UP
    Latest News

Greg Nwokolo mengaku akan segera Menikah dengan Manusia , Lalu jadi Penjual Kaos

Greg Nwokolo mengaku akan segera Menikah dengan Manusia , Lalu jadi Penjual Kaos
Gelandang Arema Cronous, Greg Nwokolo minati bisnis. Dia memiliki berbagai ide bisnis yang bisa dilakukan di masa mendatang, di antaranya produksi kaus. Ide bisnis kaus ini muncul setelah dia terlibat dalam sesi foto beberapa edisi kaus Penny Apparel.

Dalam sesi foto ini, Greg mengenakan beberapa produk Penny, diantaranya Hashtag, NN Invisible, Penny Jakarta, dan Penny SixOneThree. “Dalam bayangan saya, banyak ide bisnis. Tidak hanya baju,” kata Greg, Kamis (21/2/2013). Pemain asal Nigeria ini mengungkapkan kunci utama dalam berbisnis adalah banyaknya teman dan jaringan. Pebisnis tidak akan bisa mengembangkan usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Dengan alasan inilah Greg ingin membangun bisnis di Indonesia.

Pemain berusia 28 tahun ini sudah menghabiskan hidupnya di Indonesia sejak berusia 18 tahun. “Saya lebih banyak teman di Indonesia, daripada di negara lain,” sambungnya. Tapi, Greg baru akan memulai merintis bisnis setelah menikah. Dia mengaku sudah memiliki calon istri. Saat ini calon pendamping hidupnya itu ada di Indonesia. Dia enggan membeber asal dan domisili wanita pujaan hatinya. “Yang jelas dia manusia, bukan yang lainnya.

Saya target tahun ini sudah menikah,” tambahnya. Rencananya, roda bisnis akan diserahkan ke istrinya. Sedangkan Greg tetap meniti kariernya di sepakbola. Dia tidak mau karier yang dilakoni selama 10 tahun itu berhenti. Greg memulai karier sepakbolanya di klub kontestan Singapore League, Tampines Rovers pada 2003 lalu. Sebelum bergabung di Arema, Greg memperkuat Pelita Jaya. Bersamaan akusisi Arema oleh PT Pelita Cronous, Greg ikut diboyong ke Stadion Kanjuruhan. “Sekarang saya mau fokus sepakbola dulu. Kalau bisa mewujudkan mimpi bisnis, itu prestasi yang sangat bagus,” ungkapnya. (ad)

Presiden FIFA Doakan Rekonsiliasi PSSI Bisa Sukses , Gak diganggu-ganggu Halim Mahfudz

Presiden FIFA Doakan Rekonsiliasi PSSI Bisa Sukses , Gak diganggu-ganggu Halim Mahfudz
Presiden FIFA Sepp Blatter mengirimkan surat ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang salah satu isinya mendoakan supaya proses rekonsiliasi sepak bola berjalan sukses.

Berdasarkan informasi dari Humas Kemenpora, Kamis malam, surat yang diterima oleh Menpora ini ditandatangani langsung oleh orang nomor satu di federasi sepak bola dunia tertanggal 20 Februari.

Surat yang dikirimkan kepada pengganti Andi Mallarangeng ini merupakan balasan terkait dengan hasil pertemuan antara pemerintah, PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin, KPSI serta KOI.

Pada pertemuan 18 Februari lalu itu, telah disepakati jika kedua belah pihak akan melaksanakan semua hasil nota kesepahaman (MoU) Kuala Lumpur yang berisikan empat poin.

Empat poin yang harus diselesaikan adalah unifikasi liga, revisi statuta, pengangkatan kembali empat anggota Komite Eksekutif serta pelaksanaan kongres dengan menggunakan voters Solo. Sesuai kesepakatan, kongres akan digelar di Jakarta, 17 Maret mendatang.

Dengan datangnya surat ini maka dalam dua pekan terakhir Menpora Roy Suryo telah mendapatkan dua surat dari FIFA. Surat pertama ditanda tangani Sekjen FIFA Jerome Valke tertanggal 13 Februari.

