UP
    Latest News

Sriwijaya Takut Pecat Eric Weeks

Sriwijaya Takut Pecat Eric Weeks
Manajemen Sriwijaya FC sepertinya setengah hati untuk melepas pemain kesayangannya, Erick Weeks Lewis yang masih terbelit masalah Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Kendati kedatangan pemain asal Liberia ini tak kunjung ada kejelasan, namun manajemen SFC masih juga memberikan kesempatan baginya.
Padahal sebelumnya manajemen SFC pernah berkoar akan mendepak Eric, jika tak kunjung menyelesaikan persolan Kartu Ijin Tinggal Sementara (KITAS)-nya hingga 7 Februari lalu.
Nyatanya deadline yang ditentukan telah terlewati, dan Eric tetap saja ditunggu kedatangannya meski sudah lewat satu pekan dari deadline awal, terhitung hari ini, Kamis (14/2/2013).
Menanggapi hal ini jajaran manajemen SFC punya alasan tersendiri.
"Kita tunggu Erick ini karena perkembangan sejauh ini cukup baik dan dipastikan segera bergabung dengan timnya kembali. Saat ini Eric sudah tiba di Malaysia pukul satu siang tadi (kemarin, red)," kata Manajer Tim SFC, Robert Heri (dg)

Dari China , Terdampar di persiwa , Guy Junior Ngaku udah Nyetel

Dari China , Terdampar di persiwa , Guy Junior Ngaku udah Nyetel
Guy Junior Nke Ondoua Striker yang baru direkrut oleh Persiwa Wamena musim ini bisa membawa harapan bagi masyarakat Pegunungan Tengah dalam meraih prestasi di musim ini. Guy Junior sejatinya bukan pemain baru di kancah sepakbola nasional, dia pernah memperkuat Persidafon di divisi utama liga Indonesia lalu, dan melanjutkan petualangannya ke China. Guy Junior Nke Ondoua bermain di China selama empat musim, setelah itu balik lagi ke Indonesia. “Saya memang baru tapi saya pemain asing yang sudah lama mengetahui permainan sepakbola Indonesia. Dan ini tahun pertama saya bersama Persiwa dan pertama juga bermain kembali di Liga Indonesia, tuturnya. Baginya empat tahun bermain di China sudah cukup, dan dia merasa sudah saatnya bermain di Indonesia. Beruntung ketika dia kembali merumput di sepakbola Indonesia, dia menemukan tim yang tepat serta rekan-rekannyapun di Persiwa sangat baik. Dikatakan, sebagai orang baru dalam tim dia agak kesulitan terutama saat tampil di Inter Island Cup 2012 lalu. Dia yakin Persiwa akan menjadi tim yang besar karena kerjasama dan kebersamaannya. “ Waktu di Inter Island Cup saat itu saya baru empat hari bergabung dengan tim jadi belum padu, tapi kami saat ini sudah kompak,” katanya lagi.(af)

Luka savic Tak Lagi Terluka , Persiba dapat Memainkannya

Luka savic Tak Lagi Terluka , Persiba dapat Memainkannya
Penantian panjang tim Persiba Balikpapan untuk melihat aksi palymakernya Luca Savic tampaknya mulai terjawab. Pasca cedera panjang yang dialami ketika membela skuad Beruang Madu –julukan Persiba- pada turnamen pramusim Inter Island Cup (IIC) 2012 lalu, pemain asal Serbia tersebut harus menjalani istirahat panjang.
Nah, setelah menjalani istirahat panjang hingga match day kelima timnya, kemungkinan besar Luca Savic akan kembali bermain membela Persiba di match day keenam ketika timnya menjamu Persela Lamongan pada Selasa, 19 Februari mendatang.
Kabar baik tersebut didapatkan setelah Kamis (14/2) kemarin Luca Savic yang kembali menjalani pemeriksaan medis, mendapat keterangan jika dirinya sudah bisa bergabung dalam latihan timnya dan tidak menuup kemungkinan tampil kontra Persela mendatang. “Fari hasil pemeriksaan hari ini (Kemarin.Red), Luca Savic sudah bisa latihan bersama tim.
Tapi tidak bisa langsung full, masih harus bertahap menjalaninya,” kata Dr. Ratih Kusuma, kepala tim medis Persiba, Kamis (14/2) kemarin. Disingung mengenai apakah kemungkinan pemain bernomor punggung 12 tersebut bisa memperkuat Persiba ketika menjamu Persela pada Selasa (19/2) mendatang. Ratih kembali menegaskan jika Luca memang sudah bisa tampil membela timnya. “Apakah dia (Luca Savic.Red) bisa dimainkan atau tidak, kemungkinan bisa dimainkan melawan Persela.
Hanya saja karena kondisinya baru pulih tentunya tidak bisa dimainkan secara full. Kalau pun dimainkan tidak boleh full dulu, paling tidak Luca bisa dimainkan hanya 30-40 menit saja,” terang dokter penggila rally ini. Menurut Ratih, dengan kondisi Luca yang semakin prima memang seharusnya tim tidak terburu-buru untuk menurunkannya secara penuh.
Mengingat kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 yang masih panjang ini memang sebaiknya Luca harus benar-benar dalam kondisi prima. Karena itu mengingat keinginan keras Luca yang ingin tampil dihadapan publiknya serta kondisinya yang semakin baik, Persiba bisa menurunkannya dengan catatan tidak full team, itu semata-mata untuk menjaga kondisi Luca agar lebih prima dan mengembalikan mental bertandingnya lagi.
Terpisah, Luca Savic yang mengaku sudah merasa gatal ingin tampil membela Persiba merasa siap dengan kondisinya saat ini. “Dari hasil pemeriksaan medis, saya sudah bisa berlatih dan kemungkinan juga bisa bermain membela Persiba. Tapi untuk pertandingan pertama saya nanti melawan Persela, kata dokter saya belum bisa tampil penuh, mungkin 30 sampai 40 menit saja,” tegas Luca.
Kabar positif tetantang kans Luca Savic membela klubnya, disambut positif oleh Jamal Al Rasyid selaku manajer Persiba. Dikatakan Jamal, jika benar Luca bisa dimainkan kala timnya menjamu Persela Lamongan sudah tentu itu menjadi modal berharga. “Motivasi tim sudah pasti akan lebih baik pasca kekalahan kita dari Persita. Apalagi penampilan Luca bukan hanya diharapkan pelatih untuk mengisi lini tengah tim namun juga sangat diharapkan penampilannya oleh segenap pecinta Persiba. Yang jelas adanya Luca menjadi poin plus bagi tim,” tandas Jamal.(sf)

