UP
    Latest News

Kayamba Ingin Sriwijaya Kalah di Setiap pertandingan ISL

Kayamba Ingin Sriwijaya Kalah di Setiap pertandingan ISL
Kecintaan Kayamba Gumbs terhadap Sriwijaya FC rupanya sudah sirna. Padahal Kayamba pernah bergabung dengan Laskar Wong Kito itu selama lima tahun.
“Mereka menganggap tim musim ini lebih baik daripada tim musim lalu,” kata Kayamba, Minggu (17/2/2013).
Padahal musim lalu Kayamba turut mengantarkan Sriwijaya menjadi jawara LSI 2011/2013. Kayamba berharap Sriwijaya FC selalu mengalami kekalahan dalam laga di ISL, termasuk saat Sriwijaya FC menantang Arema LSI di Stadion Kanjuruhan, 24 Februari 2013 nanti.
“Saya tidak peduli siapa yang mencetak gol. Yang penting kami menang lawan mereka (Sriwijaya FC-red),” tambahnya.(sf)

Persema Anggap Bachdim Langgar Kesepakatan

Persema Anggap Bachdim Langgar Kesepakatan
CEO Persema, Didit Poernawan Affandy belum tahu keluarnya Internasional Tranfer Certificate (ITC) Irfan Bachdim dari FIFA. Dia baru mengetahuinya dari media massa. Bila benar FIFA telah mengeluarkan ITC, Didit menganggap Irfan telah melanggar kesepakatan.

Didit mengaku sempat bertemu dengan Irfan. Dalam pertemuan, Didit membuat kesepakatan dengan Irfan. Di antara poin kesepakatan adalah Irfan tidak akan melibatkan FIFA lagi. Sebaliknya, Persema tidak akan mempermasalahkan transfer Irfan ke klub peserta Thailand Premier League, Chonburi FC. "Bila ada berita soal keluarnya ITC dari FIFA, saya perlu konfirmasi ke Irfan," kata Didit, Minggu (17/2/2013).

 Didit pun membantah Laskar Ken Arok telah mempersulit proses transfer Irfan. Manajemen sudah menyerahkan seluruh dokumen persyaratan ITC ke pihak Irfan. Dokumen ini diharapkan segera ditandatangani dan disetor kembali ke manajemen. Sampai saat ini Irfan belum menyerahkan dokumen tersebut. Padahal bila dokumen sudah diserahkan, manajemen segera memproses transfer Irfan.

 "Bolanya ada di Irfan. Kami sedang menunggu bola dari Irfan," tambahnya. Dosen Universitas Brawijaya (UB) ini juga mengungkapkan manajemen dan Irfan sudah ada kesepakatan soal pembayaran gaji. Tapi dia enggan membeber kesepakatan itu. "Saya belum bisa menyampaikan ke publik. Diantara kesepakatan itu juga ada permintaan agar tidak menjadikan isu ini menjadi konsumsi publik," terangnya. Sampai saat ini, pihak Irfan belum bisa dikonfirmasi.(dg)

Sriwijaya vs Pelita Bandung raya = 2-0 , Satu kartu Merah

Sriwijaya vs Pelita Bandung raya = 2-0 , Satu kartu Merah
Sriwijaya FC akhirnya mampu memenangkan laga melawan Pelita Bandung Raya dengan skor 2-0 dalam lanjutan Indonesia Super League di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/2/2013) sore.

Dua gol ini berhasil diciptakan oleh Ramdani Lestaluhu pada menit ke-4 dan Ponaryo Astaman pada menit ke-79 (P).

Dengan hasil ini maka SFC sementara waktu merangsek ke posisi 5 Klasemen Liga Super Indonesia, menggeser Persisam Samarinda dengan sama-sama mengemas 11 poin.

Sementara Pelita Bandung Raya tetap tak beranjak dari posisi semula yakni peringkat ke-13.

Gol pertama diciptakan Ramdani Lestaluhu saat pertandingan baru berjalan beberapa menit. Ramdani memanfaatkan bola lambung dan menyundulnya ke gawang PBR.

Sedangkan gol kedua diciptakan Ponaryo Astaman melalui penalti setelah pemain PBR handball di kotak penalti.

