UP
    Latest News

Mitos-Mitos Anak Muda Jakarta dan Sekitarnya

Mitos-Mitos Anak Muda Jakarta dan Sekitarnya



Kehidupan ini memang penuh mitos. Dari kecil, kamu pasti sudah sering mendengar banyak mitos, mulai dari yang mistis sampe yang…eh kebanyakan mistis aja sih. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin modernnya dunia ini, ada banyak mitos-mitos baru yang bermunculan. Di kalangan anak-anak muda Jakarta dan sekitarnya pun demikian. Ada beberapa mitos baru yang sekarang menjadi populer sekali di kalangan anak muda, seperti misalnya:

1. Satu Batang Cabut

Mitos: Biasa diucapkan oleh anak-anak yang sedang nongkrong, mitos ini menyatakan bahwa setelah satu batang rokok, mereka semua akan udahan nongkrong dan langsung cabut, melanjutkan kegiatan mereka.
Fakta: Sejauh ini sih hal tersebut masih merupakan sebuah mitos belaka ya. Biasanya satu batang tersebut kemudian akan menjadi dua batang, 3 batang, satu bungkus, dan kemudian akan menjadi "Abis ini deh pokoknya!".

2. Abis Ini Gue Mandi

Mitos: Biasa diucapkan oleh orang yang sedang libur dan berada di rumah aja. Mitos ini menyatakan bahwa pada suatu titik tertentu, orang tersebut akan mandi, menjadi wangi dan bersih.
Fakta: Ini juga masih mitos belaka sih. Kebanyakan orang yang sedang libur dan di rumah aja sih kesulitan menemukan alasan yang tepat untuk mandi ya. Lagian buat apa juga gitu.

3. Gue Udah OTW

Mitos: Ketika diucapkan, mitosnya adalah seseorang sudah di jalan menuju suatu tempat. Biasanya ini dikatakan apabila orang ini terlibat sebuah janji dengan orang lain dan orang lain tersebut sudah menanyakan keberadaannya.
Fakta: Pada umumnya sih ini sekedar mitos belaka ya. Kalo memang seseorang sudah beneran ada di jalan, Ia akan secara spesifik mengatakan posisinya ada dimana. Tapi kalo dia hanya bilang "Udah OTW", kemungkinan besar sih dia baru bangun.

4. Macet

Mitos: Mitos ini adalah kelanjutan dari "Udah OTW". Biasa diucapkan oleh seseorang yang terlambat datang ke suatu tempat dan udah ditelponin terus sama orang yang nunggu. Mitos mengatakan bahwa jalanan sungguh macet sehingga membuat Ia terlambat sampai di tujuan.
Fakta: Pada dasarnya ini gak terlalu mitos-mitos amat sih. Pada kenyataannya Jakarta memang macet. Tapi kalo urusannya sama janjian dan telat, lebih sering sih sebenernya macet ini hanyalah mitos belaka.

5. Lima Menit Lagi Gue Sampe

Mitos: Masih lanjutan dari masalah janjian dan telat. Mitos ini biasa terucap kalo orang yang nungguin udah mulai kesel. Mitos ini biasa diucapkan dengan harapan orang yang menunggu jadi sedikit lebih tenang.
Fakta: Bohong. Paling cepet masih 30 menit lagi lah nyampenya. Paling cepet lho ya.
Nah, demikianlah mitos-mitos modern yang sedang populer di kalangan anak Jakarta dan sekitarnya. Apakah kamu punya mitos-mitos lain? Silakan dishare.