PSPS Bidik Stanum Sebagai Mess Pemain

PSPS Bidik Stanum Sebagai Mess Pemain
PSPS resmi pindah home base ke Bangkinang Kampar sejak pekan lalu. Dengan demikian maka PSPS tak lagi menempati Wisma Benny Rumbai sebagai mess pemain.

Namun, di Bangkinang Askar Bertuah belum memiliki mess resmi.

Usai menang 1-0 atas Arema di Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang, Rabu (12/2), Ambrizal dkk diinapkan di Hotel Bangkinang.

Rencananya pekan depan ana-anak Askar Bertuah akan ditempatkan di mess baru.

Hal ini diungkapkan manajer PSPS, Boy Sabirin, Kamis (14/2). “Rencananya, mess akan dipusatkan di Stanum (salah satu tempat rekreasi di Bangkinang, red). Mudah-mudahan saja anak-anak semakin termotivasi,” ujarnya.

Boy menegaskan motivasi pemain saat ini sangat bagus usai menang lawan Arema. Tak hanya itu, pemain semakin bersemangat karena perhatian besar yang diberikan Bupati Kampar, Jefry Noer. “Selain memberikan bonus Rp50 juta, pemain juga dijamu makan malam oleh Bupati Kampar,” ujarnya.

Boy berharap dengan perhatian ini, anak-anak semakin termotivasi untuk tampil sebaik mungkin ketika melawan Persegres di Stadion Tuanku Tambusai, Sabtu (16/2). “Mudah-mudahan hasil positif di Bangkinang berlanjut,” ujarnya.(aa)

