UP
    Latest News

Hari Ini PSPS Pindah Mess ke Stanum

Hari Ini PSPS Pindah Mess ke Stanum
PSPS dipastikan menempati mess baru di kawasan rekreasi Bangkinang, Stanum, Rabu (20/2) hari ini.

Sebelumnya, Ambrizal dkk menempati Hotel Bangkinang Baru sejak pindah home base dari Pekanbaru dua pekan lalu.

Manajer PSPS, Boy Sabirin mengatakan mess di Stanum ini cukup kondusif karena suasananya yang alami dan nyaman. “Jarak dari lapangan juga tak jauh dan tak perlu waktu lama,” ujarnya  Selasa (19/2).

Selain suasana yang nyaman, pertimbangan pindah ke mess baru adalah terkait biaya. Kalau di Stanum biaya lebih irit karena dikelola Pemkab Kampar.

“Kalau di Hotel Bangkinang Baru jelas biayanya lebih mahal dibandingkan di Stanum,” jelasnya.

Boy menegaskan semua administrasi kepindahan dari Hotel Bangkinang Baru ke Stanum sudah diurus sejak kemarin. “Besok pagi (hari ini, red) anak-anak sudah disuruh pindah ke Stanum,” tambahnya.(ad)

Eks Pemain CS Vise Ikut Latihan Arema

Eks Pemain CS Vise Ikut Latihan Arema
Januari lalu, sosok Yandi Sofyan Munawar, pemain muda CS Vise, dikabarkan tak lagi memperkuat klub yang berlaga di divisi II Liga Belgia itu. Yandi saat itu, disebut ingin melanjutkan karir sepakbolanya di Indonesia setelah 18 bulan membela CS Vise. Setelah beberapa minggu tak berkabar, tiba-tiba saja Yandi terlihat di latihan Arema Indonesia, Selasa (19/2).

Pemain kelahiran Garut 25 Mei 1992 itu, ternyata mengikuti jejak kompatriotnya saat membela CS Vise, Yericho Christiantoko yang duluan datang ke Arema. Berlatih di lapangan luar kompleks Stadion Gajayana, Yandi bersama skuad berjuluk Singo Edan itu menjalani training session pertama usai tur Pekanbaru-Jakarta.
CEO Arema Iwan Budianto menyebut, status Yandi memang sudah bukan lagi pemain CS Vise.

‘’Dia eks pemain CS Vise Belgia. Dia mundur bulan lalu. Ingin main sepakbola di Indonesia. Karena dia masih terikat kontrak PT Cronous, untuk sementara ikut latihan di Arema,’’ tandas Iwan .

Ungkapan sang CEO menyiratkan, Yandi masih dalam status ‘nunut’ latihan di Arema. Meskipun, secara legalitas pemain yang biasa mengisi posisi striker itu, tetap bisa disebut pemain Arema. PT Cronous yang membawahi 4 klub di empat negara berbeda, bisa saling bertukar pemain.

Namun, karena dia masih disebut Iwan hanya berlatih sementara di tim pujaan Aremania ini, jelas Yandi tak bisa main di Indonesia Super League (ISL). Belum lagi, pendaftaran pemain sudah ditutup bulan lalu. Hanya saja, CEO yang bergaya flamboyan tersebut tak menutup kemungkinan Yandi bakal berkostum Arema apabila transfer windows tengah musim dibuka.

‘’Itu mungkin saja. Tapi kan masih lama. Masih terlalu dini untuk bicara itu. Biar waktu yang menjawab,’’ tutur Iwan.

Sementara itu, General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, sebenarnya pemain timnas U-17 dan U-19 ini sudah datang ke Indonesia dua minggu lalu.
Menurut Ruddy, Yandi terlebih dulu pulang ke tanah kelahirannya Garut untuk bertemu sanak familinya. Pemain bertinggi 174 sentimeter ini, sempat direncanakan datang ke Malang bersama rombongan tim yang sedang tur Jakarta menghadapi Persija, Sabtu lalu di Senayan. ‘’Dia rencana datang ke Malang bareng tim. Tapi baru kemarin dia bisa ke Malang,’’ tandas pengusaha travel ini.

Setelah Yericho, kehadiran Yandi di skuad Arema Indonesia ini disebut Ruddy sebagai awal penting untuk bertukar pemain antara keempat klub yang berada di bawah naungan PT Cronous.

‘’Siapa tahu, dari Arema juga bisa kirim pemain ke Uruguay, Australia atau Belgia. Bisa Sunarto, bisa Alfarizi, atau pemain muda lainnya,’’ tandasnya.