5 Alasan Pria Terpaksa Menikah

5 Alasan Pria Terpaksa Menikah

Jika bertanya pada pria, "apa alasanmu menikah ?" tak semua akan menjawab karena cinta, itulah faktanya !!! Sebuah studi dilakukan oleh Match.com, sebuah situs jodoh asal negri Paman Sam, di mana mereka menemukan 25% pria yang menikah karena terpaksa. Hmm ... to be curious. Apa sih alasan ke-25% pria tersebut "terpaksa menikah ?" Berikut ulasannya :
5 Alasan Pria Terpaksa Menikah


  1. Karena Orang Lain Menikah. Salah satu alasan konyol yang disebutkan YourTango dalam artikelnya, pria menikah karena orang lain juga melakukannya. Masuk akal juga, sebenarnya. Hal ini juga terjadi di tengah masyarakat kita, ketika teman-teman sebayanya sudah menikah, ada saja orang yang ikut ngebet ingin nikah. Lantas di manakah cinta ? Cinta itu mungkin akan ada suatu saat nanti, atau bisa saja tak pernah ada. Tetapi setidaknya status menikah sudah dikantongi, dan tetap bisa jaga gengsi. Astagaaa !!!
  2. Takut Kesepian. Alasan kedua pria "terpaksa menikah" adalah karena takut kesepian. Pria-pria semacam ini biasanya tak suka sendirian dan kesepian, selalu mencari perhatian dan kasih sayang, serta bersikap over posesif pada kekasihnya. Dari luar ia tampak seperti pria yang normal dan sangat macho, tetapi tanpa orang ketahui ia adalah sosok yang cengeng dan rapuh.
  3. Merasa Bersalah dan Kasihan. Telah sekian lama pacaran, iba juga bila si wanita dibiarkan dalam posisi "pacar" akhirnya si priapun menikahinya. Hmm ... bukankah bila sudah jadi kekasih cinta itu sudah ada? Ya benar. Cinta itu ada, tetapi bila secara batin seorang pria belum merasa siap menikah, artinya ada yang tidak benar dalam hubungannya. Mungkin ia masih ragu, atau ia pernah mengalami trauma. Dalam contoh kasus lain, pria menikahi wanita karena merasa bersalah. Semisal telah membuat kekasihnya hamil dan mengandung anaknya. Dengan kondisi tersebut, akhirnya dengan alasan terpaksa ia harus menikahi kekasihnya.
  4. Desakan Orang Tua. Zaman sekarang masih ada lho orang tua yang memaksa anaknya dan mengatur segala tetek bengek hal di dalam kehidupan anak, termasuk jodoh. Nah, di antara 25% pria tersebut ada yang mengaku ia menikah karena desakan dari orang tua saja, bukan sepenuhnya keinginan dari hatinya.
  5. Karena Materi. Hah ? serius ada pria yang menikah karena alasan materi? Percaya atau tidak hal ini benar. Ada pria yang menikah karena ingin kehidupan perekonomiannya berubah menjadi lebih baik. Umumnya mereka menikah dengan wanita yang lebih mapan darinya, dengan demikian ia tak perlu susah payah memulai dari bawah lagi.
Bagaimanapun, hatimu akan tahu kapan saat yang tepat untuk menikahi orang yang kau cintai
 
 

8 Tipe Dalam Bercinta

8 Tipe Dalam Bercinta

MELEKAT dengan sifat seseorang, demikian juga tipe gaya bercinta seseorang.Yang penting adalah Anda mengerti bahwa tidak satupun dari ke delapan tipe berikut ini lebih baik antara satu dan lainnya. Jenis manakah Anda?


01. Tipe Tradisionalis
Kaum tradisionalis dipenuhi dengan gairah yang hangat, yang mereka lepaskan dengan cara-cara standar. Bila bicara mengenai seks, mereka merasa nyaman untuk melakukannya, membicarakannya, dan mereka umumnya merupakan pasangan yang baik karena memperhatikan apa yang diinginkan pasangannya. Kaum tradisionalis paling cocok dengan tipe tradisionalis, introvert, dan intelektual.


02. Tipe Introvert
Kaum introvert menyukai kedekatan fisik tetapi mereka agak sedikit malu untuk memulai seks. Secara seksual, kebanyakan tipe ini cocok dengan tipe tradisional, tipe inisiator, dan tipe kontradiktor walaupun kaum introvert dapat bekerja sama dengan baik dengan setiap tipe seks yang lain.


