UP
    Latest News

Banjir Surut , Timnas Akhirnya Berangkat dan Jajal Timnas Yordania

Banjir Surut , Timnas Akhirnya Berangkat dan Jajal Timnas Yordania
 

Setelah sempat dikabarkan batal, Timnas Indonesia akhirnya dipastikan bisa melakoni laga uji coba melawan Yordania. Kepastian ini diungkapkan Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Fabio Oliveira.

"Yah. Kita jadi uji coba melawan Timnas Yordania," ujar Fabio, pada  Selasa (29/01). "Nanti sore, kita akan berangkat dari Medan," sambung pria berdarah Brasil tersebut.

Sebelumnya, Timnas Indonesia sempat dikabarkan urung melakoni laga uji coba melawan Timnas Yordania, yang sedianya akan dihelat Kamis (31/01) mendatang. Hal ini tak lepas dari banjir besar yang melanda Jakarta, sehingga berakibat kacaunya sistem booking dari agen perjalanan.

"Karena banjir, semua sistem online rusak," tutur Direktur Operasional Timnas Indonesia, Widyawan Ferryanto Kodrat, Senin (28/11).

"Selain itu, informasi yang kami dapat dari agen perjalanan, ada beberapa kendala pada sistem pemesanan tiket di airlines-nya," sambung pria yang akrab disapa Ferry Kodrat itu. (ddc)

RESMI : Klub Gudang Peluru Arsenal Pastikan Kunjungi Gudang mafia , Indonesia

RESMI : Klub Gudang Peluru Arsenal Pastikan Kunjungi Gudang mafia , Indonesia
Minim Prestasi selama kurun 1 dekade terakhir , semakin mempertegas status arsenal sebagai klub Penggembira di EPL .

Klub yang sukses mencetak pemain muda berbakat kemudian menjualnya ke klub besar membuat arsenal tak lebih hanya sebuah klub pemasok pemain berkualitas tanpa orientasi merengkuh gelar juara .

Belum jelas nasib di liga inggris musim ini , klub berjuluk gudang peluru tersebut sudah menyususn rencana musim depan .

Dan salah satu rencana nya adalah mengunjungi Gudang mafia , Indonesia .

Selain basis suporter yang besar , indonesia tersohor dengan tempat segala intrik , manipulasi dan kebobrokan berada , representasi dua federasi , dua liga , dua timnas mempertegas predikat gudang mafia untuk negeri seribu pulau .

Namun hal tersebut tak menyurutkan niat Arsenal .

Mereka akan mengunjungi Jakarta untuk dua hari, yaitu pada 13-14 Juli 2013. Di Jakarta, mereka dijadwalkan melawan tim Indonesia di stadion Gelora Bung Karno.

Sebelumnya, CEO Arsenal, Ivan Gazidiz sudah sempat mengumumkan keputusan The Gunners akan melawat ke Jakarta pada November 2012. Saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah berada di Inggris turut memuluskan rencana tur Arsenal ke Indonesia. 

Ini akan menjadi kali pertama kunjungan Arsenal ke Indonesia sejak 1982. Sebelumnya, Arsenal juga merasakan kesuksesan rangkaian tur Asia pada musim panas 2011 dan 2012.
"Semua orang di Arsenal, pemain, Arsene Wenger, dan staf menantikan lawatan ke Indonesia setelah 31 tahun berlalu. Kami tahu Arsenal memiliki dukungan yang fantastis di Indonesia dengan lebih dari 1,3 juta fans terhubung dengan kami, itu hanya di Facebook. Kami menantikan memberikan fans loyal kami kesempatan melihat para pahlawannya beraksi. Kami juga ingin belajar lebih mengenai negara yang kaya budaya dan sejarah ini," tutur Chief Commercial Officer Arsenal, Tom Fox.
Presiden promotor tur, M-Pro Sports and Entertainment, Raja Sapta Oktohari menambahkan, "Kami tahu Arsenal memiliki pendukung besar di Indonesia dan kami amat ingin membawa klub legendaris ini dekat dengan fans di negara ini."(yr)

