya dengan baik,” paparnya.
Sebagai ganti Min, Kas nantinya ingin mencari seorang stoper berkualitas. “Saat jendela transfer putaran kedua dibuka, kita cari stoper Asia. Soalnya kita minim stoper pada putaran pertama ini,” ucapnya.
Sementara itu nasib bek Diogo Santos Rangel masih dalam status aman. Kas menyatakan pemilik nomor 31 tersebut perlahan mulai bersikap baik dan mau belajar. “Diogo masih diberi kesempatan,” pungkasnya.(sf)

SAGA Transfer Andriy Shevchenko ke Mitra Kukar Masuk Headline Berita Harian Inggris dan dunia

SAGA Transfer Andriy Shevchenko ke Mitra Kukar Masuk Headline Berita Harian Inggris dan dunia
Ambisi Manajer Mitra Kukar, Roni Fauzan mendatangkan Andriy Shevchenko membuat nama klub Kutai Kertanagara itu mendunia.
Berita mengenai langkah klub penghuni Liga Super Indonesia (LSI) itu mengisi halaman beberapa media ternama.
“Shevchenko considers shock return to football with Indonesian side Mitra Kukar,” berikut judul yang dimuat media Inggris, Daily Mail, Senin (11/2).
Mantan penggawa tim nasional Ukraina yang baru saja pensiun selepas Piala Eropa 2012 diberitakan mempertimbangkan comeback ke lapangan hijau.
Mitra Kukar yang berminat mengembalikan penyerang yang pernah membela AC Milan dan Chelsea itu.
Selain Daily Mail, media seperti ESPN Soccernet, Football Italia.net, dan media Ukraina, Kyiv Post, turut memuat langkah Mitra Kukar mendekati Shevchenko.
Manajer tim asal Kalimantan Timur itu, Roni Fauzan, sudah mengonfirmasi ketertarikan akan mantan kapten timnas Ukraina itu. Fauzan menemui Shevchenko ketika tim AC Milan Glorie datang ke Indonesia, akhir pekan lalu.
“Kami sudah berbicara dengan Sheva tentang keinginan kami membawanya ke Tenggarong,” kata dia, , Senin (11/2).[bnt]