Sementara itu, kehadiran Yandi di latihan Arema kemarin memang sempat menjadi kasak kusuk awak media yang berada di lapangan. Kemunculannya yang tiba-tiba bukan hanya membuat kalangan wartawan maupun suporter yang nonton latihan bertanya-tanya. Tim pelatih sendiri juga mengaku kaget begitu Yandi diinstruksikan ikut latihan Arema.

‘’Saya sendiri kaget ada Yandi, tapi kalau mau info jelas ya bisa ke manajemen, yang jelas kami hanya melatih saja,’’ tutur asisten pelatih Arema, Satia Bagdja Ijatna .

Sementara itu, sang kompatriot, Yericho Christiantoko menyambut baik kehadiran satu dari trio Indonesia CS Vise tersebut. ‘’Kalau menurut saya bagus bisa kedatangan Yandi. Lini depan bisa tambah tajam. Skill punya, heading dan shooting juga punya,’’ tandas Yericho ketika dikonfirmasi. (fi)

PSM main di Liga Tarkam , Gak dilirik , Bosowa Rencana Beli Klub ISL

PSM main di Liga Tarkam , Gak dilirik , Bosowa Rencana Beli Klub ISL
Perusahaan asal Sulawesi Selatan, Bosowa Corporation, berniat membeli klub yang bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Rencana Bosowa itu langsung mendapat tanggapan sejumlah kalangan. Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin berharap Bosowa tetap fokus pada PSM. Ilham yang juga mantan Ketua Umum PSM Makassar, menilai rencana Bosowa mendatangkan klub ISL ke Makassar, kurang tepat. Ilham bahkan menilai hal itu sebagau keputusan keliru.
"Saya sarankan kepada Bosowa, agar lebih memberdayakan klub yang ada, ketimbang membeli klub baru. Tapi itu tergantung dari Bosowa juga," ujar Ilham  di Makassar, selasa (19/2/13).
Sementara tokoh sepakbola asal Makassar, Andi Darussalam Tabusalla (ADS), justru mendukung rencana Bosowa memboyong klub ISL ke Makassar. Menurut Andi, kompetisi Indonesia Super League (ISL) lebih bergengsi.
"Tujuannya jelas, untuk memajukan persepakbolaan di Makassar. Lagipula kompetisi ISL itu yang paling bergengsi. Tidak salah jika Bosowa mengambil klub itu," kata Andi. Bahkan menurut mantan manajer Makassar Utama tersebut, dari segi bisnis, klub ISL lebih menjual. “Artinya dari segi bisnis memang menjanjikan,” imbuhnya.
Pendapat serupa disampaikan Yopie Lumoindong. Mantan direktur teknik PSM Makassar ini mengatakan, geliat persepakbolaan di Makassar akan kembali bergairah dengan pembelian klub ISL.
"Orang pasti tidak hanya akan ke PSM. Lagipula ini sangat positif, seperti saat Makassar Utama. Saya yakin dengan pembelian itu sepakbola di Makassar akan semakin berkembang. Dan pemain-pemain muda asal Makassar bakal semakin banyak dan berkembang," ujarnya.(fh)

Bangkrut , Persipas Paser Mengundurkan Diri dari Divisi Utama

Bangkrut , Persipas Paser Mengundurkan Diri dari Divisi Utama
Kesulitan pendanaan menjadi problem yang tidak bisa diatasi oleh klub Persipas Paser. Akhirnya, klub yang tergabung di Grup 3 Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013 itu, memutuskan untuk mundur dari kompetisi.
Permintaan mundur dari kompetisi kasta kedua di tanah air itu disampaikan oleh manajemen Persipas melalui surat pada tanggal 14 Februari lalu. Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum Persipas, Hj. Ridhawati Suryana RS tersebut, Persipas Paser menyampaikan permohonan pengunduran diri dari kompetisi karena permasalahan dana.
Dalam mengikuti kompetisi Divisi Utama, klub yang baru promosi dari Divisi Satu itu awalnya berharap ada kerjasama dari pihak sponsor ataupun bantuan dana dari beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Paser. Namun, hingga laga ketiganya, harapan itu tak terwujud, dan Persipas masih mengandalkan dana talangan dari Ketua Umum Persipas, Hj Ridhawati. Atas hal ini, manajemen Persipas mengaku siap menerima konsekuensi dan sanksi yang akan diberikan kepada mereka.
Pada Senin (18/2), PT Liga Indonesia telah mengirimkan surat balasan kepada manajemen Persipas. “LIGA menerima pengunduran diri Persipas dari Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013. Adapun terkait sanksi yang akan diterima Persipas atas pengunduran dirinya, akan kami serahkan sepenuhnya pada Komisi Disiplin PSSI,” kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia, Selasa (19/2).
Berdasarkan Peraturan Umum Pertandingan PSSI Nomor : KEP/01/2008 tertanggal 2 Januari 2008, khususnya pasal 53 : Pengunduran Diri, ayat (2) : “….apabila pengunduran diri/diberhentikan tersebut pada sebagian dari putaran pertama, maka perhitungan nilai yang telah diperoleh lawan tandingnya dibatalkan dan dianggap tidak ada”.
Terkait jadwal pertandingan di Gup 3, LIGA menetapkan untuk meniadakan seluruh jadwal pertandingan yang melibatkan  Persipas berikutnya, baik sewaktu home maupun away. Sedangkan jadwal pertandingan lain, tidak mengalami perubahan.(qr)