Pemain Persiba , Mahmoud El Ali Pulang ke Lebanon

Pemain Persiba , Mahmoud El Ali Pulang ke Lebanon
Persiba Balikpapan baru saja menuntaskan laga krusialnya kala menggebuk Arema Cronus dengan skor tipis 1-0 di lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.
Aktor dibalik kemenangan Beruang Madu-julukan Persiba- selain berkat kerja keras semua penggawa asuhan Herry Kiswanto, juga tidak terlepas dari penampilan apik duo Lebanon Mahmoud El Ali dan Moustapha El Kassaa.
Usai laga kontra Arema, selanjutnya Persiba harus mempersiapkan diri menghadapi dua laga tandang tak kalah beratnya menghadapi Persib Bandung (9/2) dan Persita Tangerang (13/2). Dengan tenggat waktu yang cukup panjang tersebut, Mahmoud El Ali, pun bergegas pulang ke kampung halamannya di Lebanon, Senin (28/1) malam kemarin.
Kepulangan Mahmoud ke Lebanon karena dirinya mengaku sudha rindu dengan istri dan buah hatinya. “Malam ini (kemarin.Red) saya akan pulang ke Lebanon. Tidak lama, mungkin lima hari saya di sana. Saya rindu dengan anak dan istri, Insya Allah mereka akan saya bawa ke Balikpapan nanti,” kata Mahmoud, kemarin (28/1).
Kepulangan Mahmoud ke Lebanon untuk kali pertama sejak dirinya merumput di Indonesia musim ini diakuinya dalam kondisi senang. Bukan hanya karena akan segera bertemua keluarga, namun dirinya sangat senang mengingat timnya baru saja melalui fase berat saat menjungkalkan Arema. “Jadi saya tidak bisa berlama-lama di Lebanon, karena saya sudah harus kembali dan bergabung bersama tim.
Masih banyak pertandingan berat yang harus kita hadapi, dan itu butuh persiapan tim yang harus terus lebih baik,” ungkapnya. Kehadiran istri dan anaknya nanti di Balikpapan, diakui Mahmoud juga akan menjadi semangat tersendiri baginya bersama Persiba. Sejauh ini keberadaan keluarganya memang terus mensuport kariri striker timnas Lebanon ini.
Jadi wajar saja jika dirinya harus memboyong anak adan istrinya ke Balikpapan. “Keluarga selalu mensuport saya, tapi akan lebih baik jika mereka ada bersama saya. Apalagi Indonesia dan Balikpapan sangat kondusif semua masyarakat di sini selalu memberikan suport buat saya, ini tentunya akan membuat saya dan keluarga juga senang,” tandas pemain bernomor punggung 20 ini.(sg)

Sriwijaya FC ‘Ganti’ Jersey

Sriwijaya FC ‘Ganti’ Jersey
Jersey motif songket milik Sriwijaya FC akhirnya tiba di Palembang, Jumat (25/01) lalu. Oleh karena itu dapat dipastikan tim Laskar Wong Kito akan mengenakan jersey motif songket untuk pertandingan lawan Persija di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (02/02).
“Jersey motif songket telah tiba di Palembang Jumat (25/01). Jadi sudah bisa dikenakan para pemain Sriwijaya FC untuk lawan Persija,” ujar Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin.
Dilanjutkan pria yang juga Direktur Utama hotel Swarna Dwipa ini, sebenarnya Manajemen ingin tim sudah mengenakannya untuk tanding lawan Mitra Kukar, Sabtu (26/01) lalu. Hanya saja lantaran datangnya terlambat, terpaksa ditunda.
“Salah satu faktor keterlambatan penyelesaian jersey, karena lokasi produksi yang sangat jauh. Kemudian sebelum menyatakan siap cetak,  jersey ini juga harus dicek berulang-ulang kali baik dari segi desain dan logo yang diharapkan,” sambung Augie.
Joma selaku sponsor apparel mengirimkan 47 koli perlengkapan untuk Sriwijaya FC. Isinya berupa jersey dalam tiga warna, kuning, hitam, dan merah, selain itu juga ada tas, celana, kaos kaki, dan lain-lainnya. Augie menyebutkan, bahwa kesepakatan dengan Joma ini akan berlangsung satu musim ini, dan hanya menyediakan peralatan dan kostum tim saja, tanpa bantuan nominal uang. Hanya saja jika ditotalkan maka nominal dari apparel ini bisa mencapai Rp 1,7 M.
Dijelaskan Augie, keinginan para penggemar yang berharap para pemain menggunakan jersey songket, akan segera terkabul. “Saya sudah mendengar ada suara-suara dari penggemar yang menyatakan buruknya penampilan tim dalam beberapa pertandingan terakhir karena tidak mengenakan jersey songket. Jadi mudah-mudahan saja dengan kembali mengenakan jersey songket, situasinya akan berubah,” urainya sembaru menjabarkan Joma adalah apparel asal Spanyol, sejumlah klub besar Eropa seperti Valencia dan Fiorentina yang juga memakainya.
Sementara asisten Manajer Sriwijaya FC Muchendi Mahzarekki menyatakan saat ini jersey songket sedang dalam tahap penyablonan. “Jersey tersebut harus dipasang beberapa nama sponsor. Dalam beberapa hari ini akan selesai, sekarang sedang proses pengerjaan,” tandasnya. (axe)

