UP
    Latest News

Perdebatan Mengungkap Misteri Atlantis

Perdebatan Mengungkap Misteri Atlantis
Rekan-rekan yang suka membaca atau mempelajari buku-buku tentang migrasi manusia modern berdasarkan analisis genetika molekuler (DNA), pasti pernah membaca nama Stephen Oppenheimer.

http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2009/05/benua-sunda-land.jpg

Oppenheimer adalah salah satu tokoh utama bidang ini, yang produktif menuliskan hasil-hasil risetnya. Saat ini, Oppenheimer yang semula seorang dokter anak dan pernah bertugas di Afrika, Malaysia, dan Papua New Guinea; adalah research associate di Institute of Human Sciences, Oxford University.


Salah satu bukunya yang terkenal “Out of Eden : the Peopling of the World” (2004). Ini adalah sebuah buku yang komprehensif tentang sejarah penghunian semua daratan di Bumi oleh manusia modern berdasarkan analisis DNA pada semua bangsa.

Oppenheimer memang pernah terlibat dalam suatu proyek raksasa untuk pemetaan genome manusia seluruh dunia. Dari situ ia mendapatkan data untuk menyusun bukunya. Melalui buku ini, kita bisa menebak dengan mudah bahwa Oppenheimer adalah seorang pembela pemikiran migrasi manusia : Out of Africa, dan menyerang Multiregional.

Namun kita tidak akan membahas buku tersebut, kita akan membahas tentang bukunya yang lain, yang menyulut perdebatan.

Tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku yang menggoncang kalangan ilmuwan arkeologi dan paleoantropologi,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”.

Buku ini penting bagi kita sebab Oppenheimer mendasarkan tesisnya yang kontroversial itu atas geologi Sundaland. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland adalah Taman Firdaus (Taman Eden), suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, lalu para penghuninya mengungsi ke mana-mana : Eurasia, Madagaskar, dan Oseania dan menurunkan ras-ras yang baru. Dari buku Oppenheimer inilah pernah muncul sinyalemen bahwa Sundaland adalah the Lost Atlantis – benua berkebudayaan maju yang tenggelam.

Tesis Oppenheimer (1998) jelas menjungkirbalikkan konsep selama ini bahwa orang-orang Indonesia penghuni Sundaland berasal dari daratan utama Asia, bukan sebaliknya. Apakah Oppenheimer benar? Penelitian dan perdebatan atas tesis Oppenheimer telah berjalan 10 tahun. Disini kita akan membahas beberapa perdebatan terbaru. Sebelumnya, sedikit tentang ringkasan tesis Oppenheimer (1998) itu.

Dalam “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, Oppenheimer berhipotesis bahwa bangsa-bangsa Eurasia punya nenek moyang dari Sundaland. Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi.

Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan muka laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland.

Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan muka laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi. Terjadilah gelombang besar migrasi ke arah Eurasia.

Oppenheimer melacak jalur migrasi ini berdasarkan genetika, linguistik, dan folklore. Sampai sekarang orang-orang Eurasia punya mitos tentang Banjir Besar itu, menurut Oppenheimer itu diturunkan dari nenek moyangnya. Hipotesis Oppenheimer (1998) yang kita sebut ”Out of Sundaland” punya implikasi yang luas.

Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Adam dan Hawa bukanlah ras Mesopotamia, tetapi ras Sunda!. Nah…implikasinya luas bukan?

Hipotesis Oppenheimer (1998) segera menyulut perdebatan baik di kalangan ahli genetika, linguistik, maupun mitologi. Kita akan meringkas beberapa perdebatan pro dan kontra yang terbaru (2007-2008). Di buku-bukunyanya yang terbaru (Out of Eden, 2004; dan Origins of the British, 2007), Oppenheimer tak menyebut sekali pun tesis Sundaland-nya itu.

