UP
    Latest News

Video Serangan terhadap PM Italia Silvio Berlusconi Hingga Berdarah

Video Serangan terhadap PM Italia Silvio Berlusconi Hingga Berdarah
Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengalami nasib naas. Wajah pria berusia 73 tahun tersebut babak belur dan dua giginya tanggal akibat dihajar seorang pria.

“Saya baik-baik saja,” ujar Berlusconi seperti dirilis oleh AFP mengutip Kantor Berita Italia Ansa, Senin (14/12/2009).

Menteri Pertahanan Italia Ignazio La Russa mengatakan Berlusconi mengalami pendarahan dari wajah hingga hidung. Seorang petugas medis menambahkan, Berlusconi juga kehilangan dua buah giginya.

Tak lama setelah kejadian tersebut polisi berhasil menangkap pelaku yang diidentifikasi bernama Massimo Tartaglia (42). Polisi kemudian membawa pelaku ke kantor polisi setempat untuk dimintai keterangan.

Menurut La Russa pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. “Pelaku memiliki riwayat 10 tahun mengikuti perawatan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental yang ia alami,” terang La Russa.

Berlusconi berada di Duomo untuk memberikan pidato di hadapan pendukung konservatifnya. Belum jelas motif dibalik penyerangan pemilik klub AC Milan tersebut. Namun demikian setahun yang lalu di Roma seorang pria menyerang Berlusconi dengan tripod kamera yang diarahkan ke kepalanya.

sumber: detik.com


Asal usul nama King Kong

Asal usul nama King Kong
http://images.allmoviephoto.com/2005_King_Kong/2005_king_kong_74.jpg
Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet Raksasa?

Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant Ape,
Giant Mongkey atau yang lainnya?

Menurut ahli bahasa, kata King Kong berasal dari bahasa Inggris dan
bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja (bahasa
Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).

Berikut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong:

1. Kong Kali Kong:
Artinya banyak Monyet! Bayangin, Monyet dikalikan dengan Monyet!

2. Kong Res (Kongres):
Artinya Monyet Ngumpul! Res singkatan dari Residu, sisa yang terkumpul.

3. Kong Kow:
Artinya, Monyet Gaul! Kow dari bahasa Mandarin non-formal yang artinya
main, bergaul atau ngerumpi.

4. Ngong Kong:
Artinya Monyet Jongkok! Ngong artinya duduk atau Jongkok dalam bahasa
Sanskerta.

5. Kong Guan:
Artinya Biskuit Monyet, atau Biskuit kesukaan Monyet!

6. Kong Lomerat:
Artinya Kumpulan besar Monyet! Glomerat artinya menggelinding menjadi
bola yang besar.

7. Kong Si (Kongsi):
Artinya Empat Monyet pengusaha! Si adalah bahasa Mandarin artinya
empat.

8. Cu Kong:
Monyet banyak duitnya! Cu artinya banyak duit menurut bahasa
Mandarin kuno yang sudah kadaluarsa.

9 . Eng Kong:
Artinya Mbahnya Monyet!

10. Sing Kong:
Akar umbi ngumpet dalam tanah, takut ama monyet!
Sing = singitan (bhs Jawa) = ngumpet.

11. Bo Kong:
Bagian tubuh belakang monyet di bagian bawah yang kelihatan
bengkak. Bo = aboh (bahasa Jawa) = bengkak.

13. Jerang Kong:
Kerangka monyet! Jerang = tulang belulang menurut bahasa antah
berantah.

14. Bang Kong:
Monyet bangun kesiangan! Bang = singkatan dari bangun.


Misteri Teori Tiga Spesies Manusia

Misteri Teori Tiga Spesies Manusia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwH7e5q_HQ0vGe89JWBmOcKHu0QleDGp5wySXmUHnjcAtGOwtBQuwS5jxyv_s84BqpCdmBUORY3KnIyjv9LsadW4YZCSIbdtTqkzmFajfPjDLjlhJgnL1xjh-A3YBCYmlq7rM8KD_3FFU/s320/20081029_david-goliath.jpg
Kitab Perjanjian Lama menceritakan suatu kisah di mana Daud kecil mengalahkan si raksasa Goliath. Hanya dengan menggunakan sebuah ali-ali (tali pelontar semacam ketapel) untuk membunuh lawan bertubuh raksasa, kemenangan ajaib ini menjadikannya sebagai raja orang Yahudi yang kedua.