Main Jelek , Bus Arema dilempar telur , Batu , Saos , Gak Terima , Pemain Arema Malah Pukul Aremania

Main Jelek , Bus Arema dilempar telur , Batu , Saos , Gak Terima , Pemain Arema Malah Pukul Aremania
 Kekalahan Arema Indonesia dari Persiba Balikpapan Minggu (27/1) lalu, bisa jadi mengecewakan banyak pihak. Apalagi ekspektasi mereka terhadap tim asuhan Rahmad Darmawan ini sangat membuncah. Betapa tidak, tim ini dihuni banyak pemain bintang. Tetapi dua laga away mereka, berakhir dengan kekalahan.
Sayangnya dalam kondisi seperti ini, mulai ditumpangi oknum-oknum tak bertanggung jawab. Dengan menggunakan kostum Aremania, oknum tersebut melempar bus pemain saat memasuki Malang. Lemparan bukan hanya telur dan saus tomat ke kaca bus, tapi juga batu.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 kemarin , ketika bus yang ditumpangi pemain, melaju dengan kecepatan rendah di daerah utara Pasar Singosari.
Sesaat kemudian, terdengar teriakan umpatan dari luar bus. Lalu, sekelompok pemuda mengenakan baju biru Aremania, melemparkan telur dan saus tomat ke arah kaca pemain.
Kelompok pemuda ini mengepung bus dari dua arah samping kiri dan kanan. Bus berisi skuad Arema yang melaju lambat pun, terkena lemparan pada kaca depan dan belakang di kedua sisi.
Saat pelemparan terjadi, pemain yang sedang tertidur langsung kaget. ‘’Saya kaget dan langsung bangun,’’ ujar Dendi Santoso, winger Arema. Aksi pelemparan itu ternyata tak berhenti sampai disitu saja.
Beberapa menit usai pelemparan telur dan saus tomat oleh oknum berpakaian atribut Aremania, dua orang pemuda berbaju preman yang mengendarai motor bernomor polisi N 3574 JM, juga ikut melakukan pelemparan.

Setelah melewati pertigaan Karanglo, di daerah selatan perusahaan rokok Bentoel, tepatnya Jalan Raya Balearjosari, dua orang oknum ini berkendara di sisi kiri bus yang melaju lambat karena jalanan padat. Dua oknum ini, bukan lagi melemparkan tomat atau telur, tetapi sebongkah batu yang mengenai kaca di sisi kiri bus.
Munhar, I Made Pasek Wijaya, Thierry Gathuessi serta Kayamba Gumbs berada tepat di samping kaca yang dilempar batu. Untungnya, kaca hanya retak dan tidak sampai pecah. Sambil melaju kencang, salah satu pelaku pelemparan mengacungkan jari tengah ke arah bus.

Tak berhenti sampai disitu. Pelemparan kembali terjadi di utara fly over Arjosari, di bawah jembatan penyeberangan. Seorang pemuda berpakaian preman, mengenakan helm dan memakai motor bernomor polisi N 2883 BV, melempar sebongkah batu besar, lagi-lagi ke arah kaca kiri bus pemain.
Namun, kali ini para punggawa Arema sudah tak tahan ada oknum yang melempari bus tim. Apalagi dengan batu besar yang sangat membahayakan teman dan rekan satu timnya. Merasa anggota skuad tim berlogo singa itu hendak disakiti oleh oknum, sontak, kiper senior Arema, Ahmad Kurniawan (AK) meminta bus berhenti.

Tanpa pikir panjang, AK, diikuti oleh beberapa pemain seperti Dendi Santoso, Kurnia Meiga, Johan Ahmad Farizi, I Gede Sukadana hingga asisten pelatih Joko ”Gethuk” Susilo berserta dua ofisial turun dari bus dan mengejar pelaku pelemparan.
Pelaku ini hendak melarikan diri dengan memutar sepeda motornya ke arah utara. Namun, karena kaget dan tidak menduga pemain akan turun mengejarnya, si pelaku terjatuh dari motor dan sempat melarikan diri beberapa meter.
Sayang, yang diajak berlomba lari adalah pemain bola profesional. Jelas si oknum langsung terkejar. Begitu tertangkap, si pelaku diberi bogem mentah dan dihajar beramai-ramai oleh pemain yang tidak terima ada lemparan batu berbahaya ke arah pemain lain.

