UP
    Latest News
Showing posts with label SRIWIJAYA FC. Show all posts
Showing posts with label SRIWIJAYA FC. Show all posts

Sriwijaya vs Persib = 2-1 , Boakay bringing gravity back !

Sriwijaya vs Persib = 2-1 , Boakay bringing gravity back !
Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Persib Bandung dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jaka Baring, Palembang, Sabtu, 9 Maret 2013.Sekaligus membuat persib kembali menapak di tanah setelah dipertandingan sebelumnya mereka seolah lupa daratan usai menangi laga el classico dari Persija.

Pada laga ini, Persib sebenarnya mampu unggul lebih dulu. Di menit ke-7, Sergio Van Dijk membobol gawang Sriwijaya dengan sebuah tandukan keras menyambar umpan dari Atep.

Namun kubu tuan rumah langsung merespon tiga menit berselang. Mereka menyamakan kedudukan lewat Tantan. Dia meneruskan bola muntah hasil tendangan bebas Hilton Moriera di muka gawang Maung Bandung.

Usai gol dari Tantan, Laskar Wong Kito tampil lebih percaya diri. Mereka  mampu mendominasi permainan.

Dan di menit 25, Sriwijaya balik unggul. Berawal dari umpan sundulan Hilton, Boakay Foday yang lepas dari jebakan offside melepaskan tendangan datar ke tiang jauh dan tidak bisa dijangkau kiper Sahar Ginanjar.

Babak kedua pertandingan berjalan lebih sengit. Persib yang berusaha mengejar ketertinggalan tampil ngotot. Sedangkan Sriwijaya meladeninya dengan bermain all out.Sejumlah peluang diraih kedua tim di paruh waktu kedua ini. Tapi sayang, tidak satu pun yang membuahkan hasil. Sriwijaya akhirnya menutup duel dengan kemenangan 2-1.

Tambahan tiga poin membawa tim juara bertahan satu tingkat ke posisi lima klasemen, mereka kini mengumpulkan 17 poin. Sementara, Persib masih belum beranjak posisi ke-10 dengan koleksi 12 poin.

Susunan pemain
Sriwijaya FC: Rivky Mokodompit, Mahyadi Panggabean, Abdulrahman, Dodok Anang, Fandy Mochtar, Tantan, Ahmad Jufrianto, Ponaryo Astaman, Ramadani Lestaluhu, Boakay Foday, Hilton Moriera.

Persib Bandung: Sahar Ginanjar, Tony Sucipto, Maman Abdurrahman, Abanda Herman, Supardi, Atep, Firman Utina, Hariono, Muhamad Ridwan, Sergio Van Dijk, Kenji Adachihara. (ad)

Pelatih Luis Manuel Blanco akan saksikan Laga Sriwijaya vs Persib

Pelatih Luis Manuel Blanco akan saksikan Laga Sriwijaya vs Persib
Pelatih tim nasional Indonesia, Luis Manuel Blanco berencana akan menyaksikan secara langsung pertandingan Sriwijaya FC Palembang kontra Persib Bandung pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2013 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Sabtu (9/3/2013).
Ia akan memantau performa para pemain Sriwijaya FC dan 6 pemain Persib yang dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) untuk pertandingan babak kualifikasi Piala Asia 2013 melawan Arab Saudi, 23 Maret 2013 mendatang.

"Kita akan memantau pertandingan antara Sriwijaya FC dengan Persib pada tanggal 9 (Maret) dan dilanjutkan dengan pertandingan Persisam melawan Persipura di tanggal 10 (Maret)," ujar Sekretaris BTN, Demis Djamoeddin .

Seperti diberitakan sebelumnya, dari 58 pemain yang dipanggil BTN, terdapat 6 nama pemain Persib yaitu I Made Wirawan, Supardi, Tony Sucipto, Muhammad Ridwan, Firman Utina dan Serginho van Dijk. (fs)

Sriwijaya Rekrut Lee Dong Won

Sriwijaya Rekrut Lee Dong Won
Lee Dong Won menjadi pemain terbaru Sriwijaya FC pada kompetisi Indonesia Super League 2013. Pemain asal Korea Selatan itu menggantikan posisi Min Kyiung Bin yang cedera parah.
"Kehadiran Lee diharapkan tak hanya mengatasi masalah kekosongan pemain tapi juga membenahi kualitas lini belakang," kata Manajer Sriwijaya FC Robert Heri dalam konferensi pers .
Dijelaskan Robert Heri, manajemen Laskar Wong Kito langsung bergerak cepat mencari pengganti Min setelah tim dokter menyatakan pemain itu terkena cedera yang terbilang parah setelah berlaga melawan Pelita Bandung Raya, 17 Februari lalu.
"Manajemen mengusahakan Lee turun pada laga melawan Persib (09/4) di Palembang nanti. Saat ini sedang diurus kebutuhan administrasinya, tapi sore ini dia sudah bergabung dengan tim untuk berlatih," ujarnya.
Sementara itu, Lee sendiri mengaku sangat antusias bergabung dengan Sriwijaya FC, meski mengaku belum banyak mengetahui tentang tim kebanggaan warga Sumatra Selatan ini.
"Saya tidak begitu mengenal Sriwijaya FC dan sebatas mendapat informasi dari agen, namun dua hari lalu mencoba mencari informasi sendiri melalui internet dan sedikit berbangga karena tim ini pernah berlaga pada AFC Cup," ujar pemain berusia 29 tahun ini. (azi)