Sementara itu banyak orang menganggap cerita tersebut hanya sebagai suatu metafora, namun temuan terbaru dari catatan tertua bangsa Filistin menyatakan bahwa Goliath benar-benar pernah ada. Benda peninggalan sejarah berupa suatu pecahan tembikar tanah liat kecil ini telah ditemukan di Israel pada 2005 oleh Universitas bidang ahli arkeologi Tell es Safi.

Pada pecahan tembikar tersebut terukir kata-kata "Alwt and Wlt" yang menurut Professor Aaron Demsky kata-kata tersebut berkaitan dengan Goliath. Studi menguatkan bahwa ukiran tersebut telah dibuat sekitar 950 tahun sebelum Masehi, yang dipercayai oleh para ahli injil kira-kira berbeda masa 70 tahun dari sejarah pertarungan ini.

Walaupun penemuan tersebut dapat menyumbangkan kredibilitas baru terhadap kisah kuno tersebut, namun ia juga dapat menjadi bagian dari teka-teki lain yang lebih menarik.

Mungkin orang akan berpikir meskipun pertarungan kuno ini benar-benar berlangsung, ukuran tubuh Goliath tersebut pastinya telah dibesar-besarkan untuk mendramatisir keadaan.

Tetapi dari bukti-bukti yang telah terkumpul dari seluruh dunia sejak abad lalu menyatakan bahwa keberadaan manusia raksasa tidaklah aneh. Kenyataanya, penemuan tersebut sudah membuat orang yakin bahwa manusia jaman dahulu terdiri dari tiga ukuran yang berbeda: manusia raksasa, manusia seukuran kita dan hobbit (manusia kerdil) .

Pada musim semi 2004, sekelompok penyelidik yang bekerja di Indonesia menemukan sisa peninggalan ras manusia "hobbit" berukuran hanya tiga kaki lebih. Para peneliti menetapkan bahwa manusia kecil ini pernah hidup berdam-pingan dengan manusia seukuran kita sekitar 13.000 tahun yang lalu.

Tim peneliti termasuk ahli paleoanthropologi Indonesia Profesor T. Jacob menamai ras manusia kerdil tersebut sebagai Homo Floresiensis. Sesuai dengan nama pulau Flores yang ada di Indonesia tempat tulang belulang ditemukan. Sebagian orang mengatakan bahwa hobbit-hobbit ini masih berkeliaran di hutan rimba, sehingga mendorong banyak pengunjung untuk mengunjungi pulau tersebut pada tahun belakangan ini untuk menyelidiki perwujudan dari kebenaran cerita tersebut.

Bukti terhadap ras manusia raksasa bahkan lebih banyak lagi. Sisa-sisa peninggalan manusia raksasa telah ditemukan di setiap bagian dunia: Tunisia, Pennsylvania, Glen Rose, Texas, Gargayan di Filipina, Syria, Moroko, Australia, dan sepanjang pegunungan Urbasa di Spanyol. Mungkin contoh yang paling terkenal dan diakui secara ilmiah adalah "Raksasa Java," yang ditemukan di Tiongkok Selatan.

Sisa-sisa peninggalan manusia serupa ditemukan dekat Tiongkok Selatan ternyata memiliki 6 jari pada setiap kaki dan tangannya. Ciri khas lebih dari lima jari kaki dan tangan kelihatannya merupakan sebuah ciri tetap pada ras manusia ini, sebagaimana seperti yang telah terlihat pada contoh-contoh yang lainnya.

Di Soviet Georgia, ditemukan kerangka manusia yang tingginya antara 9 dan 10 kaki juga memiliki 6 jari pada tangan dan kakinya.

Di beberapa ayat Injil yang menyebutkan keberadaan manusia raksasa, juga diceritakan fenomena enam jari ini, seperti injil Samuel 21:20, "Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat, dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya, orang ini juga termasuk keturunan raksasa."

Walaupun terdapat sangat banyak bukti tulang belulang, begitu juga temuan perkakas dan gigi-gigi yang mana setidaknya membuktikan besarnya ukuran manusia raksasa dibandingkan ukuran manusia normal, namun kelihatannya masih tidak banyak ilmuwan mendedikasikan diri untuk meneliti fenomena ini.

Dunia modern sering kali menyebutkan perihal ukuran ras manusia berbeda ukuran ini sebagai naskah kuno dan cerita rakyat, yang banyak diceritakan dari berbagai kebudayaan berbeda. Namun bagaimanapun juga dari banyak bukti sisa peninggalan yang ditemukan di seluruh dunia, barangkali cerita-cerita "dongeng" ini mungkin adalah kisah nyata pada waktu itu.