Dalam surat tersebut FIFA meminta pemerintah untuk memfasilitasi penyelesaian polemik di persepakbolaan nasional yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Berikut salinan surat Presiden FIFA Sepp Blatter kepada Menpora Roy Suryo.

H.E Roy Suryo Notodiprodjo State Minister for Youth and Sport Affairs
Jalan Gerbang Pemuda No 3 Senayan 10270
Jakarta INDONESIA

Zurich, 20 February 2013
Your letter dated 18 February 2013

Dear Honourable Minister I would like to acknowledge receipt of and thank you for your letter dated 18 February 2013, as well as for the minuted of the meeting held on 18 February 2013, in with the current situation of Indonesian football was discussed. I have taken due note of this information.

Wishing you good luck and succes for this reconcillation process.

Your sincerely, Joseph S. Blatter(dgh)

PSPS lepas Rohit Chand bela Timnas Nepal , Absen di 2 laga Away

PSPS lepas Rohit Chand bela Timnas Nepal , Absen di 2 laga Away
PSPS dipastikan kehilangan gelandang asal Nepal, Rohit Chan di dua laga tandang menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, 27 Februari dan Persita Tangerang di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan,  2 Maret mendatang.

Pemain yang bisa bermain di banyak posisi ini (bek sayap, stoper, gelandang bertahan dan gelandang serang) ini harus kembali ke Nepal untuk membela negaranya dalam pertandingan resmi FIFA.

“Kami menerima surat resmi dari PSSI Nepal dan FIFA yang memanggil Rohit untuk membela Nepal pada 2 hingga 6 Maret mendatang. Jadi, Rohit tak bisa membela PSPS di dua laga away,” ujar manajer PSPS, Boy Sabirin, Kamis (21/2).

Rencananya, hari ini Rohit berangkat ke Jakarta menuju Singapura dan selanjutnya terbang ke Nepal.

“Setelah membela negaranya, Rohit langsung bergabung dengan kami. Jadi 10 Maret saat laga kandang melawan Persipam Madura, Rohit sudah main,” ujarnya.

PSPS memang masih memiliki Ade Suhendra dan Lee So Hyung untuk mengisi pos gelandang bertahan. Namun, kualitas Rohit di atas kedua pemain tersebut. Bahkan, Rohit tak tergantikan kecuali cedera parah atau akumulasi kartu.

Selain Rohit, PSPS juga terancam tanpa Jibby Wuwungan saat lawan Persib. Sang pemain mengalami musibah yakni orang tuanya meninggal dunia di Manado.

 “Jibby gabung dengan tim saat di Jakarta,” ujar Boy.

“Kemungkinan Jibby tak main lawan Persib. Pasalnya selain karena dia tak ikut latihan dengan tim, secara psikologis musibah tersebut tetap akan mempengaruhi penampilan Jibby. Mungkin lawan Persita dia bisa main. Namun tergantung pelatih,” ujar Boy.(dg)

Halim Mafudz akan segera Dipecat

 Halim Mafudz akan segera Dipecat
-Sekretaris jenderal PSSI, Halim Mahfudz,   memperkeruh situasi sepak bola nasional. Baik kubu Djohar maupun La Nyalla Mattalitti sepakat mendepaknya.

Di saat kedua pihak sudah sepakat menjalankan kongres sesuai MoU Juni 2012 yang telah ditandatangani dihadapan FIFA dan AFC, masih ada pihak yang kurang puas dengan perkembangan yang sudah menuju ke arah yang positif itu.

Sehari setelah kedua pihak menyatakan sepakat menggelar Kongres Biasa PSSI, Halim mengatakan akan menemui FIFA dan AFC untuk mempertanyakan alasan digelarnya kongres tersebut.

