UP
    Latest News

Pemilik Suara Sah PSSI akhirnya Lepas Pemain ke Timnas Dibawah Kendali BTN , Pelatih Manuel Blanco

Pemilik Suara Sah PSSI akhirnya Lepas Pemain ke Timnas Dibawah Kendali BTN , Pelatih Manuel Blanco
Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI)  selama ini keras  tak mengizinkan klub-klub Indonesia Super League (ISL) untuk melepas para pemainnya ke tim nasional Indonesia. Namun paska pertemuan dengan Menpora dan PSSI Senin Malam kemarin, kubu KPSI mulai melunak.

Terbukti salah satu anggota KPSI yaitu Harbiansyah Hanafiah (komisaris PT Liga Indonesia) diangkat menjadi wakil ketua Badan Tim Nasional (BTN) oleh PSSI untuk menemani Isran Noor yang dipilih menjadi ketua BTN.

Sekjen KPSI, Togar Manahan Nero, mengatakan, keputusan menunjuk Harbiansyah sudah disetujui di internal KPSI, termasuk ketua umum La Nyalla Mattalitti. Dengan masuknya Harbiansyah, maka KPSI memastikan akan memberi izin kepada klub ISL untuk melepas pemain mereka ke timnas bentukan BTN.

"Sosok Harbiansyah sebagai seorang bertangan dingin dan tentunya bakal mampu membentuk sebuah tim yang kuat. Lagipula, ia sudah berpengalaman dalam dunia sepak bola Indonesia," kata Togar, seperti dilansir goal Selasa, (20/2/2013)

"Kita akan berikan pemain-pemain yang memang diperlukan untuk Timnas Indonesia. Ini demi (nama baik) Merah Putih. Dengan bergabungnya Pak Harbiansyah, semua pemain (ISL) yang dipanggil dipastikan bakal mendapat izin dari klubnya," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, BTN telah mengumumkan 34 nama pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang Pra Piala Asia 2015. Dalam daftar tersebut terdapat 12 pemain yang berasal dari kompetisi ISL.

Berikut daftar 34 Pemain yang dipanggil BTN:

1. Jandian Eka Putra (Semen Padang)
2. Novan Setya (Semen Padang)
3. Titus Bonai (Semen Padang)
4. Syaifullah (Semen Padang)
5. Arif Tuansyah (Semen Padang)
6. M. Nur Iskandar (Semen Padang)
7. Endra Prasetya (Persebaya Surabaya)
8. Andik Vermansah (Persebaya Surabaya).
9. M. Taufiq (Persebaya Surabaya)
10. Deni Marcel (PSM Makassar)
11. Suyatno (Pro Duta FC)
12. Faisal Azmi (Pro Duta FC)
13. Nopendi (Persiba Bantul)
14. Irfan Bachdim (Chonburi FC)
15. Raphael Maitimo
16. Mario Aibekop
17. Oktovianus Maniani
18. Anggi (Persires Bali Devata)
19. Husin J Rahaningmas (Persemalra Tual)
20. Musafri (Persema Malang)
21. Stefano Lilipaly (Almera City)
22. Toni Cussel
23. Fathul Rahman (Barito Putera)
24. Dedi Hartono (Barito Putera)
25. Syarizal (Persija Jakarta)
26. Zulham Zamrun (Mitra Kukar)
27. Jajang Mulyana (Mitra Kukar)
28. Ahmad Bustomi (Mitra Kukar)
29. Zulkifli Syukur (Mitra Kukar)
30. Toni Sucipto (Persib Bandung)
31. M. Ridwan (Persib Bandung)
32. Victor Igbonefo (Arema Indonesia)
33. Greg Nwokolo (Arema Indonesia)
34. Patrich Wanggai (Persipura Jayapura)

RESMI : Timnas yang sah dan Asli dibawah Kendali BTN dibawah Pelatih Manuel Blanco

RESMI : Timnas yang sah dan Asli dibawah Kendali BTN dibawah Pelatih Manuel Blanco
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Roy Suryo, mendukung upaya pembentukan sebuah timnas dengan komposisi pemain-pemain terbaik di tanah air, yang diakomodir oleh Badan Tim Nasional (BTN).

