UP
    Latest News

Natalan Tanpa Keluarga di bandung , Mbida Messi berharap kedamaian di Dunia

Natalan Tanpa Keluarga di bandung , Mbida Messi berharap kedamaian di Dunia
NATAL menjai momen spesial bagi kaum Nasrani, layaknya Idulfitri bagi umat Islam. Pada momen tersebut, orang-orang yang merantau rela pulang kampung dengan segala macam situasi untuk berkumpul dengan keluarga tercinta.

Namun bagi Georges Parfait Mbida Messi, momen Natal yang jatuh pada Selasa (25/12) tak akan bisa dia lewatkan bersama istri dan anaknya. Messi yang kini bergabung di Persib Bandung tak mungkin kembali ke Paris, Prancis, untuk menemui orang-orang tercinta karena tim yang dibelanya sebentar lagi bertarung di pentas Indonesia Super League (ISL).

Messi memang sudah menikah dan punya dua orang anak. Anak pertama bernama Maureen Chloe Ambassa berusia 10 tahun, lalu anak keduanya bernama Jean Vincent Mbida yang berusia lima tahun.

Chloe dan Vincent serta istri Messi tak akan menemani pemain bernomor punggung 80 ini di tanggal 25 Desember. "Saya pikir terlalu sulit untuk istri dan anak saya datang ke sini," katanya kepada wartawan, Sabtu (22/12) siang.

Ia menambahkan, ongkos dari Prancis ke Indonesia tepatnya Bandung sangat mahal. "Dan banyak yang harus dipindahkan dari sana ke sini," tutur Messi.

Soal harapannya di hari Natal, Messi menuturkan dirinya ingin banyak hal. Namun ada yang lebih penting baginya. "Yang penting, damai di dunia," kata pemain kelahiran 8 Desember 1980 ini.

Jadi dengan siapa Messi akan merayakan Natal? "Mungkin saya akan merayakan dengan Abanda (Herman). Tapi lihat saja nanti," tutur Messi.(*)

Persisam vs Sriwijaya : Final Tim Kejutan

Persisam vs Sriwijaya : Final Tim Kejutan
Persisam Putra dan Sriwijaya FC menjadi tim terbaik dari 18 tim kontestan Inter Island Cup 2012. Dan mencari siapa yang terbaik di antara keduanya, akan ditentukan pada final IIC di Stadion Manahan Solo malam ini. (Siaran Langsung Antv dan TVOne pukul 19.00 Wib). Duel jawara Grup A dan D ini, bakal berlangsung sengit mengingat Sriwijaya dan Persisam Putra melangkah ke partai puncak dengan penuh kejutan. Di semifinal, anak-anak Pesut Mahakam mengalahkan tim kuat Persib Bandung. Sementara Sriwijaya yang musim ini banyak ditinggal pemain yang sukses membawa mereka menjadi jawara ISL, menyingkirkan tim sarat bintang, Arema Indonesia.
Dan duel malam ini bakal jadi ajang pembuktian kehebatan kedua pelatih dengan materi pemain baru mereka. Sartono Anwar di kubu Persisam Putra dan Kas Hartadi di tim seberang, dianggap sukses meracik tim dengan baik.
"Ini memang partai final, tetapi seperti saya katakan kami tak pasang target apa-apa meski kesempatan juara ada di depan mata. Ini agar pemain tak ada beban dan bermain sesuai dengan apa yang saya inginkan," ujar Sartono Anwar .
Dengan tetap mempercayakan pemain muda dalam skuadnya, Sartono berharap Bayu Gatra dkk tak nervous di partai puncak ini. Peran pemain seperti Supriyono, Pierre Njanka, Lancine Kone dan M Roby, kata Sartono sangat diharapkan mampu menyalurkan pengalamannya pada pemain muda.
Namun Sartono masih dipusingkan dengan kondisi Pierre Njanka. Meski Njanka menyatakan cedera tangannya sudah tak bermasalah, namun kemungkinan ia dicadangkan juga tak tertutup.
"Kondisi Njanka akan dilihat sampai besok pagi (pagi ini, Red). Kita hanya khawatir cedera tangannya semakin parah jika dipaksakan. Kalaupun Njanka tak mau, kita sudah siapkan Wahyu Kristianto," papar Sartono.
Sementara untuk pemain lain, Sartono menyatakan tak masalah. Ia hanya meminta kepada pemainnya agar tampil tenang.
"Sriwijaya tim bagus. Di sana ada Ponaryo, Mahyadi dan Bookay Eddy Foday yang kenyang pengalaman di sepak bola Indonesia. Apapun hasil pertandingan nanti, itulah persembahan terbaik pemain saat ini sebelum kompetisi," ujarnya.
Terpisah Kas Hartadi mengaku kalau ia tak menurunkan tim terbaik. Alasannya IIC adalah ajang uji coba saja. "Ini hanya turnamen pra musim, jadi saya akan mencoba pemain yang jarang diturunkan menghadapi Persisam Putra," katanya.
Bisa saja ungkapan Kas hanyalah kamuflase belaka. Sebab biar bagaimanapun, terselip gengsi di final ini. Kas menyatakan kalau ia fokus mempersiapkan tim di ISL saja.
"Sejak awal kami tak pasang target, jadi kalau akhirnya kami ke final, itu adalah buah hasil kerja keras selama latihan. Makanya di IIC ini, saya kerap bongkar pasang pemain. Yang jelas kemungkinan saya tak bisa menurunkan Sultan Samma karena cedera," paparnya.
Kas sendiri menilai Persisam Putra di IIC kali ini tampil sangat atraktif dengan materi pemain mudanya. Ia menilai Sartono Anwar berhasil membangun kekuatan dengan kombinasi pemain senior dan junior.
"Saya sangat respek dengan Pak Sartono dan Persisam Putra. Semoga partai final nanti bisa memberi hiburan bagi semua yang menyaksikan," pungkasnya.

