UP
    Latest News

PSSI-KPSI batal rujuk, Menpora ngambek

PSSI-KPSI batal rujuk, Menpora ngambek
Penolakan  Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) terhadap Kongres Luar Biasa (KLB)  PSSI 17 Maret mendatang membuat geram Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo. Pasalnya kongres tersebut telah disepakati kedua belah pihak baik PSSI maupun KPSI.

Menpora berharap PSSI  atau KPSI mengabaikan  suara-suara sumbang yang merusak Merah Putih. Kedua belah pihak yang telah menandatangani kesepakatan, baik Ketua PSSI Djohar Arifin maupun Ketua KPSI La Nyalla Mattalitti diminta hanya fokus untuk mengharumkan Merah Putih.

"Ada kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama dan sudah disaksikan seluruh rakyat Indonesia. Kepada Pak Djohar untuk menjalankan kesepakatan. Kepada Pak Mattalitti, ayo jalankan kesepatakan dan jangan terpengaruh dengan suara-suara yang tidak menginginkan kongres'" ujar Menpora dalam keterangan persnya, 25 Febuari 2013.

Pelaksanaan kongres PSSI pada tanggal 17 Maret mendatang diharapkan tidak dipersepsikan macam-macam. Menpora akan segera mencari tahu istilah kongres luar biasa yang sedang dipersoalkan saat ini.  "Kongres Luar Biasa itu mau kita tanyakan dulu," katanya.

Menjelang kongres itu, Menpora juga akan segera membentuk dan melantik tim pengawas adhoc dari sejumlah pihak yakni perwakilan Kemenpora, kalangan media, dan anggota Komisi X DPR-RI. (sf)

KENANGAN : Tahun 1973 , Klub Jerman St Pauli dikalahkan Timnas , Lalu Berhasil Kalahkan persebaya dan Cukur Psms 6-0

KENANGAN : Tahun 1973 , Klub Jerman St Pauli dikalahkan Timnas , Lalu Berhasil Kalahkan persebaya dan Cukur Psms 6-0

Pada awal tahun 1973, keseblasan asal Jerman Barat, St. Pauli, yang masih bersetatus semipro pernah berkunjung ke indonesia. Pada pertandingan awal disenayan melawan Timnas Senior, St.Pauli digasak langsung dengan skor 4-2. Timnas pada saat itu dihuni oleh iswadi idris, judo hadianto, Risdianto dan andi lala.
Kemudian dalam lawatannya ke Surabaya, mereka berhasil menundukkan Persebaya Surabaya 4 -2, Kesebelasan St. Pauli saat bertandang ke Medan berhasil memulihkan gengsi sepakbola Jerman Barat dengan menembus gawang PSMS Medan yang dikawal kiper ke 2 nasional, Ronny Pasla dengan setengah lusin gol 6-0 tanpa balas.
Bisa menghajar PSMS sebagai Juara PSSI dan Pemenang Piala Presiden Soeharto di kandangnya sendiri dengan skor telak memang merupakan suatu hal yang tidak mudah pada saat itu. Karena di tahun era 70’ PSMS terkenal garang di Kandangnya. Walaupun kalah juga tak pernah lebih dari skor 2-0. PSMS pada saat itu tidak menurunkan penyerang Tumsila dan poros-halang Anwar Ujang yang terkadang dipasang sebagai bek kanan. Mungkin tanpa kehadiran dua andalan PSMS ini, menjadikan serangan barisan utama Medan menjadi tumpul dan benteng pertahanannya menjadi rapuh.
Sementara digantinya penjaga gawang Larsen oleh Lange menjadi titik balik permainan st. Pauli. Klub jerman ini menerapkan taktik permainan pendek dengan aksi bintang mereka René Martens yang berhasil menjinakkan Sukiman cs dan kawan-kawan. Terlihat sekali Kesebelasan PSMS tanpa dua pemain inti tersebut menjadi kehilangan bobot? Dan cerita yang berkembang bahwa setelah Juara Piala Presiden Soeharto, tim PSMS terus di buru pujian atas prestasi, yang menjadikan anak-anak Medan menjadi jenuh dan jemu bersepakbola.
Dan ada lagi satu faktor yang nampaknya lebih dekat pada kebenaran: bahwa diera masa lalu semangat pertandingan "persahabatan" agaknya kurang bisa membangkitkan fanatisme daerah.Faktor yang selama ini amat menentukan Kesebelasan Medan bermain dengan kegairahan dan haus kemenangan di era jayanya . Kekalahan 6 gol tanpa balas ternyata lebih tepat dinilai sebagai pelajaran ulangan bagi Kesebelasan PSMS bahwa semangat dan kemauan bisa mengimbangi teknik untuk mencapai suatu kemenangan, sementara teknik yang rendah tanpa semangat dan kemauan yang keras hanya lebih tepat menjadikan PSMS dimangsa lawan. Dan faktor ketrampilan teknis inilah yang agaknya menempatkan Kesebelasan PSMS tidak konsisten dalam prestasi internasionalnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sebagai wakil PSSI. Walaupun pada saat itu kemampuan tim PSMS sangat memungkinkan untuk menjadi keseblasan yang tangguh di kawasan ASIA.(ry)

Kembalinya Messi gak Jelas , Pelatih Persib Bungkam

Kembalinya Messi gak Jelas , Pelatih Persib Bungkam
Playmaker asing Persib Bandung, George Mbida Messi Parfait, kemungkinan tidak ikut bermain saat menjamu PSPS Pekanbaru, Rabu (27/2/2013) nanti di Stadion Siliwangi Bandung. Jajaran pelatih tim Maung Bandung sendiri belum mendapatkan kepastian kepulangan pemain asal Kamerun tersebut.