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, bernomor SKEP/08/JAH/I-2013, BTN yang diketuai oleh Isran Noor, segera melakukan langkah untuk menyatukan pemain dari dua kompetisi (ISL dan IPL).

Jika sebelumnya kubu ISL menolak melepas pemainnya ke dalam skuad Merah Putih, kini beberapa pemain yang dipanggil segera diizinkan bergabung, setelah Harbiansyah Hanafiah yang merupakan CEO Persisam Putra Samarinda dan Komisaris Utama PT.Liga Indonesia, didaulat sebagai Wakil Ketua BTN.

Kondisi ini jelas merupakan sebuah hal yang positif bagi persepakbolaan Indonesia dan disambut gembira oleh Menpora.

"Saya jelas senang mendengar kabar ini. Mengenai pelantikan BTN, prinsip Kemenpora adalah Tut Wuri Handayani, artinya kami memberikan dorongan moral dan semangat dari belakang kepada PSSI," ucap Roy Suryo ketika dihubungi wartawan, Rabu (20/2/13).

Namun, kehadiran BTN kontan menuai kontroversi di kalangan Komite Eksekutif PSSI yang merasa belum sepakat. Kendati begitu, Badan Tim Nasional tetap bekerja dengan melakukan pemanggilan terhadap 34 pemain untuk mengikuti seleksi masuk timnas PraPiala Asia 2015.

Menurut rencana, Badan Tim Nasional bakal diresmikan dalam sebuah acara pelantikan, Jumat (22/2/13) mendatang. Jika semua berjalan lancar, para pemain yang memenuhi panggilan dan lolos seleksi, bakal dilatih oleh Luis Manuel Blanco dan kemungkinan diturunkan melawan Timnas Arab Saudi, Sabtu (23/3/13). [da]

Persiba Bantul : Kompetisi Tarkam IPL Biang keladi Sulit dapat Sponsor

Persiba Bantul : Kompetisi Tarkam  IPL Biang keladi Sulit dapat Sponsor
Kacaunya pelaksanaan kompetisi tarkam Indonesia Premier League (IPL), menurut Manajer Brianto AS, membuat Persiba Bantul kesulitan mencari sponsor.

Jadwal kompetisi yang sudah ditetapkan tiba-tiba berubah. Padahal, kompetisi sudah hampir digelar. Calon lawan perdana Persiba, Arema palsu , belum bisa memastikan keikutsertaan dalam kompetisi level teratas PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

"Jelang kick off, kami belum bisa memastikan, berapa jumlah peserta kompetisi dan berapa laga yang harus dijalani. Akibatnya, sponsor berpikir dua kali untuk memberikan dukungan," kata Brianto, Selasa (19/2/2013).

Sponsor, sambung Brianto, menanyakan mengenai berapa jumlah pertandingan yang akan dijalani, siapa saja pesertanya, lalu berapa kali disiarkan langsung di televisi, baik saat di kandang maupun tandang.

"Selain itu, kami juga belum memperoleh kepastian, apakah laga lawan Pro Duta tetap digelar atau tidak," tambah Brianto.

Kini, skuad Sultan Agung hanya bisa menunggu pengumuman, apakah akan tetap mengikuti kompetisi atau tidak. Keputusan ada di tangan Ketua Umum Persiba sekaligus Direktur PT Bantul Indonesia Goalsport (BIG), Idham Samawi, dan rencananya disampaikan pada Rabu (20/2/2013) sore.(dg)

