UP
    Latest News

Tutorial PHP : Cara Praktis Membuat Website Multi Bahasa dengan Widget Translate

Tutorial PHP : Cara Praktis Membuat Website Multi Bahasa dengan Widget Translate
membuat website multi bahasa
Hy para sahabat belajar pintar php ..!!! sehubungan dengan adanya pertanyaan dari pengunjung blog ini tentang Bagaimana cara membuat web multi language , maka saya akan berbagi ilmu tentang ini kepada sobat sekalian. Oke langsung saja ke TKP ...!!!

Terkadang kita ingin membuat fasilitas translater (penterjemah) agar content yang ada di dalam website kita seperti berita atau artikel bisa dibaca atau dimengerti oleh user yang berada di negara yang berbeda dengan bahasa yang berbeda pula seperti bahasa ingris, cina, korea, jepang, arab dll.
Solusi yang sering digunakan adalah dengan google translate. Namun kurang nyaman dilihat karena web kita pindah kehalaman google translate, benar bukan ??.

Ini Adalah Solusinya

Dengan menggunakan widget yang disediakan oleh situs http://translateth.is. Anda bisa menterjemahkan web anda tanpa pindah ke halaman google translate.

Berikut Cara Penggunaan Widget

Syarat menggunakan widget ini adalah anda sudah tersambung ke internet. karena cara kerja widget ini adalah tetap menggunakan jasa google translate namun bekerja di “belakang layar” hampir sama seperti fungsi ajax jquery pada php, jadi jika anda masih dalam tahap perancangan website atau bersifat localhost, cara ini tidak dapat bekerja.

Jika sudah tersambung, buat sebuah file HTML (index.html). untuk pengembangan selanjutnya anda bisa menyisipkan codingnya pada file PHP. codingnya adalah sebagai berikut :

<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”>
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″ />
<title>Web Multibahasa</title>
<script type=”text/javascript” src=”http://www.google.com/jsapi”></script>
<script type=”text/javascript” src=”http://x.translateth.is/translate-this.js”></script>
<script type=”text/javascript”>
TranslateThis();
</script>
</head>
<body>
<div id=”translate-this”><a href=”http://translateth.is/”>Translate</a></div>
Selamat Datang
</body>
</html>

batalkan proses penterjemahan, anda pilih dahulu salah satu bahasa. Maka dibagian atas akan ada sebuah link “Undo” untuk kembali ke bahasa asli web yang semula. klik link tersebut maka halaman web anda akan di terjemahkan ke bahasa semula.

membuat website multi bahasa

Sekian tutorialnya , semoga membantu, jika masih kurang paham, silahkan meninggalkan komentar dibawah ini. Terimakasih.

'City Masih yang Terbaik di Premier League'

'City Masih yang Terbaik di Premier League'
'City Masih yang Terbaik di Premier League' 

Manchester - Dilihat dari sisi permainan, Manchester City belum mencapai level yang sama dengan musim lalu. Tapi, Aleksandar Kolarov tetap yakin The Citizens belum kehilangan predikat tim terbaik di liga.

Tak seperti musim lalu, di mana mereka tampil brilian di awal musim, City musim ini beberapa kali harus bersusah payah untuk meraih kemenangan. Saat melawan Fulham, West Bromwich Albion, dan Tottenham Hotspur, tim asuhan Roberto Mancini ini ketinggalan lebih dulu sebelum mampu membalikkan keadaan di menit-menit akhir.

Kendati demikian, City masih bisa bertahan di papan atas. Mereka menempati urutan kedua di klasemen sementara, tertinggal dua angka dari tetangganya, Manchester United. Mereka juga menjadi satu-satunya tim di liga yang belum mencicipi kekalahan.

"Saya memahami kenapa kami mendapatkan begitu banyak kritik. Semua tim ingin mengalahkan kami karena kami adalah juara bertahan dan belum sekali pun kalah (di liga) musim ini," ucap Kolarov di ESPN Star.

"Tim yang paling kecil, dan tim yang paling besar, semuanya ingin mengalahkan kami dan memberikan 200 persen untuk melakukan itu," tambah bek asal Serbia ini.