Sebelumnya, Messi juga tidak membela Persib saat dijamu Mitra Kukar dalam pertandingan tandang di Kalimantan beberapa waktu lalu. Messi meminta izin kepada pihak Persib untuk menghadiri pemakaman almarhum ayahnya yang baru meninggal belum lama ini.

Pihak Persib Bandung memberikan izin kepada Messi untuk pulang kampung selama 10 hari, sejak usai bertanding melawan Persisam Putera Samarinda. Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman masih enggan berkomentar banyak saat ditanya wartawan.

"Tidak. Kita belum ada kabar," singkat pelatih yang akrab disapa Djanur ini kepada wartawan saat ditemui usai melakukan latihan di lapangan Pusdikpom, Cimahi, Senin (25/2/2013).

Ketika wartawan kembali mendesak soal keikutsertaan Messi dalam pertandingan menjamu Persija Jakarta di kandang Persib, Djanur pun hanya menjawab singkat. Dia juga tidak dapat memastikan kapan kembalinya pemainnya itu.

"Untuk lawan Persija juga belum tahu," kata mantan pemain Persib era 90an itu sambil terburu-buru menuju bis.

Di musim ini, Messi menjadi salah satu pilihan bagi pelatih sebagai pemain di lini tengah. Pemain yang sudah mencetak satu gol ini sudah bermain selama 325 menit di lima pertandingan.(gs)

Sriwijaya Bidik Roman Chmelo

Sriwijaya Bidik Roman Chmelo
Manajemen Sriwijaya FC belum memutuskan siapa pengganti Min Kyung Bin. Memang manajemen dan pelatih Kas Hartadi cukup tertarik dengan permainan Roman Chmelo. Tapi Chmelo adalah playmaker, sedangkan Laskar Wong Kito membutuhkan suplai tenaga untuk gelandang bertahan.

Pihak SFC sendiri tetap melakukan pendekatan dengan PT Liga Indonesia agar diberi kemudahan untuk menggantikan pemain  yang sudah dibuang Arema palsu tersebut. Menurut asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki, sebenarnya bukan keinginan manajemen, untuk memutuskan kontrak dengan kedua pemain asing tersebut.

Manajemen menilai untuk Min Kyung Bin memang belum memberikan kontribusi lantaran masih cedera. Kemudian Erick Weeks Lewis, meski sudah didaftarkan ke PT LIGa Indonesia, namun hingga pertandingan ke tujuh yang lalu, sang pemain tidak pernah ada di Palembang.

''Kami sudah membicarakan ini ke PT Liga Indonesia dan mereka juga memberikan kemudahan. Kami meminta rekomendasi dari PT Liga karena kami merasa dirugikan atas dua pemain tersebut,” ucapnya.

Hanya saja, sambung Muchendi, hingga saat ini pihaknya belum menemukan pemain yang pantas, untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Min Kyung Bin. Karena manajemen juga, memiliki kriteria sendiri.

''Kami tak mau terburu-buru lagi dalam mencari pemain. Memang saat ini kami juga sangat membutuhkan pemain belakang. Kurang solidnya pertahanan, membuat manajemen harus berpikir untuk mendatangkan pemain yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.(rq)

Pengen Keren , Klub Minim Suporter Persema Ganti Logo dan Julukan

Pengen Keren , Klub Minim Suporter Persema Ganti Logo dan Julukan
Ada yang baru dalam laga Persema di Rembang, Selasa (26/2) besok. Klub miskin dukungan dari warga Kota Malang ini akan berganti julukan dan logo. Pergantian logo ini sudah terlihat saat sesi latihan resmi Persema di Stadon Krida, Rembang, Senin (25/2) sore. Besok, Persema akan dijamu PSIR Rembang dalam laga perdana liga tarkam Indonesian Premier League (IPL) 2013.

“Ya mulai besok kita akan gunakan logo baru untuk jersey tim,” ungkap Manajer Persema Patrick Tarigan, . Jika logo Persema selama ini adalah bergambar Tugu Kota Malang dengan tiga lingkaran dan warna dasar kuning, maka untuk logo baru akan berubah sama sekali.

Logo yang baru nanti bergambar seperti dua singa yang sedang bertarung dengan warna keperakan. Logo ini lebih modern dan mirip dengan logo-logo klub di luar negeri. Para pemain Persema kemarin memang sudah menggunakan jersey latihan dengan logo yang baru.

“Selain perubahan logo, kami juga akan merubah julukan klub,” ungkap Patrick. Bila sebelumnya julukan Persema adalah Laskar Ken Arok, maka mulai besok tim ini akan berjuluk Bledek Biru. Julukan inilah yang sebenarnya dipakai sejak Persema lahir pada 20 Juni 1953. Namun semenjak tahun 2004 julukan ini berganti menjadi Laskar Ken Arok.

Dengan adanya perubahan logo dan julukan itu, jersey utama Persema juga akan berubah. Bila selama ini berwarna merah, maka untuk kali ini akan menggunakan warna biru muda seperti klub Manchester City.

 “Besok kita sudah gunakan jersey biru muda saat melawan Rembang,” imbuh Patrick. Persema sendiri akan berulang tahun ke-60 pada 20 Juni 2013 mendatang. Ulang tahun inilah yang digunakan sebagai momentum untuk kebangkitan tim.(sg)