UP
    Latest News

Persiram vs Persipura = 1-1 , Koko Selamatkan Tuan Rumah

Persiram vs Persipura = 1-1 , Koko Selamatkan Tuan Rumah
Persiram Raja Ampat berhasil menahan imbang tamunya, Persipura Jayapura, dengan skor 1-1 dalam pertandingan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Wombik, Sorong, Papua Barat, Senin (18/2) petang.
Pelatih Persiram, Jaya Hartono mengaku bersyukur dengan hasil tersebut karena anak-anak asuhnya bisa menahan imbang tim sekelas Persipura.
“Alhamdulilah jalannya pertandingan cukup seru dan menegangkan. Dan hasinya draw 1-1,” kata Jaya.
Disampaikanya, tim tuan rumah sempat tertinggal lewat gol Patrick Wanggai dimenit ke-14, namun pada menit ke-34 disamakan oleh James Koko Lomel. Persiram sempat ketinggalan dengan gol Patrick tapi kemudian disamakan oleh Koko Lomel,” katanya.
Sebelumnya, jubir Persiram Charles Imbir sesumbar timnya bakal meraih poin penuh dari Persipura. Dengan hasil ini Persiram berada di posisi ke-10 klasemen sementara ISL dengan poin delapan dari tujuh kali bertanding, dua kali menang, dua kali seri dan tiga kali menelan kekalahan.
Sementara itu Persipura tertahan di posisi keempat dengan poin 12 dari enam kali bertanding dengan tiga kali menang, tiga kali seri, dan belum sekalipun kalah.[gj]

Persidafon vs Persiwa = 3-1 , Dua Penalti

Persidafon vs Persiwa = 3-1 , Dua Penalti
Poin penuh berhasil diraih Persidafon Dafonsoro usai mengalahkan Persiwa Wamena dengan skor 3-1, di Stadion Bas Juowe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (18/2) sore.
Sejak menit pertama dimulai, Persiwa Wamena lebih menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan beberapa peluang emas. Namun penyelesaian akhir yang buruk dari barisan depan Persiwa membuat gol tak kunjung tercipta.
Tensi pertandingan meningkat jelang akhir babak pertama. Sebuah pelanggaran OK Jhon kepada striker Persidafon, Samuel Nunez berbuah penalti. Eksekusi Izak Wanggai pun sukses mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Memasuki babak kedua, Persiwa Wamena mencoba meningkatkan serangan ke pertahanan tuan rumah. Tendangan keras dari luar kotak penalti oleh striker Nke Ondoua Cruy Junior pada menit 53 menggetarkan gawang Persidafon yang dikawal oleh Selsius Gebze. Papan skor pun berubah 1-1.
Hanya berselang 11 menit, Persidafon mampu kembali unggul setelah untuk kali kedua Izak Wanggai sukses mengeksekusi penalti. Wasit Prasetyo Hadi yang memimpin pertandingan menghadiahkan penalti untuk tim Gabus Sentani setelah striker Jaelani Arey Sibi dijatuhkan oleh kiper Dwi Kusnadi di kotak terlarang.
Gol ketiga tuan rumah dicetak oleh pemain belakang Persidafon, Andri Ibo, pada menit 73 dengan memanfaatkan umpan matang dari Yohanis Nabar, setelah menerima umpan jauh Samuel Nunez dari sisi kanan pertahanan Persiwa. Gol tersebut menjadi gol terakhir yang tercipta pada derby Papua kali ini.[da]
Susunan pemain
Persidafon: 19 Selsius Gebze, 35 Alaso, 28 Andri Ibo, 21 Fransisco Rumkabu, 24 Yohanis Makanuay, 14 Frengky Amo, 27 Izak Wanggai, 10 Eduard Ivakdalam (kapten), 36 Jaelani ‘Yekerek’ Arey/Edison Ames, 90 Sasmuel Lim Nunez/Isak Oagai, 9 Yohanis Nabar.
Persiwa: 1 Dwi Kusnadi, 4 Ok Jhon (kapten), 14 Yesaya Desnam, 5 Vali Khorsadi Pish, 27 Roni Firmansyah, 12 Ramadhan Syaputra/Ahmad Iwan, 15 Isak Konon, 6 M. Hamzah, 19 Fred Fernando Mote, 32 Kim Yong 8, Nke Ondoua Cruy Junior.