03. Tipe Kontradiktor
Kaum kontradiktor bersikap hati-hati dan konservatif. Tapi asal tahu saja, di dalam hatinya mereka liar. Secara seksual mereka cenderung dominan dan lebih senang bila pasangannya memperlihatkan minat yang sama. Mereka bisa cocok dengan setiap tipe seks, tetapi secara alami pasangan yang paling cocok adalah dengan sesama tipe kontradiktor, tipe penurut, dan tipe Maverick (tipe orang yang tidak konvensional).


04. Tipe Fantasi
Kaum fantasi sangat senang membicarakan dan memimpikan tentang seks dan pada saat melakukan hubungan seks, mimpi-mimpi itu mereka realisasikan. Tipe Fantasi sangat cocok dengan sesama tipe fantasi, tetapi gairah mereka dapat bangkit dengan tipe Maverick dan tipe Inisiator.
 
 
05. Tipe Intelektual
Kaum intelektual senang membicarakan, memikirkan, dan menganalisa mengenai seks meski pada umumnya mereka tidak bersikap provokatif pada saat mempraktikkannya. Kaum intelektual cocok dengan sesama tipe intelektual tetapi mereka juga dapat bekerja sama dengan baik dengan tipe tradisionalis dan tipe penurut. Tipe Intelektual juga dapat memiliki gairah yang hangat dengan tipe seks yang lain, bila mereka mau.


06. Tipe Penurut
 
Kaum penurut sangat patuh tetapi tetap mempunyai sikap. Mereka tahu cara menyelesaikan tugas mereka tetapi sekaligus menginginkan pasangan yang melakukan bagian yang berat. Sifat mereka selalu ingin tahu, mau mengembangkan diri dan pada saat melakukan hubungan seks cenderung selalu berusaha keras untuk memuaskan pasangannya. Mereka cocok dengan tipe inisiator, kontradiktor, dan Maverick.


07. Tipe Inisiator
 
Kaum inisiator lebih senang mengendalikan dibanding mengikuti. Mereka akan berterus terang kepada pasangannya tentang apa yang diinginkan, bagaimana cara melakukannya, dan untuk berapa lama. Tipe inisiator sangat cocok dengan tipe penurut, tetapi juga dapat bekerja sama dengan baik dengan tipe introvert dan tipe fantasi.


08. Tipe Maverik (Tipe Orang yang Tidak Konvensional)
 
Kaum Maverick bersifat provokatif, bertualang, dan tidak malu-malu. Bila mereka ingin melakukan hubungan seks dapat melakukannya di mana saja. Bila mereka mendengar sesuatu yang baru mengenai seks, biasanya mereka ingin mencobanya. Kaum Maverick senang bila pasangannya memberikan respons agresif dan petualang yang seimbang dengan mereka. Mereka cocok dengan sesama tipe Maverick dan dengan tipe fantasi serta tipe penurut.
 
 

AJax PHP : Cara Praktis Mendeteksi Event Keystroke pada Textbox dengan Menggunakan Ajax PHP

AJax PHP : Cara Praktis Mendeteksi Event Keystroke pada Textbox dengan Menggunakan Ajax PHP
Pada saat anda mendaftarkan sebuah email atau facebook, ketika anda memasukkan alamat email anda saat pendaftaran lalu tiba-tiba ada pesan yang mengatakan bahwa email tersebut telah terdaftar ?? saya yakin anda pernah menemukan hal semacam itu ataupun yang merip dengan kasus di atas. Jadi jika anda memiliki form pendaftaran pada suatu website dan terdapat field username atau email yang tentu saja isinya tidak boleh sama dengan yang sudah terdaftar. Nah kita melakukan pengecekan username secara langsung pada saat form masih diisi dengan menggunakan Ajax.
Oke tanpa terlalu banyak basa-basi langsung saja kita berangkat Ke TKP ... !!!