Gresik United vs Sriwijaya = 3-4 , Tantan Hattrick

Gresik United vs Sriwijaya = 3-4 , Tantan Hattrick
Tujuh gol tercipta pada laga antara Gresik United melawan Sriwijaya FC di Stadion Petrokimia, Gresik, Jumat (1/3). Namun, empat gol di antaranya bersarang ke gawang tuan rumah, sehingga pesta kemenangan 4-3 menjadi milik Sriwijaya FC.
Striker Sriwijaya FC, Tantan, tampil gemilang dengan mencetak hattrick pada laga ini. Hattrick Tantan juga menambah suram prestasi Laskar Joko Samudra, karena ini merupakan hattrick kekalahan di kandang sendiri.
Gresik United sebenarnya membuka asa untuk bisa memetik kemenangan, setelah Rizky Novriansyah membobol gawang Rivky Mokodimpit pada menit ke-8. Rizky yang juga pernah membela Sriwijaya FC, mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan umpan crossing Gustavo Chena.
Pada menit ke-31, Tantan berhasil menyamakan kedudukan, setelah sundulannya memanfaatkan assist Boakay Eddy Foday, tak mampu dihalau penjaga gawang, Herry Prasetyo. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Laskar Wong Kito membuat tuan rumah kocar-kacir dengan permainan taktis mereka. Bola-bola cepat ke kotak penalti membuat Sasa Zecevic dan kawan-kawan tak mampu mengembangkan permainan.
Tantan mencetak gol keduanya pada menit 54. Kali ini, ia memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Boakay Eddie Foday. Dengan mudah Tantan menyundul bola masuk ke gawang Hery Prasetyo. Adapun gol ketiga Tantan lahir pada menit 67, setelah lepas dari jebakan off side, ia melewati Hery, hingga akhirnya mencetak gol ke gawang yang kosong.
Harapan tuan rumah sempat terbuka kembali ketika David Faristian berhasil memperkecil menjadi 2-3 pada menit 77. Namun, kebahagiaan pendukung tuan rumah hanya bertahan sejenak, karena semenit kemudian, Hilton Moreira memperlebar jarak gol, lewat eksekusi penaltinya.
Gol penalti Matsunaga Shohei pada menit 90 tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan, sehingga skor 4-3 untuk kemenangan Sriwijaya bertahan hingga laga berakhir.
Kemenangan ini mengobati luka sang juara bertahan, setelah sebelumnya dikalahkan Arema Indonesia. Terkait kunci kemenangan, pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, mengaku sudah mengetahui kekuatan Gresik United.
“Sebelum pertandingan ini, kami memang sudah mengetahui kekuatan Gresik. Kita targetkan menang karena sudah kehilangan poin di Malang. Tantan cukup fit dan sangat bagus permainannya. Kami bersyukur bisa menang, padahal banyak pemain yang cedera,” kata Kas Hartadi.
Sementara kubu tuan rumah, mengakui bahwa lawannya memang lebih baik. evaluasi menyeluruh akan dilakukan usai laga ini.
“Organisasi permainan Sriwijaya memang bagus, dan mereka juga bermain cantik. Berbeda dengan tim kami, yang kurang disiplin menjaga lawan. Kami bermain menerapkan man to man marking, tapi pemain kami kurang disiplin. Lini depan dan belakang, banyak yang harus diperbaiki. Kami pihak asisiten dan jajaran pemain akan mengevaluasi semua,” ungkap Khusairi, asisten pelatih Gresik United.
Dengan hasil ini Sriwijaya naik ke peringkat 6 dengan 14 poin. Adapun Gresik berada satu tingkat di bawahnya dengan 13 angka.(oy)

Sriwijaya Bidik Roman Chmelo

Sriwijaya Bidik Roman Chmelo
Manajemen Sriwijaya FC belum memutuskan siapa pengganti Min Kyung Bin. Memang manajemen dan pelatih Kas Hartadi cukup tertarik dengan permainan Roman Chmelo. Tapi Chmelo adalah playmaker, sedangkan Laskar Wong Kito membutuhkan suplai tenaga untuk gelandang bertahan.

Pihak SFC sendiri tetap melakukan pendekatan dengan PT Liga Indonesia agar diberi kemudahan untuk menggantikan pemain  yang sudah dibuang Arema palsu tersebut. Menurut asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki, sebenarnya bukan keinginan manajemen, untuk memutuskan kontrak dengan kedua pemain asing tersebut.

Manajemen menilai untuk Min Kyung Bin memang belum memberikan kontribusi lantaran masih cedera. Kemudian Erick Weeks Lewis, meski sudah didaftarkan ke PT LIGa Indonesia, namun hingga pertandingan ke tujuh yang lalu, sang pemain tidak pernah ada di Palembang.

''Kami sudah membicarakan ini ke PT Liga Indonesia dan mereka juga memberikan kemudahan. Kami meminta rekomendasi dari PT Liga karena kami merasa dirugikan atas dua pemain tersebut,” ucapnya.

Hanya saja, sambung Muchendi, hingga saat ini pihaknya belum menemukan pemain yang pantas, untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Min Kyung Bin. Karena manajemen juga, memiliki kriteria sendiri.

''Kami tak mau terburu-buru lagi dalam mencari pemain. Memang saat ini kami juga sangat membutuhkan pemain belakang. Kurang solidnya pertahanan, membuat manajemen harus berpikir untuk mendatangkan pemain yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.(rq)

Kas hartadi : Gol Arema Kecepetan , SFC jadi Down

Kas hartadi : Gol Arema Kecepetan , SFC jadi Down
Gol cepat Cristian Gonzales menit 1 membuat mental bertanding para pemain Sriwijaya FC Palembang jatuh. Hal itu ditegaskan Pelatih Kepala tim berjuluk Laskar Wong Kita, Kas Hartadi, Minggu (24/2/2013) malam usai dilibas Arema Indonesia 4-1 dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Gol cepat Arema membuat mental bertanding anak-anak langsung down," tegasnya.

Ia mengatakan, selain pengaruh gol cepat, dirinya memastikan buruknya pertahanan yang dikawal 4 pemain belakang, menjadi pemicu banyaknya gol. "Empat pemain bertahan kami bermain sangat buruk. Kita tertinggal gol dan terlambat membalas," ucapnya.

Kas Hartadi melanjutkan, tuan rumah bermain sangat bagus malam ini. Gaya permainan disiplin ketat yang biasanya diperagakan anak asuhnya, tidak terlihat sama sekali. "Dibeberapa pertandingan, anak-anak biasa bermain disiplin. Tapi malam ini, lengah," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan kekalahan telak malam ini, pihaknya akan melakukan evaluasi. Terutama, kinerja 4 pemain belakang yang sangat mudah diterobos lawan. [yut]

RD : Serangan Arema lebih keren dari Sriwijaya

RD : Serangan Arema lebih keren dari Sriwijaya
Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan (RD) bangga dengan kemenangan tim besutannya 4-1 (3-1) dari Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (24/2/2013).