Jika ras manusia berbagai ukuran ini benar-benar ada, mengapa tiga ukuran dan kemanakah dua ukuran yang lain saat sekarang ini? Apakah mereka mempunyai hubungan sosial yang baik atau bermusuhan dengan leluhur kita? Apakah mereka saling tolong menolong? Atau saling tidak peduli? Struktur sosial apa yang mereka punyai? Sekarang kita hanya dapat melihat pada cerita-cerita dari jaman yang sangat lampau dan mengira-ngira berapa banyak lagi mitos dengan bukti kongkrit yang akan terungkap.

sumber:
http://erabaru.net/iptek/55-iptek/3902-teori-tiga-spesies-manusia

Misteri Batu Dashka

Misteri Batu Dashka
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZKnVIIAGPQOt9EdtE0fOuFsCIDfhrYbBtzAR8terE44hmcR3wnPP3Oyb7ZjhRNjxEXO9f-Woijlc7ij6fFwVP9zRwNUDYI5Hb9vwFl-aylXsHROibxSXSaEh2D7S16-QY24jgS1j22KM/s320/batu_dasha.jpg
Sebuah Oopart (Out Of Place ARTifact / Artifak yang tidak pada tempatnya) adalah suatu istilah yang diberikan pada lusinan obyek prasejarah yang ditemukan pada berbagai tempat di seluruh dunia dengan tingkat teknologi yang sepenuhnya berbeda dengan penentuan usianya bila didasarkan secara fisik, kimia dan atau dengan bukti geologinya.

Artifak yang tidak pada tempatnya itu seringkali membuat frustasi para ilmuwan konvensional dan merupakan sesuatu yang menggembirakan bagi para penyelidik petualang dan individu-individu yang tertarik pada teori ilmiah alternatif.

Di pegunungan Ural,Siberia, sebuah lempengan batu hampir seberat satu ton ditemukan oleh Alexandr Chuvyrov, seorang profesor fisika dan matematika dari universitas Negara Bagian Bashkir. Lempengan tiga lapis itu mengandung suatu keistimewaan yang secara topografi (peta bumi) mirip dengan geografi unik dari area spesifik pada pegunungan Ural.

Lapisan paling permukaannya mengandung suatu lapisan tipis kalsium porselen yang berfungsi sebagai suatu tutup pelindung terhadap keausan bagi struktur lapisan yang ada di bawahnya.

Dasar peta itu terbuat dari suatu lapisan dolomit setebal 5,5 inch dan suatu lapisan dalam yang mana mewakili peta yang sebenarnya, mengandung diopsida (mineral silikat yang berwarna hijau muda sampai putih yang banyak terdapat pada batu yang telah mengalami transformasi oleh panas maupun tekanan dan pengerasan yang berasal dari lava atau magma), dengan kekerasan mineralnya 6 skala Mohs (skala kekerasan yang digunakan dalam menglasifikasikan mineral).

Dari hasil uji radiografis, para peneliti percaya bahwa lapisan diopsida, pada mulanya diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun, namun adalah tidak mungkin untuk memahatnya tanpa bantuan teknik ukir modern.

Barangkali segi yang paling menakjubkan dari peta relief (gambar timbul) misterius ini adalah bahwa dari pengujian yang dipergunakan untuk mengetahui usia batu kuno itu, ditetapkan usianya sekitar 120 juta tahun. Beberapa ahli geologi setuju bahwa peta itu mewakili daerah Ural yang dikenal sebagai Bashkiria, yang belum berubah banyak selama beberapa juta tahun.

Daerah geografis spesifik yang teridentifikasi pada lempengan batu itu terutama semata-semata diwakili oleh daerah patahan Ufa besar. Demikian juga, peta misterius itu menggambarkan kekayaan hydrografi dari daerah tersebut, termasuk sungai Ufimka dan Sutolka.

Walaupun lempengan batu itu menampakkan suatu kesamaan yang besar dengan daerah yang digambarkan itu, tetapi ia juga memiliki perbedaan-perbedaan yang menyolok. Bagi para analis, yang mengherankan dari Batu Dashka itu terletak pada sistem teknik irigasinya yang luas sekali, yang mana meliputi sistem dua kanal dan 12 dam yang seandainya dibuat skala yang sebenarnya akan terukur punya kedalaman hampir 2 mil.

Menurut lempengan ini, daerah Sungai Belaya nampaknya lebih menyerupai suatu karya sistem keahlian teknik daripada suatu bentuk yang alamiah.

Suatu grup peneliti termasuk Profesor Chuvyrov percaya bahwa peta itu bisa saja merupakan suatu penggalan dari sebuah peta yang lebih besar yang menunjukkan lebih banyak pegunungan. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa lempengan ini hanya merupakan patahan ujung kecil dari bongkahan es dari keseluruhan skala peta bumi.

