UP
    Latest News

Komdis Denda Klub , Panpel Gresik United ketiban denda Terbesar

Komdis Denda Klub , Panpel Gresik United ketiban denda Terbesar
-Komisi Disiplin (Komdis) PSSI KLB Ancol, yang menaungi Indonesia Super League (ISL) akhirnya mengumumkan keputusan hasil sidang Komdis pertama. Namun, keputusan Komdis hanya seputar denda atas tingkah laku buruk tim.

Dari 14 keputusan yang diterbitkan, 13 diantaranya adalah pemberian denda kepada klub ISL dan Divisi Utama yang pemainnya mendapatkan empat kartu kuning atau lebih dalam satu pertandingan. Denda yang diberikan sama, RP 10 juta

"Ini baru sidang pertama kami. Rencana setiap rabu kami akan sidang dan akan kami umumkan hasilnya di akhir bulan nanti bersama PT LI (Liga Indonesia)," kata Ketua Komdis Hinca Pandjaitan, kemarin (18/2).

Selain permasalahan displin pemain, Komdis juga memberikan denda kepada Panpel pertandingan Persegres Gresik United saat menghadapi Mitra Kutai Kartanegara (Kukar), 8 Februari lalu. Panpel didenda karena tidak bisa menjaga stabilitas pertandingan setelah penonton melakukan pelemparan kepada pemain lawan.

Bahkan, dalam pertandingan itu, pelemparan yang dilakukan sempat membuat pertandingan terhenti sekitar 5 menit. Pelemparan terjadi saat pemain-pemain Mitra Kukar akan melakukan lemparan ke dalam saat pertandingan memasuki 10 menit terakhir.

"Untuk Panpel kami berikan denda Rp 20 juta. Karena tindakan penonton sudah berlebihan dan membahayakan pemain serta membuat pertandingan terhambat. Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran," terang lelaki yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.

"Hinca menjelaskan, sebenarnya masih banyak laporan dari PT LI yang akan disidangkan. Salah satu yang akan diputuskan nanti adalah beberapa kasus pemukulan di beberapa pertandingan ISL. Sayang, dia belum bisa mebeberkan siapa dan dalam pertandingan apa saja kasus pemukulan yang dilaporkan.

"Yang pemukulan akan disidangkan dalam sidang berikut. Selain kasus sisa minggu lalu, Komdis juga akan menyidangkan kasus baru yang direkomenasikan PT LI," terangnya.

Untuk denda, lanjut Hinca, secara normative pihaknya memberikan waktu bagi klub untuk membayarkan denda paling lambat 30 hari setelah keputusan sidang diterbitkan. SIdang Komdis sendiri digelar pada 13 Februari lalu dan keesokan harinya hasil sidang sudah diumumkan ke klub-klub.(ged)

Roy Suryo: Yang Lalu Biarlah Berlalu

Roy Suryo: Yang Lalu Biarlah Berlalu



Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyatakan siap bertanggung jawab atas pelaksanaan Kongres pada 17 Maret 2013. Menurutnya, kongres yang merupakan hasil kesepakatan pertemuan kubu KPSI dan PSSI pada Senin (18/2) malam itu harus dilaksanakan pada tanggal tersebut agar Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.

Berdasarkan statuta PSSI pelaksanaan kongres harus diumumkan selambat-lambatnya 30 hari sebelum digelar. Jika Kongres dilaksanakan 17 Maret maka pemberitahuan kepada peserta kongres harus dilakukan pada 15 Februari 2013.

"Saya siap bertanggung jawab atas pengambilalihan tanggal kongres. Saya mohon kepada semua pihak memaklumi, sebab tidak ada kata lain selain kongres," kata Roy Suryo saat menggelar konferensi pers di Media Centre Kemenpora Senayan, Senin (18/2) malam.

Ia meminta seluruh pihak untuk terus berpraduga baik kepada pihak yang melaksanakan kongres. Itu karena kongres tersebut disaksikan oleh masyarakat dan dikawal banyak orang.