 Dia menilai penampilan Egi Melgiansyah dkk lebih keren dibandingkan Sriwijaya FC. Dia membantah ucapan pelatih Kas Hartadi yang menilai kemampuan tim Laskar Wong Kito jelek. Menurutnya, penampilan tim Sriwijaya FC tidak terlalu jelek. “Tapi serangan anak-anak sangat bagus,” kata RD usai pertandingan.

Dalam pengamatannya selama pertandingan, RD memandang kualitas anak asuhnya tidak merosot. Pemain selalu bergerak mengikuti perjalanan bola. Menurutnya, hal inilah yang mengantarkan kemenangan bagi tim Singo Edan. “Saya apresiasi pada pemain yang sudah bekerja keras,” tambahnya. Dalam laga ini, tiga pemain Arema Cronous mengantongi kartu kuning. Ketiga pemain itu adalah Kayamba Gumbs, Egi Melgiansyah, dan Munhar. “Dalam ruang jumpa pers, saya selalu tidak mau mengomentari keputusan wasit,” terang RD - See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/02/24/rd-serangan-arema-lebih-bagus#sthash.dKMKYARQ.dpuf

Arema vs Sriwijaya = 4-1 , Wong Gilo tak berdaya di kanjuruhan

Arema vs Sriwijaya = 4-1 , Wong Gilo tak berdaya di kanjuruhan
Arema Indonesia meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 saat menjamu wong gilo , Sriwijaya FC, Minggu 25 Februari 2013. Christian 'El-Loco' Gonzales dan Alberto Goncalves menjadi bintang lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Arema langsung menunjukkan dominasinya di babak pertama. Gol cepat Gonzales satu menit selepas kic-off membuka jalan Arema untuk menambah tabungan gol. Dua gol tambahan Beto Goncalves dicetak pada menit 11 dan 36. Sedangkan, Sriwijaya hanya mampu menyarangkan satu gol lewat Hilton Moriera di menit 23.

Arema Indonesia tetap bermain terbuka kendati telah mengantongi keunggulan 3-1 di babak pertama. Tim asuhan Rahmad Darmawan itu terus menunjukkan penetrasi ke jantung pertahanan Sriwijaya FC. Berada di bawah tekanan, tim tamu coba bermain lepas.

Namun solidnya pertahanan Arema membuat serangan Sriwijaya selalu patah di kaki Victor Igbonefo dan kawan-kawan. Tim asal Sumatra Selatan tidak menyerah. Anak asuh Kas Hartadi itu berupaya mengurung Arema. Alih-alih memperkecil kedudukan, Arema justru menggenapkan keunggulan menjadi 4-1.

Penyerang naturalisasi Indonesia, Christian Gonzales menjebol gawang Sriwijaya di menit 67. Dia menanduk bola umpan Hasyim Kipuw dari skema tendangan bebas. Skor itu bertahan hingga turun minum. Tambahan tiga angka ini membuat Arema mulai mengancam Mitra Kukar yang berstatus sebagai pemuncak klasemen.

Arema kini duduk di peringkat dua dengan 18 poin. Singo Edan terpaut satu angka dengan Mitra Kukar (19 poin). Kemenangan ini membuat Arema berhasil menggeser Persipura di peringkat tiga klasemen. Sedangkan, kekalahan atas Arema membuat Sriwijaya berada di urutan 7 mengemas 11 poin.
Susunan Pemain
Arema Indonesia: Kurnia Meiga, Thierry Gathusi (Benny Wahyudi 85'), Munhar, Victor Igbonefo, Hasyim Kipuw, Keith Kayamba Gumbs, Hendro Siswanto, Egy Melgiansyah, Dendi Santoso, Alberto Goncalves, Christian Gonzales

Sriwijaya FC: Rivky Mokodompit, Mahyadi Panggabean, Diogo Santos, Abdulrahman (Fandy Mochtar), Taufik Kasrun, Ahmad Jufriyanto, Ponaryo Astaman, Hilton Moriera, Boakay Eddy Foday, M. Fakhrudin (Sutan Samma 52'), Tantan

