Ternyata pekerjaan pelatih tim malaysia raja gopal sebelum menjadi pelatih tim sepak bola malaysia adalah seorang....
Home
»
All posts
Tips Memperbesar payudara secara tradisional

Payudara adalah salah satu mahkota kecantikan wanita. Sebetulnya, wanita tidak perlu merasa minder jika memiliki ukuran payudara yang kecil. Yakinlah hal itu tidak akan mempengaruhi kecintaan suami Anda kalau memang suami Anda benar-benar mencintai Anda.
Namun, tidak ada salahnya juga, jika Anda berusaha merawat dan mengencangkan payudara Anda yang kecil. Dan di jaman nenek moyang dulu, konon, katanya, ada juga ramuan tradisional untuk mengencangkan dan memperbesar payudara.
Memang saat ini, juga banyak masker-masker untuk memperbesar payudara yang dijual di toko-toko obat. Tapi sebaiknya Anda ingat, jangan sembarangan membeli masker-masker atau cream untuk memperbesar payudara itu karena kemungkinan mengandung zat-zat kimiawi yang bisa membahayakan payudara Anda di masa mendatang.
Akan lebih baik jika Anda memilih cara tradisional untuk merawat payudara:
1. Untuk mengencangkan payudara
Anda bisa menggunakan kacang panjang secukupnya, tumbuk sampai halus lalu oleskan pada payudara Anda selama lebih kurang 30 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat. Ingat, jangan sampai kena putingnya.
2. Untuk memperbesar payudara
Ambil satu ruas jahe lalu panggang atau dibakar. Kemudian, Anda pukul2 tapi jangan sampai hancur, masukkan ke dalam segelas susu sapi murni. Kocok sampai encer dan saring, endapkan selama kurang lebih 5 jam. Lalu Anda bisa meminumnya 2x dalam sehari secara rutin. Konon, ramuan ini bisa memperbesar payudara Anda.
3. Pueraria mirifica
Adalah tumbuhan yang sudah diteliti khasiatnya dalam mengencangkan payudara. Tanaman ini, dapat mengembalikan elastisitas jaringan muda, yang membuat jaringan berkembang sehingga efisien mengangkat dan mengencangkan payudara yang kendur. Tanaman ini juga memiliki hormon untuk merangsang pertumbuhan payudara. Namun, sayangnya tanaman ini susah didapat.
sumber: http://gponsel.com/new/index.php?cat=1210&art=91561&web=1&date=20080212&detail=1&idmenu=3&idsubmenu=2
Sejarah Jembatan Ampera Dan Proses Pembuatannya
Sejarah Jembatan Ampera

Pembangunan jembatan gerak ini dimulai pada bulan april 1962, setelah mendapat persetujuan dari presiden soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana rampasan perang jepang dalam kata lain semua di tanggung oleh pemerintah jepang dari kontraktor dan pekerja.




Sejak tahun 1970, jembatan ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara seberang ulu dan seberang ilir, dua daerah kota palembang yang dipisahkan oleh sungai musi.






Bersamaan dengan eforia reformasi tahun 1997, beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri. Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.
source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6417167
Sisa Sejarah Gua Jepang Bukittingi, Sumatera Barat
Udara dingin, panorama indah di lingkungi perbukitan Ngarai Sihanouk, plus tanaman hijau yang menambah kesejukan membuat suasana Bukittinggi sangat nyaman dan sejuk. Ada beberapa tempat wisata juga di kabupaten yang pernah menjadi ibu kota negara RI dikala perang masih berkecamuk. Salah satunya adalah Lubang Japang atau Gua Jepang yang masih berada di areal pusat kota Bukittinggi.
Gua Jepang adalah bukti sejarah pendudukan Jepang yang masih tersisa hingga sekarang. Lubang gunung yang berdinding batu keras ini panjangnya puluhan meter. Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran yang rata-rata tingginya sekitar dua meter itu kecuali beberapa rongga yang memaksa para pengunjung membungkuk untuk melewatinya.