Form Pendaftaran

Pertama-tama kita buat form pendaftarannya terlebih dahulu. Dan didalam tersebut kita pasang fungsi Ajaxnya. Oke sekarang cobalah kode berikut dan simpan dengan nama formajax.html:

<html>
<head>
<script language="javascript">
var XMLHTTPRequestObject = false;
if (window.XMLHttpRequest)
{   
XMLHttpRequestObject = new XMLHttpRequest();
} else if (window.ActiveXObject) {     XMLHttpRequestObject = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHttp");
} function getusername(dataSource) {   
if (XMLHttpRequestObject) {        
XMLHttpRequestObject.open("GET", dataSource);
XMLHttpRequestObject.onreadystatechange = function()    
{       
if (XMLHttpRequestObject.readyState == 4 && XMLHttpRequestObject.status == 200)
{
if (XMLHttpRequestObject.responseText == "terdaftar")
{                
var target = document.getElementById("target");
target.innerHTML = "<div>Maaf, username <b>"+input.value+"</b> sudah dipakai,silahkan pilih yang lain.</div>";
} else {                
var target = document.getElementById("target");
target.innerHTML = "<div>OK</div>";
}}}
XMLHttpRequestObject.send(null);
} }
function cekusername(keyEvent) { keyEvent = (keyEvent) ? keyEvent: window.event;
input = (keyEvent.target) ? keyEvent.target : keyEvent.srcElement;
if (keyEvent.type == "keyup") {
var target = document.getElementById("target");
target.innerHTML = "<div></div>";
if (input.value) {
getusername("cekusername.php?qu=" + input.value);
} }}
</script>
</head>
<body>
<h4>Silahkan isi Username "Ivan" dan cobalah isi dengan username lainnya</h4>
<form>
Username: <input type="text" name="username" onkeyup ="cekusername(event)" />
<Br />
<div id="target">
</div>
</form>
</body>
</html>

Penjelasan mengenai formajax.html. Pertama-tama pada awal script kita memiliki:

var XMLHTTPRequestObject = false;
if (window.XMLHttpRequest)
{
XMLHttpRequestObject = new XMLHttpRequest();
}
else if (window.ActiveXObject)
{ XMLHttpRequestObject = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHttp");
}

Script diatas merupakan fungsi dasar Ajax untuk membuat XMLHttpRequest. kita sudah pernah membahas hal ini pada artikel saya sebelumnya mengenai dasar-dasar Ajax. Jadi anda baca lagi, saya tidak akan menerangkannya lagi. Setelah itu terdapat fungsi function getusername(dataSource) Nah fungsi ini untuk mengambil hasil dari file PHP kita dan menampilkannya di dalam div yang kita inginkan. Fungsi ini dipanggil belakangan karena itu nanti saja akan saya terangkan. Kemudian kita memiliki fungsi function cekusername(keyEvent), nah ini merupakan fungsi untuk mengecek event kita pada form tersebut.
Pada form dibagian bawah kita memanggil fungsi tersebut melalui atribut onkeyup ="cekusername(event)". Ini berarti ketika kita menulis sesuatu di field Username, ketika tombol terangkat maka fungsi cekusername(event) dijalankan.

Lalu pada fungsi cekusername(event) terdapat kode input = (keyEvent.target) ? keyEvent.target : keyEvent.srcElement;, ini berarti kita membuat variabel input yang isinya adalah text yang sudah kita masukkan. Setelah itu kita cek jika tombol terangkat (dengan kode if (keyEvent.type == "keyup") {) maka kita panggil fungsi get username("cekusername.php?qu=" + input.value);. Yang berarti kita memanggil fungsi getusername dengan mengirimkan file php yang akan kita panggil untuk melakukan pengecekan.

Sekarang mari kita buat file php nya. Buatlah file php dengan nama cekusername.php dan isilah dengan kode berikut ini:

<?
$username=$_GET["qu"];
if ($username=="ivan")
{
echo "terdaftar";
}
else
{
echo "ok";
}
?>

Pada fungsi getusername kita menyimpan file PHP kita kedalam variabel datasource dan kita memanggil file PHP kita dengan kode XMLHttpRequestObject.open("GET", dataSource);. Didalam file PHP kita melakukan pengecekan sederhana apakah variabel qu isinya dhimas. Jika ya kita tampilkan text "terdaftar" jika tidak kita tampilkan text "ok".