Pelatih dan manejer Berantem , Bank BNI gak Jadi Sponsori Sriwijaya

Pelatih dan manejer Berantem , Bank BNI gak Jadi Sponsori Sriwijaya
- Mencuatnya konflik yang melibatkan pelatih Kas Hartadi dan Manajer Robert Heri ternyata memberikan dampak besar bagi Sriwijaya FC. Bahkan tim Laskar Wong Kito langsung kehilangan dana Rp 900 juta, kemarin. “Hari ini (kemarin, Red) seharusnya SFC mendapatkan dana sponsor Rp 900 juta. Tetapi akhirnya dibatalkan,
karena mencuatnya permasalahan antara Kas Hartadi dan Robert Heri,” ujar Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin didampingi sekretaris perusahaan Faisal Mursyid dengan nada kesal.
Pria yang juga Direktur hotel Swarna Dwipa ini menjelaskan, Sriwijaya FC telah melakukan komunikasi dan melobi Bank BNI untuk menjadi sponsor. “Semuanya telah disepakati, dan rencananya hari ini (kemarin, Red) tanda tangan kontrak. Tetapi tiba-tiba datang tiga orang Direktur dari Bank BNI dan menyatakan penundaan kerjasama tersebut,” keluh Augie.
Dana tersebut, diungkapkannya sangat dibutuhkan Sriwijaya FC. “Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membiayai perjalanan tim dalam laga tandang lawan Arema dan Gresik United. Semuanya kini telah pupus,” bebernya.
Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC memanggil pelatih Kas Hartadi untuk mencari solusi terbaik atas persoalan internal yang mencuat ke publik. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi akhir dari suasana ‘panas’ antara Kas Hartadi dengan Robert Heri.
“Malam ini (kemarin, Red) saya akan panggil Kas Hartadi. Saya ingin mengetahui apa keinginan Kas, jadi bisa ada solusi terbaik,” ucap Augie.
Augie menegaskan, dirinya perlu memberikan klarifikasi kepada publik agar informasi yang berkembang tidak semakin liar. Augie yang turut hadir dalam rapat evaluasi, Senin (18/02) sore tersebut membeberkan bahwa Robert Heri hanya memberikan beberapa pertanyaan kepada pelatih demi kebaikan tim kedepan.
“Pak Robert bertanya soal cederanya tiga pemain inti, Tantan, Ramdani, dan Fakhrudin, sehingga bagaimana nanti ketika melawan Arema. Selain itu ada juga pertanyaan soal Diogo yang dicadangkan. Soalnya Manajemen dituntut untuk tetap menjaga Sriwijaya FC dalam koridor juara, jadi saya pikir pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar-wajar saja,” imbuh Augie.
Augie cukup kesal karena beredar informasi kalau kurang moncernya performa Tantan dan kawan-kawan karena masalah keuangan, khususnya bonus juara Inter Island Cup (IIC) 2012 lalu, serta keterlambatan gaji. Sebagai Direktur Keuangan, Augie merasa terusik dan kecewa. Bonus IIC memang telah cair dari PT Liga Indonesia sebesar Rp 120 juta, tapi telah digunakan untuk membiayai tim pada babak semi final dan final IIC tersebut, yang butuh dana sekitar Rp 220 juta.
“Memang benar itu, tapi bisakan jadi alasan masalah tersebut membuat performa tim jadi jelek. Soalnya PSPS, Persiwa Wamena, serta hampir seluruh tim lainnya justru punya beban utang 7 bulan gaji kepada para pemainnya, buktinya permainannya tetap stabil,” urai Augie.
Menurut Augie, Sriwijaya FC saat ini masih dalam kondisi krisis keuangan dan sangat membutuhkan sosok Robert Heri. Soalnya pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini sukses menggaet banyak sponsor.
“Kalau ada 10 orang seperti pak Robert Heri, Manajemen akan tenang. Saat ini saja pak Robert Heri telah berhasil menggaet 5 perusahaan besar untuk menjadi bapak asuh bagi para pemain,” katanya.
Ditegaskan pria berambut cepak ini, pihaknya akan menindak tegas jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin menggembosi Sriwijaya FC. “Bisa saja ada yang memberikan bisikan menyesatkan kepada Kas Hartadi untuk merusak nama baik Sriwijaya FC. Kas untuk saat ini belum ada rencana untuk disanksi, tetapi tentu harus diperjelas semua duduk persoalannya,” pungkasnya.(ts)

Suka Ganggu-Ganggu Kas Hartadi , Robert Heri Dituntut OUT dari Sriwijaya

Suka Ganggu-Ganggu Kas Hartadi , Robert Heri Dituntut OUT dari Sriwijaya
Suasana panas mulai terjadi dalam tim Sriwijaya FC. Perpecahan antara Manajer tim Robert Heri dengan tim pelatih pimpinan Kas Hartadi menyeruak. Suporter akhirnya bersuara, menuntut Robert Heri mundur lantaran dinilai terlalu intervensi. Isu ini dihembuskan kalangan suporter berdasarkan rapat evaluasi yang digelar Manajemen dan tim pelatih di hotel Swarna Dwipa, Senin (18/02) sore. Informasinya dalam rapat evaluasi tersebut, Robert Heri mengkritisi kebijakan pelatih dalam membuat strategi dan menurunkan pemain.
Singa Mania menilai intervensi yang dilakukan Manajer Sriwijaya FC, Robert Heri, terhadap kebijakan penerapan strategi di lapangan pelatih Kas Hartadi adalah sebuah tindakan berlebihan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Manajer. Dikatakan Deddy Pranata, Ketua Dewan Pembina Singa Mania, kebijakan penentuan strategi dan formasi di lapangan merupakan hak mutlak dari pelatih dan tidak ada pihak mana pun yang berhak mencampuri urusan tersebut.
“Liga sepakbola di belahan dunia mana pun, pelatih yang punya hak untuk menentukan strategi, formasi dan pemain yang akan diturunkan bukan manajer. Begitu juga di Sriwijaya FC, Manajer jangan campuri urusan teknis di lapangan,” ujar Deddy.
Tugas seorang Manajer, dijelaskannya, bukan untuk ikut mengatur taktik dan strategi, melainkan merealisasikan kedatangan pemain hasil rekomendasi pelatih dan memberi fasilitas baik itu pembayaran gaji maupun bonus. “Manajer fokus saja pada tugasnya, pembayaran DP, gaji pemain dan official, bonus juara IIC yang masih belum jelas sampai permasalahan Erick Weeks. Urusan wajib saja belum beres sudah mau ikut campur urusan strategi pelatih. Padahal manajer terdahulu bahkan Presiden Klub pun tidak pernah intervensi,” ulas Deddy.
Senada disampaikan ketua Beladas SMS Eddy Ismail yang justru sangat emosi dengan informasi tersebut. “Lebih baik Robert Heri saja yang mundur dari jabatan Manajer. Kami menentang keras Manajer mengintervensi pelatih dalam menentukan strategi,” imbuh Eddy yang diamini ketua Beladas Simanis Qusoi.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi ketika dibincangi di Mess Sriwijaya, kemarin, membenarkan adanya silang pendapat antara dirinya dengan Robert Heri. Diakuinya, hingga laga ketujuh ini, tim belum menemukan soliditas secara menyeluruh. Pasalnya, untuk membentuk yang benar-benar sempurna, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. “Sejauh ini saya akui, memang tim ini belum begitu solid. Karena, untuk memadukan pemain-pemain dalam sebuah skema bermain memang membutuhkan waktu. Apalagi tim sekarang kualitasnya berbeda dengan musim lalu,” tuturnya.
Pelatih yang telah mendonasikan dua gelar untuk Sriwijaya FC selama tahun 2012 lalu ini mengungkapkan, sebenarnya untuk membuat pemain tampil all out, bukan dilihat bagaimana skill yang dimiliki satu persatu dari pemain. “Lihat juga bagaimana nyamannya suasana hati pemain tersebut. Kalau psikologisnya lagi tak tenang, saya mau berkata apa,” ujarnya.
Ketika disinggung soal mulai adanya intervensi dari manajer terhadap pola-pola yang dipakai Kas Hartadi pada pertandingan yang dilakoninya, pria asal Solo ini hanya menjawab bahwa dirinya selama ini tetap memakai skema yang sesuai dengan apa yang diinginkannya. “Untuk itu (intervensi) saya tak bisa jawab. Tapi kalau skema bermain, awalnya saya memakai 4-3-2-1 dan sejak menghadapi Persija saya memakai pola 4-1-4-1. Alasan perubahan tersebut, karena pola lama tidak sesuai dengan karakter pemain sekarang,” ucapnya.
Namun untuk persoalan pembayaran gaji dan bonus pemain dan pelatih, raut wajah Kas Hartadi langsung mengekspresikan kesal dan emosi. “Silahkan saja tanya ke seluruh pemain. Apakah mereka sudah mendapatkan uang muka, bonus Inter Island Cup dan gaji sudah dibayar semua,” bebernya.
Sementara Robert Heri ketika dikonfirmasi membantah telah melakukan intervensi terhadap kinerja pelatih. Lantas, terhadap performa Sriwijaya FC selama tujuh pertandingan yang belum menunjukkan permainan layaknya tim yang baru mentahbiskan sebagai juara Liga Indonesia edisi 2012 lalu. Dirinya menilai, bahwa manajemen tetap menjalankan evaluasi pada semua pemain dan pelatih pada tiap pertandingan, yang telah dilalui. “Kami tidak ada intervensi sama sekali,” elaknya.
Saat disinggung bagaimana upaya manajemen membayar semua kewajiban pemain dan pelatih secara tepat waktu, Robert menuturkan, bahwa pihaknya sudah membayar semua hak-hak pemain hingga Januari 2013. “Itu (kewajiban, Red) telah kami berikan semua pada pemain dan pelatih, tidak ada masalah,” pungkasnya.
Meski mulai muncul suasana kurang nyaman dalam tim, tidak ada perubahan mengenai rutinitas tim. Kemarin sore, Ferry dan kawan-kawan tetap mengikuti sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. (da)