Hanoi FC Minta nilai transfer yang Tinggi , SFC batal Kontrak Striker timnas Vietnam

Hanoi FC Minta nilai transfer yang Tinggi , SFC batal Kontrak Striker timnas Vietnam
Rencana Sriwijaya FC untuk melabuhkan striker utama timnas Vietnam Le Cong Vinh tampaknya bakal pupus. Soalnya klub Cong Vinh saat ini, Hanoi FC meminta biaya transfer 240 ribu dollar Amerika (sekitar Rp 2,2 milar).
Bagi Sriwijaya FC, jelaslah terlalu besar dana yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan Cong Vinh. Belum lagi harus mengeluarkan biaya lagi untuk mengontrak Cong Vinh.
Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin menyatakan saat ini masih menunggu penawaran secara resmi. Tetapi apabila harus membayar uang transfer yang tinggi, Sriwijaya FC dipastikan tidak akan melanjutkan negosiasi.
“Kalau benar minta transfer Rp 2,2 miliar, ditambah nilai kontrak Rp 1 miliar, rasanya tidak masuk akal. Untuk level klub Indonesia ditengah krisis keuangan, tidaklah mungkin direalisasikan,” ucapnya.
Saat ini Sriwijaya FC masih menunggu respon dari striker Persija Bambang Pamungkas. Pemain yang akrab disapa Bepe ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan daya gedor Sriwijaya FC. (kv)

PSIS tuan rumah pembukaan divisi utama

PSIS tuan rumah pembukaan divisi utama
PSIS Semarang bakal menjadi tuan rumah dalam laga pembukaan kompetisi Divisi Utama pt LI , musim kompetisi 2013 yang bakal digeber mulai 27 Januari mendatang. Dalam laga pembuka tersebut PSIS, dikabarkan bakal mengadapi tim tangguh Persiku Kudus.

Penghargaan menjadi tuan rumah pembukaan kompetisi itu diberikan pada saat Manajer Meating di Solo, Jum’at (21/12). Pada Manajer Meating  tersebut juga disampaikan adanya pengunduran jadwal jadwal kick-off Divisi Utama yang semula akan digeber 13 Januari diundur pelaksanaannya menjadi 27 Januari mendatang.

Dengan ditunjuk menjadi tuan rumah tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi PSIS Semarang, dan bisa menjadi gairah baru untuk persepakbolaan Kota Semarang. Selain itu, Publik Sepak bola Indonesia akan tertuju ke PSIS dan itu bakal menjadi prestise tersendiri bagi PSIS.

General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto mengaku cukup gembira akhirnya keinginan untuk menjadi tuan rumah pembukaan Divisi Utama kompetisi level kedua yang dioperatori oleh PT Liga Indonesia tersebut. “Kami ingin menjadi tuan rumah pembukaan dan terwujud, tentu kami sangat bersyukur karena akan menjadi tonggak awal kebangkitan PSIS,” katanya.

Musim lalu PSIS Semarang juga menjadi tuan rumah pembukaan Divisi Utama Liga Premier Indonesia (LPI) dan saat itu melawan Persik Kendiri. Ferdinand mengungkapkan, dari hasil Manajer Maeting ada 37 kontestan Divisi Utama dan terbagi dalam empat grub yang dibagi perwilayah.  PSIS sediri berada di grub dua Jateng dan Jabar.