"Insya Allah kita akan kawal dan melaksanakan dengan sangat baik. Yang lalu biarlah berlalu dan ke depan biarlah ke depan," jelasnya. (fr)

Inilah Butiran-Butiran Kesepakatan Hasil Pertemuan Roy Suryo dengan PSSI dan KPSI

Inilah Butiran-Butiran Kesepakatan Hasil Pertemuan Roy Suryo dengan PSSI dan KPSI


PSSI Akan melakukan kongres pada tanggal 17 Maret mendatang di Jakarta.  Pelaksanaan Kongres di Jakarta setelah Menpora Roy suryo mengadakan pertemuan dengan Prof Djohar Arifin dari PSSI dan Ketua KPSI La Nyalla Mattaliti.

"Pelaksaan kongres akan diawasi langsung oleh bu Rita Subowo," kata Menpora Roy Suryo, Senin (18/02/2012).

Roy menambahkan kongres dilaksanakan setelah FIFA mengirimkan surat kepada Menpora terkait dengan situasi di Indonesia.

"Seperti diketahui surat yang juga telah beredar di media meminta 4 poin penyelesaian konflik sepakbola nasional," kata Roy Suryo.

Roy menyebut keempat poin tersebut antara lain Penyatuan Liga, Pengembalian 4 Exco yaitu La Nyalla Mattaliti, Tony Apriliani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan, Refisi Statuta dan Kongres sesuai dengan daftar kongres Solo July 2011.(dg)

Diego Michiels Berdamai dengan Mef Paripurna

Diego Michiels Berdamai dengan Mef Paripurna
- Diego Michiels akhirnya berdamai orang yang terlibat perkelahian dengannya, beberapa waktu lalu, Mef Paripurna. Hal ini disampaikan kuasa hukumnya, Kapitra Ampera.

"Sudah dilakukan ibu Yora, ibunya Nikita. Sudah dibiayai. Artinya keluarga Mef menyambut kami, ini musibah yang tidak bisa dihindari dan tidak diinginkan oleh semuanya. Di persidangan, teman Diego (Satria) bilang dia enggak pukul Mef, tapi di penjara 2 bulan, lalu bapaknya meninggal, ini kan melukai dia. Ironis kalau enggak salah tapi dihukum," papar Kapitra saat ditemui  di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (18/2/2013).

Meski berdamai, proses hukum tetap berlanjut. "Memang Mef luka-luka dan berobat, tapi perlu dibuktikan dulu siapa yang melukai," tambahnya.(qe)

Djohar : Pelaksanaan Kongres nanti Minta Bimbingan AFC

Djohar : Pelaksanaan Kongres nanti Minta Bimbingan AFC



Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein tidak berkomentar banyak usai menggelar pertemuan dengan KPSI di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Senayan Jakarta, Senin (18/2) malam.

Pertemuan dengan PSSI dan KPSI menyepakati untuk menggelar kongres bersama pada 17 Maret 2013 di Jakarta. Kongres ini mendahului rapat eksekutif komite (exco) FIFA yang akan digelar 20 Maret.

"Pertemuan ini bagus, ini kan untuk bangsa. Jadi semuanya kan untuk mendahulukan Merah Putih," kata Djohar Arifin di Kantor Kemenpora Senayan, Senin (18/2) malam.

Djohar menyatakan bahwa dalam melaksanakan kongres nantinya, pihaknya akan meminta bimbingan dari Asian Football Confederation (AFC). "Nanti kita akan meminta bimbingan dari AFC," singkat Djohar. (gfd)

Pertemuan Menpora , PSSI dan KPSI hanya Berlangsung 1 Jam saja

Pertemuan Menpora , PSSI dan KPSI hanya Berlangsung 1 Jam saja



Pertemuan antara PSSI dan KPSI yang digelar di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senin (18/2), akhirnya selesai. Pertemuan yang membahas surat tersebut berlangsung sekitar sejam.

Pertemuan Menpora, PSSI, dan KPSI ini dilaksanakan untuk membahas surat FIFA kepada Menpora Roy Suryo tertanggal 13 Februari 2013.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo saat ini sedang menggelar konferensi pers. Roy sedang mengumumkan langkah yang akan dilakukan oleh kedua kubu agar Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.

Saat konferensi pers ini dilaksanakan, Roy Suryo tampak didampingi oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein dan Ketua PSSI KLB Ancol La Nyalla Mattalitti. (ab)