TERUNGKAP ! Dirtek PBR temui Hiltion di Sebuah Lorong , Kepergok Sama Presiden Sriwijaya

TERUNGKAP ! Dirtek PBR temui Hiltion di Sebuah Lorong , Kepergok Sama Presiden Sriwijaya
Performa striker andalan Sriwijaya FC Hilton Moreira memang belum dalam kondisi terbaik. Namun sepertinya, tim Pelita Bandung Raya (PBR) menaruh minat terhadap pemain asal Brazil ini. Usai pertandingan SFC kontra PBR yang berakhir 2-0 di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (17/02) sore, Direktur Teknik PBR Daniel Darko Janackovic secara khusus menemui Hilton di lorong ruang ganti. Sebelumnya Darko duduk di tribun kehormatan stadion dan mengamati penampilan Hilton.
Dari Pengamatan , keduanya terlibat pembicaraan singkat dan Darko sepertinya meminta nomor handphone Hilton. Pertemuan tersebut sempat dipergoki Presiden Sriwijaya FC H Dodi Reza Alex. Dalam kesempatan itu putra sulung Gubernur Sumsel ini sempat ‘menegur’ Hilton. “Kamu mantap-mantap di Sriwijaya FC Hilton,” ucap Dodi sambil merangkul Hilton.
Darko pada awal musim 2010-2011 sempat melatih Persib Bandung, namun berakhir cepat lantaran ketidakcocokan dengan pemain dan Manajemen. Artinya Hilton sempat merasakan dibawah komando Darko.
Sementara Hilton ketika dihubungi membenarkan telah terjadi pertemuan antaranya dirinya dengan Darko. Hanya saja pemilik nomor punggung 19 ini membantah adanya rayuan untuk berpindah klub.
“Saya seorang pemain profesional yang menghormati kontrak. Saat ini saya dikontrak Sriwijaya FC hingga Oktober, dan pastinya akan menyelesaikannya. Saya bukanlah pemain yang suka pindah klub dengan memutuskan kontrak,” jelas Hilton.
Menurut pemain yang sempat berkostum Deltras Sidoarjo ini, dirinya dan Darko tidak ada pembicaraan lanjutan. “Kita hanya berbincang sebentar dalam bahasa Portugis, jadi ada kedekatan. Selebihnya tidak ada, saya masih komitmen di Sriwijaya FC,” imbuhnya.
Menanggapi hal ini, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tidak mengetahuinya sama sekali. Hanya saja pria asli Solo ini menyatakan hubungan Hilton dengan dirinya, pemain lain, serta tim, sangatlah baik. “Mungkin saja PBR yang ingin mengambil Hilton, itu biasa. Tapi yang jelas saaat ini tidak ada masalah, Hilton masih jadi bagian Sriwijaya FC,” tukasnya. (sS)