Persebaya Palsu Ingin Tandemkan Soler dengan bambang Pamungkas

Persebaya Palsu Ingin Tandemkan Soler dengan bambang Pamungkas
Satu tempat di lini depan Persebaya palsu dipastikan milik Fernando Soler. Masalahnya, tim yang bermarkas di Jalan Karanggayam ini masih belum menemukan pendamping yang tepat untuk penyerang asal Argentina itu.
Beberapa nama pun muncul, mulai dari Rahmad Rivai hingga Bambang Pamungkas?
Soler musim lalu sudah membuktikan sebagai ujung tombak yang mematikan di kotak penalti lawan. Total 15 gol sudah dijaringkan pemain yang musim ini rencananya berganti nomor punggung dari 9 ke 10 ini. Ke-15 gol itu sudah termasuk satu gol ke gawang tim English Premier League (EPL), Queens Park Rangers.
Musim ini, penyerang 34 tahun itu sudah menyatakan masih betah di Persebaya palsu alias abal-abal . Hampir pasti Soler akan menjadi ujung tombak utama. Masalahnya, siapa pemain yang akan menjadi pendamping, sekaligus pemain yang bisa menjadi andalan bila sang penyerang cedera atau absen karena akumulasi kartu?
Di tim Persebaya palsu saat ini, masih bercokol nama ‘si anak hilang’ Aris Alfiansyah. Hanya saja, performa Shinchan, sapaan akrabnya, belum memuaskan. Tak heran bila pelatih Ibnu Grahan mengaku masih akan mencari tambahan dua pemain untuk posisi penyerang dan winger.
“Sebenarnya masih ada banyak pilihan pemain di posisi penyerang maupun sayap. Namun kami masih mencari yang terbaik,” ungkap Ibnu.
Sumber internal Persebaya abal-abal  menyebutkan, dari serangkaian nama, yang kini diprioritaskan hanya dua, yakni Poci Rivai dan Bambang Pamungkas. Dari dua nama itu, Poci memiliki peluang lebih besar. Sebab karakter Poci adalah striker petarung yang sudi menjemput bola hingga ke belakang.
Sedangkan peluang Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas justru lebih kecil. Sebab selain memiliki tipe dan karakter yang hampir sama dengan Soler, banderol Bepe juga terlalu mahal. Ketika dikonfirmasi terkait dua nama ini, Ibnu masih bungkam. “Masih kita cari mana yang terbaik, Mas,” tuturnya.
Terpisah, CEO Gede widiade mengungkapkan, meski meski Persebaya palsu sempat mengalami vakum latihan selam asebulan, tapi ia optimistis, tim pelatih bisa membuat kondisi pemain siap ketika kompetisi mulai. “Kami selalu berkomunikasi secara intens dengan pelatih mengenai perkembangan tim. Hasilnya cukup positif dan dari hari ke hari progresnya cukup bagus,” tutupnya.(dg)