Dalam pertandingan itu, Imanuel Padwa diusir wasit setelah ia dinilai melakukan pelanggaran yang berbahaya terhadap pemain PBR.(fh)

Sriwijaya Pecat Erick Weeks Lewis

Sriwijaya Pecat Erick Weeks Lewis
Habis sudah batas kesabaran Manajemen Sriwijaya FC menantikan pemain asal Liberia Erick Weeks Lewis. Mengingat hingga batas waktu yang ditentukan hari ini, Weeks belum ada tanda-tanda datang ke Palembang.
“Sekarang mas Eko sudah saya panggil, sesuai dengan komitmen saya beberapa waktu lalu, kedatangan Erick Weeks kita tunggu hingga satu minggu atau Sabtu ini (kemarin, Red). Kita sudah tidak menunggu Rrick lagi dan kontrak sudah putus. Ya karena besok (hari ini) kita mau bertanding dan dia hari ini (kemarin, Red)) tidak datang, ya sudah resmi selesai,” tegas Manajer Sriwijaya FC Robert Heri.
Dijelaskan Robert, Manajemen saat ini justru tidak mengetahui keberadaan Erick Weeks. “Antara manajemen dan pemain yang bersangkutan sudah lost contact (putus komunikasi, Red). Apakah dia sudah di Malaysia dan sudah pergi ke tempat lain, semua tidak tahu,” sambungnya.
Menurut pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini, Manajemen telah bekerja sangat keras untuk membantu Erick. “Kami tidak tahu apa alasan yang sebenarnya, karena dari pihak kami, apa yang diperlukannya sudah dilakukan dan dibantu. Yang jelas kami sudah tentukan hari ini (kemarin, Red) terakhir dia harus ada di Palembang. Ternyata dia tak muncul berarti selesai,” imbuh Robert menegarkan.
Erick Weeks memang telah menghilang dari Sriwijaya FC sejak awal November 2012. Informasinya, kala itu Weeks ditangkap oleh pihak Imigrasi Jakarta yang melakukan razia saat sedang berkumpul bersama rekan-rekannya warga Afrika di salah satu apartemen kawasan Tangerang. Lantaran tidak memiliki berkas Imigrasi yang lengkap, Weeks dideportasi ke negara asalnya Liberia.
Penyelesaian berkas Imigrasi Weeks mulai dari surat calling visa hingga Keterangan Izin Tinggal Sementara (KITAS) terus diupayakan Manajemen Sriwijaya FC. Sekitar tiga minggu yang lalu, Weeks sempat ke Singapura untuk membuat KITAS, tapi ternyata gagal. Harapan terakhir untuk membuat di Malaysia, sepertinya juga menuai kegagalan.
Asisten Manajer Sriwijaya FC Muchendi Mahzarekki menyatakan sepertinya sudah tidak ada harapan bagi Weeks untuk tetap dipertahankan. “Saya dapat informasi Weeks juga ditolak di Malaysia. Jadi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada harapan,” jelasnya.
Manajemen, dikatakan putra sulung Bupati OKI Ishak Mekki ini tidak bisa berlarut-larut dengan persoalan Weeks. Performa angin-anginan Ponaryo dan kawan-kawan selama ini, dikatakan Muchendi juga dipengaruhi persoalan Weeks. “Kita belum ada rencana untuk mencari pemain lain. Tapi yang jelas secepatnya akan dibahas mengenai pemutusan kontrak dan lain-lainnya,” pungkasnya. (key)

Persija Kalah , The Jak Bakar dan rusak Bus di Depan Rumah Duka

Persija Kalah , The Jak Bakar dan rusak Bus di Depan Rumah Duka
Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, membajak dan merusak bus setelah menonton pertandingan Persija melawan Arema Indonesia di Gelora Bung Karno, Sabtu (16/2/2013). Kejadian tersebut berlangsung di depan rumah duka Abadi, Kalideres, Jakarta Barat.

"Tadi bus saya arah Kalideres-Kampung Rambutan juga diberhentikan. Mereka menghancurkan kaca sebelah kiri," kata Jajang, sopir bus di lokasi kejadian pada Sabtu (16/2).

Jajang menambahkan, saat berada di depan rumah duka Abadi, dirinya menghentikan bus di jalur busway untuk menghindari kericuhan suporter Jakmania. Kemudian anak-anak tersebut malah lari dan menghampiri bus yang sedang dia kendarai. Mereka juga merusak kaca bagian samping dan membuka pintu bus tersebut.

Lanjut Jajang, setelah berhasil membuka kendaraan, mereka pun masuk ke bus dan meminta supaya bus segera berjalan. Akhirnya bus dihentikan oleh petugas kepolisian, dan suporter Jakmania tersebut segera diamankan pihak kepolisian.

Sedangkan Kanit Polsek Kalideres AKP Saiful Anwar mengatakan, dari kejadia tersebut, Polsek Kalideres mengamankan 7 orang pemuda yang telah membuat kekacauan. Mereka ditahan karena mencoba membajak 3 buah bus Mayasari Bakti yang melintas di sekitar Daan Mogot, Jakarta Barat.

Adapun ketujuh pemuda tersebut berinisial F, A, A, E, N, Y dan S. Mereka merupakan siswa SMA di salah satu SMA di Jakarta. Saat ditahan, ketujuh pelaku hanya menangis dan merasa takut.

