UP
    Latest News
Showing posts with label AREMA. Show all posts
Showing posts with label AREMA. Show all posts

Polda jatim Bekukan Izin Pertandingan Sepakbola di jawa Timur

Polda jatim Bekukan Izin Pertandingan Sepakbola di jawa Timur
Setelah Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengancam akan menghentikan pertandingan sepakbola di Jawa Timur (Malang Post, 9/3), kini giliran polisi.

Polda Jawa Timur, bahkan langsung bersikap keras. Seluruh izin pertandingan sepakbola di Jawa Timur, baik ISL maupun IPL, dibekukan.

Pelarangan itu, buntut bentrokan massa di ruas jalan tol Banyu Urip, Jumat (8/3) dini hari. Diduga melibatkan bonek, yang menyerang dan menghadang Aremania.

Agar sepakbola bisa kembali digelar, polisi meminta syarat. Ada kesepakatan antara seluruh elemen supporter. Yakni, sepakat untuk tidak menimbulkan kerusuhan. Jika kesepakatan dibuat, izin baru akan diberikan.

’’Kita tidak izinkan semua pertandingan bola di Jawa Timur sampai ada kesepakatan,’’ kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Tayib, kemarin.

Karena kerusuhan itulah, polisi akan segera mengumpulkan pimpinan seluruh elemen suporter di Jatim. Mereka, akan diminta membuat kesepakatan bersama, agar tidak lagi timbul kerusuhan antar suporter.

’’Termasuk komunikasi, harus rutin dilakukan antar kelompok supporter. Pokoknya selama antar komponen suporter tidak sepakat, tidak akan ada pertandingan (sepakbola),’’ ujarnya.

Sebelumnya, Pakde Karno, sapaan akrab Gubernur Jatim menyebut, Kapolda Jatim bisa saja tidak memberi izin pertandingan sepakbola, jika menurut pertimbangan Kapolda, menganggu keamanan dan kepentingan umum.

‘’Intinya keamanan dan ketertiban itu, menjadi pertimbangan dan harus didahulukan. Karena menganggu kepentingan umum bertentangan dengan UU nomor 32,’’ kata Pakde Karwo. (bt)

Merasa Disudutkan Media , Aremania Mengadu ke Dewan Pers

Merasa Disudutkan Media , Aremania Mengadu ke Dewan Pers
Kelompok pendukung klub Arema Malang, Aremania, merasa disudutkan dengan pemberitaan sejumlah media massa terkait bentrok dengan Bonek, Kamis (7/3/2013) kemarin. Aremania akan melaporkan pemberitaan yang dianggap tidak berimbang ini ke Dewan Pers.
Aremania Korwil Dinoyo, Iin, menyatakaan pemberitaan di sejumlah media massa tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Aremania disudutkan dan diposisikan sebagai pihak yang memicu terjadinya bentrokan di Surabaya dan sekitarnya. “Aremania diberitakan melakukan penjarahan dan pengeroyokan,” kata Iin, Jumat (8/3/2013).
Pria berambut gondrong ini mengungkapkan, tujuan utama Aremania adalah ke Gresik untuk memberi dukungan pada tim Arema. Makanya dia menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Aremania yang memulai melakukan serangan.
Sayangnya Iin enggan membeber media massa yang dianggap menyudutkan Aremania tersebut. “Masyarakat bisa menilai sendiri mana media massa yang tidak memberitakan sesuai kondisi sebenarnya,” tambahnya.
Rencananya Aremania akan segera berkumpul dalam waktu dekat. Pertemuan ini untuk menentukan materi dan media massa yang akan dilaporkan ke Dewan Pers. Iin juga memastikan Aremania tidak akan melakukan aksi balas dendam atas tindakan Bonek kemarin. Termasuk melakukan swepping terhadap kendaraan plat L (Surabaya).
Ribuan Aremania berangkat ke Gresik untuk menyaksikan laga Gresik United kontra Arema Cronous. Tapi tidak semua Aremania terdaftar dalam daftar Aremania yang berangkat ke Gresik.
Iin menduga masih ada Aremania yang belum pulang ke Malang. “Mungkin dia takut pulang atau sedang berada di rumah saudaranya,” terang Iin.
“Bila ada yang belum pulang, silakan keluarga lapor ke posko. Kami membuka posko di kantor Arema Cronous,” imbuhnya.(sf)

Aremania Pembunuh Bonek Masih Bersembunyi di Suatu Tempat

Aremania Pembunuh Bonek Masih Bersembunyi di Suatu Tempat
- Tim buser Satreskrim Polres Gresik sedang memburu pengeroyok Erik Setiawan (22) warga Desa Kepuh Klagen, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten yang tewas dikeroyok oleh Aremania.

Erik Setiawan tewas mengenaskan karena kepalanya dihantam benda keras, saat mengenakan atribut suporter Persebaya (Bonek) ketika ada pertandingan Persegres melawan Arema di Gresik.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Muhammad Nur Hidayat mengatakan 2 tim unit buser telah dikerahkan untuk menangkap aktor intelektual pengeroyok Erik Setiawan yang tewas.

"Karena kasus ini sudah mengarah ke tindak pidana, kami mengejar pelakunya," ujarnya, Jumat (8/03/2013).

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi di lapangan kejadian itu bermula saat korban berpapasan dengan oknum suporter Arema. Dengan dikomando tiba-tiba ada puluhan suporter langsung mengeroyok korban beserta temannya. Setelah kejadian, korban langsung tersungkur dengan luka di bagian kepala.

"Korban sempat dirawat IGD RSUD Ibnu Sina tapi karena pendarahannya sangat banyak kemudian korban meninggal dunia," tuturnya.

Diuraikan AKP Nur Hidayat, terkait dengan kasus ini pihaknya tetap akan mengusut tuntas. Selain akan mencari siapa-siapa yang terlibat dalam pengeroyokan ini, pihaknya juga mencari aktor intelektual yang terlibat di dalamnya.

"Kita tetap mencari siapa aktor intelektualnya yang terlibat pengeroyokan sehingga menyebabkan satu nyawa orang lain hilang," paparnya. [ad]

Takut sama Bonek , 1 Aremania ngaku bawa Pisau ke Polisi

Takut sama Bonek , 1 Aremania ngaku bawa Pisau ke Polisi
- Satu pendukung klub Arema Indonesia, yaitu Aremania, masih ditahan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (8/3/2013). Penahanan dilakukan karena oknum Aremania tersebut kepergok membawa senjata berbahaya.