Erick Weeks Lewis Penipu , Sriwijaya Tuntut ganti Rugi Rp 1,2 Miliar

Erick Weeks Lewis Penipu , Sriwijaya Tuntut ganti Rugi Rp 1,2 Miliar
Manajemen Sriwijaya FC tampaknya sangat kesal dengan belum datangnya pemain asal Liberia Erick Weeks Lewis ke Palembang. Selain melakukan pemecatan, Manajemen meminta ganti rugi sekitar Rp 1,2 miliar.
“Kita merasa dirugikan dan tertipu. Kita akan tuntut Weeks tiga kali lipat dari yang telah diambilnya dari Sriwijaya FC,” tegas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
Dilanjutkan anggota DPRD Banyuasin ini, keputusan pemecatan telah diambil. Hanya saja sang agen, Eko Soebekti meminta perpanjangan waktu hingga sebelum pertandingan lawan Arema, Minggu (24/02) mendatang.
“Pak Eko bilang meminta maaf dengan situasi yang terjadi dan meminta perpanjangan waktu. Jika Erick belum muncul sebelum pertandingan lawan Arema, dipersilahkan mengajukan tuntutan,” sambung Hendri.
Rincian kerugian Sriwijaya FC terhadap polemik Erick Weeks memang sangat besar. Selain secara materi, konsentrasi tim juga sangat terganggu dan berdampak pada beberapa pertandingan yang telah dijalani.
“Erick telah menerima DP 100 persen dari nilai kontrak yang disepakati. Kemudian telah menerima gaji satu bulan, uang tiket pesawat dua kali, serta uang lainnya. Total yang sudah diberikan sekitar Rp 400 juta,” beber Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin.
Hingga saat ini, Manajemen belum mengetahui pasti keberadaan Weeks. Bahkan Augie meragukan Weeks melakukan penerbangan ke Malaysia.
“Erick tidak bisa dihubungi dan tidak jelas sekarang ada dimana. Nanti akan kita cek maskapai Egypt Air, apakah ada penumpang bernama Erick Weeks terbang dari Mesir menuju Malaysia. Kalau nanti terbukti tidak ada, maka sudah jelas Erick membohongi Sriwijaya FC,” ucapnya.
Wajar saja sikap Sriwijaya FC sangat keras terhadap Erick. Soalnya mantan pemain Persiwa Wamena ini tidak pernah sekalipun memperkuat Sriwijaya FC pada ajang resmi di musim ini.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menyerahkan sepenuhnya keputusan terhadap Erick Weeks kepada Manajemen. Sebagai pelatih, dirinya saat ini ingin fokus memberikan porsi latihan kepada pemain yang ada.
“Saya dengar Manajemen telah memecat Erick. Bagi saya itu tidak masalah, lagipula selama ini kita telah terbiasa bermain tanpa Erick,” pungkasnya. (ad)

Kayamba Ingin Sriwijaya Kalah di Setiap pertandingan ISL

Kayamba Ingin Sriwijaya Kalah di Setiap pertandingan ISL
Kecintaan Kayamba Gumbs terhadap Sriwijaya FC rupanya sudah sirna. Padahal Kayamba pernah bergabung dengan Laskar Wong Kito itu selama lima tahun.
“Mereka menganggap tim musim ini lebih baik daripada tim musim lalu,” kata Kayamba, Minggu (17/2/2013).
Padahal musim lalu Kayamba turut mengantarkan Sriwijaya menjadi jawara LSI 2011/2013. Kayamba berharap Sriwijaya FC selalu mengalami kekalahan dalam laga di ISL, termasuk saat Sriwijaya FC menantang Arema LSI di Stadion Kanjuruhan, 24 Februari 2013 nanti.
“Saya tidak peduli siapa yang mencetak gol. Yang penting kami menang lawan mereka (Sriwijaya FC-red),” tambahnya.(sf)

Sriwijaya vs Pelita Bandung raya = 2-0 , Satu kartu Merah

Sriwijaya vs Pelita Bandung raya = 2-0 , Satu kartu Merah
Sriwijaya FC akhirnya mampu memenangkan laga melawan Pelita Bandung Raya dengan skor 2-0 dalam lanjutan Indonesia Super League di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/2/2013) sore.

Dua gol ini berhasil diciptakan oleh Ramdani Lestaluhu pada menit ke-4 dan Ponaryo Astaman pada menit ke-79 (P).

Dengan hasil ini maka SFC sementara waktu merangsek ke posisi 5 Klasemen Liga Super Indonesia, menggeser Persisam Samarinda dengan sama-sama mengemas 11 poin.

Sementara Pelita Bandung Raya tetap tak beranjak dari posisi semula yakni peringkat ke-13.

Gol pertama diciptakan Ramdani Lestaluhu saat pertandingan baru berjalan beberapa menit. Ramdani memanfaatkan bola lambung dan menyundulnya ke gawang PBR.

Sedangkan gol kedua diciptakan Ponaryo Astaman melalui penalti setelah pemain PBR handball di kotak penalti.

Dalam pertandingan itu, Imanuel Padwa diusir wasit setelah ia dinilai melakukan pelanggaran yang berbahaya terhadap pemain PBR.(fh)

Sriwijaya Pecat Erick Weeks Lewis

Sriwijaya Pecat Erick Weeks Lewis
Habis sudah batas kesabaran Manajemen Sriwijaya FC menantikan pemain asal Liberia Erick Weeks Lewis. Mengingat hingga batas waktu yang ditentukan hari ini, Weeks belum ada tanda-tanda datang ke Palembang.
“Sekarang mas Eko sudah saya panggil, sesuai dengan komitmen saya beberapa waktu lalu, kedatangan Erick Weeks kita tunggu hingga satu minggu atau Sabtu ini (kemarin, Red). Kita sudah tidak menunggu Rrick lagi dan kontrak sudah putus. Ya karena besok (hari ini) kita mau bertanding dan dia hari ini (kemarin, Red)) tidak datang, ya sudah resmi selesai,” tegas Manajer Sriwijaya FC Robert Heri.
Dijelaskan Robert, Manajemen saat ini justru tidak mengetahui keberadaan Erick Weeks. “Antara manajemen dan pemain yang bersangkutan sudah lost contact (putus komunikasi, Red). Apakah dia sudah di Malaysia dan sudah pergi ke tempat lain, semua tidak tahu,” sambungnya.
Menurut pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini, Manajemen telah bekerja sangat keras untuk membantu Erick. “Kami tidak tahu apa alasan yang sebenarnya, karena dari pihak kami, apa yang diperlukannya sudah dilakukan dan dibantu. Yang jelas kami sudah tentukan hari ini (kemarin, Red) terakhir dia harus ada di Palembang. Ternyata dia tak muncul berarti selesai,” imbuh Robert menegarkan.
Erick Weeks memang telah menghilang dari Sriwijaya FC sejak awal November 2012. Informasinya, kala itu Weeks ditangkap oleh pihak Imigrasi Jakarta yang melakukan razia saat sedang berkumpul bersama rekan-rekannya warga Afrika di salah satu apartemen kawasan Tangerang. Lantaran tidak memiliki berkas Imigrasi yang lengkap, Weeks dideportasi ke negara asalnya Liberia.
Penyelesaian berkas Imigrasi Weeks mulai dari surat calling visa hingga Keterangan Izin Tinggal Sementara (KITAS) terus diupayakan Manajemen Sriwijaya FC. Sekitar tiga minggu yang lalu, Weeks sempat ke Singapura untuk membuat KITAS, tapi ternyata gagal. Harapan terakhir untuk membuat di Malaysia, sepertinya juga menuai kegagalan.
Asisten Manajer Sriwijaya FC Muchendi Mahzarekki menyatakan sepertinya sudah tidak ada harapan bagi Weeks untuk tetap dipertahankan. “Saya dapat informasi Weeks juga ditolak di Malaysia. Jadi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada harapan,” jelasnya.
Manajemen, dikatakan putra sulung Bupati OKI Ishak Mekki ini tidak bisa berlarut-larut dengan persoalan Weeks. Performa angin-anginan Ponaryo dan kawan-kawan selama ini, dikatakan Muchendi juga dipengaruhi persoalan Weeks. “Kita belum ada rencana untuk mencari pemain lain. Tapi yang jelas secepatnya akan dibahas mengenai pemutusan kontrak dan lain-lainnya,” pungkasnya. (key)