Perseman ada Dua , Aples Tecuari : Saya Bingung Mana yang Bisa Dipercaya

Perseman ada Dua , Aples Tecuari : Saya Bingung Mana yang Bisa Dipercaya
Mantan poros halang Persipura, Aples Tecuari menilai Perseman Manokwari jika ingin maju dan berprestasi di kancah sepakbola Indonesia, harus satu langkah dan yang harus dibenahi adalah perbaikan manajemen. Bahkan tim yang pernah berjaya di masa Adolof Kabo itu, disinyalir terpecah dua.
“Mungkin yang pertama saya lihat, di dalamnya tidak ada kebersamaan, baik di internal pengurus tetapi juga yang mengatur semua entah itu manajemen,” kata Aples, mantan pemain primavera yang pernah berguru di Italia tahun 1995 bersama Chrisleo Yarangga dan Alexander Pulalo.
Di Perseman kata Aples yang belum berjalan selama ini adalah tidak kompaknya pemain dan pengurus serta pelatih yang menjalankan tugasnya sendiri-sendiri. “Contoh kecil yang selama ini terjadi ada dua kubu Perseman yang ada di Manokwari maupun yang saat ini ada di Jogjakarta. Kita sebagai pecinta sepakbola, khususnya Perseman, kita bingung, mana yang sebenarnya bisa dipercaya,” ungkap pemain yang sudah makan garam di Timnas sejak 1993-2004.
Aples Tecuari yang kini mengantongi sertifikat pelatih berlisensi B PSSI itu, saat ditemui di Manokwari-Papua Barat belum lama ini mengungkapkan fakta tersebut  karena ada diantara beberapa pemain yang datang kepadanya mengeluhkan hal tersebut. “Mereka menceritakan keluhan yang mereka alami selama ini. Ketika mereka berusaha sebagai putra daerah, mereka berusaha dengan sungguh tetapi apa yang mereka lakukan itu tidak diperhatikan dengan baik,” kata lelaki yang pernah perkuat PON sepakbola Papua tahun 1993 itu.
Intinya kata suami dari Farida Dani itu, tidak ada kebersamaan antara pengurus, pemain yang bisa diputuskan untuk bagaimana supaya memajukan sepakbola kususnya Perseman di Manokwari. Anehnya, kata Aples, hingga kini dirinya belum tahu siapa pelatih Perseman Manokwari. Tapi dari kabar yang didengarnya, pelatih bersama pemain Perseman kini  sudah berada di Jogjakarta sebagai home base mereka.
Ketika ditanya soal kesediannya jika sewaktu-waktu diminta oleh manajemen untuk dirinya menukangi Perseman? “Saya pikir tak ada masalah, malah pemain lokal disini mereka dukung (saya) sebenarnya. Saya orangnya tidak mengemis tetapi terserah kepada mereka (manajemen) mau menghargai itu kepada saya,” ungkap ayah 4 putri itu.
Menurut PNS di lingkungan Dispora Provinsi Papua Barat itu, jika ketika tertentu dirinya dipinang Perseman sebagai pelatih, dia akan sepenuh hati men-dharma bakti-kan ilmunya kepada Perseman. “Saya berharap sebagai mantan pemain, bagaimana ilmu dan keterampilan bolanya jangan sampai hilang tapi dapat digunakan sesuai dengan yang dimiliki untuk membangun masa depan dari pada sepakbola di Papua. Itu harapan saya,” kata jebolan SMA Gabungan Jayapura itu.(sf)

Cetak Gol enak , Pemain Psps Pape Lyter Mengaku Ketagihan

Cetak Gol enak , Pemain Psps Pape Lyter Mengaku Ketagihan
-Sosok Pape Lyter menjelma menjadi pahlawan PSPS saat ini terlebih bila melihat dua laga terakhir yang dilakoni PSPS kala menjamu Arema Indonesia dan Gresik United. Dalam dua laga tersebut Pape mencetak gol.

Musim ini memang, pemain asal Senegal tersebut baru mencetak gol di dua laga tersebut. Koleksinya sejauh ini bersama PSPS pun baru mengemas dua gol dari tujuh laga yang sudah dilakoni Pape Layter yang terus selalu menjadi starter.

Disebut phalwan karena pemain berusia 26 tahun inilah yang memberi kemenangan perdana bagi PSPS musimdengan gol tunggalnya ke gawang Arema menit ke 42 pada Selasa pekan lalu di Stadion Tuanku Tambusai, Bangkinang. Itu juga sekaligus gol perdana Pape bersama PSPS.

Kala menang atas Gresik United juga, Pape mencetak gol cepat yakni menit ke 6. Gol ini diyakini membuat mentak pemain Gresik turun sehingga Makan Kanote pun bisa memperlebar kemenangan PSPS menjadi 2 - 0 pada laga tersebut.

Bukan hanya dua gol yang ia sumbangkan. Kala PSPS ditahan imbang Persisam 1 - 1, Pape turut ambil meberi asist kepada Jibby yang. Menceyak gol pada pertandingan tersebut. "Dua gol dan satu asist saat ini," Pape menegaskan pencapainnya tersebut , Minggu (17/2).