Misal kita akan menulis "ivan". Maka ketika kita baru mengetik huruf "i", maka semua fungsi dijalankan dan XMLHttpRequestObject.open("GET", dataSource); memanggil file cekusername.php dengan isi cekusername.php?qu=i, kemudian di cek di PHP dan karena "i" tidak sama dengan "ivan" maka hasilnya adalah teks "ok". Kemudian baru kita cek if (XMLHttpRequestObject.responseText == "terdaftar") yang berarti jika teks yang ditampilkan "terdaftar" maka kita akan tampilkan pesan bahwa username ivan sudah terdaftar didalam div yang memiliki id target.

Karena teks yang ditampilkan adalah "ok" maka yang dijalankan adalah kode berikutnya yaitu menampilkan teks "OK" didalam div yang memiliki id target. Kemudian kita meneruskan mengetik "v", proses tersebut kemudian diulangi kembali, hingga kita mengetik "ivan" yang didalam kode PHP menghasilkan teks "terdaftar"

Anda bisa bayangkan betapa berat proses yang dijalankan. Pada praktek sesungguhnya, didalam file PHP nya anda melakukan pengecekan ke database mysql apakah username yang diketikkan sudah ada di database atau belum. Bagaimana pusing? tentu saja, karena Ajax memang rumit.

NB :
Jika anda membuat aplikasi pendaftaran registrasi yang sesungguhnya, anda tetap harus melakukan pengecekan username menggunakan pemrograman server seperti PHP, ASP dll. Baru jika anda sudah membuatnya anda bisa tambahkan pemanis dengan membuat pengecekan tambahan menggunakan Ajax. Gunakan Ajax hanya sebagai pelengkap.

Silahkan dicoba dan alangkah baiknya sebelum mencoba anda mengerti dasar-dasarnya dulu, karena 90% kode diatas merupakan dasar dari Ajax. Selamat mencoba karena orang yang tekun berusahalah yang akan mendapatkan hasil yang baik.

   Sedikit motivasi buat anda dan ini merupakan kata motivasi yang selalu saya ingat BAHWA TIDAK ADA HAL YANG SULIT JIKA KITA MAU BELAJAR.

Ajax PHP : Dasar Pemahaman Ajax yang Harus Diketahui Para Pemula

Ajax PHP : Dasar Pemahaman Ajax yang Harus Diketahui Para Pemula
Istilah AJAX technology belakangan ini sering terdengar dalam pengembangan aplikasi web, dan sudah banyak digunakan oleh para Web Developer. Salah satu situs yang paling terkenal yang telah menggunakan ajax adalah Facebook, terutama pada fasilitas chatingnya. berikut sedikit gambaran tentang AJAX dan cara memanfaatkannya dalam pengembangan web.

AJAX
 pertama kali di perkenalkan oleh Jesse James Garrett pada tulisannya yang berjudul AJAX: A New Approach To Web Applications.

AJAX
 bukan merupakan bahasa pemrograman baru, namun hanya sebuah tehnik pemanfaatan Javascript dalam mengontrol class object XMLHttpRequest untuk me-Refresh / mengupdate content dalam halaman web tanpa melakuan Reload keseluruhan halaman web seperti pada Metoede Tradisional, AJAX sendiri merupakan singkatan dari “Asynchronous JavaScript And XML”.

Kelebihan utama AJAX sendiri terletak pada pemanfaatan class object XMLHttpRequest untuk berkomunikasi dengan Web Server dalam melakukan request content, berikut pengunaan Javascript dalam membuat class object XMLHttpRequest :

Untuk membuat class object pada browser Firefox, Safari, IE7, Mozila, dsb.

oAJAX = new XMLHttpRequest();

Untuk membuat class object pada browser IE versi terbaru.


oAJAX= new ActiveXObject('MSXML2.XMLHTTP');


Untuk membuat class object pada browser IE versi lama.

oAJAX = new ActiveXObject('Microsoft.XMLHTTP');