Sanggahan terbaru datang dari bidang mitologi dalam sebuah Konferensi Internasional Association for Comparative Mythology yang berlangsung di Edinburgh 28-30 Agustus 2007.

http://www.nias.knaw.nl/en/oudfellows/research_group_1994_1995/summaries_94_95/wim_van_binsbergen/naam/W.M.J.+van+Binsbergen.jpg
Wim van Binsbergen

Dalam pertemuan itu, Wim van Binsbergen, seorang ahli mitologi dari Belanda, mengajukan sebuah makalah berjudul :

”A new Paradise myth? An Assessment of Stephen Oppenheimer’s Thesis of the South East Asian Origin of West Asian Core Myths, Including Most of the Mythological Contents of Genesis 1-11”.

Makalah ini mengajukan keberatan-keberatan atas tesis Oppenheimer bahwa orang-orang Sundaland sebagai nenek moyang orang-orang Asia Barat. Binsbergen (2007) menganalisis argumennya berdasarkan complementary archaeological, linguistic, genetic, ethnographic, dan comparative mythological perspectives.

Menurut Binsbergen (2007), Oppenheimer terutama mendasarkan skenario Sundaland-nya berdasarkan mitologi. Pusat mitologi Asia Barat (Taman Firdaus, Adam dan Hawa, kejatuhan manusia dalam dosa, Kain dan Habil, Banjir Besar, Menara Babel) dihipotesiskan Oppenheimer sebagai prototip mitologi Asia Tenggara/Oseania, khususnya Sundaland.

Meskipun Oppenheimer telah menerima tanggapan positif dari para ahli arkeologi yang punya spesialisasi Asia Tenggara, Oppenheimer tak punya bukti kuat atau penelitian detail untuk arkeologi trans-kontinental dari Sundaland ke Eurasia.

Binsbergen (2007) menantang hipotesis Oppenheimer atas argument detailnya menggunakan comparative mythology. Berikut adalah beberapa keberatan atas hipotesis tersebut :
(1) Keberatan metodologi (bagaimana mitos di Sundaland/Oseania yang umurnya hanya abad ke-19 AD dapat menjadi nenek moyang mitos di Asia Barat yang umurnya 3000 tahun BC?)

(2) Kesulitan teoretis akan terjadi membandingkan dengan yakin mitos yang umurnya terpisah ribuan tahun dan jaraknya lintas-benua, juga yang sebenarnya isi detailnya berbeda

(3) Pandangan monosentrik (misal dari Sundaland) saja sudah tak sesuai dengan sejarah kebudayaan manusia yang secara anatomi modern (lebih muda daripada Paleolitikum bagian atas)

(4) Oppenheimer tak memasukkan unsur katastrofi alam yang bisa mengubah jalur migrasi manusia

(5) Mitos bahwa Banjir Besar menutupi seluruh dunia harus ditafsirkan atas pandangan dunia saat itu, bukan pandangan dunia seperti sekarang.

Dalam pertemuan comparative mythology sebelumnya (Kyoto, 2005, Beijing 2006), Binsbergen mengajukan pandangan yang lebih luas dan koheren tentang sejarah panjang Old World mythology yang mengalami transmisi yang komplek dan multisentrik, tak rigid monosentrik seperti hipotesis Oppenheimer (1998). Winsbergen juga mendukung tesisnya itu berdasarkan genetika molekuler menggunakan mitochondrial DNA type B.

Itulah sanggahan terbaru atas tesis Oppenheimer (1998). Dukungan terbaru untuk hipotesis Oppenheimer (1998), baru-baru ini datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer.

Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya dalam jurnal “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008 dalam makalah berjudul:

“Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia”
(Soares et al., 2008)

dan

“New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).

Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara saat ini (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya dan lebih awal, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.

Pemecahan garis-garis mitochondrial DNA (yang diwarisi para perempuan) telah berevolusi cukup lama di Asia Tenggara sejak manusia modern pertama kali datang ke wilayah ini sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya muka laut di wilayah ini dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur ke New Guinea dan Pasifik, dan ke barat ke daratan utama Asia Tenggara – dalam 10.000 tahun.

Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E, suatu komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), berevolusi selama 35.000 tahun terakhir, dan secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVTpjLc1H5rqDY4m3pZ_UQAteG5PuNJzXgDWKIX3w6Q8PS2p7GPXTTYKrB8crtyR7j8Aqr2JvWwifblxzwbWzhCvX8XPM0u5_TpLg7USUhposNL3uQxTho8wydWBzsp767l0iof0lL9qk/s400/Sundaland.jpg

Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania lebih baru, sekitar 8000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 15.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini.