Yang masuk grub dua yaitu PSIS Semarang, Persitara Jakarta Utara, Persikad Depok, PSCS Cilacap, Persitema Temanggung, Persip Pekalongan, Persiku Kudus, Persis Solo, Persipur Purwodadi, Persikabo Bogor dan PSIM Yogyakarta.

Untuk PSIM Yogyakarta sebenarnya masuk ke Grub III Yogyakarta dan Jatim, bersama dengan 10 klub lainnya seperti Persebaya Surabaya, Mojokerto Putra, Perseba Super Bangkalan, Deltras Sidoharjo, Persid Jember, Persepas Paser, Persibo Bojonegoro, Persekam Metro Fc, PSBK Kota Blitar, dan Perseta Tulung Agung. Namun, PSIM kemudian melakukan protes dan meminta masuk ke Grub Jateng Jabar dengan alasan jarak lebih dekat yang akhirnya disetujui. 

Menurut Ferdinand pembagian grub yang disesuaikan dengan wilayah, akan sangat menguntungkan bagi klub-klub anggota, pasalnya jarak akan lebih dekat sehingga efesiensi waktu bisa dimanfaatkan dengan baik.”Kalau kompetisi lalu pembagian grubnya tidak sesuai dengan wilayah, sehingga ada yang terlalu jauh, dan ada yang cukup dekat. Kalau kali ini relatif lebih enak karena satu wilayah, dan jaraknya mudah dijangkau,” katanya.

Ferdinand menjelaskan, dari masing-masing grub akan dicari tiga klub, yang kemudian pada babak semi final akan dicari dua finalis yang akan otomatis promosi ke ISL. Sedangkan peringkat tiga dan empat akan berebut tiket ISL melalui babak play off.
“Apa yang kita harapkan adalah, kita mampu tampil maksimal sehingga target untuk bisa promosi ke ISL musim depan bisa terpenuhi,” tandasnya. (jf)

RD Akhirnya Tolak Tangani Timnas U-23

RD Akhirnya Tolak Tangani Timnas U-23
Pelatih Arema Indonesia Rahmad Darmawan menolak keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengenai penunjukan dirinya sebagai pelatih tim nasional U-23 yang akan dipersiapkan untuk SEA Games 2013.

"Saya berterima kasih dan sangat gembira dengan tugas tersebut. Namun, saat ini lebih baik apabila task force menyelesaikan masalah soal konflik organisasi sepak bola Indonesia terlebih dahulu mengingat FIFA sudah memberi batas waktu sampai akhir Maret," ujar RD melalui pesan singkat , Sabtu (22/12/2012).

Diberitakan sebelumnya, RD dipilih oleh KONI pusat sebagai pelatih timnas U-23 untuk menuju SEA Games 2013 mendatang. Hal itu secara resmi disampaikan oleh Tono Suratman, Ketua KONI selaku Pengendali Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas.

Menurut dia, KONI punya kebijakan menyiapkan SEA Games. Keputusan KONI ini cukup kontroversial mengingat PSSI telah lama menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih timnas U-23. RD meminta task force lebih dulu menyelesaikan konflik yang terjadi di PSSI. Siapa pun pelatih timnas, menurut RD, tidak akan efektif melaksanakan tugasnya selama ada dua induk organisasi sepak bola di Indonesia.

"Sementara pemain terbaik ada di dua organisasi tersebut. Setelah selesai masalah tersebut maka saya sangat siap melaksanakan tugas sebagai pelatih timnas," tegas pelatih asal Lampung itu.

Tim task force dibentuk setelah Pejabat Sementara Menpora, Agung Laksono, mengadakan rapat dengan sejumlah tokoh olahraga nasional, Selasa (11/12/2012). Tim yang diketuai Rita Subowo itu terdiri dari empat anggota, yakni mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar, Ketua KONI Tono Suratman, Sekretaris Kemenpora Yuli Mumpuni, dan Deputi I Kemenpora Djoko Pekik.

Tim task force sendiri diamanatkan untuk melakukan tiga tugas pokok, yaitu mengadakan konsultasi dengan FIFA dalam upaya untuk menghindari sanksi terhadap Indonesia. Selain itu, mereka akan melakukan langkah-langkah terhadap organisasi dan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi apabila Indonesia diberi sanksi.

Terakhir, task force juga akan melakukan pembicaraan dengan FIFA dan AFC mengenai kemungkinan pemerintah menggunakan kewenangannya. Hal itu mengacu kepada Undang-Undang  Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. [but]