Pape mengungkapkan berniat untuk selalu mencetak gol dalam setiap pertandingan dan memberi PSPS kemenangan di kompetisi ISL musim ini.

"Motivasi saya adalah selalu mencetak gol bagi PSPS dan selau bisa memberi kemenangan," ujarnya.

Namun Pape mengatakan tidak membuat target dalam mencetak gol musim ini bersama PSPS. Semaksimal mungkin, ia akan berusaha mencetak gol. "Tidak ada target gol," ujarnya.

Saat ini di skuad PSPS sendiri, selain Pape, Makan Kanote juga mengoleksi jumlah gol yang sama. Didapat kala menahan imbang Pelita Bandung Raya (PBR) dan mengalahkan Gresik United.

Pape mengatakan saat berada dilapangan, ia berusaha untuk melupakan segala permasalahan yang ada terutama permasalahan di PSPS. Dilapangan permatian terpusat pada pertandingan.

Seperti diketahui, hingga saat ini skuad PSPS masih belum menerima hak - haknya berupa 15 persen uang muka kontrak serta gaji bulanan sejal Desember lalu. Walau bonus kemenangan sudah didapat pemain, namun mengenai hak - hak sesuai dengan kontrak tersebut tetap menjadi keluahan pemain.

"Tiga bulan kami belum gajian. Tapi kalau saya dilapangan, saya berusaha fokus ke pertandingan. Lupakan masalah yang ada," ujarnya.

Anda bahagia di PSPS ini? "Saya bahagia, tapi tidak full. Ini karena soal hak - hak yang belum dibayar ini," jawab Pape.

Makan Kanote sendiri emngungkapkan hal yang sama. "Gaji belum ada kami terima. Susah sekarang," kata Makan yang sedikit susah diajak berkomunikasi bahasa Inggris.

Penyelamat PSPS, bupati KamparJefry Noer sendiri beberapa waktu lalu mengakui belum membayar hak - hak pemain. Namun ia mengatakan sedang menunggu laporan manajemen mengenai keuangan. Segera hak - hak pemain akan dibayarkan.

Setelah melakoni dua laga kandang, saatnya PSPS siap - siap menghadapi laga tandang, Dua tim yang bakal ditandang yakni Persib Bandung dan Persita Tengerang. Skuad PSPS sendiri akan menjalani latihan mempersiapkan laga tandang ini yakni Selasa (19/2) nanti.(dg)

Mantan Pelatih Arema Palsu dibidik dua Klub Hongkong

Mantan Pelatih Arema Palsu dibidik dua Klub Hongkong
- Dejan Antonic nampaknya tak bakal terlalu lama menganggur setelah nasibnya bersama Arema palsu IPL terkatung-katung. Pelatih berdarah Serbia itu mengaku sudah ada dua klub asal Hongkong yang meminatinya.

"Ada dua tim Hongkong yang meminta saya untuk pulang ke sana. Dua tim ini adalah Sun Hei dan Rangers," ujar Dejan Antonic.

Lebih lanjut, Dejan mengaku bahwa sampai saat ini dia masih berat meninggalkan Malang. Pasalnya, pelatih pemegang lisensi UEFA Pro ini sudah terlanjur jatuh cinta dengan malang .

"Saat ini saya masih di Malang, menanti kejelasan masalah gaji saya. Saya juga menanti perkembangan yang akan terjadi. Jika keadaan tetap seperti ini, saya terpaksa pulang ke Hongkong. Saya sebetulnya cinta Malang dan Indonesia, tapi keadaan yang seperti ini," tuturnya.

Sebelumnya, nasib Dejan dan seluruh penggawa Arema palsu terkatung-katung. Jelang kompetisi tarkam Indonesian Premier League musim 2013 dimulai, PT. Setia Bina Nusa yang menjadi investor Arema palsu mundur. Alhasil, Arema limbung dan belum bisa memastikan diri untuk berkompetisi musim ini. (den)