Oppenheimer dalam bukunya “Eden in the East” (1998) itu berhipotesis bahwa ada tiga periode banjir besar setelah Zaman Es yang memaksa para penghuni Sundaland mengungsi menggunakan kapal atau berjalan ke wilayah-wilayah yang tidak banjir.

Dengan menguji mitochondrial DNA dari orang-orang Asia Tenggara dan Pasifik, kita sekarang punya bukti kuat yang mendukung Teori Banjir. Itu juga mungkin sebabnya mengapa Asia Tenggara punya mitos yang paling kaya tentang Banjir Besar dibandingkan bangsa-bangsa lain.

Nah, begitulah, cukup seru mengikuti perdebatan yang meramu geologi, genetika, biologi molekuler, linguistik, dan mitologi ini. Pihak mana yang mau didukung atau disanggah ? Sebaiknya, masuklah lebih detail ke masalahnya agar argument kita kuat, begitulah menilai perdebatan.

sumber: http://misteri-us.blogspot.com/2009/12/perdebatan-mengungkap-misteri-atlantis.html

Renungan Sore

Renungan Sore
Suatu hari ada seorang anak laki laki sedang memperhatikan sebuah kepompong .... Eeh ternyata didalamnya ada kupu²...ƴƍ sedang berjuang untuk melepaskan diri dari dlm kepompong.

Kelihatannya ..begiiiitu sulitnya..

Si anak laki laki tersebut merasa kasihan pd kupu2 tersebut dan berpikir cara untuk membantu si kupu kupu agar bisa keluar dgn mudah.



Akhirnya si anak laki² tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting, membantu memotong kepompong agar kupu kupu bisa segera keluar dari sana.



Alangkah senang dan leganya si anak laki² tsb.Tetapi apa ƴƍ terjadi ??? Si kupu² memang bisa keluar dari sana, tetapi kupu² tsb tdk dpt terbang, hanya dpt merayap. Apa sebabnya???



Ternyata bagi seekor kupu² ƴƍ sedang berjuang dari kepompongnya tersebut, yaitu pada saat dia mengerahkan seluruh tenaganya, ada suatu cairan didalam tubuhnya yg mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya ƴƍ membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi karena tidak ada lagi perjuangan tsb, maka sayapnya tdk dpt mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu kupu yg hanya dpt merayap.



Kadangkala good intention, niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu ƴƍ baik. Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering membantu mereka karena kasihan/rasa sayang, tapi sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri. Membuat potensi dlm dirinya tidak berkembang. Mematikan kreativitas, karena kita tidak tega melihat mereka mengalami kesulitan, yg sebenarnya jk mereka berhasil melewatinya, mereka justru menjadi KUAT.



Demikian juga pada saat kita sedang harus berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain , berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuanmu..justru itu akan membuatmu kuat..



Hidup penuh dgn PERJUANGAN yg harus kita lewati........

supaya "SAYAP" kita bisa terkembang dgn sempurna, untuk kita pakai "TERBANG" melewati masalah kita..!





Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sejarah Film Bokep

Sejarah Film Bokep
[Image: vnmuz7.jpg]

Menurut buku Patrick Robertson, Film Facts, “film porno yang paling awal, yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L’Ecu d’Or ou la bonne auberge”, yang dibuat di Prancis pada 1908. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912.

Robertson mencatat bahwa “film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Film Jerman Am Abend (sekitar 1910) adalah, demikian tulis Robertson, “sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki, melakukan fellatio dan penetrasi anal.” (Robertson, hlm. 66)

Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya, namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi, keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh.

Mona (juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph), sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot, yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm, yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan, tergantung versi yang diedarkan), dengan anggaran yang relatif tinggi, yaitu film Flesh Gordon.

Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang “pertama” dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi. Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual. Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan nama-nama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran). Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa (judul film ini The Boys in the Band). Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Times.

Deep Throat adalah sebuah film porno dari Amerika Serikat yang diterbitkan pada 1972, ditulis dan disutradarai oleh Gerard Damiano dan dibintangi Linda Lovelace (nama samaran Linda Susan Boreman).