Untuk dapat berjalan pada semua browser (Cross Browser), kita dapat mengabungkan kesemua script tersebut kedalam sebuah function pembuat class object XMLHttpRequest seperti berikut :

function createRequest()
{var oAJAX = false;
/*@cc_on @*/ /*@if (@_jscript_version >= 5) try { oAJAX = new ActiveXObject("Msxml2.XMLHTTP");
} catch (e) { try { oAJAX = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
} catch (e2) { oAJAX = false;
} } @end @*/
if (!oAJAX && typeof XMLHttpRequest != 'undefined') { oAJAX = new XMLHttpRequest();
} if (!oAJAX){ alert("Error saat membuat XMLHttpRequest!");
}else{ alert("XMLHttpRequest sukses dibuat!");
} return oAJAX;
}

Mula-mula function diatas akan mencoba membuat class object XMLHttpRequest dengan sintaks IE versi terbaru, jika gagal maka akan di coba mengunakan sintaks pada IE versi sebelumnya jika masih gagal maka akan di coba mengunakan sintaks pembuatan pada browser Mozila, Firefox dsb.

Dengan pengabungan diatas di pastikan class object XMLHttpRequest akan terbentuk dan function akan mengembalikan class object yang telah berhasil dibuat (kecuali ada ada browser baru.

Setelah object XMLHttpRequest terbentuk selanjutnya kita dapa menanfaatkan object tersebut untuk berkomunikasi dengan server, berikut contoh pemanfaatan class object XMLHttpRequest untuk meminta content data dari server.

Untuk merequest data dari server pada contoh berikut di gunakan function requestContent yang akan di panggil saat sebuah link di click, detail script function yang digunakan seperti berikut :

function requestContent()
{ oRequest = createRequest();
var url = "dataLoad.html";// Buka komunikasi dengan server
oRequest.open("GET", url, true);// menunggu respon dari server
ID="divContent" oRequest.onreadystatechange = function ()
{ document.getElementById("divContent").innerHTML="
Menunggu Respon server";
if (oRequest.readyState == 4)
{
var response = oRequest.responseText;
document.getElementById("divContent").innerHTML = response;
} }
oRequest.send(null); }

Function diatas pertama kali akan membuat class object XMLHttpRequest dengan memanfaatkan function createRequest() yang ada sebelumnya, hasil pembuatan object akan di tampung kedalam variabel object oRequest.
setelah object XMLHttpRequest terbentuk, berikut akan dilakukan komunikasi dengan request dengan server untuk meminta data dari file dataLoad.html dengan GET method.
Sintaks open request sebagai berikut :

oXML.open(, , );
  • methode : POST atau GET
  • url_file : lokasi URL file yang akan di request
  • async_status : TRUE atau FALSE
catatan Asynchronous status:
  • Status TRUE :
    Javascript akan melanjutkan proses secara normal sementara menunggu respon dari server diterima
  • Status FALSE:
    akan menunggu hingga respon dari server, selama respon belum di dapat proses yang ada berikutnya akan di hold hingga respon dari server di terima.
Setelah melakukan request kepada server function akan menunggu respon dari server

oRequest.onreadystatechange

selama menggu respon dari server, bagian script berikut pd function akan dijalankan

document.getElementById("divContent").innerHTML="Menunggu Respon server";
if (oRequest.readyState == 4) { // baca data respon dari server
var response = oRequest.responseText;
document.getElementById("divContent").innerHTML = response;
}
}

ReadyState status:

0: uninitialized = Open status belum dijalankan
1: loading = Status request belum di jalankan
2: loaded = Status request sudah di kirimkan, dan menunggu respon dari server.
3: interactive = Respon dari server sedang dalam proses download.
4: completed = Respon data dari server telah selesai di download.

Function akan menunggu hingga status respon dari server oRequest.readyState == 4, nilai 4 tersebut berarti respon telah selesai diberikan oleh server, setelah respon selesai di kirimkan hasil respon di tampung kedalam variabel bernama response, proses menampung data respon ini mengunakan sintaks berikut :

var response = oRequest.responseText;

Dan selanjutnya data hasil respon di tampilkan pada div dengan nama “divcontent” yang telah di persiapkan sebelumnya, untuk menampilkan hasil respon ini mengunakan bantuan DOM (document object model) berikut :

document.getElementById("divContent").innerHTML = response;

Sampai disini baru terlihat pemanfaatan Javascript dalam mengunakan object XMLHttpRequest saja, data yang di berikan oleh server masih berupa file content statis dan belum memanfaatkan XML data respon.