Senjata tajam berupa pisau. Penyitaan dilakukan saat aparat kepolisian menggeledah puluhan Aremania di atas bus yang terdapat di Tol Dupak, Kamis (7/3) malam.

"Kami melakukan penggeledahan di gerbang tol Dupak 3," kata Kapolsek Asemrowo Kompol Mustofa kepada wartawan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (8/3/2013).

Mantan Kapolsek Tegalsari itu juga mengatakan, sebenarnya malam itu polisi hendak melakukan penyelamatan terhadap Aremania. Saat itu bus yang ditumpangi Aremania terjebak macet di tol Dupak. Apalagi banyak Bonek yang menunggu. Hingga akhirnya polisi mencoba mengarahkan bus tersebut lewat jalan biasa ke arah Lamongan.

Namun sebelum bus pergi, pihak kepolisian melakukan penggeledahan yang ternyata ditemukan sajam serta atribut klub Arema. Awalnya tidak ada yang mengaku. "Kalau tidak ada yang mengaku maka akan saya tinggal. Biar bus jalan tanpa pengawalan," kata petugas kepada Aremania.

Melihat di sekelilingnya banyak Bonek menanti, akhirnya pisau itu diakui oleh Mohalli (24), warga Kedung Kandang, Malang. Dia pun lantas dibawa ke mapolres guna penyelidikan lebih lanjut. "Saya membawanya pisau itu untuk berjaga-jaga," akunya Mohalli.

Kini Mohalli ditahan mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, bersama 3 rekannya yang hanya bersatus sebagai saksi. Sedangkan untuk penyitaan kaos dan syal Aremania, Mustofa menjelaskan bahwa hal itu dilakukan demi keselamatan Aremania sendiri. [gt]

Bonek vs Arema : Bonek Duluan Menyerang Aremania , 1 Bonek Tewas

Bonek vs Arema : Bonek Duluan Menyerang Aremania , 1 Bonek Tewas
Bentrok dua kelompok suporter pecah di Sidoarjo, Surabaya dan Gresik, kemarin. Tawuran itu mengakibatkan satu suporter tewas, puluhan orang terluka, puluhan rumah rusak, dan satu sepeda motor hangus dibakar. Tak hanya itu, akses tol Surabaya-Sidoarjo juga sempat ditutup dan macet beberapa jam.


Bentrok itu melibatkan suporter Arema Malang Aremania dengan pendukung Persebaya Surabaya, Bonek.

Aroma tawuran sejatinya sudah tercium sejak siang saat rombongan Aremania yang naik 20 bus dan puluhan mobil pribadi masuk ke Tol Porong-Surabaya sekitar pukul 11.30. Ketika itu, di beberapa jembatan yang melintang di atas tol tampak beberapa pemuda beratribut hijau.       

Jumlah terbanyak berada di KM 18 yang masuk wilayah Wage, Taman, Sidoarjo. Di titik itupula bentrokan pertama pecah.

Informasinya saat itu puluhan suporter beratribut hijau yang identik dengan bonek melempar rombongan bus Aremania dengan batu dari atas jembatan. Lemparan diikuti oleh mereka yang berada di pinggir pembatas tol.

Aksi itu ternyata mendapat balasan. Rombongan Aremania berhenti dan turun dari kendaraan. "Mereka lalu terlibat aksi saling lempar dan kejar-kejaran," terang Kapolsek Taman, Sidoarjo Kompol Fathoni.

Menang jumlah suporter Aremania merangsek ke depan hingga keluar tol. Saat ramai-ramai itu ada seorang pengendara motor Honda Beat nopol W 5119 ST bernama Hendra Andiawan, 22 yang melintas di flyover.

Karena takut menjadi korban bentrokan, pria asal Tulangan, Sidoarjo menyelamatkan diri dengan meninggalkan motornya. Dalam situasi itulah motor Hendra dibakar puluhan suporter Aremania.

"Sebenarnya aparat sudah melakukan pengamanan dan pencegahan," kata Fathoni. Setelah peristiwa itu polisi pun bergegas menetralisir dan meminta Aremania melanjutkan perjalanan.        

Reda di Sidoarjo, bentrok ternyata berlanjut di Surabaya. Sekitar pukul 13.00, rombongan Aremania sampai di KM 7 yang berada di kawasan Kupang Indah. Di sini kerusuhan kembali pecah. Entah apa yang menjadi pemicunya. Namun sejumlah Aremania turun dari kendaraan yang mereka tumpangi.

Ratusan supporter asal Malang itu merangsek keluar tol menuju Jalan Raya Kupang Indah. Sejumlah mobil yang melintas di rusak. Tak cukup di situ, sebuah depo air isi ulang franchise dirusak. Kacanya dipecah dan sejumlah orang melakukan sweeping di dalam depo tersebut.

Rizal salah satu karyawan mengatakan, saat mengetahui kelompok suporter beratribut biru-biru melempari deponya, dia langsung masuk sembari menyelamatkan uang di laci meja. Dia bersama sejumlah karyawan perempuan sembunyi di bagian dalam depo.

"Saya dari luar terdengar perempuan teriak-teriak minta tolong. Saya tidak tahu perempuan itu diapakan, kami takut keluar," ujar Rizal. Ternyata beberapa orang saksi mata mengatakan perempuan yang teriak itu seorang mahasiswi yang dianiaya kelompok suporter yang sama.     

"Tadi sini ini perempuan itu dikeroyok," ujar Sadikin, salah seorang juru parkir. Dia juga tak berani bertindak karena jumlah Aremania yang banyak. Tak cukup disitu, ketika kembali masuk ke tol dan melaju ke utara kelompok suporter ini kembali membuat ulah.    

Tepatnya di KM 6 yang berada di kawasan kampung Simo Gunung Barat Tol. Di sana ratusan Aremania yang sebelumnya berulah di Kupang Indah kembali turun dari tol. Mereka menyerang warga dengan senjata tajam dan melempari batu.    

Salah satu korban pelemparan ialah Sutrisno, 20. Pemuda ini sebenarnya melintas di jalan itu untuk hendak pulang ke arah Girilaya. "Saya ndak tahu apa-apa, lewat sini terus diserang. Kepala saya dilempar batu dan dipukuli," ujar Sutrisno. Dia mengalami luka bocor di pelipis kirinya.    