Gua ini dulunya memiliki fungsi strategis bagi serdadu Jepang. Lorong masuknya sangat dalam dan panjang. Ada sekitar 128 anak tangga untuk turun ke bawah sebelum akhirnya para pengunjung melewati ruang demi ruang Gua Jepang itu. Laksana ‘rumah semut tanah’, para pengunjung akan melewati beberapa lorong gua yang bercabang-cabang. Memang tak begitu rumit bagi yang mengetahui gua ini, tapi buat orang yang belum pernah melintasinya lumayan membingungkan. Saat di dalam, pengunjung tak akan bisa membedakan antara pagi, siang, atau malam. Lorong-lorong diberi penerangan lampu neon.
“Gua ini panjang sebenarnya satu setengah kilometer, sekarang hanya sekitar 750 meter,” . Gua Jepang itu terbagi dalam beberapa kamar. Mulai dari lorong untuk rapat mereka, tempat makan hingga kamar para tahanan yang orang Indonesia. Ada 12 barak militer, 12 tempat tidur, 6 buah ruang amunisi, dua ruang makan romusha dan satu ruang sidang. Yang unik adalah, karena lorong gua ini punya beberapa saluran untuk ke atas tanah, beberapa lorong dipakai sebagai lorong penyergapan dan pengintaian bagi para penduduk Indonesia yang kebetulan melintasi daerah itu.
Ada sebuah lubang yang dijadikan untuk pembuangan para korban yang jelas telah berupa mayat. Lubang ini sudah diperkecil dengan semen agar tak berbahaya buat pengunjung sekarang. Kabarnya, dulu, di lubang ini pernah ada orang luar negeri yang jatuh terperosok, Lumayan menyeramkan. Bila seseorang terperosok masuk lubang, ia akan langsung ke bibir jurang Ngarai Sihanok, dan kemudian menghilang untuk selamanya.
Gua yang ditemukan tahun 1942 hingga 1945 ini berisi banyak orang dari berbagai kepulauan di Indonesia yang menjadi tahanan di gua ini. Untuk menjaga kerahasiaan gua pada masa itu, orang Indonesia yang pernah datang akan dibungkam selamanya agar tak ada yang bisa bercerita atau bersaksi.
Di depan gua yang diresmikan sebagai objek wisata oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan pada tanggal 11 Maret 1986 itu, terdapat taman Panorama, yang selain berupa tempat yang rindang, juga tempat bercengkerama dan berjualan cenderamata. Taman yang merupakan bagian dari areal Ngarai Sianok ini dihiasi pepohonan. Kera-kera liar kerap muncul untuk mendapatkan makanan dari para pengunjung.
Yang menjadi pertanyaan orang-orang kemanakah tanah bekas penggalian? Dengan Panjang yang mencapai hampir sekilo itu pasti tanah bekas penggalian ada bekasnya. Jendral yang membangun gua juga tidak diketahui.
Gua Jepang adalah bukti sejarah pendudukan Jepang yang masih tersisa hingga sekarang. Lubang gunung yang berdinding batu keras ini panjangnya puluhan meter. Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran yang rata-rata tingginya sekitar dua meter itu kecuali beberapa rongga yang memaksa para pengunjung membungkuk untuk melewatinya.
Gua ini dulunya memiliki fungsi strategis bagi serdadu Jepang. Lorong masuknya sangat dalam dan panjang. Ada sekitar 128 anak tangga untuk turun ke bawah sebelum akhirnya para pengunjung melewati ruang demi ruang Gua Jepang itu. Laksana ‘rumah semut tanah’, para pengunjung akan melewati beberapa lorong gua yang bercabang-cabang. Memang tak begitu rumit bagi yang mengetahui gua ini, tapi buat orang yang belum pernah melintasinya lumayan membingungkan. Saat di dalam, pengunjung tak akan bisa membedakan antara pagi, siang, atau malam. Lorong-lorong diberi penerangan lampu neon.
“Gua ini panjang sebenarnya satu setengah kilometer, sekarang hanya sekitar 750 meter,” . Gua Jepang itu terbagi dalam beberapa kamar. Mulai dari lorong untuk rapat mereka, tempat makan hingga kamar para tahanan yang orang Indonesia. Ada 12 barak militer, 12 tempat tidur, 6 buah ruang amunisi, dua ruang makan romusha dan satu ruang sidang. Yang unik adalah, karena lorong gua ini punya beberapa saluran untuk ke atas tanah, beberapa lorong dipakai sebagai lorong penyergapan dan pengintaian bagi para penduduk Indonesia yang kebetulan melintasi daerah itu.