Segi lain yang menarik pada lempengan batu ini adalah ukiran samar-samar yang tampak pada satu sisi dari batu itu. Pada mulanya hal ini dipercaya sebagai wajah dari orang Tiongkok kuno, sedangkan pola gambar seperti huruf masih belum dapat dipecahkan artinya.

Menurut surat kabar Rusia, Pravda, perburuan Batu Dashka dimulai dengan referensi dari para ahli arkeologi pada abad ke-18, yang melaporkan telah menemukan sekitar 200 lempengan batu di daerah tersebut. Profesor Chuvyrov dan koleganya sedang mencari apa yang mereka perkirakan, sebagai bukti tibanya imigran Tiongkok di Pegunungan Ural.

Ketika mantan ketua dewan agrikultur setempat Vladimir Krainov mendengar penyelidikan Chuvyrov, ia memberitahunya tentang sebuah lempengan aneh yang pernah ia lihat terkubur di bawah serambinya. Chuvyrov kemudian harus merekrut beberapa penduduk lokal untuk membantunya menggali batu raksasa tersebut.

Menurut Pusat Peta Sejarah di Wisconsin, Batu Dashka (nama cucu perempuan yang penemunya) hanya dapat dibuat dengan bantuan penglihatan dari udara. Penelitian untuk membuktikan keaslian peta batu itu masih dikerjakan melalui bantuan foto-foto satelit yang diperkirakan selesai pada 2010.

Jadi siapa yang membuat sebuah peta relief yang akurat seperti itu pada 100 juta tahun lebih yang lalu? Dan informasi lain apa yang terkandung dalam karakter-karakter asing yang ditemukan terukir di sisinya? Walaupun Batu Dashka menyajikan teka-teki membingungkan yang masih menunggu untuk dijawab, namun demikian batu itu bertahan sebagai suatu reproduksi yang persis dengan suatu daerah di Pegunungan Siberia.

sumber: http://misteri-us.blogspot.com/2009/10/misteri-batu-dashka.html

Benua Afrika Retak dan Akan Terbelah?

Benua Afrika Retak dan Akan Terbelah?
[retak-dabbahu-map.jpg]
Celah sepanjang 55 kilometer di gurun Ethiopia diperkirakan akan berkembang menjadi samudra baru. Celah selebar 6 meter di beberapa titik tersebut mulai terbuka tahun 2005, dan sejumlah ahli geologi yakin itu akan menjadi cikal bakal samudra baru.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan tim peneliti internasional dan dilaporkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, terungkap bahwa proses terbentuknya celah itu serupa dengan yang terjadi di dasar samudra. Aktivitas yang sama saat ini juga terjadi di Laut Merah.

Menggunakan kumpulan data seismik dari 2005, para peneliti mencoba merekonstruksi peristiwa itu untuk menunjukkan bahwa celah itu terbuka sepanjang 55 kilometer hanya dalam waktu beberapa hari. Mulanya, Dabbahu, yang merupakan gunung berapi di ujung utara celah, meletus, lalu aliran magma mendorong melalui tengah-tengah celah dan mulai membuka retakan di kedua arah.

"Kita tahu bahwa pegunungan dasar laut muncul akibat desakan magma seperti ini, tapi kita tak pernah tahu bahwa desakan magma bisa membuatnya terpecah seperti ini," kata Cindy Ebinger, Profesor Ilmu Bumi dan Lingkungan Hidup di Universitas Rochester.

Hal itu menunjukkan bahwa gunung berapi aktif di sepanjang tepi lempeng tektonik samudra bisa tiba-tiba pecah dalam bagian yang luas, dan bukan dalam bagian kecil-kecil seperti yang diyakini selama ini. Peristiwa retakan yang datang tiba-tiba di daratan akan lebih berbahaya bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya,” ucap Ebinger.

Lempengan Afrika dan Arab yang bertemu di padang terpencil Afar Ethiopia Utara kini mulai merekah akibat proses itu dengan laju kurang dari 1 inci per tahun selama 30 juta tahun terakhir. Celah ini membentuk depresi Afar sepanjang 300 km hingga Laut Merah. Melalui jalur itu, Laut Merah diperkirakan akan mengalir ke rekahan Ethiopia dan membentuk laut baru sekitar sejuta tahun mendatang. Laut baru itu akan menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, serta Laut Arab antara Yaman di Jazirah Arab dan Somalia di Afrika Timur.

sumber: kompas.com