Sriwijaya Takut Pecat Eric Weeks

Sriwijaya Takut Pecat Eric Weeks
Manajemen Sriwijaya FC sepertinya setengah hati untuk melepas pemain kesayangannya, Erick Weeks Lewis yang masih terbelit masalah Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Kendati kedatangan pemain asal Liberia ini tak kunjung ada kejelasan, namun manajemen SFC masih juga memberikan kesempatan baginya.
Padahal sebelumnya manajemen SFC pernah berkoar akan mendepak Eric, jika tak kunjung menyelesaikan persolan Kartu Ijin Tinggal Sementara (KITAS)-nya hingga 7 Februari lalu.
Nyatanya deadline yang ditentukan telah terlewati, dan Eric tetap saja ditunggu kedatangannya meski sudah lewat satu pekan dari deadline awal, terhitung hari ini, Kamis (14/2/2013).
Menanggapi hal ini jajaran manajemen SFC punya alasan tersendiri.
"Kita tunggu Erick ini karena perkembangan sejauh ini cukup baik dan dipastikan segera bergabung dengan timnya kembali. Saat ini Eric sudah tiba di Malaysia pukul satu siang tadi (kemarin, red)," kata Manajer Tim SFC, Robert Heri (dg)

Mertua Hilton Moreira Meninggal

Mertua Hilton Moreira Meninggal
Kabar duka berhembus dari pemain asal Brazil Hilton Moreira. Sang mertua, informasinya meninggal dunia di salah satu Rumah Sakit di Brazil, kemarin akibat sakit yang dideritanya selama ini.
“Saya memang ada masalah pribadi, sudah lama mertua sakit, hingga akhirnya meninggal dunia. Tetapi saya harus tetap profesional dan sepertinya lebih memilih menunaikan kewajiban sebagai pemain Sriwijaya FC,” ujar Hilton.
Hingga saat ini Hilton telah mengemas dua gol di Sriwijaya FC. Pemilik nomor punggung 19 ini mengaku masih belum puas dengan performanya. “Saya tidak terlalu memikirkan jumlah gol, terpenting Sriwijaya FC selalu menang dan bisa juara. Jika semua itu tercapai, barulah saya bisa puas,” tegasnya.
Manajemen Sriwijaya FC melalui Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menyampaikan turut berdukacita kepada Hilton. “Semoga Hilton dan keluarga diberi ketabahan. Yang jelas Manajemen, tim pelatih, dan segenap pemain lainnya turut berlasungkawa,” tandasnya. (gs)

Dipecat SFC , Min Kyung Bin Tak dapat Kompensasi

Dipecat SFC , Min Kyung Bin Tak dapat Kompensasi
Pemecatan pemain asal Korea Min Kyung Bin ternyata sudah diantisipasi Manajemen Sriwijaya FC sejak awal. Yaitu dengan cara membuat perjanjian pemecatan bisa dilakukan tanpa memberikan kompensasi. “Sudah disepakati sejak awal. Min bisa dipecat ditengah jalan tanpa diberikan kompensasi sama sekali,” ujar Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
Dilanjutkan anggota DPRD Banyuasin ini, Manajemen sudah banyak belajar dari kesalahan perekrutan pemain pada awal musim ini, salah satunya Jerry Karpeh dan Ali Khaddafi. Oleh karena itu, Manajemen mengambil sikap agresif saat membuat perjanjian ataupun kontrak dengan pemain asing.
“Bukannya kami sudah menduga sejak awal akan dipecat. Tetapi Klub harus membuat terobosan yang menguntungkan untuk mengantisipasi hal-hal semacam ini,” ulas Hendri.
Keberadaan Min di Sriwijaya FC memang belum genap satu bulan. Soalnya Min menandatangi kontrak dengan Manajemen, Jumat (18/01) silam dan hanya sempat bermain dua kali dengan status cadangan.
Performa Min sepertinya jauh dari harapan tim pelatih dan Manajemen. Selain cedera engkel yang tidak kunjung sembuh, Min dianggap kesulitan beradaptasi dengan sepakbola Indonesia.
“Kita ingin melepas pemain yang membenani klub dan pemain lainnya. Soalnya keberadaan Min justru memberi dampak negatif bagi perkembangan dan harmonisasi tim,” ulas Hendri.
Diakui Hendri, saat ini belum ada surat pemutusan kontrak bagi Min. Soalnya sang pemain telah meninggalkan Palembang menuju Korea hampir satu minggu yang lalu. “Nantilah soal surat putus kontraknya. Lagipula Min sudah pulang ke Korea, yang jelas kita akan siapkan suratnya,” tukasnya.(fd)