Ada sebuah lubang yang dijadikan untuk pembuangan para korban yang jelas telah berupa mayat. Lubang ini sudah diperkecil dengan semen agar tak berbahaya buat pengunjung sekarang. Kabarnya, dulu, di lubang ini pernah ada orang luar negeri yang jatuh terperosok, Lumayan menyeramkan. Bila seseorang terperosok masuk lubang, ia akan langsung ke bibir jurang Ngarai Sihanok, dan kemudian menghilang untuk selamanya.
Gua yang ditemukan tahun 1942 hingga 1945 ini berisi banyak orang dari berbagai kepulauan di Indonesia yang menjadi tahanan di gua ini. Untuk menjaga kerahasiaan gua pada masa itu, orang Indonesia yang pernah datang akan dibungkam selamanya agar tak ada yang bisa bercerita atau bersaksi.
Di depan gua yang diresmikan sebagai objek wisata oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan pada tanggal 11 Maret 1986 itu, terdapat taman Panorama, yang selain berupa tempat yang rindang, juga tempat bercengkerama dan berjualan cenderamata. Taman yang merupakan bagian dari areal Ngarai Sianok ini dihiasi pepohonan. Kera-kera liar kerap muncul untuk mendapatkan makanan dari para pengunjung.
Yang menjadi pertanyaan orang-orang kemanakah tanah bekas penggalian? Dengan Panjang yang mencapai hampir sekilo itu pasti tanah bekas penggalian ada bekasnya. Jendral yang membangun gua juga tidak diketahui.
source: indonesian-story.com
Manfaat Panas Magma Bagi Ekosistem Bawah Laut
Fazlur/Fotokita.net
Peneliti menemukan bahwa magma dapat membantu kelangsungan hidup ekosistem laut. Sebab, magma dapat memompa sejumlah besar gas rumah kaca yang memerangkap panas di dalam lautan. Panas akan menghasilkan iklim yang berpeluang bagi ekosistem bawah laut sehingga potensial menjadi habitat spesies-spesies baru.
Pakar geofisika Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts, Daniel Lizarralde menjelaskan, beberapa spesies memiliki keunikan beradaptasi pada suhu. "Jadi ini bisa jadi merupakan jenis ekosistem berbeda," katanya.
Melalui foto dan data seismik dari basin (cekungan lembah sungai) Guayma di Teluk California, ditemukan magma panas mengaliri lumpur di dasar laut hingga 48 kilometer, pada kedua sisi retakan sepanjang 55 kilometer.
Analisis memberi gambaran sebagai berikut. Aliran magma mempertahankan suhu air laut dan mencegah pengerasan batu karang. Batu karang yang mencair (molten rock) ini kemudian menghangatkan lumpur dasar laut, serta melepaskan gas karbondioksida dan metana. Gas metana ini pula lah yang mendukung kelangsungan hidup kelompok bakteri dan lain-lain.
Kemungkinan ada cukup banyak tempat seperti cekungan Guayma di seluruh dunia, antara lain Laut China Selatan, Laut Filiphina, Laut Merah, Laut Aegea, dan Lau Basin di Kepulauan Tonga (sebelah Barat Daya Pasifik).
"Relatif secara keseluruhan, cekungan-cekungan itu mungkin meluas sampai ribuan mil dan melepaskan karbon ribuan kali lebih banyak dari yang kita temukan di Guayma," terang Lizarralde. (Live Science)
source: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/173/panas-magma-bermanfaat-bagi-kehidupan-bawah-laut
Pakar geofisika Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts, Daniel Lizarralde menjelaskan, beberapa spesies memiliki keunikan beradaptasi pada suhu. "Jadi ini bisa jadi merupakan jenis ekosistem berbeda," katanya.
Melalui foto dan data seismik dari basin (cekungan lembah sungai) Guayma di Teluk California, ditemukan magma panas mengaliri lumpur di dasar laut hingga 48 kilometer, pada kedua sisi retakan sepanjang 55 kilometer.
Analisis memberi gambaran sebagai berikut. Aliran magma mempertahankan suhu air laut dan mencegah pengerasan batu karang. Batu karang yang mencair (molten rock) ini kemudian menghangatkan lumpur dasar laut, serta melepaskan gas karbondioksida dan metana. Gas metana ini pula lah yang mendukung kelangsungan hidup kelompok bakteri dan lain-lain.