Singkat Cerita Deep Throat dimulai ketika seorang wanita yang merasa frustasi secara seksual (Linda Lovelace) meminta saran pada temannya Helen (Dolly Sharp); setelah sebuah pesta seks tidak menolong, Helen menganjurkan Linda untuk pergi ke seorang dokter (Harry Reems). Dokter ini berkata bahwa klitoris Linda berada di tenggorokannya.

Di berbagai tempat di AS, film ini dituduh menyebarkan pornografi. Aktor Harry Reems dinyatakan bersalah dalam menyebarkan materi tidak senonoh ke luar batas negara bagian.

Sejak permulaan sejarah film, banyak orang telah tampil dalam berbagai film seks di Eropa dan Asia. Film-film porno awal dari tahun 1900-an ini biasanya diputar dengan tangan, dan para pemerannya biasanya tidak ingin dikenal karena tekanan sosial. Bintang porno pertama dari AS yang memiliki nama panggung adalah Linda Lovelace, terkenal karena filmnya dari tahun 1972 Deep Throat. Film ini menghasilkan ratusan juta dolar di seluruh dunia, dan memulai industri film porno dengan aktris-aktris seperti Marilyn Chambers (Behind the Green Door), Gloria Leonard (The Opening of Misty Beethoven), Georgina Spelvin (The Devil in Miss Jones), dan Bambi Woods (Debbie Does Dallas).

Pertengahan sampai akhir tahun 1980-an disebut The Golden Age of Porn, ketika banyak aktor dan aktris porno seperti John Holmes, Ginger Lynn Allen, Traci Lords, Veronica Hart, Nina Hartley, Seka, dan Amber Lynn mulai terkenal. Dengan mulainya jaman DVD di akhir 1990-an, muncul nama-nama seperti Jenna Jameson, Juli Ashton, Ashlyn Gere, Asia Carrera, Tera Patrick, Briana Banks, Stacy Valentine, Jill Kelly, dan Silvia Saint.

Mengenai istilah anal ke oral dalam industri film porno

Anal ke oral atau lebih populer di dalam dunia pornografi dengan istilah ass to mouth adalah tindakan mencabut penis atau benda lain dari anus dan memasukkannya ke mulut. Juga dikenal dengan singkatan A2M, ATM, atau Arse-to-Mouth. Penis biasanya tidak dibersihkan dulu sebelum dimasukkan ke mulut.

Ass to mouth menjadi terkenal pada sekitar tahun 2003 dan 2004 oleh Max Hardcore dalam seri filmnya “Cherry Poppers”, dan dilakukan oleh Taylor Hayes, Alisha Klass, dan Samantha Stylle dalam film-film Seymore Butts.

Diedarkannya film berjudul “Ass to Mouth” oleh Heatwave/Horizon pada 2000 mulai membuat hal ini terkenal dalam dunia pornografi. Heatwave/Horizon kemudian juga mengedarkan seri “A.T.M. Girls” di tahun yang sama. Pada tahun 2003 dan 2004 A2M mencapai puncak ketenaran dengan beberapa seri seperti “A2M” (2003, Anabolic) dan “ATM Machine” (2003, Digital Sin). Python juga mengeluarkan film lain berjudul “Ass to Mouth” pada 2003, dibintangi bintang film porno amatir Pat Mixdorf. Menjelang 2005, ketenaran A2M mulai memudar dengan Heatwave/Horizon menghentikan seri “Ass to Mouth” pada 2005 setelah “Ass to Mouth #15.” Walaupun sudah tidak setenar dahulu, A2M masih sering dijumpai di berbagai film porno.

Di antara bintang film porno terkenal, beberapa telah melakukannya dalam film, seperti Luci Thai, Flower Tucci, Olivia O’Lovely, Brianna Banks, Tiffany Mynx, dan Jessica Darlin

sumber: http://haxims.blogspot.com/2009/12/riwayat-film-bokep.html

Beberapa Makanan Cemilan unik di Jepang

Beberapa Makanan Cemilan unik di Jepang
1. Spicy Noodles with Mayonnaise
Bagian yang berwarna putih adalah mayonnaise, dan di bawah mayo adalah sejenis pancake yang dibuat dari jagung.


