UP
    Latest News

Djohar : Nil maizar Belum Sepenuhnya dipecat , Hanya Dikasih Pilihan ,....

Djohar : Nil maizar Belum Sepenuhnya dipecat , Hanya Dikasih Pilihan ,....
Keputusan rapat Excecutive Committee (Exco) yang memberhentikan pelatih Timnas Senior Nilmaizar sepenuhnya belum 100 persen.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat ditemui dalam perhelatan laga uji coba Timnas U-19 melawan Bina Putra FC di Stadion Utama Bima Kota Cirebon, Kamis (28/2).

Djohar menjelaskan bahwa, Exco tidak memecat Nil. Exco masih memberikan kesempatan kepada Nil untuk memilih. Sedangkan keputusannya dikembalikan kepada mantan pelatih Semen Padang tersebut.

"Saya dan Exco sama sekali tidak memecat Nil. Keputusannya saya kembalikan kepada Nil sendiri apakah masih mau bergabung dengan Timnas Senior, atau akan memilih tim mana yang akan dia latih," jelasnya.

Tapi yang jelas, menurut Djohar, pihaknya tidak pernah memecat Nil. Lebih lanjut pria kelahiran Sumatera Utara itu menjelaskan bahwa, keputusannya mengangkat pelatih asa Argentina Luis Manuel Blanco adalah berdasarkan pada pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Argentina Cristina Elisabet Fernandez de Kirchner.

"Tentu Argentina juga memberikan opsi seorang pelatih tidak sembarangan. Pengangkatan Blanco adalah berdasarkan pembicaraan kedua kepala negara," tuturnya.

Djohar berharap, pengalaman melatih Blanco yang sudah mendunia mampu mendongkrak prestasi Timnas Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games 2013 Myanmar.

"Penunjukkan Blanco ini adalah upaya untuk meningkatkan prestasi timnas. Sebab, melihat dari segi pengalaman, jelas Blanco lebih dari Nil. Pengalamanya melatih di sejumlah negara di Amerika dan Eropa, dan terakhir di China, semoga mampu mewujudkan harapan kita semua," pungkasnya.(fa)

MENPORA : Halim mahfudz jangan gila donk ,........

MENPORA : Halim mahfudz jangan gila donk ,........
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo meminta kepada pihak pembuat onar sepakbola , khususnya halim mahfudz untuk bisa menahan diri dan bertindak yang aneh . Ia meminta halim legowo serta  menghentikan perdebatan seputar sah atau tidaknya rapat Komite Eksekutif (Exco) yang digelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2).

Rapat tersebut menghasilkan tiga keputusan penting. Pertama, memecat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Halim Mahfudz. Kini, posisi tersebut diisi Hadiyandra, yang sebelumnya menjabat Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi.

Kemudian, mengesahkan berdirinya Badan Tim Nasional (BTN). Lalu, mengangkat pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco untuk menangani Tim Nasional Indonesia di kualifikasi Piala Asia 2015. Alhasil, Blanco menggantikan tugas yang sebelumnya diemban Nilmaizar.

Diterangkan pemilik nama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo tersebut, hasil rapat Exco PSSI adalah sah. Sebab menurutnya, pelaksanaan rapat Exco sudah mengikuti mekanisme yang tepat.

"Alasan utamanya, rapat Exco tersebut dihadiri dan disetujui langsung Ketua Umum PSSI Djohar Arifin," ujar pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968 tersebut.

Roy menilai, rapat Exco tersebut merupakan bentuk rekonsiliasi meskipun putusannya tidak dihadiri anggota Exco lainnya.

"Kita tidak perlu lagi berandai-andai. Marilah kita hormati dan jalankan keputusan tersebut," tukas alumnus fakultas Ilmu komunikasi Universitas Gadjah Mada (1991-2001) itu. (eda)