Kemungkinan ada cukup banyak tempat seperti cekungan Guayma di seluruh dunia, antara lain Laut China Selatan, Laut Filiphina, Laut Merah, Laut Aegea, dan Lau Basin di Kepulauan Tonga (sebelah Barat Daya Pasifik).
"Relatif secara keseluruhan, cekungan-cekungan itu mungkin meluas sampai ribuan mil dan melepaskan karbon ribuan kali lebih banyak dari yang kita temukan di Guayma," terang Lizarralde. (Live Science)
source: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/173/panas-magma-bermanfaat-bagi-kehidupan-bawah-laut
Kenapa Orang Bisa Tidur di Tempat Riuh?
Ada orang yang bisa tidur nyenyak di dalam kereta yang berisik oleh tukang jualan. Ada juga orang yang bisa tidur di bandara yang riuh. Kenapa bisa begitu? Jeffrey Ellenbogen dari Harvard Medical School punya jawabannya.
Ellenbogen dan timnya mengumpulkan selusin orang yang mengaku bisa tidur dalam lingkungan berisik. Kedua belas orang itu menginap selama 3 malam di laboratorium milik Harvard Medical School. Malam pertama, mereka tidur dalam lingkungan yang sunyi. Dua malam berikutnya, ruangan dibuat berisik dengan berbagai suara--termasuk suara jet dan toilet--ketika semua orang sudah tertidur.
Berdasarkan pembacaan gelombang di otak, para peneliti mendapati kalau otak punya bagian khusus bernama spindle, gelombang otak yang cepat, yang mengeblok suara sehingga orang bisa tetap tertidur.
Lalu mengapa tetap banyak orang terbangun dengan suara-suara? Para peneliti juga mendapat kalau jumlah spindle pada setiap orang berbeda. "Hasil bacaan gelombang otak, semakin banyak orang memiliki spindle, semakin kebal orang terhadap suara," kata Ellenbogen. "Masih misteri mengapa setiap orang bisa memiliki jumlah spindle yang berbeda," aku Ellenbogen.
Hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk menciptakan sistem pengobatan bagi orang-orang yang memiliki kesulitan tidur. Terbangun pada malam hari berkali-kali karena berbagai macam suara sudah jadi masalah yang umum, demikian penelitian ini menyimpulkan. "Kita bisa menambah proses pembuatan spindle dan menggunakannya sebagai upaya untuk mencegah gangguan saat tidur," jelas Ellenbogen.
Untuk sementara ini, kata Ellenbogen, hasil penelitian jumlah spindle ini akan digunakan untuk mengetahui tingkat toleransi seseorang terhadap kebisingan.
source: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/18/kenapa-orang-bisa-tidur-di-tempat-riuh
Ellenbogen dan timnya mengumpulkan selusin orang yang mengaku bisa tidur dalam lingkungan berisik. Kedua belas orang itu menginap selama 3 malam di laboratorium milik Harvard Medical School. Malam pertama, mereka tidur dalam lingkungan yang sunyi. Dua malam berikutnya, ruangan dibuat berisik dengan berbagai suara--termasuk suara jet dan toilet--ketika semua orang sudah tertidur.
Berdasarkan pembacaan gelombang di otak, para peneliti mendapati kalau otak punya bagian khusus bernama spindle, gelombang otak yang cepat, yang mengeblok suara sehingga orang bisa tetap tertidur.
Lalu mengapa tetap banyak orang terbangun dengan suara-suara? Para peneliti juga mendapat kalau jumlah spindle pada setiap orang berbeda. "Hasil bacaan gelombang otak, semakin banyak orang memiliki spindle, semakin kebal orang terhadap suara," kata Ellenbogen. "Masih misteri mengapa setiap orang bisa memiliki jumlah spindle yang berbeda," aku Ellenbogen.
Hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk menciptakan sistem pengobatan bagi orang-orang yang memiliki kesulitan tidur. Terbangun pada malam hari berkali-kali karena berbagai macam suara sudah jadi masalah yang umum, demikian penelitian ini menyimpulkan. "Kita bisa menambah proses pembuatan spindle dan menggunakannya sebagai upaya untuk mencegah gangguan saat tidur," jelas Ellenbogen.
Untuk sementara ini, kata Ellenbogen, hasil penelitian jumlah spindle ini akan digunakan untuk mengetahui tingkat toleransi seseorang terhadap kebisingan.
source: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/18/kenapa-orang-bisa-tidur-di-tempat-riuh