"Kami mengalami kekalahan di Liga Champions, tapi saya pikir kami masih merupakan tim terbaik di Premier League dan kalau kami bermain dengan cara yang kami tahu harus bagaimana, kami akan jadi juara," katanya.

Lebih lanjut lagi, Kolarov melihat sisi positif dari beberapa kemenangan di menit-menit akhir yang diraih timnya di sejumlah laga. Menurutnya, semangat pantang menyerah di laga-laga tersebut layak dipertahankan.

"Kalau kami terus bermain dengan semangat yang sama dengan yang kami tunjukkan saat melawan Spurs, tak ada yang bisa mengalahkan kami," tuturnya.
(dtc/mfi) Sumber: detiksport

Materazzi Sebut Benitez Penakut Sewaktu di Inter

Materazzi Sebut Benitez Penakut Sewaktu di Inter
Materazzi Sebut Benitez Penakut Sewaktu di Inter

Milan - Sudah hampir dua tahun berlalu, Marco Materazzi masih belum bisa melupakan kekecewaannya pada Rafael Benitez. Gagal di Nerazzurri, Rafa disebut Matrix bertindak selayaknya penakut.

Datang ke San Siro pada Agustus 2010, kiprah Rafael Benitez menukangi Inter hanya bertahan hingga akhir Desember. Dalam kurun waktu tersebut, ia sempat membawa La Beneamata meraih trofi Supercoppa Italia dan Juara Dunia Antar Klub.

Dibandingkan dengan raihan trofi Jose Mourinho, yang digantikannya, trofi Benitez sebenarnya tidak terlalu buruk. Namun penampilan buruk Inter di Seri A akhirnya berbuntut pada pemecatan pria asal Spanyol itu.

Dalam periode singkat di Giuseppe Meazza tersebut, Materazzi merasa dirinya sangat tidak cocok dengan Rafa. Pensiunan bek itu menyebut Rafa ketakutan karena berada di bawah bayang-bayang Mourinho.

"(Jose) Mourinho adalah yang nomor satu. Dia memastikan tiap pemain benar-benar terlibat dalam proyeknya. Di Madrid, setelah final Liga Champions, dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan pergi dan (Rafael) Benitez yang menggantikannya," ujar Materazzi di Football Italia.

"Saya tak pernah nyambung dengan Rafa. Dia bahkan pernah menyingkirkan foto-foto momen membahagiakan saya dengan Mourinho dan Marcello Lippi di loker. Dia mengira mengerti segalanya, tetapi ia malah takut akan bayangannya sendiri," lanjut pemain yang akrab disapa Matrix itu dengan sengit.

Kini Benitez belum menukangi klub manapun. AC Milan sempat dikabarkan mendekatinya. Pun demikian dengan mantan klub yang diasuhnya, Liverpool. Tetapi keduanya hanya sebatas rumor belaka.
(dtc/din) Sumber: detiksport

Jelang 100 Caps, Gerrard Mengaku Gugup

Jelang 100 Caps, Gerrard Mengaku Gugup
Jelang 100 Caps, Gerrard Mengaku Gugup 

Stockholm - Steven Gerrard mengaku gugup jelang melakoni laga ke-100 besama tim nasional Inggris. Sang kapten juga berharap akan dirinya masih bisa terlibat dalam banyak pertandingan Inggris di masa depan.

Pencapaian itu akan didapat Gerrard saat memperkuat The Three Lions di laga ujicoba melawan Swedia di Friends Arena, Kamis (15/11/2012) dinihari WIB.

"Aku gembira," aku pemain tengah yang juga menjadi kapten Liverpool itu yang dikutip Sky Sports. "Aku merasa sedikit gugup, yang jarang ku rasakan saat berseragam Inggris, mungkin karena akan ada perhatian lebih kepadaku karena pencapaian itu."

"Ini sungguh menggembirakan dan aku tidak sabar untuk memulai pertandingannya."

Dengan 100 caps, Gerrard masuk ke dalam daftar "Klub 100" bergabung dengan Peter Shilton (125), David Beckham (115), Bobby Moore (108) dan Billy Wright (105).

Walau sudah berusia 32 tahun, Gerrard masih ingin membela negaranya di banyakpertandingan lain. Namun hal itu bukan untuk mengejar rekor Beckham sebagai pemain outfield dengan caps terbanyak.