2. Pancake in a Bag
Banyak pancake yang dijual dalam kemasan plastik. Berikut ini adalah pancake yang sama seperti pancake Amerika lainnya.

...kecuali jika pancake itu berisi kacang merah (red beans) dan whipped cream.


3. Waffle Chocolate
"Waffle chocolate" adalah waffle yang disimpan dalam suhu ruangan dengan dilapisi cokelat pada salah satu sisinya.


4. Whole Crabs
Berikut adalah gambar bungkus dari mini crabs.

Anda akan memakannya seperti kripik kentang. Makanan ini enak, tapi baunya agak amis (fishy).


5. Dried Squid



6. Minnows and Nuts
Isinya ikan kering dan beberapa benda renyah lainnya.


7. Taco Sushi
Sushi dengan isi daging cincang, keju olahan, dan selada, popular di Okinawa.


8. Oden
Oden tergolong murah di Jepang. Oden pada gambar ini berisi jamur daikon, mie konyaku, dan tofu goreng. Oden biasa dimakan dengan mustard pedas.


9. Turtle Shell Sembei
"Crunchy, tasty fried snack — turtle shell sembei". Tenang saja, ini tidak dibuat dari kura2, tapi hanya terbuat dari tepung.



10. Deep Fried Quail (Burung Puyuh) Eggs



11. Rice Balls (Mochi) dengan Saus Caramel


12. Ikan Mentah dan Rice Plate
Makanan ini berupa nasi yang ditutupi dengan telur iris, ikan mentah, cumi-cumi mentah, dan beberapa telur ikan.


sumber: http://haxims.blogspot.com/2009/12/beberapa-makanan-cemilan-unik-di-jepang.html

Terowongan Penyelundup Narkoba

Terowongan Penyelundup Narkoba
Banyak jalan menuju Roma, mungkin peribahasa itulah yang menjadi ilham para pengedar Narkoba dalam menjalankan aksinya. Jika dengan menggunakan jalan biasa mereka akan berhadapan dengan Polisi Perbatasan dan imigrasi serta razia rutin, maka mereka mencari akal dengan menggunakan terowongan bawah tanah sebagai jalan rahasia mereka dalam menyelundupkan Narkotika dari Meksiko ke Amerika Serikat.

Sejak tahun 1990, penegakan hukum telah menemukan sedikitnya 115 terowongan di bawah perbatasan AS-Meksiko. Terowongan digunakan untuk penyelundupan narkoba, uang, senjata dan manusia. Hanya 11 dari terowongan ditemukan sebelum 9 / 11.

Sebagian besar telah ditemukan sejak tahun 2001, setelah AS meningkatkan keamanan perbatasan. Terowongan terbaru ditemukan, seperti ditampilkan di sini, terowongan yang ditemukan pada 12 Maret di tenggara Tijuana dari pos pemeriksaan perbatasan Mesa Otay. (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS)

Pemerintah AS telah membentuk sebuah operasi gabungan yang disebut San Diego Tunnel Task Force, terdiri dari agen-agen dari ICE, DEA, Patroli Perbatasan, NCIS dan Biro Narkotika California, untuk mengungkap terowongan di bawah perbatasan antara San Diego dan metropolis Meksiko tetangga Tijuana. Para pejabat Amerika mengatakan pekerjaan mereka telah dibuat lebih mudah akhir-akhir ini dengan kerjasama yang lebih baik dari penegak hukum Meksiko.

Seperti baru-baru ini 2006, kata Timothy Durst, asisten agen-khusus-bertugas ICE, San Diego, "itu benar-benar bekerja keras dengan Meksiko Sekarang mereka. Yang menemukan terowongan pada mereka sendiri." Terowongan yang ditampilkan di sini, ditemukan pada bulan Maret, terungkap oleh penegak hukum Meksiko setelah tanah di dekat sebuah gudang Tijuana runtuh. U.S. Immigration and Customs Enforcement)

Agen dari ICE, DEA dan Patroli Perbatasan menemukan terowongan di Otay Mesa, California pada bulan Januari 2006. Pintu masuk AS, yang ditampilkan di sini, ditemukan di dalam gudang. (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS).