Semakin Menggila , Halim Mahfudz Laporkan Djohar ke FIFA

Semakin Menggila , Halim Mahfudz Laporkan Djohar ke FIFA
Mantan Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfudz semakin menggila dan mengada-ada untuk mengacaukan sepakbola indonesia , ia melaporkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin kepada FIFA. Ini setelah Djohar menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) pada Rabu (27/2) yang dinilainya tak sesuai prsedur.
“Saya sudah surati ke FIFA tadi malam. Saya hanya ingin menegakkan statuta,” kata Halim di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2).
Halim mengatakan, rapat Exco yang memutuskan memecat dirinya dan juga pemberhentian Nil Maizar sebagai pelatih timnas, dipastikan tidak sah karena tak sesuai dengan aturan organisasi PSSI yang berlaku.
Dia menjelaskan, rapat itu melanggar Statuta PSSI pasal 36 ayat 3. Karena rapat yang berlangsung di ruangan Ketua Umum PSSI tersebut tidak ada undangan resmi dari Sekjen dan agenda rapat tidak disetujui oleh semua Exco untuk melaksanakan pertemuan tersebut.
“Sudah jelas aturannya, rapat Exco itu harus melalui undangan Sekjen. Sedangkan saya, tidak pernah mengirim surat undangan menggelar rapat Exco pada tanggal tersebut,” tambahnya.
Selain itu, tambah Halim, ada pelanggaran lain yang terjadi. Yakni hadirnya empat petinggi KPSI yang merupakan anggota Exco terhukum PSSI ; La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Tony Aprilani.
Halim mengutarakan, pengembalian empat Exco terhukum tersebut belum disahkan di kongres. Sehingga, La Nyalla cs belum dapat menggunakan wewenang untuk melakukan pembahasan apalagi menggunakan hak suara untuk PSSI. Menurut Halim, hal ini sesuai dengan poin di Mou 7 Juni 2012 dan surat FIFA 18 Desember 2012 dan 13 Februari 2013.(gs)

Halim Mahfudz buat Kongres Tandingan !!

Halim Mahfudz buat Kongres Tandingan !!
- Dipecat sebagai Sekjen PSSI, Halim Mahfudz melawan. Halim bahkan sudah menyiapkan kongres yang juga akan diselenggarakan di Bandung, pada 17 Maret 2013.

"Untuk saat ini ada tiga hotel yang menjadi pilihan, yaitu Grand Hyatt, Gunung Putri dan Pine Mansion," kata Halim di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2).

Selain menyiapkan hotel, Halim juga menyatakan kepanitiaan Kongres yang akan diselenggarakan di Bandung sudah siap. Ketua Kongres versi Halim Mahfudz Dkk diketuai oleh Saleh Mukaddar.

Adapun untuk verifikasi peserta, ia menyebut akan melibatkan lima orang yaitu Agus Yasmin, Cholid Goromah, Hadiyandra, Farid Mubarok, dan Bustomi.

"Lima orang sudah kami tugaskan untuk melakukan verifikasi. Perwakilan kami akan bekerja sama dengan tim verifikasi dari lembaga lain," jelas Halim. (cn)

Halim Mahfudz masih Mengaku-ngaku Sebagai Sekjen PSSI

Halim Mahfudz masih Mengaku-ngaku Sebagai Sekjen PSSI
Halim Mahfudz mendatangi kantor PSSI, Senayan Jakarta, Kamis (28/2) atau hanya sehari setelah rapat eksekutif komite (exco) PSSI memutuskan untuk memberhentikannya dari jabatan Sekjen PSSI. Kepada wartawan, Halim mengaku masih menjadi Sekjen PSSI yang sah.

"Saya sebagai sekjen PSSI mempertanyakan prosedur pengumuman itu, karena katanya lewat exco. Sebagai sekjen saya tidak pernah mengeluarkan undangan rapat exco," kata Halim Mahfudz di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Kamis (28/2).

Halim melanjutkan, dirinya memang pernah mengeluarkan undangan rapat exco untuk hari Senin (26/2). Tapi rapat batal dilaksanakan karena anggota exco sibuk.

"Kemudian tiba-tiba ada rapat yang kita tidak tahu sehingga exco lain tidak hadir. Saya dengar dua exco hadir, kemudian juga ada empat exco yang belum diterima kongres untuk kembali," ungkapnya.

Secara aturan, kata dia, baik di MoU statuta, jika mau kembali harus lewat kongres. Tapi kongres belum dilaksanakan sehingga empat exco tersebut, kata Halim, belum boleh terlibat dalam pengambilan kebijakan di PSSI.

"Olehnya itu dengan segala hormat saya menolak keputusan yang tidak prosedural. Saya menetapkan diri masih sebagai sekjen bukan karena mau mempertahankan, tapi untuk menegakan statuta," kata CEO Halma Strategic tersebut.(af)