Ketua umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti, mendukung kubu PSSI versi KLB Solo pimpinan Djohar, yang ingin mendepak Halim. Ide ini akan dikemukakannya dalam rapat Komite Eksekutif. “Saya nanti akan usulkan memecat Halim Mahfudz karena tidak kredibel,” katanya Kamis (21/2/13).

La Nyalla, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif bersama Toni Aprilani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan, dipecat Djohar karena berseberangan pandangan.

Salah satu poin MoU Juni 2012 adalah pengembalian jabatan keempatnya namun keempatnya justru menolak. Alasannya, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin masih belum melaksanakan kesepakatan yang telah dijalani, utamanya penyelenggaraan kongres.

Kini setelah Djohar sepakat menggelar Kongres Biasa PSSI pada 17 Maret 2013 dengan peserta mengacu pada peserta Kongres Luar Biasa Solo 2011, La Nyalla dkk bersedia kembali ke kubu Djohar.

Sebelumnya, Direktur Media PSSI versi KLB Solo, Tommy Arief, menilai sikap Halim Mahfudz mempermalukan PSSI secara internal maupun eksternal.

“Halim harus segera dipecat, karena semua tindakannya mempermalukan dan merusak PSSI sebagai organisasi terhormat,” katanya kepada wartawan.

“Patut diselidiki motivasi saudara Halim Mahfudz. Jangan-jangan dia memang sengaja merusak dan mempermalukan nama baik PSSI,” ia menambahkan.

Kata Tommy, Halim tidak memenuhi kualifikasi sebagai sekjen PSSI, seperti yang tertulis pada pasal 63 ayat 2 Statuta PSSI.

“'Dia tidak memenuhi standard profesional, karena sama sekali tidak memahami persoalan dan filosofi sepakbola. Sehingga semua tindakannya justru mempermalukan pssi baik internal maupun eksternal,” ia mengakhiri.(gs)

Gustavo Lopez : Lapangan Persiba kayak Empang , Hotelnya juga sama !

Gustavo Lopez : Lapangan Persiba kayak Empang , Hotelnya juga sama !
Persela Lamongan menatap pertandingan kontra Barito Putra, Sabtu (23/2) dengan situasi mental muram. Setelah takluk di kandang Persiba Balikpapan, Persela membutuhkan sesuatu yang sangat istimewa jika ingin mendapatkan angka di Stadion Indrasari, Martapura.

Apalagi catatan klub asal Kalimantan Selatan sangat memukau saat bertemu dengan klub-klub Jawa Timur. Terhitung sudah tiga korban yang terkapar di Martapura, yakni Arema Cronous, Persegres Gresik dan Persepam Madura United. Persela adalah tim terakhir asal Jawa Timur yang musim ini menyambangi kandang Barito Putra.

Persela memang kurang bergairah dalam kunjungan ke Kalimantan Selatan. Kapten Persela Gustavo Lopez bahkan berceloteh di akun twitternya terkait performa buruk Persela di awal musim. ''Saya sudah capek kalah terus,”demikian kicauan Gustavo Lopez setelah dikalahkan Persiba.

Dia sekaligus mengkritik lapangan persiba yang membuatnya sedikit lecet dan  kondisi penginapan dan pola makan tim selama di Balikpapan. ''Banyak orang minta tetap semangat. Tapi orang tidak tahu situasi kita di sini. Kita datang ke hotel jelek, makan tidak bagus.”

Masih lewat twitter, situasi itu menurutnya tidak bagus untuk fisik pemain. Pemilik nama lengkap Gustavo Fabian Lopez ini juga menulis soal kerinduannya bertandem dengan Gede Sukadana. Pemain yang musim lalu berkolaborasi dengan Gustavo di lapangan tengah Laskar Joko Tingkir tersebut kini berkostum Arema Cronous.

Gustavo, salah satu playmaker terbaik di ISL, memang tidak memiliki tandem sepadan setelah kepergian Sukadana. Pelatih Persela Gomes de Oliviera juga kelihatan masih belum mapan dalam menempatkan pemain yang pantas bersanding dengan pemain yang nyaris berkostum Persija Jakarta akhir musim lalu.