Secara brutal Aremania juga menyerbu warga yang terlihat didepannya. Itu disampaikan Ayu, seorang ibu yang kemarin terlihat sesenggukan sembari membawa bayinya. Ayu mengatakan saat itu dia menyuapi anaknya sembari ngobrol dengan tetangganya. "Tiba-tiba datang lemparan batu ke arah bayi saya," paparnya.    

Merangseknya Aremania keluar dari tol menunjukkan kecolongannya PJR Polda Jatim. Sebab sejak melintas di KM 7, tak terlihat pengawalan dari polisi. "Kami tidak diberitahu soal rombongan suporter dari Malang yang melintas. Tiba-tiba saja ada insiden di wilayah kami," ujar salah seorang perwira polisi di Sukomanunggal.    

PJR Polda Jatim memang sengaja tidak mengawal rombongan Aremania saat melintas di wilayah Surabaya. Alasan mereka, suporter itu dibawa dengan kendaraan tertutup. "Ini benar-benar di luar dugaan," kata Panit PJR 2 Polda Jatim Iptu Sigit.     

Untuk menghindari kejadian serupa, PJR Polda Jatim terpaksa menutup tol untuk sementara. Penutupan dilakukan sejak pukul 18.00 kemarin malam. Massa dari Aremania pun dikawal balik melalui Lamongan-Mojokerto hingga tiba di Malang.   

Meski begitu, sejumlah bonek tetap siaga di beberapa titik tol. Mereka bahkan sempat dihalau dan dibubarkan dengan tembakan gas air mata oleh polisi.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini ikut turun menenangkan warganya. Risma sempat menemui bonek di tol. Akibat kerusuhan ini seluruh tol Waru " Perak macet total. Bahkan sejumlah kendaraan dipaksa keluar dari tol untuk memasuki jalanan kota.(gr)

Kronologis

- Sekitar pukul 11.30 rombongan Aremania yang menumpang bus dan kendaraan pribadi masuk Tol Porong-Sidoarjo.

- Saat memasuki KM 18 sekitar pukul 12.00 rombongan mereka ditimpuki batu dari atas jembatan dan pembatas tol oleh oknum suporter Persebaya Bonek

- Aremania mencoba membalas dengan turun dari kendaraan. Sempat terjadi saling lempar dan kejar-kejaraan diantara kedua kelompok suporter tersebut.

- Saat itu ada pengendara motor yang lewat. Karena ketakutan dia meninggalkan motornya. Oknum suporter Aremania membakar motor tersebut.

- Polisi dari PJR dan Polsek Taman lalu datang segera melakukan pengamanan. Setelah itu rombongan Aremania melanjutkan perjalanan ke Gresik melalui Surabaya

- Di KM 7 arah Utara, Aremania turun di tol dan merangsek keluar tol. Mereka merusak sejumlah rumah dan kendaraan

- Di KM 6 Aremania kembali turun di tol dan merangsek menyerang warga Simo Gunung Barat Tol.

Dikeroyok Arema , 1 Orang Bonek Sekarat !

Dikeroyok Arema , 1 Orang Bonek Sekarat !
Kepolisian Sektor (Polsek) Kebomas, menjelaskan bahwa tawuran antarsuporter tersebut merupakan salah sasaran. "Sebenarnya suporter yang dikeroyok tersebur akibat salah sasaran, sebab suporter tersebut akan menonton pertandingan Persegres vs Arema hanya saja ia berkostum bonek," kata Kompol Yulianto kepada media saat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ibnu Sina, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kamis (7/3/2013). Dari pantauan seorang suporter kritis di IGD RSUD Ibnu Sina atas nama Erik Stiawan (22), warga Mojokerto.

Ia luka memar di mulut akibat dihajar suporter Arema. Dua orang lainnya hanya luka lecet di bawah pelipis mata kiri atas nama Andre Subagiyo (19), kelas III SMK, warga Desa Kepuh Kelagen, Kecamatan Wringinanom dan seorang korban salah sasaran atas nama Supriyanto (22), warga Kecamatan Benjeng luka memar dan lecet di bagian punggung kiri dan muka memar. Tawuran tersebut berawal saat Andre dan Erik menggunakan kostum Bonek. Mereka hendak menyaksikan pertandingan sepak bola antara Persegres melawan Arema di GOR Tri Darma PT Petrokimia Gresik. Tiba-tiba saat melintas di pintu gerbang Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, bertemu rombongan suporter Arema yang langsung menghajar Andre dan Erik hingga babak belur.(gbd)

Berniat Cegat Aremania di Rel Kereta api , Para Bonek dibubarkan dengan Gas air Mata Polisi

Berniat Cegat Aremania di Rel Kereta api , Para Bonek dibubarkan dengan Gas air Mata Polisi
Lebih dari seratus warga dan Bonek berkumpul di bawah jembatan Tol Simo, Kota Surabaya. Mereka menanti rombongan Aremania selepas menonton laga antara Persegres melawan Arema di Stadion Petrokimia, Gresik, Kamis (7/3/2013).
 
 beberapa oknum melakukan pelemparan batu terhadap mobil ataupun bus yang melintas tol. Mereka menyangka bahwa kendaraan tersebut mengangkut Aremania. Akibatnya, banyak pula mobil pribadi yang terkena lemparan.

Aparat kepolisian sudah beberapa kali memperingatkan agar mereka membubarkan diri. Hanya saja, himbauan dan peringatan tersebut tidak digubris. Aksi pelemparan tetap saja terjadi.

Melihat situasi yang tidak kondusif, aparat keamanan lantas menyemprotkan gas air mata. Sontak, warga dan Bonek yang bergerombol berlarian mencari tempat aman. Tapi beberapa ganti melakukan perlawanan dengan melempari aparat.

Situasi semakin kacau karena para banyak pengendara yang ketakutan. Terlihat beberapa kendaraan membalik arah. Tak pelak, kemacetan terjadi di jalur tol.