Ajax PHP : Membuat Submit Form Dengan Ajax Menggunakan jQuery dan PHP

Ajax PHP : Membuat Submit Form Dengan Ajax Menggunakan jQuery dan PHP
Halo smua ,, kali ini saya akan membagikan bagaimana cara untuk membuat submit form atau proses dari suatu form dengan menggunakan Ajax Jquery. Oke langsung saja ke TKP ...!!!
Studi kasus kali ini adalah contoh penggunaan Ajax untuk mengirimkan data dalam sebuah form dan memprosesnya. Salah satu kelebihan menggunakan form berbasis Ajax dibandingkan form konvensional adalah: kita tidak perlu meninggalkan form selama form dikirimkan/diproses.
Untuk contoh ini, saya menggunakan dua buah file, yang pertama adalah file ajaxform.html untuk menampilkan form nya, dan file proses.php untuk memproses data yang dikirimkan dan menampilkan hasilnya.

Script pada file ajaxform.html nya adalah sebagai berikut :

$(document).ready(function()
{  
$().ajaxStart(function() {
$('#loading').show();
$('#result').hide();})
.ajaxStop(function()
{
$('#loading').hide();
$('#result').fadeIn('slow');
});
$('#myForm').submit(function()
{ $.ajax(
{ type: 'POST', url: $(this).attr('action'), data: $(this).serialize(), success: function(data)
{ $('#result').html(data); } }) return false; }); })

Dalam mengimplementasikan Ajax, pada file form.html ini kita menggunakan fungsi ajax () pada jQuery. Fungsi ini memiliki sebuah argumen yaitu berupa object (pasangan key/value), dan yang akan saya gunakan di antaranya sebagai berikut:
  • type: jenis request yang dipakai, bisa ‘POST’ atau ‘GET
  • url: url yang akan digunakan untuk memproses data. karena pada form sudah terdapat nilai action (proses.php) maka saya tinggal mengambil nilai dari action tsb menggunakan $(this).attr('action')
  • data: data yang dikirimkan, dalam format querystring. untuk menghasilkan querystring dari form, saya menggunakan fungsi serialize()
  • success: fungsi yang akan dijalankan jika request berhasil, dengan sebuah argumen berupa data yang dikembalikan dari server, dalam hal ini adalah hasil output dari file proses.php (hasil output ini akan saya tampilkan ke dalam sebuah div dengan id="result" )
Sedangkan file proses.php yang akan memproses data yang dikirimkan, isinya adalah sebagai berikut:

<?php //validasi
if (trim($_POST['nim']) == '')
{
$error[] = '- NIM harus diisi';
}
if (trim($_POST['nama']) == '')
{
$error[] = '- Nama harus diisi';
}
if (trim($_POST['tempat_lahir']) == '')
{ $error[] = '- Tempat Lahir harus diisi';
} //dan seterusnya  
if (isset($error))
{
echo '<b>Error</b>: <br />'.implode('<br />', $error);
}
else
{ /* jika data mau dimasukkan ke database, */
/* maka perintah SQL INSERT bisa ditulis di sini */  
$data = '';
foreach ($_POST as $k => $v)
{
$data .= "$k : $v<br />";
}
echo '<b>Form berhasil disubmit. Berikut ini data anda:</b>';
echo '<br />';
echo $data;
}
die();
?>

Setelah file proses.php ini berhasil dijalankan dalam browser anda masing-masing maka hasil outputnya akan ditampilkan pada element div yang berada pada file ajaxform.html
Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat demonya pada Link dibawah ini :


Lihat Demo Ajax Form Disini


Anda juga dapat mendownload source code nya di sini:

Klik Disini Untuk Download