Selama ini, Gomes sudah menempatkan Catur Pamungkas, Danu Rosadeh, serta Fandi Eko Utomo. Namun tiga pemain yang sudah masuk eksperimen di lapangan tengah itu sama sekali belum menunjukkan konsistensi menjanjikan. Tidak adanya duet sehati yang membuat Gustavo seakan bekerja sendiri di jantung Persela.

Terkait kritikan tersebut, manajemen Persela Lamongan mengaku hotel yang ditempati tim sudah standar klub ISL. Sejumlah klub, termasuk Persegres Gresik, juga menginap di Hotel Bintang, Balikpapan. ''Hampir semua tim tamu menginap di sana. Kami memperoleh referensi dari pihak Persiba,” tutur Sekretaris Tim Persela Muji Santoso.

Apa pun situasinya, ini menjadi fase berat bagi tim Biru Laut dalam upaya menembus papan atas musim ini. Menengok papan klasemen sementara, Persela bahkan sudah tertinggal tujuh angka dari klub tetangga Persegres Gresik. Perbedaan itu tergolong besar untuk ukuran kompetisi ISL.

Tumpulnya daya gedor klub pujaan LA Mania menjadi salah satu faktor sulitnya Persela memenangkan pertarungan. Mesin-mesin gol Persela macet total ketika melakoni laga di luar Lamongan. Dari tiga laga away yang dijalani, Persela hanya menciptakan satu gol dan kebobolan lima kali.

Menghadapi Barito Putra, peluang untuk mendapatkan angka masih terbuka walau mungkin bakal sangat sulit. Tim asuhan Salahudin terbukti memiliki ambisi dan motivasi luar biasa ketika menyambut klub-klub asal Jawa Timur yang bagi mereka sangat menantang untuk dikalahkan.

Jika Persela sampai kembali menelan kekalahan, maka bakal berefek kurang bagus dalam perjalanan tim ke depan. Sedangkan saat bertanding di kandang saja sejauh ini juga masih susah payah(fs)

PSSI: Welcome Home, Haji La Nyalla Matalliti !

PSSI: Welcome Home, Haji La Nyalla Matalliti !
Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Organisasi, Hadiyandra mempersilakan La Nyalla Mattalitti untuk kembali berkantor di PSSI sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.Hadiyandra mengatakan, PSSI bahkan sudah menginginkan La Nyalla untuk kembali sejak Januari 2013, yakni ketika PSSI menggelar rapat Exco.
Namun, La Nyalla beserta tiga mantan Exco lainnya, yaitu Erwin Dwi Budiawan, Toni Apriliani, dan Roberto Rouw urung memenuhi undangan rapat tersebut.
Dijelaskan Hadiyandra, dengan pernah dipanggilnya La Nyalla cs ke rapat Exco, itu  itu artinya federasi sudah mengakui status mereka. “Jadi, sah-sah saja kapanpun mereka memutuskan kembali,” kata Handiyandra.
La Nyalla dan kawan-kawan berencana kembali berkantor di PSSI pada Jumat (21/2).  Ini dilakukan untuk membahas persiapan Kongres 17 Maret 2013 seperti yang sudah disepakati bersama PSSI saat melakukan pertemuan di Kemenpora, Senin (18/2).
La Nyalla beserta tiga rekannya itu sebelumnya dipecat Komite Etik PSSI dari jabatan Exco karena dianggap melanggar etika organisasi. La Nyalla cs diberhentikan karena mengirimkan surat terkait peserta liga dan . Liga Indonesia kepada FIFA dan AFC. Surat itu melanggar etika karena tanpa mengatasnamakan Ketua Umum PSSI.
Namun, setelah adanya penandatanganan MoU, FIFA menyatakan La Nyalla cs telah dipulihkan statusnya dan bisa kembali bekerja tanpa syarat. Hal ini juga dipertegas melalui surat FIFA tertanggal 18 Desember 2012 dan 13 Februari 2013.[ad]