Beberapa Bonek yang ditemui menuturkan bahwa mereka hendak melakukan balas dendam atas kericuhan yang sempat terjadi siang tadi. "Aremania membakar motor warga. Kemarin, Aremania juga menyisir dan menganiaya Bonek di Gajayana. Kita harus membalas," tutur Hadi, salah satu Bonek berusia belasan tahun. [fa]

Laga Gresik United vs Arema disaksikan pelatih Timnas , Luis Manuel Blanco

Laga Gresik United vs Arema disaksikan pelatih Timnas , Luis Manuel Blanco
Pelatih timnas asal Argentina Luis Blanco mulai bergerilya memantau pemain yang dipersiapkan jelang menghadapi Arab Saudi di ajang Pra Piala Asia. Salah satu tempat yang dijadikan referensi untuk mencari pemain adalah Gresik yang kebetulan ada pertandingan Persegres melawan Arema Cronous, Kamis (7/03/2013).

Menurut Luis Blanco, alasan dirinya terjun langsung melihat kemampuan pemain karena waktu persiapan seleksi pemain yang terlalu mepet. "Dengan waktu yang mepet, saya sengaja melihat sendiri pemain yang akan diseleksi sebagai persiapan menghadapi Arab Saudi," ujarnya kepada wartawan.

Diakui Luis Blanco, ada beberapa pemain yang akan dijaring mengikuti seleksi dari 50 pemain gabungan dari ISL maupun IPL. "Semua pemain yang mengikuti kompetisi, saya akan pantau terus baik untuk mendapatkan pemain terbaik," tandasnya.

Saat ditanya dari 50 pemain yang akan mengikuti seleksi bakal diciutkan jadi berapa pemain. Menurut Luis Blanco, sesuai standar FIFA nantinya dipilih 23 pemain.

"Untuk sementara saya memilih 23 pemain dulu. Tapi, tidak menutup kemungkinan bakal ada bongkar pasang pemain lagi," ungkapnya.

Rencananya, dalam metode latihan selama seleksi. Pelatih timnas asal Argentina itu akan memberikan menu latihan 2 kali sehari baik itu praktek di lapangan maupun teori di kelas.

"Dengan waktu singkat, saya membutuhkan pemain yang berpengalaman. Selain itu, menghadapi tim besar semacam Arab Saudi. Saya selalu menargetkan kemenangan di setiap pemain dengan cara memupuk mental pemain agar selalu tertanam jiwa mental yang selalu menang," ungkapnya.(sf)

Arema Main , Bonek bakar Motor Polisi

Arema Main , Bonek bakar Motor Polisi
Situasi di sekitar Tol Simo, Kota Surabaya semakin tidak kondusif, Kamis (7/3/2013) malam. Ratusan warga dan Bonek terus berusaha melakukan pelemparan terhadap kendaraan yang melintasi tol. Sasaran utamanya adalah kendaraan yang dikira ditumpangi oleh Aremania, suporter Arema.

Aparat kepolisian melakukan pembubaran namun tidak digubris. Akhirnya, aparat menembakkan gas air mata. Sesaat kemudian, warga dan Bonek pun membubarkan diri. Mereka berlarian berhamburan untuk menjauhi lokasi.

Tapi tidak beberapa lama, ketika penembakan gas air mata dihentikan, mereka kembali bergerombol. Situasi kembali tegang ketika tiba-tiba ada api tersulut. Ternyata, satu unit kendaraan aparat kepolisian dibakar oleh oknum Bonek.

Usut punya usut, menurut keterangan saksi mata, kendaraan tersebut di parkir dekat lokasi. Ada tiga orang aparat kepolisian yang berjaga-jaga. "Puluhan Bonek menyerang tiga polisi itu. Karena kalah jumlah, ketiganya lari. Lalu ada tadi yang membakar motor yang ditinggalkan itu," tutur saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya.

Di tengah situasi kacau tersebut, Walikota Surabaya Tri Rismaharini tiba di lokasi. Walikota langsung mendekati Bonek dan memberikan pemahaman. Tapi tidak lama kemudian, aparat kembali menyemprotkan gas air mata. Bonek pun kembali berhamburan. Mereka mencari aman dengan cara berlari ke arah kampung.

Hingga berita ini diturunkan, situasi belum terkendali. Aparat dari Polrestabes Surabaya dengan dibantu dari Polda Jatim terus melakukan penjagaan.

Sekadar diketahui, warga dan Bonek berusaha mencegat Aremania yang pulang dari Gresik. Aremania tersebut menonton laga antara tuan rumah Persegres melawan Arema Indonesia. Hasil laga sendiri berakhir dengan kedudukan 2-1 dengan kemenangan tim tamu.(sr)

Aremania Tawuran , bakar Motor Warga , Polisi Siaga di Jalur Tol

Aremania Tawuran , bakar Motor Warga , Polisi Siaga di Jalur Tol
Laga Persegres melawan Arema Indonesia dicederai oleh aksi bentrok di luar lapangan. Bentrok terjadi saat pendukung Arema, yaitu Aremania, berangkat dari Malang menuju Gresik melintasi tol.

Sebuah sepeda motor milik warga menjadi korban. Saat itu, rombongan tiba di kawasan di tol Wage Taman, Kamis (7/3/2013). Motor yang dibakar itu Honda Beat warna Biru No. Pol. W 5119 ST milik Indra Andriawan (22) warga Desa Grogol RT. 05 RW 06 Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

Peristiwa itu berawal, di tepi jalan tol, seseorang yang berteriak bahwa ada rombongan bus yang mengangkut suporter Arema melintas tujuan Gresik. Di atas jembatan penyebrangan tol Wage ada beberapa anak muda berkumpul yang melakukan pelemparan terhadap bus.

Bus yang mengakut suporter Arema itu kemudian berhenti dan seluruh penumpang turun dan melakukan pengejaran terhadap beberapa anak muda yang melakukan pelemparan.

Bersamaan itu, korban melintas hendak menuju ke Sukodono. Karena situasi macet, korban berhenti. Tiba-tiba melihat ada salah satu oknum Aremania membawa senjata tajam jenis golok mendatangi korban.

Mengetahui hal itu, korban mengunci setir kendaraan dan melarikan diri. Oleh beberapa suporter, motor korban itu dilempari dari atas jembatan penyeberangan dan di lempar ke jalan tol kemudian dibakar.

"Saya tadi mau pulang ke Tulangan melalui kawasan Sukodono. Ada rame-rame orang berlarian dan ada yang membawa sajam, saya lari dan saya tinggalkan motor itu," ucap korban kepada petugas.