Suka Ganggu-Ganggu Kas Hartadi , Robert Heri Dituntut OUT dari Sriwijaya

Suka Ganggu-Ganggu Kas Hartadi , Robert Heri Dituntut OUT dari Sriwijaya
Suasana panas mulai terjadi dalam tim Sriwijaya FC. Perpecahan antara Manajer tim Robert Heri dengan tim pelatih pimpinan Kas Hartadi menyeruak. Suporter akhirnya bersuara, menuntut Robert Heri mundur lantaran dinilai terlalu intervensi. Isu ini dihembuskan kalangan suporter berdasarkan rapat evaluasi yang digelar Manajemen dan tim pelatih di hotel Swarna Dwipa, Senin (18/02) sore. Informasinya dalam rapat evaluasi tersebut, Robert Heri mengkritisi kebijakan pelatih dalam membuat strategi dan menurunkan pemain.
Singa Mania menilai intervensi yang dilakukan Manajer Sriwijaya FC, Robert Heri, terhadap kebijakan penerapan strategi di lapangan pelatih Kas Hartadi adalah sebuah tindakan berlebihan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Manajer. Dikatakan Deddy Pranata, Ketua Dewan Pembina Singa Mania, kebijakan penentuan strategi dan formasi di lapangan merupakan hak mutlak dari pelatih dan tidak ada pihak mana pun yang berhak mencampuri urusan tersebut.
“Liga sepakbola di belahan dunia mana pun, pelatih yang punya hak untuk menentukan strategi, formasi dan pemain yang akan diturunkan bukan manajer. Begitu juga di Sriwijaya FC, Manajer jangan campuri urusan teknis di lapangan,” ujar Deddy.
Tugas seorang Manajer, dijelaskannya, bukan untuk ikut mengatur taktik dan strategi, melainkan merealisasikan kedatangan pemain hasil rekomendasi pelatih dan memberi fasilitas baik itu pembayaran gaji maupun bonus. “Manajer fokus saja pada tugasnya, pembayaran DP, gaji pemain dan official, bonus juara IIC yang masih belum jelas sampai permasalahan Erick Weeks. Urusan wajib saja belum beres sudah mau ikut campur urusan strategi pelatih. Padahal manajer terdahulu bahkan Presiden Klub pun tidak pernah intervensi,” ulas Deddy.
Senada disampaikan ketua Beladas SMS Eddy Ismail yang justru sangat emosi dengan informasi tersebut. “Lebih baik Robert Heri saja yang mundur dari jabatan Manajer. Kami menentang keras Manajer mengintervensi pelatih dalam menentukan strategi,” imbuh Eddy yang diamini ketua Beladas Simanis Qusoi.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi ketika dibincangi di Mess Sriwijaya, kemarin, membenarkan adanya silang pendapat antara dirinya dengan Robert Heri. Diakuinya, hingga laga ketujuh ini, tim belum menemukan soliditas secara menyeluruh. Pasalnya, untuk membentuk yang benar-benar sempurna, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. “Sejauh ini saya akui, memang tim ini belum begitu solid. Karena, untuk memadukan pemain-pemain dalam sebuah skema bermain memang membutuhkan waktu. Apalagi tim sekarang kualitasnya berbeda dengan musim lalu,” tuturnya.
Pelatih yang telah mendonasikan dua gelar untuk Sriwijaya FC selama tahun 2012 lalu ini mengungkapkan, sebenarnya untuk membuat pemain tampil all out, bukan dilihat bagaimana skill yang dimiliki satu persatu dari pemain. “Lihat juga bagaimana nyamannya suasana hati pemain tersebut. Kalau psikologisnya lagi tak tenang, saya mau berkata apa,” ujarnya.
Ketika disinggung soal mulai adanya intervensi dari manajer terhadap pola-pola yang dipakai Kas Hartadi pada pertandingan yang dilakoninya, pria asal Solo ini hanya menjawab bahwa dirinya selama ini tetap memakai skema yang sesuai dengan apa yang diinginkannya. “Untuk itu (intervensi) saya tak bisa jawab. Tapi kalau skema bermain, awalnya saya memakai 4-3-2-1 dan sejak menghadapi Persija saya memakai pola 4-1-4-1. Alasan perubahan tersebut, karena pola lama tidak sesuai dengan karakter pemain sekarang,” ucapnya.
Namun untuk persoalan pembayaran gaji dan bonus pemain dan pelatih, raut wajah Kas Hartadi langsung mengekspresikan kesal dan emosi. “Silahkan saja tanya ke seluruh pemain. Apakah mereka sudah mendapatkan uang muka, bonus Inter Island Cup dan gaji sudah dibayar semua,” bebernya.
Sementara Robert Heri ketika dikonfirmasi membantah telah melakukan intervensi terhadap kinerja pelatih. Lantas, terhadap performa Sriwijaya FC selama tujuh pertandingan yang belum menunjukkan permainan layaknya tim yang baru mentahbiskan sebagai juara Liga Indonesia edisi 2012 lalu. Dirinya menilai, bahwa manajemen tetap menjalankan evaluasi pada semua pemain dan pelatih pada tiap pertandingan, yang telah dilalui. “Kami tidak ada intervensi sama sekali,” elaknya.
Saat disinggung bagaimana upaya manajemen membayar semua kewajiban pemain dan pelatih secara tepat waktu, Robert menuturkan, bahwa pihaknya sudah membayar semua hak-hak pemain hingga Januari 2013. “Itu (kewajiban, Red) telah kami berikan semua pada pemain dan pelatih, tidak ada masalah,” pungkasnya.
Meski mulai muncul suasana kurang nyaman dalam tim, tidak ada perubahan mengenai rutinitas tim. Kemarin sore, Ferry dan kawan-kawan tetap mengikuti sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. (da)