Keributan tersebut berlangsung sejak pukul 19.00-20.00 WIB. Selain itu, keributan juga sempat terjadi di beberapa titik lainnya seperti di flyover Pesing, Jembatan Gantung, dan km 13 Daan Mogot, Jakarta Barat. Di Km 13 Daan Mogot, suporter Jakmania juga sempat bentrok dengan warga sekitar.(dg)

Hantam Gresik United , Psps diguyur Bonus 80 Juta

Hantam Gresik United , Psps diguyur Bonus 80 Juta
PSPS Kampar kembali meraih hasil positif. Dua kali bermain di markas baru di Stadion Tuanku Tambusai, Bangkinang, Askar Bertuah meraup poin sempurna. Sabtu, (16/2), menjamu Persegres, Amrizal Cs menang 2-0. Dengan poin sembilan, PSPS mampu merangsek naik meninggalkan papan bawah di klasemen sementara.

Disaksikan ribuan pendukung setianya, gol PSPS diciptakan Ndiyae Pape Latyr babak pertama menit enam dan gol kedua diciptakan Makan Kanoute saat memasukiinjury time menit 89 babak kedua.

Kemenangan ini disambut suka cita Askyar Theking yang memenuhi stadion berkapasitas 7.000 tempat duduk ini. Bahkan, bonus langsung mengalir ke kantong pemain. Total Rp80 juta bonus diberikan antara lain oleh Bupati Kampar H Jefry Noer, tokoh masyarakat H Jon Erizal, Ketua DPD Demokrat Kampar Hj Eva Yuliana, Kadispenda Hj Kholidah MM dan Kadis Pendidikan Kebudayaan Jawahir MPd.

Jalannya pertandingan berlangsung ketat dan dalam tempo yang cukup tinggi. Pada menit-menit awal babak pertama, kedua tim berusaha untuk mencuri gol. Namun PSPS yang sudah akrab dengan situasi stadion Tuanku Tambusai mampu tampil penuh percaya diri. Gol yang dinantikan akhirnya tercipta pada menit ke enam, umpan lambung Glen Pauluakan yang disambut Makan Konate. Selanjutnya gelandang serang ini mengoper bola ke Pape. Dengan tenang pencetak gol semata wayang saat mempecundangi Arema kemarin ini berhasil membobol gawang Persegres yang dijaga Sandy Firmansyah.

Gol ini tercipta akibat kejelian Pape memanfaatkan kelengahan pemain bertahan Persegres ketika terjadi kemelut di depan gawang. Dengan gol ini disambut histeria ribuan penonton.  Hasil 1-0 membuat Ambrizal dan kawan-kawan semakin percaya diri dan berusaha merebut peluang demi peluang. Sementara Aldo Bareto Cs terus menekan permainan PSPS, namun hingga turun minum permainan masih milik tim kebanggaan masyarakat Riau.

Memanasnya permainan sempat diwarnai dengan pelanggaran yang melibatkan permainan Persegres April Hadi pada menit ke 27 dan Park Chui Hyung pada menit ke 35. Alhasil, pemain Persegres tersebut dihadiahi kartu kuning oleh wasit.

Tempo permainan semakin meningkat di babak kedua. Meski bermain di bawah cuaca yang gerimis, namun para pemain tidak terpengaruh, karena masing-masing tim ngotot untuk terus merebut poin. Berkali-kali peluang PSPS muncul, namun eksekusi Pape gagal menambah gol. Upaya menambah gol juga dilakukan oleh pemain M Ilham namun tendangannya mampu ditangkap oleh penjaga gawang Persegres.

Pada menit ke 89, tepat saat pengumuman penambahan waktu selama tiga menit, gawang Persegres kembali bergetar. Tendangan dari Makan K mampu memperkokoh kemenangan PSPS. Skor 2-0, membuat Bupati Kampar H Jefry Noer dan rombongan bersorak gembira dari bangku VIP tribun barat. Skor tersebut bertahan untuk keunggulan PSPS.

‘’Kemenangan ini patut disyukuri, meski kita tak berharap muluk-muluk untuk langsung menerobos papan atas, namun setidaknya kita berusaha lepas dari zona degradasi. Kami juga berterima kasih atas dukungan Pak Jefry,’’ ujar Pelatih PSPS Mundari Karya. Pelatih Persegres Suharno menyatakan secara keseluruhan timnya sudah berusaha bermain baik, hanya saja Suharno mengakui bahwa anak asuhannya lengah di awal babak pertama dan akhir babak kedua sehingga harus menelan kekalahan atas PSPS.

Bupati Kampar Jefry Noer menilai PSPS Kampar telah menunjukkan kelasnya sebagai klub yang mampu berbicara di level atas ISL. ‘’Kepastian masa depan dari PSPS telah mengangkat kepercayaan diri para pemain dan official dan ini dibuktikan dengan kemenangan beruntun di Stadion Tuanku Tambusai,’’ ucap Jefry.(dg)