Indra mengakui dirinya bukan kelompok yang melakukan pelemparan terhadap bus-bus suporter Aremania itu. Dirinya tadi dari temannya dan akan pulang ke Tulangan dengan melalui Jalan Sukodono. "Saya tadi mau lewat jalan terobosan dengan melalui Sukodono," lanjutnya meyakinkan dengan berdalih dia merugi senilai Rp 9 juta.

sementara itu Paska tawuran suporter Arema dan warga di tol wilayah Kecamatan Sukomanunggal, membuat Polrestabes Surabaya siaga dengan menurunkan anggotanya untuk pengamanan jalur kepulangan Aremania.

Nantinya, petugas akan melakukan penjagaan sesuai wilayah masing-masing, termasuk Saltantas yang akan berkoordinasi dengan petugas PJR. "Penjagaan nantinya akan dilakukan mulai suporter Aremania keluar stadion dengan pengawalan," kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti, saat dikonfirmasi  Kamis (7/3/2013).

Penjagaan dari Polrestabes Surabaya, yakni melibatkan dua pasukan setingkat pleton Dalmas yang disiapkan di Km 6 di wilayah Sukomanunggal serta 6 pasukan setinkat pleton di Romokalisari. 
(wr)

Gresik United vs Arema = 1-2 , El Loco Tentukan Hasil Akhir

Gresik United vs Arema = 1-2 , El Loco Tentukan Hasil Akhir
Diwarnai hujan deras. Tim Tamu Arema Cronous mempecundangi tim tuan rumah Persegres dengan skor 2-1. Kedua gol Arema dicetak oleh Alberto Goncalves menit ke 24 dan El Loco Christian Gonzales menit ke 83. Gol balasan Persegres dicetak Shohei Matsunaga di menit 45 lewat titik pinalti.

Kemenangan Arema Cronous atas Persegres sebetulnya sudah diperiksa. Pasalnya dengan materi yang komplit tim asuhan Rachmad Darmawan mampu menjinakkan Persegres dihadapan pendukungnya. Sebaliknya, bagi Persegres kekalahan ini merupakan kelima kalinya. Atau, kekalahan ketiga di kandangnya sendiri.

Jalannya pertandingan antara Arema Cronous melawan Persegres berjalan seru. Kedua kesebelasan sama-sama ngotot menampilkan permainan terbaiknya.

Arema Cronous yang turun mengandalkan trio penyerang Alberto Goncalves, El Loco Christian Gonzales, dan Keith Kayamba Gumbs lebih dingin dan sabar mengendalikan permainan tuan rumah Persegres.

Proses terjadinya gol Arema Cronous terjadi di babak pertama berawal saat Christian Gonzales mendapat bola langsung melakukan akselerasi di daerah pertahanan Persegres. Melihat Alberto Goncalves tak terkawal. Pemain naturalisasi itu memberikan bola lambung. Dengan ketenangannya pemain asal Brasil menyundul bola ke sudut kanan gawang Hery Prasetyo dan gol di menit ke 24.

Tertinggal 1-0, membuat kubu Persegres berupaya mengejar ketinggal. Hasilnya, di injury time menit ke 45. Winger Persegres Siswanto dijatuhkan oleh Hasyim Kipuw. Wasit yang memimpin pertandingan Prasetyo Hadi menunjuk titik putih. Eksekusi yang dilakukan pemain asal Jepang itu berhasil mengecoh kiper Arema Cronous yang dikawal Kurnia Mega. Sehingga kedudukan babak pertama berakhir sama kuat 1-1.

Memasuki babak kedua kedua kesebelasan tetap memperagakan permainan menarik dan saling melakukan serangan secara bergantian. Peluang emas pertama diperoleh Shohei Matsunaga di menit ke 47. Namun, sundulan pemain itu melambung tipis diatas mistar gawang Arema Cronous. Sedangkan peluang Arema diperoleh Christian Gonzales menit ke 53. Lagi-lagi tendangannya membentur mistar.

Di menit ke 70 hujan deras mengguyur Stadion Petrokimia Gresik. Memasuki menit ke 83 petaka terjadi di tim Persegres. Lolos dari jebakan offside. Pemain naturalisasi asal Arema Cronous, Christian Gonzales membungkam supporter tuan rumah lewat tendangannya setelah melewati kiper Persegres Herry Prasetyo. Kedudukan berubah menjadi 2-1 sampai pertandingan berakhir.

Wasit yang memimpin pertandingan Prasetyo Hadi menghadiahi 3 kartu kuning. Masing-masing 2 kartu kuning untuk pemain Persegres Supandi dan Achmad Sembiring dan 1 kartu kuning untuk pemain Arema Cronous Egi Melgiansyah. [da]

Arema Tolak berikan Pemainnya ke Timnas

Arema Tolak berikan Pemainnya ke Timnas
- Badan Tim Nasional (BTN) memanggil lima pemain Arema Cronous bergabung di timnas. Dipastikan manajemen tidak akan melepas pemainnya untuk memperkuat timnas yang diproyeksikan menantang Arab Saudi, 23 Maret 2013 nanti.
Kelima pemain Arema Cronous yang dipanggil timnas adalah Kurnia Meiga, Vigtor Igbonefo, Hasyim Kipuw, Egi Melgiansyah, dan Greg Nwokolo.
Dari lima pemain ini, hanya pemanggilan dua pemain yang sudah ada surat resminya, yaitu Vigtor dan Greg.
Media Officer Arema Cronous, Sudarmaji menyatakan manajemen sudah menjawab surat pemanggilan dua pemainnya. Dalam surat yang dikirim ke BTN itu, manajemen menolak mengirim dua pemain itu ke timnas.
Greg harus recovery setelah sembuh dari cederanya. Sedangkan manajemen berat Victor karena masih membutuhkan tenaganya untuk melakoni tiga laga away, yaitu lawan Gresik United, Persib Bandung, dan Persita Tangerang.
"Surat itu dikirim sebelum adanya pengumuman kompetisi diliburkan karena pertandingan timnas," kata Sudarmaji, Rabu (6/3/2013).
Setelah ada pengumuman resmi dari PT LI meliburkan kompetisi selama sepekan, manajemen akan mempertimbangkan ulang pengiriman pemain ke timnas.
Tapi manajemen harus berkoordinasi dengan tim pelatih dulu sebelum mengambil keputusan. Sampai saat ini manajemen belum memutuskan bakal melepas dua pemain itu atau tidak.
Sesuai jadwal BTN, pemain yang dipanggil harus sudah bergabung training center (TC) di Jakarta mulai Kamis (7/3/2013). Padahal saat itu Singo Edan melakoni laga tandang ke Gresik melawan Gresik United.
Tapi manajemen hanya bisa menyikapi pemanggilan pemain yang sudah ada surat resminya.
"Tiga pemain yang juga dipanggil timnas sebagaimana yang beredar di media massa, kami belum bisa membalasnya karena belum ada suratnya," tambahnya.(hd)

Arema vs PBR = 4-2 , Da Costa Hattrick

Arema vs PBR = 4-2 ,  Da Costa Hattrick
Arema Indonesia berhasil memperpanjang rekor kemenangan kandangnya di ajang Liga Super Indonesia (ISL) musim ini setelah mengalahkan Pelita Bandung Raya 4-2, Kamis, 29 Februari 2013. Kemenangan ini juga diwarnai hattrick Alberto 'Beto' Goncalves da costa.

Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis, 28 Februari 2013 ,Arema tampil mendominasi sejak babak pertama. Baru 4 menit pertandingan berjalan, Singo Edan sudah mengancam gawang tim tamu lewat tandukan pemain naturalisasi, Christian 'El Loco' Gonzales. Sayangnya, bola masih mampu dijinakkan oleh kiper PBR, Tema Mursadat.

Pada menit ke-10, kesalahan dilakukan pemain bertahan PBR, Riyandi Ramadana. Saat hendak mengamankan daerah pertahanannya, Riyandi justru mengarahkan bola ke kaki Alberto 'Beto' Goncalves yang berada di kotak penalti. Tanpa membuang waktu, mantan striker Persipura Jayapura itu pun sukses merobek jaring Tema Mursadat.

PBR berusaha mengejar ketertinggalannya lewat tendangan Gaston Castano pada menit ke-22. Sayangnya, bola yang mengarah ke gawang Arema masih mampu diamankan oleh penjaga gawang, Kurnia Meiga.

Semenit kemudian, Arema kembali membuka peluang lewat Beto memanfaatkan umpan matang Hendro Siswanto. Tapi, tandukannya masih melambung di atas mistar gawang PBR. Hingga turun minum, Arema tetap unggul 1-0 atas Pelita Bandung Raya.
Di babak kedua, tim tamu justru mengejutkan tuan rumah setelah Gaston Castano berhasil menjebol gawang Arema pada menit ke-48. Pemain asal Argentina itu berhasil memperdayai penjaga gawang Singo Edan, Kurnia Meiga usai menerima umpan matang dari Eka Ramdhani.

Namun skor imbang 1-1 tak bertahan lama. Setelah sempat membuang peluang pada menit ke-48, Beto akhirnya berhasil membawa Arema kembali unggul pada menit ke-51. Memanfaatkan umpan Hasyim Kipuw, mantan pemain Persipura itu sukses menaklukkan kiper Tema Mursadat.

Beto kembali menorehkan namanya di papan skor pada menit ke-76. Kali ini lewat titik putih penalti setelah pemain bertahan PBR, Milovanovic hands ball saat berniat menghalau umpan Dendi Santoso.

PBR sempat memperkecil ketertinggalan lewat tandukan Dane Milanovic pada menit ke-85. Namun Christian 'El Loco' Gonzales memastikan Arema Unggul 4-2 lewat golnya di masa injury time. El Loco menjebol gawang Tema Mursadat usai memanfaatkan bola liar di kotak penalti.

Ini merupakan kemenangan keenam beruntun yang diraih Singo Edan di depan publiknya. Tambahan tiga angka membuat Arema kini berada di puncak klasemen ISL dengan koleksi 21 poin dari 10 pertandingan. Sedangkan PBR berada di urutan ke-13 dengan koleksi 19 poin.

Susunan PemainArema Indonesia: Meiga(c), Kipuw, Igbonefo, Purwaka, Gathuessi, Sukadana, Hendro, Dendi, Ridhuan, Beto, Gonzales
Cadangan: AK, Alfarizi, Beni, Dedi, Joko, Irsyad, Qischil

Pelita Bandung Raya: Tema, Syaifudin, Milovanovic, Dadic, Riyandi, Arsyad, Munadi, Dolly, Rizky, Eka Ramdani(c), Gaston
Cadangan: Edi, Nova, Rama, Adi, Iman, Gugum, Asep

Anak Rahmad Darmawan Meninggal Dunia

Anak Rahmad Darmawan Meninggal Dunia
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Arema Indonesia. Anak ketiga dari pelatih Rahmad Darmawan (RD) menghembuskan nafas terakhir, Senin (25/2) usai melewati masa kritis karena dilahirkan dalam kondisi prematur.
 berita duka itu terjadi Senin pada pukul 16.45 WIB. RD yang berada di Tangerang mengabarkan berita ini kepada General Manager Arema Ruddy Widodo yang kemudian menyebar cepat kepada awak media.

Beberapa Aremania Banten yang mengetahui kabar itu langsung mencari tahu kediaman RD, mereka ikut berbela sungkawa atas kejadian tersebut

Sementara itu, RD sendiri masih belum bisa memimpin latihan tim di Stadion Gajayana dan dijadwalkan baru kembali menukangi Dendi Santoso dkk pada sesi latihan sore ini. Namun, dengan suasana berkabung seperti ini, belum bisa dipastikan apakah mantan pelatih Timnas SEA Games itu bakal kembali sesuai jadwal.

Eks pelatih Sriwijaya FC itu bahkan diragukan bisa mendampingi anak asuhnya berlaga Kamis (28/2) lusa. Belum ada pernyataan resmi dari RD, namun yang jelas tongkat komando skuadra Singo Edan masih bisa dipasrahkan kepada para asistennya seperti Satia Bagdja Ijatna, Joko Susilo, Francis Wewengkang, Kuncoro, Made Pasek Wijaya dan Hendro Kartiko.(st)

RD : Serangan Arema lebih keren dari Sriwijaya

RD : Serangan Arema lebih keren dari Sriwijaya
Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan (RD) bangga dengan kemenangan tim besutannya 4-1 (3-1) dari Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (24/2/2013).

 Dia menilai penampilan Egi Melgiansyah dkk lebih keren dibandingkan Sriwijaya FC. Dia membantah ucapan pelatih Kas Hartadi yang menilai kemampuan tim Laskar Wong Kito jelek. Menurutnya, penampilan tim Sriwijaya FC tidak terlalu jelek. “Tapi serangan anak-anak sangat bagus,” kata RD usai pertandingan.