Terowongan menghubungkan sebuah gudang di Otay Mesa, California dengan sebuah gudang di Tijuana, Meksiko. (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS)

Pihak berwenang Meksiko menemukan sebuah terowongan lengkap pada November 7, 2009 di dalam sebuah rumah dua lantai di Tijuana. Terowongan 401-kaki ini tidak melintasi perbatasan, tetapi dilengkapi dengan ventilasi, listrik, pompa air dan lift vertikal. (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS)


Lift seperti di terowongan Tijuana dikontrol secara elektronik dan diperpanjang 35 meter dari pintu masuk terowongan di dalam rumah pribadi ke terowongan utama. (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS)

Berdasarkan informasi dari San Diego Tunnel Task Force, pihak berwenang Meksiko menangkap selusin orang di dalam terowongan lintas batas yang mempunyai panjang 1.000 kaki ini pada bulan Desember 2009. Terowongan itu berada di bawah konstruksi selama dua tahun. Pintu masuk Tijuana terlihat di sini. (Drug Enforcement Agency)


Terowongan termasuk lampu, listrik, sistem ventilasi dan lift di sisi Meksiko. terowongan canggih karya kartel obat ini dapat menghabiskan biaya sampai US $5 juta untuk bahan-bahan dan tenaga kerja, dan lebih mungkin untuk dilihat di daerah San Diego daripada di Arizona. Pembangunan terowongan ini dapat memakan waktu hingga lima tahun.

Lorong yang dalam, mencapai 100 meter di bawah permukaan, dan diperpanjang 860 meter ke AS, tapi penggali belum membuka pintu masuk di sisi AS perbatasan. (Drug Enforcement Agency)


Pandangan lain dari terowongan Tijuana yang belum selesai, terlihat kabel dan ventilasi. Ketika pemerintah AS selesai menyelidiki terowongan, Patroli Perbatasan mengisinya dengan bubur beton, tetapi hanya sampai garis Meksiko. "Ini sangat mahal," kata Durst, "dan pihak Meksiko tidak mampu untuk melakukannya." (Drug Enforcement Agency)

Di dalam sebuah rumah di North Escalada Drive di Nogales, Arizona, agen dari ICE dan DEA menemukan sebuah terowongan yang membentang 100 meter ke sebuah rumah di Nogales, Meksiko. Pintu masuk AS tersembunyi di ruang utilitas.

Cangkul dan peralatan lainnya berserakan di lantai. Para pejabat AS mengatakan bahwa Arizona memoloki terowongan lebih banyak dari California, tetapi terowongan di bawah perbatasan Arizona seringkali lebih kasar daripada di daerah / padat penduduk San Diego Tijuana. Lorong-lorong ini belum sempurna kadang-kadang disebut "lubang gopher." (U.S. Immigration and Customs Enforcement)

Terowongan Nogales diukur hanya tiga kaki dengan tiga kaki di pintu masuk di Arizona. terowongan mempunyai pencahayaan, tapi tidak ada ventilasi. Pihak berwenang yakin terowongan belum digunakan. Para pejabat Meksiko menangkap lima tersangka di pintu masuk Meksiko. (data dari U.S. Immigration and Customs Enforcement)

Insinyur sipil Meksiko Luis Carlos Ayala-Gonzalez ditangkap pada tahun 2008 untuk peranan yang dituduhkan dalam membangun terowongan di bawah sebuah rumah di San Luis, Arizona. Ditemukan tabung plastik, peralatan pengeboran dan jurnal yang menjelaskan pembangunan terowongan.

Terowongan itu ditemukan oleh seorang Petugas Patroli Perbatasan yang melihat semen keluar dari lubang ventilasi. Pada bulan November 2009, Ayala-Gonzalez dihukum membantu sindikat kriminal dan dihukum tiga tahun di sebuah penjara negara bagian Arizona. (U.S. Immigration and Customs Enforcement)

Terowongan San Luis menghubungkan sebuah tempat tinggal di sisi Meksiko dari perbatasan ke ruang bawah tanah rumah ini pada 1429 San Francisco Street. U.S. Immigration and Customs Enforcement).