Kudubes Amerika Serikat Tahu Sriwijaya dari Google , Langsung kagum

Kudubes Amerika Serikat Tahu Sriwijaya dari Google , Langsung kagum
Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat menunaikan niatnya untuk bersilaturahmi dengan jajaran Manajemen Sriwijaya FC di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin sore. Dalam kesempatan itu perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat menyatakan ada kemungkinan bagi klub-klub sepakbola Amerika untuk berlatih tanding lawan Sriwijaya FC.
Meski tidak setenar klub-klub Eropa, sepakbola Amerika kini berkembang pesat. Terlebih lagi liga utamanya, Major League Soccer (MLS) bertabur bintang-bintang dunia, salah satunya David Beckham yang sempat memperkuat LA Galaxy.
“Saya baru pertama melihat Sriwijaya FC, dan memang tim ini bagus. Saat ini belum ada rencana untuk mendatangkan tim Amerika untuk latih tanding lawan Sriwijaya FC di Palembang, tetapi semuanya sangat memungkinkan,” ujar petugas Energi dan Sumber Daya Alam Kedutaan Besar Amerika Serikat Joel A Kopp didampingi dua rekannya Melissa Wijaya dan Sandy Kunvatanagarn.
Kehadiran perwakilan Kedutaan Besar Amerika ini disambut antusias oleh Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin, Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Asisten Manajer Muchendi Mahzarekki, dan pelatih Kas Hartadi. Dalam kesempatan itu, pihak Sriwijaya FC dan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serika saling bertukar cinderamata.
Kopp menegaskan, kota Palembang dan provinsi Sumatera Selatan sangat terkenal dalam bidang olahraga. “Begitu diklik google (internet, Red) kota Palembang, muncul berbagai even olahraga nasional dan internasional. Salah satunya prestasi Sriwijaya FC,” cerita Kopp.
Menanggapi hal tersebut Augie menyatakan Sriwijaya FC sangat menyambut baik kunjungan perwakilan Kedutaaan Besar Amerika Serikat. Augie membeberkan berbagai prestasi Sriwijaya FC yang menjuarai kompetisi ISL, Liga Indonesia, Piala Indonesia, Inter Island Cup, Community Shield, dan lain-lainnya kepada Kopp dan rekan-rekan.
“Dunia internasional ternyata cukup mengagumi Sriwijaya FC. Tentunya sekali lagi hal ini menjadi bukti nyata bahwa Sriwijaya FC patut dibanggakan masyarakat Sumsel,” tandasnya.(sf)

Sriwijaya Pecat Min Kyung Bin

Sriwijaya Pecat Min Kyung Bin
- Manajemen dan tim pelatih Sriwijaya FC secara mengejutkan akan memecat pemain asal Korea Min Kyung Bin. Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat yang dilangsungkan di hotel Swarna Dwipa, Minggu (10/02) malam. “Berdasarkan keputusan rapat, disepakati Min kontraknya akan diputus. Kemampuannya tidak sesuai dengan kebutuhan tim,” ujar pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi ketika dibincangi usai memimpin sesi latihan tim di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin sore.
Praktis keberadaan Min di Sriwijaya FC belum genap satu bulan. Min menandatangi kontrak dengan Manajemen, Jumat (18/01) silam dan hanya sempat bermain dua kali dengan status cadangan.
Perekrutan Min memang terkesan buru-buru. Meski telah berada di Palembang sekitar satu minggu sebelum dikontrak, setiap sesi latihan sebenarnya belum maksimal. Bagaimana tidak, Min ternyata menderita cedera engkel kaki kanan yang hingga saat ini masih belum pulih. Hanya saja jelang penutupan bursa transfer, Kas melihat Min punya kualitas teknik yang diatas rata-rata.
Sayangnya harapan Kas kepada Min terlalu tinggi. Sang pemain justru gagal bersinar karena cedera dan tidak mampu mengimbangi Ponaryo Astaman sebagai duetnya di posisi gelandang bertahan.
“Awalnya saya rekrut Min untuk berduet dengan Ponaryo sebagai gelandang bertahan. Soalnya waktu itu saya masih ingin menggunakan pola 4-2-3-1 seperti musim lalu,” imbuhnya.
Sayangnya, dalam perjalanan kompetisi, cedera engkel Min ternyata sulit untuk sembuh. “Min tidak bisa mengambil peran yang baik sebagai gelandang bertahan. Buktinya lini pertahanan kita cukup keropos dan mudah ditempus lawan,” urainya.
Oleh karena itu, Kas langsung mengubah pola bermain timnya dengan 4-1-4-1 yang lebih agresif menyerang. Dengan pola tersebut, Kas hanya membutuhkan satu gelandang bertahan, yang sudah pasti ditempati sang kapten Ponaryo.
“Sedangkan Min juga tidak mampu bermain lebih kedepan untuk menyerang. Jadi daripada membenani tim, lebih baik dicoret saja,” ulasnya.
Min sendiri ternyata sudah tidak berada di Palembang sejak Kamis (07/02) lalu. Dikatakan Kas, Min minta izin pulang ke Korea untuk memulihkan cederanya, tetapi hingga saat ini tidak memberikan konfirmasi lagi.
Bursa transfer pemain untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013 belum dibuka. Namun hal tersebut tidak akan menghalangi niat Manajemen dan Kas untuk memecat Min.
“Lagipula saya dengar Weeks dalam waktu dekat akan kembali ke Palembang. Jadi tidak masalah kehilangan Min, dalam beberapa pertandingan terakhir Sultan Samma dan pemain lokal lainnya mampu mengambil tempatnya dengan baik,” paparnya.
Sebagai ganti Min, Kas nantinya ingin mencari seorang stoper berkualitas. “Saat jendela transfer putaran kedua dibuka, kita cari stoper Asia. Soalnya kita minim stoper pada putaran pertama ini,” ucapnya.
Sementara itu nasib bek Diogo Santos Rangel masih dalam status aman. Kas menyatakan pemilik nomor 31 tersebut perlahan mulai bersikap baik dan mau belajar. “Diogo masih diberi kesempatan,” pungkasnya.(sf)