Dalam pengamatannya selama pertandingan, RD memandang kualitas anak asuhnya tidak merosot. Pemain selalu bergerak mengikuti perjalanan bola. Menurutnya, hal inilah yang mengantarkan kemenangan bagi tim Singo Edan. “Saya apresiasi pada pemain yang sudah bekerja keras,” tambahnya. Dalam laga ini, tiga pemain Arema Cronous mengantongi kartu kuning. Ketiga pemain itu adalah Kayamba Gumbs, Egi Melgiansyah, dan Munhar. “Dalam ruang jumpa pers, saya selalu tidak mau mengomentari keputusan wasit,” terang RD - See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/02/24/rd-serangan-arema-lebih-bagus#sthash.dKMKYARQ.dpuf

Arema vs Sriwijaya = 4-1 , Wong Gilo tak berdaya di kanjuruhan

Arema vs Sriwijaya = 4-1 , Wong Gilo tak berdaya di kanjuruhan
Arema Indonesia meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 saat menjamu wong gilo , Sriwijaya FC, Minggu 25 Februari 2013. Christian 'El-Loco' Gonzales dan Alberto Goncalves menjadi bintang lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Arema langsung menunjukkan dominasinya di babak pertama. Gol cepat Gonzales satu menit selepas kic-off membuka jalan Arema untuk menambah tabungan gol. Dua gol tambahan Beto Goncalves dicetak pada menit 11 dan 36. Sedangkan, Sriwijaya hanya mampu menyarangkan satu gol lewat Hilton Moriera di menit 23.

Arema Indonesia tetap bermain terbuka kendati telah mengantongi keunggulan 3-1 di babak pertama. Tim asuhan Rahmad Darmawan itu terus menunjukkan penetrasi ke jantung pertahanan Sriwijaya FC. Berada di bawah tekanan, tim tamu coba bermain lepas.

Namun solidnya pertahanan Arema membuat serangan Sriwijaya selalu patah di kaki Victor Igbonefo dan kawan-kawan. Tim asal Sumatra Selatan tidak menyerah. Anak asuh Kas Hartadi itu berupaya mengurung Arema. Alih-alih memperkecil kedudukan, Arema justru menggenapkan keunggulan menjadi 4-1.

Penyerang naturalisasi Indonesia, Christian Gonzales menjebol gawang Sriwijaya di menit 67. Dia menanduk bola umpan Hasyim Kipuw dari skema tendangan bebas. Skor itu bertahan hingga turun minum. Tambahan tiga angka ini membuat Arema mulai mengancam Mitra Kukar yang berstatus sebagai pemuncak klasemen.

Arema kini duduk di peringkat dua dengan 18 poin. Singo Edan terpaut satu angka dengan Mitra Kukar (19 poin). Kemenangan ini membuat Arema berhasil menggeser Persipura di peringkat tiga klasemen. Sedangkan, kekalahan atas Arema membuat Sriwijaya berada di urutan 7 mengemas 11 poin.
Susunan Pemain
Arema Indonesia: Kurnia Meiga, Thierry Gathusi (Benny Wahyudi 85'), Munhar, Victor Igbonefo, Hasyim Kipuw, Keith Kayamba Gumbs, Hendro Siswanto, Egy Melgiansyah, Dendi Santoso, Alberto Goncalves, Christian Gonzales

Sriwijaya FC: Rivky Mokodompit, Mahyadi Panggabean, Diogo Santos, Abdulrahman (Fandy Mochtar), Taufik Kasrun, Ahmad Jufriyanto, Ponaryo Astaman, Hilton Moriera, Boakay Eddy Foday, M. Fakhrudin (Sutan Samma 52'), Tantan

Pintu timur Stadion kanjuruhan jebol

Pintu timur Stadion kanjuruhan jebol
laga Arema Cronous kontra Sriwijaya FC digelar, Minggu (24/2/2013) malam, pintu sisi timur Stadion Kanjuruhan jebol. Ribuan Aremania langsung membanjiri pinggir lapangan. Jebolnya pintu masuk ini sudah diprediksi sebelumnya. Sejam sebelum laga dimulai, ratusan Aremania berusaha menjebol pintu masuk sisi barat. Tapi upaya ini berhasil digagalkan aparat keamanan dengan mengerahkan anjing dari unit K-9. Ratusan Aremania kembali merangsek masuk melalui pintu masuk sisi selatan. Lagi-lagi upaya ini tidak membuahkan hasil. Mereka baru berhasil masuk setelah pintu masuk sisi timur jebol. Ratusan Aremania yang berhasil masuk stadion langsung duduk dibawah tribun penonton sisi utara. - (sg)

Greg Nwokolo mengaku akan segera Menikah dengan Manusia , Lalu jadi Penjual Kaos

Greg Nwokolo mengaku akan segera Menikah dengan Manusia , Lalu jadi Penjual Kaos
Gelandang Arema Cronous, Greg Nwokolo minati bisnis. Dia memiliki berbagai ide bisnis yang bisa dilakukan di masa mendatang, di antaranya produksi kaus. Ide bisnis kaus ini muncul setelah dia terlibat dalam sesi foto beberapa edisi kaus Penny Apparel.

Dalam sesi foto ini, Greg mengenakan beberapa produk Penny, diantaranya Hashtag, NN Invisible, Penny Jakarta, dan Penny SixOneThree. “Dalam bayangan saya, banyak ide bisnis. Tidak hanya baju,” kata Greg, Kamis (21/2/2013). Pemain asal Nigeria ini mengungkapkan kunci utama dalam berbisnis adalah banyaknya teman dan jaringan. Pebisnis tidak akan bisa mengembangkan usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Dengan alasan inilah Greg ingin membangun bisnis di Indonesia.

Pemain berusia 28 tahun ini sudah menghabiskan hidupnya di Indonesia sejak berusia 18 tahun. “Saya lebih banyak teman di Indonesia, daripada di negara lain,” sambungnya. Tapi, Greg baru akan memulai merintis bisnis setelah menikah. Dia mengaku sudah memiliki calon istri. Saat ini calon pendamping hidupnya itu ada di Indonesia. Dia enggan membeber asal dan domisili wanita pujaan hatinya. “Yang jelas dia manusia, bukan yang lainnya.