Sadikin: Bosowa tak Lirik PSM karena Main di Liga Tarkam

Sadikin: Bosowa tak Lirik PSM karena Main di Liga Tarkam
Rencana PT Bosowa Group membeli klub Indonesia Super League (ISL) Persidafon Dafonsoro didasari karena klub makassar , PSM mengikuti kompetisi tak berkualitas alias Tarkam IPL.
walau  tak mengubah komitmen manajemen Bosowa terhadap pembiayaan klub PSM dengan menyumbang sedikit dana pada klub tarkam tersebut .

Ketua Umum PSM Sadikin Aksa menegaskan, komitmen Bosowa Group menjadi penyangga pendanaan PSM tetap berjalan namun prioritasnya tidak besar karena potensi bisnis nya kecil disebabkan IPL kompetisi yang kurang bergengsi. Soal rencana pembelian klub asal Papua tersebut hal lain.

"Selama Bosowa membeck up dana, keuntungan tidak ada bahkan dimaki maki, ditulis lagi kasih makan PSM mie instan. Tapi tetap dimodali. Kenapa? Karena itu soal komitmen dan kebanggaan daerah. Jadi dengan adanya klub ISL di Makassar nanti, tidak akan berpngaruh terhadap PSM. PSM tetap klub bernilai historis bagi warga Makassar  walau bermain di liga berbeda yang kalo kami lihat tingkat persaingannya sangat minim dan Bosowa tetap akan komitmen mengelolanya," tegas Sadikin Aksa melalui orang dekatnya Husain Abdullah.

Dia pun menegaskan, Kalau Bosowa tidak mungkin terlantarkan PSM w. Buktinya Erwin Aksa bersaudara pasang badan beli kembali dari Arifin Panigoro." Itu sdh menunjukkan Bosowa untuk selamatkan PSM agar tetap jadi milik warga Makassar, dan bermain di liga yang lebih berkualitas tempat dimana seharusnya PSM berada  bukan di IPL " ungkapnya. (dai)

Semen Bosowa Beli dan Ambil Alih Persidafon

Semen Bosowa Beli dan Ambil Alih Persidafon
Kebijakan Manajemen Bosowa Group mengakuisisi klub ISL Persidafon Dafonsoro tinggal menunggu waktu. Sadikin Aksa, mewakili manajemen Bosowa mengatakan, pihaknya masih konsentrasi mengurus Peringatan Hari Ulang tahun Bosowa ke-40 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2013.

"Mungkin setelah peringatan HUT Bosowa kami intens melakukan komunikasi termasuk penandatangan kontrak dengan manajemen Persidafon Dafonsoro," tutur Sadikin.

Untuk memboyong klub yang sempat bermarkas di Surabaya dan Jayapura tersebut, Bosowa menyiapkan dana Rp20 miliar. Pembelian ini pun kata Sadikin langkah untuk menggairahkan sepakbola di Makassar karena nantinya klub tersebut bermarkas di Makassar.

"Kita memang perlu punya klub di ISl untuk tetap menjaga admosfer sepakbola," katanya singkat. (fs)