"David adalah seorang pahlawan untukku dan dia sudah tentu seorang yang aku teladani. Aku sangat menikmati bermain dengan dia dalam seragam Inggris dan bukan hal yang sangat penting bagiku apakah akan bisa memecahkan rekornya atau tidak," sambung dia.

"Fokusku sekarang adakah membantu tim untuk lolos ke turnamen besar berikutnya," terang Gerrard.
(dtc/rin) Sumber: detiksport

Sukses dengan MU, Evra Juga Ingin Sukses bersama Prancis

Sukses dengan MU, Evra Juga Ingin Sukses bersama Prancis
Sukses dengan MU, Evra Juga Ingin Sukses bersama Prancis

Paris - Karier Patrice Evra bersama Prancis tidak semulus di Manchester United. Bek kiri berusia 31 tahun ini pun berhasrat kuat membawa negaranya meraih gelar juara sebelum gantung sepatu.

Bersama MU, Evra sudah mengoleksi empat trofi juara Liga Primer, tiga Piala Liga Inggris, dan satu trofi juara Liga Champions. Sebaliknya dengan Prancis, dia belum memiliki pencapaian yang membanggakan.

Di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010, Les Bleus tampil sangat buruk dengan finis di posisi terbawah grup. Sedangkan di Piala Eropa 2012, Evra dkk. tersingkir di babak perempatfinal oleh sang juara Spanyol.

Saat ini Prancis ada di posisi bagus di Grup H kualifikasi Piala Dunia 2014: di urutan kedua dengan nilai tujuh, sama dengan Spanyol. Untuk sekarang, fokus Evra akan meloloskan timnya ke Brasil.

"Aku telah memenangi hampir semua gelar yang memungkinkan dengan Manchester, akan jadi kegagalan terbesar dalam karierku jika sampai tidak bisa memenangi satu gelar pun dengan Prancis," sahut Evra di ESPN Soccernet.

"Dan untuk saat ini aku belum gagal. Jadi targetku adalah melaju ke Brasil," sambung dia.

Bersama Prancis, Evra akan bertandang ke StadioEnnio Tardini, Kamis (15/11/2012) dinihari WIB untuk menantang Italia dalam pertandingan ujicoba.
(dtc/rin) Sumber: detiksport

Kepolisian Inggris Hentikan Penyelidikan pada Wasit Clattenburg

Kepolisian Inggris Hentikan Penyelidikan pada Wasit Clattenburg
Kepolisian Inggris Hentikan Penyelidikan pada Wasit Clattenburg

London - Kepolisan Inggris secara resmi telah menghentikan penyelidikan terkait isu rasisme yang melibatkan Mark Clattenburg. Tuduhan pada sang pengadil dalam laga Chelsea vs Manchester United itu dianggap tak cukup bukti.

Clattenburg dilaporkan ke polisi terkait tuduhan melontarkan perkataan rasis terhadap John Obi Mikel dan Juan Mata. Adalah 'Society of Black Lawyers' yang mengajukan laporan tersebut, menyusul aksi serupa yang dilakukan manajemen The Blues pada FA.

Namun setelah beberapa waktu, penyelidikan tersebut akhirnya dihentikan kepolisian Metro Inggris. Dalam pernyataannya, disebutkan kalau tidak tak ada korban yang melapor dam tak cukup bukti untuk penyelidikan bisa dilanjutkan.

"Pihak-pihak sudah dipanggil untuk dimintai pernyataan dan tidak ada korban yang melapor. Tanpa adanya korban dan/atau bukti didapatkan, hal tersebut tidak bisa diinvestigasi."

"Jika situasinya berubah dan ada korban atau bukti yang mendukung tuntutan terhadap sebuah tindakan kriminal datang pada kepolisian, maka akan dilakukan pengumpulan keterangan lain, yang dilakukan dengan sewajarnya," demikian pernyataan resmi kepolisian Inggris.

Jika penyelidikan dari kepolisian sudah dihentikan, tidak demikian dengan FA. Otoritas sepakbola Inggris itu masih belum menurunkan Clattenburg dalam pertandingan-pertandingan Liga Inggris, yang membuat dia kini sudah 'libur' jadi pengadil selama tiga pekan.
(dtc/din)  Sumber: detiksport