Saya target tahun ini sudah menikah,” tambahnya. Rencananya, roda bisnis akan diserahkan ke istrinya. Sedangkan Greg tetap meniti kariernya di sepakbola. Dia tidak mau karier yang dilakoni selama 10 tahun itu berhenti. Greg memulai karier sepakbolanya di klub kontestan Singapore League, Tampines Rovers pada 2003 lalu. Sebelum bergabung di Arema, Greg memperkuat Pelita Jaya. Bersamaan akusisi Arema oleh PT Pelita Cronous, Greg ikut diboyong ke Stadion Kanjuruhan. “Sekarang saya mau fokus sepakbola dulu. Kalau bisa mewujudkan mimpi bisnis, itu prestasi yang sangat bagus,” ungkapnya. (ad)

Eks Pemain CS Vise Ikut Latihan Arema

Eks Pemain CS Vise Ikut Latihan Arema
Januari lalu, sosok Yandi Sofyan Munawar, pemain muda CS Vise, dikabarkan tak lagi memperkuat klub yang berlaga di divisi II Liga Belgia itu. Yandi saat itu, disebut ingin melanjutkan karir sepakbolanya di Indonesia setelah 18 bulan membela CS Vise. Setelah beberapa minggu tak berkabar, tiba-tiba saja Yandi terlihat di latihan Arema Indonesia, Selasa (19/2).

Pemain kelahiran Garut 25 Mei 1992 itu, ternyata mengikuti jejak kompatriotnya saat membela CS Vise, Yericho Christiantoko yang duluan datang ke Arema. Berlatih di lapangan luar kompleks Stadion Gajayana, Yandi bersama skuad berjuluk Singo Edan itu menjalani training session pertama usai tur Pekanbaru-Jakarta.
CEO Arema Iwan Budianto menyebut, status Yandi memang sudah bukan lagi pemain CS Vise.

‘’Dia eks pemain CS Vise Belgia. Dia mundur bulan lalu. Ingin main sepakbola di Indonesia. Karena dia masih terikat kontrak PT Cronous, untuk sementara ikut latihan di Arema,’’ tandas Iwan .

Ungkapan sang CEO menyiratkan, Yandi masih dalam status ‘nunut’ latihan di Arema. Meskipun, secara legalitas pemain yang biasa mengisi posisi striker itu, tetap bisa disebut pemain Arema. PT Cronous yang membawahi 4 klub di empat negara berbeda, bisa saling bertukar pemain.

Namun, karena dia masih disebut Iwan hanya berlatih sementara di tim pujaan Aremania ini, jelas Yandi tak bisa main di Indonesia Super League (ISL). Belum lagi, pendaftaran pemain sudah ditutup bulan lalu. Hanya saja, CEO yang bergaya flamboyan tersebut tak menutup kemungkinan Yandi bakal berkostum Arema apabila transfer windows tengah musim dibuka.

‘’Itu mungkin saja. Tapi kan masih lama. Masih terlalu dini untuk bicara itu. Biar waktu yang menjawab,’’ tutur Iwan.

Sementara itu, General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, sebenarnya pemain timnas U-17 dan U-19 ini sudah datang ke Indonesia dua minggu lalu.
Menurut Ruddy, Yandi terlebih dulu pulang ke tanah kelahirannya Garut untuk bertemu sanak familinya. Pemain bertinggi 174 sentimeter ini, sempat direncanakan datang ke Malang bersama rombongan tim yang sedang tur Jakarta menghadapi Persija, Sabtu lalu di Senayan. ‘’Dia rencana datang ke Malang bareng tim. Tapi baru kemarin dia bisa ke Malang,’’ tandas pengusaha travel ini.

Setelah Yericho, kehadiran Yandi di skuad Arema Indonesia ini disebut Ruddy sebagai awal penting untuk bertukar pemain antara keempat klub yang berada di bawah naungan PT Cronous.

‘’Siapa tahu, dari Arema juga bisa kirim pemain ke Uruguay, Australia atau Belgia. Bisa Sunarto, bisa Alfarizi, atau pemain muda lainnya,’’ tandasnya.

Sementara itu, kehadiran Yandi di latihan Arema kemarin memang sempat menjadi kasak kusuk awak media yang berada di lapangan. Kemunculannya yang tiba-tiba bukan hanya membuat kalangan wartawan maupun suporter yang nonton latihan bertanya-tanya. Tim pelatih sendiri juga mengaku kaget begitu Yandi diinstruksikan ikut latihan Arema.

‘’Saya sendiri kaget ada Yandi, tapi kalau mau info jelas ya bisa ke manajemen, yang jelas kami hanya melatih saja,’’ tutur asisten pelatih Arema, Satia Bagdja Ijatna .

Sementara itu, sang kompatriot, Yericho Christiantoko menyambut baik kehadiran satu dari trio Indonesia CS Vise tersebut. ‘’Kalau menurut saya bagus bisa kedatangan Yandi. Lini depan bisa tambah tajam. Skill punya, heading dan shooting juga punya,’’ tandas Yericho ketika dikonfirmasi. (fi)

Mantan Pelatih Arema Palsu dibidik dua Klub Hongkong

Mantan Pelatih Arema Palsu dibidik dua Klub Hongkong
- Dejan Antonic nampaknya tak bakal terlalu lama menganggur setelah nasibnya bersama Arema palsu IPL terkatung-katung. Pelatih berdarah Serbia itu mengaku sudah ada dua klub asal Hongkong yang meminatinya.

"Ada dua tim Hongkong yang meminta saya untuk pulang ke sana. Dua tim ini adalah Sun Hei dan Rangers," ujar Dejan Antonic.

Lebih lanjut, Dejan mengaku bahwa sampai saat ini dia masih berat meninggalkan Malang. Pasalnya, pelatih pemegang lisensi UEFA Pro ini sudah terlanjur jatuh cinta dengan malang .

"Saat ini saya masih di Malang, menanti kejelasan masalah gaji saya. Saya juga menanti perkembangan yang akan terjadi. Jika keadaan tetap seperti ini, saya terpaksa pulang ke Hongkong. Saya sebetulnya cinta Malang dan Indonesia, tapi keadaan yang seperti ini," tuturnya.

Sebelumnya, nasib Dejan dan seluruh penggawa Arema palsu terkatung-katung. Jelang kompetisi tarkam Indonesian Premier League musim 2013 dimulai, PT. Setia Bina Nusa yang menjadi investor Arema palsu mundur. Alhasil, Arema limbung dan belum bisa memastikan diri untuk berkompetisi musim ini. (den)