Kalah dari MU , Official Persiram Acak-acak Kursi dan Meja

Kalah dari MU , Official Persiram Acak-acak Kursi dan Meja
Tampil di depan ribuan pendukungnya sendiri, Persepam Madura United (PMU) Kamis (14/02/2013) berhasil memetik angka penuh dengan mengalahkan tamunya, Persiram Raja Ampat, Papua. Squad PMU menang dengan skor 2-1.
Seperti pada pertandingan sebelumnya, Persepam sejak menit awal langsung melakukan serangan cepat. Namun, akibat keasyikan menyerang, tim tamu unggul terlebih dahulu di menit 13 melalui heading Daryous. Pemain jangkung ini berhasil menaklukkan penjaga gawang Galih Firmansyah, setelah Fakhruddin kalah duel atas.
Meskipun tertinggal satu gol, anak asuhan Daniel Roekito ini tidak mengendorkan serangan. Beberapa tendangan mengarah ke gawang Persiram yang dijaga Jendri Pitoy, masih bisa ditepis. Tendangan keras pemain mungil Persepam, Rossy Noprihanis di menit 28 dan 32 masih berhasil diselamatkan Jendri.
Di menit 33, tendangan bola mati Cristian Adelmount di luar kotak penalti Persiram, nyaris berbuah gol. Namun hanya tipis di atas mistar gawang. Harapan menyamakan skor kembali terjadi di kubu Persepam saat terjadi kemelut di depan gawang Persiram. Dua tendangan bertubi-tubi, masih bisa diselamatkan Jendri Pitoy.
Mandulnya Osas Saha sebagai striker akhirnya terjawab di menit ke-39 melalui heading-nya. Gol itu disambut gegap gempita pendukung Laskar Sape Kerrap, julukan squad Persepam. Tampil percaya diri, mantan pemain PSMS Medan ini nyaris menciptakan gol yang kedua. Tendangan kerasnya di ujung babak pertama membentur tiang gawang. Skor 1-1 di babak pertama.
Terus mendapat kritikan dari suporter soal penampilan yang kurang trengginas, Osas kembali menciptakan gol keduanya di menit 51 babak kedua. Kerjasama Rossy dengan Osas membawa Persepam unggul 2-1. Osas nyaris menciptakan gol hatrick di pertandingan kali ini. Tendangan saltonya di depan gawang berhasil ditepis Jendri Pitoy.
Tertinggal dari tuan rumah, Persiram mulai menunjukkan permainan keras. Di menit 70 kartu kuning diberikan kepada Kubai. Wasit kembali mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Persiram, masing-masing Lee Sy di menit 85 dan Erol Simunafendi menjelang pertandingan berakhir.
Terus terdesak oleh permainan tuan rumah, Persiram tidak henti bermain kasar. Keributan nyaris terjadi di tengah lapangan setelah Erol Simunafendi menendang kaki Osas Saha yang sudah terjatuh dan dinyatakan pelanggaran oleh wasit.
Aksi itu mengundang emosi pemain Persepam. Firly Apriansyah nyaris diamuk pemain Persiram karena mendorong keras Erol. Pertandingan sempat terhenti beberapa menit. Bahkan official Persiram nyaris masuk ke tengah lapangan, namun berhasil dilarang oleh hakim garis. Pertandingan berakhir 2-1.
Setelah pertandingan, beberapa pemain Persiram masih kesal dengan kekalahannya. Mereka hendak menyerang pemain tuan rumah, namun ratusan aparat keamanan dari Polri dan TNI langsung masuk ke lapangan untuk mengamankan para pemain dan wasit pertandingan.
Tidak hanya itu, salah satu official Persiram terlihat memaki-maki suporter Persepam. Makian itu dibalas pula dengan kata-kata makian oleh para suporter Persepam. Official Persiram itu tak mampu menahan emosinya dan mengamuk.
Namun polisi berhasil menghadangnya. Akhirnya, kekesalan mereka dilampiaskan dengan memporak-porandakan kursi dan meja yang ada di ruang ganti pemain.
Menanggapi kemenangan itu, Daniel Roekito meminta anak buah untuk terus fokus pada pertandingan selanjutnya. Terutama di laga away.
“Saya dituntut untuk terus meraih poin penuh di kandang lawan untuk menjaga tim ini bertahan di ISL,” terangnya.(sf)

Klub Tarkam PSM Ngutang Obat ke Apotek

Klub Tarkam PSM Ngutang Obat ke Apotek
Tenaga medis Persatuan Sepak bola Makassar Rudi Latief tengah resah.  Dia mengungkapkan masalah yang tengah dialaminya sebagai tim medis klub tersebut: belum mendapatkan dana untuk obat-obatan. Padahal, persediaan yang ada padanya sudah hampir habis. "Takutnya, nanti pemain ada apa-apa, tapi saya tidak punya stok," kata dia.

Rudi menjelaskan, berdasar kebiasaan pada tahun  lalu, manajemen klub memberikan dana untuk keperluan medis sebesar lima juta per bulan. Itu untuk membeli sejumlah obat seperti penghilang nyeri, pereda flu, antibiotik dan sebagainya. Namun dua bulan terakhir, dana yang ditunggu tak kunjung turun. "Saya sudah tanya katanya belum ada," ujarnya. "Sekarang saya tunggu saja. Kalau ada, baru saya beli yang baru."

Menurut Rudi, obat-obatan yang ada padanya saat ini merupakan persediaan lama. Terakhir, ia memperbarui stoknya saat PSM mengikuti Piala Walikota Ternate, Desember 2012 lalu. Meski tak merinci, ia mengaku persediaan tersebut terus menipis. Padahal, sewaktu-waktu pemain bisa saja membutuhkannya sebagai pertolongan pertama.

Langkah antisipasi pun dilakukan Rudi, sembari menunggu talangan dana dari manajemen. Ia terpaksa harus meminjam sejumlah obat dari rekannya pemilik apotek. Kepada koleganya itu, ia mengaku akan menebus hutang setelah dana yang ia tunggu keluar. "Mau apa lagi," katanya.

Adapun CEO PT PSM Rully Habibie hingga berita ini diturunkan belum menjawab telepon dan tidak membalas pesan singkat yang dikirim. Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, sebelumnya meminta wartawan agar menanyakan soal dana langsung ke Rully. Wina mengatakan, Rully akan kembali ke Makassar dalam waktu dekat ini.

Masalah di atas bukan yang pertama. Sebelumnya, sejumlah petugas ofisial klub mengaku terlambat menerima gaji mereka untuk bulan Januari. Gaji tersebut kemudian akhirnya masuk ke rekening mereka, pada Rabu lalu setelah berkali-kali didesak kepada manajemen.(aP)