Barito Putra vs Persepam MU = 2-1 , Gol Bunuh diri detik akhir

Barito Putra vs Persepam MU = 2-1 , Gol Bunuh diri detik akhir
Sebuah gol bunuh diri, 30 detik jelang laga berakhir, membawa kemenangan bagi Barito Putera atas Persepam Madura United. Pada laga yang berlangsung di Stadion Demang Lehman, Selasa (19/2), Barito menang tipis 2-1.
Pada laga yang berlangsung di bawah hujan gerimis tersebut, Barito unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak pemain belakang, Henry Nyobi Elad pada menit ke-50. Namun, delapan menit berselang,   Persepam MU membalasnya lewat gol yang dicetak Ishak Jober.
Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Doddy Setia Purnama itu sepertinya akan berakhir imbang 1-1. Namun, petaka terjadi pada masa injury time, tepatnya pada menit ke-92. Firly Apriansyah membobol gawangnya sendiri, sekaligus memupuskan harapan Persepam meraih satu poin di kandang Barito.
Gol bunuh diri berawal dari sebuah crossing sayap kiri Barito, Dedi Hartono, lalu Firly berniat menghalau bola dengan kakinya, namun bola justru mengarah ke gawang sendiri. Skor 2-1 pun bertahan hingga akhir pertandingan.
Kendati menang, pelatih Barito, Salahuddin tidak puas dengan penampilan anak asuhnya. “Jujur, Barito bermain kurang maksimal.  Justru Persepam tampil bagus dan ngotot. Tapi kemenangan ini tetap harus kita syukuri,” ujar Salahuddin.
Sedangkan pelatih Persepam, Daniel Roekito, menyatakan pemainnya kurang fokus di menit-menit akhir. Padahal, Persepam sangat berpeluang mencuri satu poin dalam laga ini.
“Beberapa catatan saya, kita terlalu membiarkan pemain Barito  bermain di pertahanan kita. Dan, gol bunuh diri terjadi karena pemain tidak fokus di menit akhir,” kata Daniel.
Kekalahan ini semakin memperpanjang rekor tidak pernah meraih poin bagi Persepam, saat melakoni laga tandang.(dg)

La Nyalla : Silahkan Tanya FIFA dan AFC , Siapa Itu Voters Solo

La Nyalla : Silahkan Tanya FIFA dan AFC , Siapa Itu Voters Solo
– Ketua umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta Pemerintah untuk tidak perlu memusingkan siapa yang dimaksud FIFA dengan Voters Solo.
Agenda yang ditetapkan pemerintah perihal penyelenggaraan kongres PSSI berdasarkan voters Solo, yang akan digelar di Jakarta, 17 Juli 2013, Menurut La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai jalan keluar paling tepat untuk menyudahi konflik sepak bola berkepanjangan yang selama ini melanda Indonesia.
“Semua harus siap untuk melakukan kongres tersebut. Hal itu juga sudah diamanatkan FIFA dalam MOU. Kalau tidak dilakukan maka suka tidak suka kita akan dijatuhi sanksi oleh FIFA,” jelasnya.
La Nyalla juga menambahkan, voters Solo yang selama ini dijadikan perdebatan juga seharusnya bisa didapatkan dengan mudah jalan keluarnya oleh Pemerintah. Menurutnya, pemerintah cukup mengirimkan surat kepada AFC untuk menanyakan siapa sebenarnya voters Solo yang dimaksud oleh FIFA dan AFC.
“Pemerintah sebenarnya cukup mengirimkan surat kepada AFC, untuk menanyakan siapa sebenarnya yang dimaksud dengan voters Solo,” tambah Nyalla.
“Sebenarnya kalau dari jauh hari sebelumnya ini dilakukan, tidak perlu ada perdebatan soal siapa sebenarnya voters Solo yang dimaksud oleh FIFA dan AFC,” tambahnya lagi.
Sebelumnya, PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin memiliki pendapat yang berbeda perihal siapa yang dimaksud FIFA dengan voters Solo. Mereka meng-klaim telah melakukan kongres di Palangkaraya pada 10 Desember 2012, dengan peserta voters Solo. Namun kongres tersebut ternyata hingga kini tidak pernah disahkan oleh FIFA dan AFC.[ct]