Kunci motor yang masih tertinggal di motor pun disita oleh ofisial. ‘’Kalau kamu tak terima, silakan datang ke mess. Kunci dan STNK saya ambil. Saya tunggu di mess,’’ ungkap salah seorang ofisial. Setelah itu, bus kembali berjalan dan meninggalkan pelaku terkapar di jalanan.
AK memaparkan, ia tidak mempermasalahkan pelemparan yang dilakukan oleh oknum berpakaian Aremania saat di Singosari. ‘’Kalau mereka memang Aremania, mungkin kami masih bisa terima. Mereka kecewa, kita juga kecewa. Tapi saya tahu Aremania tak anarkis. Apalagi sampai mau mencederai pemain. Kalau ini oknum, bukan Aremania dan melempar batu, mau menyakiti teman satu tim saya. Jelas saya tak terima,’’ ujar kakak Kurnia Meiga tersebut saat berada dalam bus pemain.

‘’Kita ini juga gak kalah kecewa. Kita sudah panas, kok ada oknum mau menyakiti teman saya,’’ ucap Dendi. Setali tiga uang, I Gede Sukadana yang ikut turun mengejar pelaku juga berucap sama. Pelemparan batu sudah menjurus ke arah membahayakan anggota skuad, sehingga ia tanpa segan turun untuk memproteksi rekan satu timnya.
General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, tindakan pelemparan batu ke arah bus pemain oleh oknum, apapun alasannya tidak bisa dibenarkan.
‘’Kecewa boleh, tapi kalau sudah melempar batu, itu anarkis. Itu sudah gak benar. Kalau kaca sampai pecah dan pecahannya mencederai pemain bagaimana?’’ tutur Ruddy .
Media Officer Arema, Sudarmadji memiliki anggapan lain. Pelaku pelemparan batu yang sempat dihajar oleh para pemain, diduga adalah provokator yang menunggangi kekecewaan suporter beratribut Aremania, yang melempar telur dan saus tomat di Singosari.
‘’Bisa saja ditunggangi oleh oknum provokator, karena dia gak pakai atribut. Jelas bukan Aremania, tapi orang yang ingin menjatuhkan mental pemain Arema,’’ tegas Sudarmadji.
Amin, Aremania Korwil Jalur Gazza juga tidak setuju bila dua pelemparan terakhir yang menggunakan batu disebut Aremania. ‘’Mereka gak pakai atribut. Mereka gak jantan, melakukan hal anarkis pakai lempar batu yang membahayakan pemain. Jelas mereka bukan Aremania. Itu provokator. Aremania jangan terprovokasi,’’ tutup Amin. (fin/avi)

Jika Direkrut Persib , Adelaide United akan kembali Bawa Pulang Van Dijk

Jika Direkrut Persib , Adelaide United akan kembali Bawa Pulang Van Dijk
Adelaide United sepertinya masih tidak rela melepas kepergian Sergio van Dijk untuk membela Persib Bandung di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013.

Kendati sudah terang-terangan kepada publik, bahwa mereka sudah rela melepas SvD beberapa waktu lalu, nyatanya Adelaide kembali berniat memboyong mantan pemainnya tersebut, seandainya sudah bergabung bersama Maung Bandung dengan status pinjaman.

Hingga saat ini, klub peserta Liga Australia (A-League) tersebut masih menunggu perkembangan kesepakatan kontrak pemain berdarah Belanda-Indonesia tersebut bersama Persib, karena mereka berniat meminjam pemain berusia 30 tahun ini, setelah pelatih mereka John Kosmina menyatakan mundur sebagai arsitek Adelaide United.

Chairman Adelaide Greg Griffin kepada Sunday Mail mengatakan, kepergian Van Dijk dari klub tersebut adalah dampak dari perselisihan dengan sang arsitek.

Cedera yang dialami bomber mereka, Bruce Djite memaksa Adelaide untuk berpikir keras sampai akhirnya berniat memboyong kembali SvD, untuk mengatasi krisis penyerang.

Dia mengungkapkan, setelah SvD resmi berstatus pemain Maung Bandung, pihaknya akan bergerak cepat untuk mengajukan klausul peminjaman sebelum jendela transfer berakhir pekan depan.

"Klub telah membahas masalah Serg. Jika penandatanganan kontrak itu sudah dilakukan, maka kemungkinan kami mendatangkan dia kembali dengan status pemain pinjaman," ujar Griffin seperti dinukil dari Adelaide Now.Seperti diketahui, status SvD sebagai pemain Maung Bandung tinggal bergantung dari proses naturalisasi yang akan dijalaninya. Jika proses tersebut selesai dan pemain berkepala plontos ini resmi sebagai warga negara Indonesia (WNI), bisa dipastikan pemain tersebut akan bergabung dalam skuad besutan Pelatih Djadjang Nurdjaman.

Dari isu yang sudah beredar luas, Sergio tinggal menandatangani draf kontrak untuk membela Maung Bandung dan bahkan namanya sudah didaftarkan klub kepada PT Liga Indonesia (LI) sebagai anggota tim. [den]